Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

10 Jaminan Hidup Bagi Penggemar Shalawat Nabi Muhammad

PPQ Al-Amin Purwokerto - Al-Imam al-Quthub Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf dari Jeddah adalah salah satu guru Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan. Salah satu di antara mutiara hikmah dan nasihat Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf adalah:

10 Jaminan Hidup Bagi Penggemar Shalawat Nabi Muhammad
10 Jaminan Hidup Bagi Penggemar Shalawat Nabi Muhammad


من أكثر الصلاة والسلام على النبي صلى الله عليه وآله وسلم كانت له عشر ضمانات: ضمان بنجاح مطلبه. ضمان بالموت على لاإله إلا الله . ضمان برؤياء النبي ﷺ ضمان بالسعادة في الدنيا. ضمان بالبركة في اﻷولاد. ضمان بتيسير المعاش. ضمان بالحفظ من عناء الدنيا ونصبها. ضمان بالقرب منه صلى الله عليه وآله وسلم. ضمان بالرعاية الكبرى من المولى سبحانه وتعالى. ضمان بالرضا من المولى سبحانه وتعالى ومن النبي صلى الله عليه وآله وسلم.

Ada 10 jaminan bagi orang yang gemar membaca shalawat Nabi Muhammad Saw.:

1. Harapan dan keinginannya akan terwujud.

2. Matinya akan mendapatkan husnul khatimah.

3. Mempermudah baginya untuk mimpi bertemu Nabi Muhammad Saw.

4. Bahagia hidupnya.

5. Barokah anak-anaknya.

6. Lancar rizkinya.

7. Selamat dari himpitan dan kesusahan dunia.

8. Dekat dengan Nabi Muhammad Saw.

9. Mendapat perlindungan khusus dari Allah Swt.

10. Mendapat Ridha dari Allah Ta'ala dan Nabi Muhammad Saw.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga kita digolongkan oleh Allah Swt. salah satu dari hamba-hambaNya yang gemar membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Amin. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Foto: Al-Imam Al-Quthb Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf Jeddah bersama Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan. Sumber: Habib Muhdor bin Ahmad Assegaf Pemalang

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/10-jaminan-hidup-bagi-penggemar-shalawat-nabi-muhammad.html

Selasa, 01 April 2014

PAC IPNU-IPPNU Kalideres Gelar Makesta dan Konferancab

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Hari Selasa, 9 Juli 2013 Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdhlatul Ulama-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC. IPNU-IPPNU) Kec. Kalideres mengadakan tahap pengkaderan pertama, masa kesetiaan anggota (Makesta) dan Konferancab ke IX di Yayasan Muslimat Jakarta.

Tujuan diadakannya acara ini untuk membentuk karakter kepemimpinan dan pemahaman manajemen organisasi calon anggota IPNU-IPPNU Kec. Kalideres dan sebagai agenda per semester dari pelaksanaan Makesta dalam satu tahun. Makesta tersebut diikuti oleh beberapa sekolah dan remaja masjid dan musholla yang berada di wilayah Kecamatan Kalideres.

PAC IPNU-IPPNU Kalideres Gelar Makesta dan Konferancab (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC IPNU-IPPNU Kalideres Gelar Makesta dan Konferancab (Sumber Gambar : Nu Online)


PAC IPNU-IPPNU Kalideres Gelar Makesta dan Konferancab

Acara ini berlangsung dibawah kepanitian pengurus PAC. IPNU-IPPNU Kalideres Angkatan VIII yang diketuai oleh Agung Setiawan.

Acara tersebut bertemakan Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan dan Menangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar bertujuan ketika para peserta dibekali materi tentang kepemimpinan dan terbentuknya mental yang bermartabat sehingga memiliki akhlak dan moralitas yang terpuji.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Makesta berlangsung selama 3 hari yang dibuka oleh Ketua IPNU Jakarta Barat Nahraji Zen dan ditutup oleh Bendahara PC IPNU Jakarta Barat Afnan Dzikril Hafidz.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dalam acara tersebut para peserta dilatih untuk lebih menguatkan rasa kepemimpinanya dan memperluas wawasan tentang ahlussunnah wal jamah. Dalam pokok penyampaian materi yang terdiri dari ideologi, manajemen organisasi, dan pengetahuan umum, berjalan dengan sukses sampai akhir acara.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Yudhi Permana

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/45737/pac-ipnu-ippnu-kalideres-gelar-makesta-dan-konferancab

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 29 November 2013

Teks Istighotsah KH Hasyim Asyari (Untuk Hadapi Gonjang Ganjing Indonesia)

PPQ Al-Amin Purwokerto - Ini teks istighotsah Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari yang saya dapat dari kiai Fahruddin, pengasuh PP. Thoriqul Huda Ponorogo beberapa bulan sebelum beliau wafat. Beliau menerima dari Gus Kholiq bin Hasyim Asy'ari.

Teks Istighotsah KH Hasyim Asyari (Untuk Hadapi Gonjang Ganjing Indonesia)
Teks Istighotsah KH Hasyim Asyari (Untuk Hadapi Gonjang Ganjing Indonesia)


Ada secuil kisah tentang istighotsah tersebut. Konon kiai Hasyim pernah memprediksi akan terjadinya gonjang-ganjing yang akan menimpa Indonesia wa bil khusus Nahdlatul Ulama.

Apakah fenomena sekarang di mana antar umat Islam, antar ormas Islam dengan mudah diadu domba, saling mencaci-maki orang adalah gonjang-ganjing yang dimaksud Hadratus Syaikh? Wallahu A'lam.

Senyampang kita masih waras menurut ukuran kita sendiri, mari sama-sama berdoa agar kita tidak termasuk dalam lingkaran pelaku gonjang-ganjing tersebut.

NB. Bila ada teks atau harakat yang salah, mohon maaf. Saya dapatnya begitu. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Gus Zaki Hadziq Tebuireng, cucu KH. Hasyim Asy'ari.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/teks-istighotsah-kh-hasyim-asyari.html

Jumat, 04 Mei 2012

Ketika Nabi Berdoa di Makam

PPQ Al-Amin Purwokerto - Hadist tentang dzikir yang dibaca oleh Rasulullah saat pemakaman Sa'd bin Muadz pada dasarnya adalah sebagai hadis Mutaba'ah (penguat secara eksternal) dari hadis-hadis Sahih tentang Sa'd bin Muadz yang selamat dari siksa kubur. Hadist tersebut adalah:

Ketika Nabi Berdoa di Makam
Ketika Nabi Berdoa di Makam


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلًا، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: " لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ "

“Jabir bin Abdillah berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menuju sahabat Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam menunaikan shalat jenazah kepadanya, ia diletakkan di pemakamannya, dan tanah diratakan di atasnya, maka Rasulullah shalla Allahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih. Kamipun membaca tasbih dalam waktu yang lama. Kemudian Nabi membaca takbir, maka kami membaca takbir. Lalu Nabi ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih kemudian membaca takbir?” Nabi menjawab: “Kuburan hamba yang shaleh (Sa’ad bin Mu’adz) ini benar-benar menjadi sempit kepadanya, hingga Allah melapangkannya baginya.”

- Pendapat Ahli Hadis al-Hafidz Al-Haitsami:

ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭاﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ، ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺑﻦ اﻟﺠﻤﻮﺡ ﻗﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻲ: ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ. ﻗﻠﺖ: ﻭﻟﻢ ﺃﺟﺪ ﻣﻦ ﺫﻛﺮﻩ ﻏﻴﺮﻩ.

Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dan ath-Thabrani dalam Mu'jam Kabir. Di dalamnya terdapat Mahmud bin Muhammad bin Abd Rahman bin Amr bin al-Jamuh. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Saya (al-Haitsami) Tidak aku temukan ulama yang menyebutnya selain al-Husaini (Majma' az-Zawaid)

- Komentar Ulama Salafi Syekh Al-Albani: ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ ﺛﻘﺎﺕ ﻏﻴﺮ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻫﺬا , ﻓﻘﺎﻝ اﻟﺤﺴﻴﻨﻰ: " ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ ". ﻭﻗﺎﻝ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﻓﻰ " اﻟﺘﻌﺠﻴﻞ ": " ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻻ ﻣﻦ ﺗﺒﻌﻪ ".

Para perawi hadisnya terpercaya kecuali Mahmud ini. Al-Husaini berkata: "Ia bermasalah". Al-Hafidz berkata dalam at-Ta'jil: "Al-Bukhari dan lainnya tidak menyeburnya" (Irwa' al-Ghalil /166)

- Pendapat Syekh Syuaib al-Arnauth: ﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﻭﻣﺤﻤﻮﺩ- ﻭﻳﻘﺎﻝ: ﻣﺤﻤﺪ- ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﻟﻢ ﻳﺮﻭ ﻋﻨﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺎﺫ ﺑﻦ ﺭﻓﺎﻋﺔ، ﻭﻭﺛﻘﻪ ﺃﺑﻮ ﺯﺭﻋﺔ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ "اﻟﺠﺮﺡ ﻭاﻟﺘﻌﺪﻳﻞ" 7/316، ﻭﺫﻛﺮﻩ اﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ "اﻟﺜﻘﺎﺕ" 5/373.

Hadist ini riwayat Ahmad. Sanadnya Hasan, karena Ibnu Ishaq. Sementara Mahmud adalah Muhammad bin Abd Rahman, yang meriwayatkan darinya hanya Muadz bin Rifaah. Ia dinilai terpercaya oleh Abu Zurah dalam al-Jarh wa at-Ta'dil (7/316) dan Ibnu Hibban memasukkannya dalam ats-Tsiqat (5/373)

ﻭاﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻲ "ﺳﻴﺮﺓ اﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡ" ﻋﻦ اﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ 3/263. ﻭﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ (5346) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺳﻠﻤﺔ، ﻭاﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ "ﺇﺛﺒﺎﺕ ﻋﺬاﺏ اﻟﻘﺒﺮ" (113) ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻳﻮﻧﺲ ﺑﻦ ﺑﻜﻴﺮ، ﻛﻼﻫﻤﺎ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺇﺳﺤﺎﻕ، ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ. ﻭﺃﻭﺭﺩﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ "اﻟﺘﺎﺭﻳﺦ اﻟﻜﺒﻴﺮ" 1/148 ﻣﺨﺘﺼﺮا: ﺩﻓﻦ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﻣﻌﺎﺫ ﻭﻧﺤﻦ ﻣﻊ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ.

Hadis ini terdapat dalam Sirah Ibni Histam 3/263 dari Ibnu Ishaq. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani 5346. Oleh al-Baihaqi dalam Itsbat Adzab al-Qabri 113. Dan al-Bukhari dalam at-Tarikh al-Kabir 1/147.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini sebanyak dua kali. Pada riwayat kedua ini Syekh Syuaib menulis catatan:

ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ، ﻭﻫﺬا ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ. ﻭﻗﺪ ﺳﻠﻒ ﺑﻬﺬا اﻹﺳﻨﺎﺩ ﺑﺮﻗﻢ (14873) ﻓﺎﻧﻈﺮﻩ.

Ini hadist sahih. Sanad hadis ini adalah Hasan. Sabadnya telah dijelaskan di no 14873. Lihatlah. Pendapat ulama saat ini yang tergabung dalam web dibawah ini menegaskan bahwa hadis di atas tidaklah dlaif:

قلت : محمد و محمود شخص واحد اضطرب الرواة في اسمه ، و هو معروف النسب ، والده و جده معدودان في الصحابة ، ذكره البخاري في (( الكبير )) (1/148 ) و سكت عنه ، و ابن حبان في (( الثقات )) ( 5/373) ، و انظر : (( تعجيل المنفعة)) ( رقم : 1010 ) ، و (( تهذيب الكمال)) (28/121) . و الذي يظهر لي في هذا الإسناد أنه صالح ، لا بأس به ، فمعاذ : لا بأس به ، و قد سمع من جابر بغير واسطة ، و لو سلمنا رجحان رواية ابن إسحاق لكانت كذلك صالحة ، لحال ابن الجموح فهو مستور الحال ، و تنزل معاذ في الرواية عنه يقويه ، و الله أعلم .

http://www.ahlalhdeeth.com/vb/archive/index.php/t-3098.html

Ma'ruf Khozin, pengasuh Kajian Hadis Bulughul Maram di Masjid al-Akbar, Surabaya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/ketika-nabi-berdoa-di-makam.html

Minggu, 27 November 2011

Bom Madinah Konspirasi Kafir? Menjawab Analisa Konyol Fathuddin Jafar

PPQ Al-Amin Purwokerto - Seiring bom tak jauh dari masjid Nabawi beserta pemberitaannya, ada tulisan yang menyangkal informasi umum yang beredar. Narasumbernya orang bernama Fathuddin Ja'far, yang saat kejadian mengatakan berada di dlm Masjid Nabawi. Kesaksian ini dimuat di sejumlah media, beredar di socmed, grup WA dan seterusnya, yang intinya berita bom Madinah tak sesuai fakta, berlebihan dan merupakan sebuah konspirasi untuk menyudutkan Islam.

Bom Madinah Konspirasi Kafir? Menjawab Analisa Konyol Fathuddin Jafar
Bom Madinah Konspirasi Kafir? Menjawab Analisa Konyol Fathuddin Jafar


Menurut Ja'far, ia tidak mendengar ledakan, hanya melihat kepulan asap. "Kami hanya melihat kepulan asap seperti ada kebakaran di seberang Baki', makam para sahabat Rasulullah."

Di dalam masjid juga tak seorang pun yang membicarakan soal bom. Suasana di dalam masjid dan luar masjid juga seperti biasa, tak ada yang berubah dari malam-malam sebelumnya.

Dengan instingnya Ja'far merasa ada yang tidak benar dengan berita yang beredar. Ia merasa bahwa yang terjadi hanyalah konspirasi. "Naluri media dan konspirasi saya muncul," tulisnya.

Dan ia makin meyakini saat melihat televisi dan internet, di mana berita pemboman sudah menyebar luas. Ia memutar Al-Arabiya, televisi yang ia sebut milik Yahudi, dan ia menganggap beritanya terlalu dibesar-besarkan. Ia juga menganggap running-text Al-Arabiya sangat provokatif.

Ia pun mengecam Al-Arabiya, menyebut bahwa semua adalah kebohongan kaum kafir yang ingin menjatuhkan Islam. "Saya semakin yakin bahwa umat Islam sekarang sedang menghadapi fitnah dan konspirasi dari segala arah yang sangat luar biasa dari musuh-musuh Allah," tulisnya yang muncul di sejumlah media yang tidak begitu jelas kedudukannya.

Membaca tulisan Fathuddin Ja’far saya hanya melihat orang yang di kepalanya memang sudah diinapi pikiran bahwa Islam sedang diserang, bahwa selama ini ada konspirasi untuk menjatuhkan Islam oleh kaum kafir. Aku tidak tahu Islam yang mana yang dimaksud Ja’far, karena sebagai orang Islam aku tidak merasa. Lalu kafir yang mana juga tak jelas, apakah kafir Amerika, kafir Yahudi atau kafir dari planet Mars.

Kesaksian Ja’far, yang di-share banyak orang, tak menggugurkan berita yang ia bantah. Tak ada poin di berita yang beredar yang bisa ia tunjukkan kebohongannya. Tapi di ujung tulisan ia menyimpulkan bahwa semua adalah kebohongan.

Ja’far tampak sudah apriori dengan media dan apa pun yang diberitakan olehnya. Ia juga tendensius dan terlihat kurang wawasan ketika menyebut “Al-Rabiya” sebagai TV Yahudi, karena jika yang ia maksud adalah Al-Arabiya, televisi ini tak lain dimiliki oleh keluarga Kerajaan Arab Saudi. Entah dari mana Ja’far punya informasi bahwa Al-Arabiya milik Yahudi–dari sebuah sumber atau imajinasinya semata, kita tidak tahu. Mungkin dari intelijen atau alien galaksi Andromeda.

Dalam tulisannya Ja'far menyebut bahwa ledakan terjadi jauh dr Masjid Nabawi. "Kepulan asap di seberang Baki, makam sahabat-sahabat Rasullullah," jelasnya.

Jauh-dekat relatif. Berdasar standar keamanan ledakan di radius 3 km dari obyek atau lokasi vital bisa dikatakan dekat dan sudah berkategori sangat mengancam dan membahayakan. Apalagi berdasar penjelasan dari pejabat KJRI Saudi, Fadhly Achmad Hamid, lokasi ledakan hanya berjarak 500 meter dari masjid Nabawi, tepatnya di area parkir keamanan, bagian belakang masjid Nabawi. Aku tidak tahu apakah Ja’far mengecek area ini.

Justru sangat aneh jika Ja’far menganggap ledakan di tempat yang asapnya bisa disaksikan jelas dari Masjid Nabawi disebut jauh dan tak membahayakan. Bahwa Ja’far tidak mendengar ledakan dan jamaah di Masjid Nabawi masih anteng tarawih karena memang tak menyadarinya dan itu menunjukkan manajemen keamanan cukup bagus. Karena jika langsung dikabarkan kepada jamaah bahwa ada bom meledak di luar kawasan masjid, kepanikan dan kekacauan bisa terjadi–dan mungkin justru menimbulkan korban.

Persoalan bahwa Ja’far tidak mendengar ledakan tidak lantas ledakan tidak ada. Apa yang tidak kita ketahui tidak lantas tidak terjadi. Karena ada situasi-situasi yang membuat kita sering tidak mengetahui peristiwa yang terjadi tak jauh dari posisi kita. Orang yang berada di sekitar kejadian sebuah peristiwa tidak selalu mengetahui dan menyadari apa yang sesungguhnya terjadi. Jurnalis yang baru datang justru sering lebih tahu, karena ia mewawancarai banyak saksi mata dan mengecek tempat kejadian perkara.

Orang-orang yang ada di dalam Sarinah Thamrin saat terjadi bom di luarnya banyak yang tak tahu apa yang terjadi. Beberapa juga tak mendengar bom. Saya yang berkantor tak sampai 2 km dari lokasi bom Thamrin saat itu juga tak mendengar suara, meski beberapa orang di kawasan kantor saya bilang mendengar. Itu soal telinga, atau fokus dan konsentrasi yang berbeda.

Tapi pihak keamanan Arab Saudi sudah jelas mengonfirmasi ledakan itu, yang menewaskan 2 orang dan melukai 4 orang. Foto korban juga sudah dirilis media. Bukan hanya Al-Arabiya, tapi Al-Jazeera dan media-media Islam lain juga memberitakannya, selain ratusan media internasional. Media tak mungkin mengarang untuk informasi ini. Jadi aku tidak tahu dmn kebohongan media yang dibilang oleh Fathuddin Ja’far, dan lebih tidak tahu lagi media kafir mana yang berbohong.

Saya mengecek video Al-Arabiya di webnya dan Al-Arabiya tidak memberitakan bahwa ledakan terjadi di gerbang Masjid Nabawi. Lalu apa lantas itu tidak berbahaya dan tidak layak diberitakan besar-besaran oleh media? Jika kamu berpikir berpikir begitu maka kamu tidak tahu media, tidak tahu betapa pentingnya Madinah–apalagi masjid Nabawi. Jangankan bom, ada satu orang mati ditusuk di kawasan Masjid Nabawi bisa jadi berita besar. Karena Madinah dan Masjid Nabawi punya arti penting buat umat Islam.

Membaca tulisan Fathuddin Ja'far, aku tidak tahu media kafir mana yang ia tunjuk, karena Al-Arabiya dan Al-Jazeera yang memberitakan paling awal kejadian Madinah adalah milik negara Islam, yang wartawannya jg sebagian besar muslim. Atau Ja'far menganggap Al-Arabiya dan Al-Jazeera juga media kafir? Lalu yang bukan kafir yang mana? Mbuhlah....

Jika kamu punya dugaan simpanlah dugaanmu untuk dirimu sendiri sebelum menemukan bukti. Jika kamu meyakini adanya konspirasi telitilah dulu sebelum menuduh sana-sini. Bukan cuma keluar masjid, balik hotel ngecek internet dan nonton TV lalu berteriak ada konspirasi.

Maaf, tentu aku lebih percaya wartawan yang memang dididik untuk mengecek dan meliput peristiwa ketimbang orang yang ada di kawasan kejadian perkara tapi ke TKP pun tidak. Tak ada keterangan apakah Fathuddin Ja'far mengecek TKP, melihat korban atau benda yang terbakar akibat ledakan. [PPQ Al-Amin Purwokerto PPQ Al-Amin Purwokerto]

Oleh Savic Ali

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/bom-madinah-konspirasi-kafir-menjawab-analisa-konyol-fathuddin-jafar.html

Senin, 25 April 2011

Ketika Perbedaan Jadi Proyek Hoax Adu Domba di Medsos

Contoh berita hoax Nusron Wahid PPQ Al-Amin Purwokerto - Ini bukan cerita tentang tokoh tertentu, tapi sekadar contoh dua tokoh yang sering jadi "proyek" media sosial (medsos), yakni Nusron Wahid dan KH Ahmad Musta'in Syafi'ie dari Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

"Kalau Peserta Aksi 212 (2-12-2016) Lebih dari Seribu Orang Ludahi Muka Saya....". Begitu ungkapan Nusron yang jadi viral. Bahkan ada viral yang sama tapi diberi capture "detikcom". Nah, Nusron dan detikcom sama-sama membantah.

Nusron bilang kalau dia tidak pernah ngomong seperti itu. Detikcom juga bilang tidak pernah menampilkan foto dan pernyataan Nusron seperti itu. Artinya, semuanya hanya "tempelan". Dampaknya? Akal jadi tidak waras. Itulah adu domba.

Ketika Perbedaan Jadi Proyek Hoax Adu Domba di Medsos - PPQ Al-Amin Purwokerto
Ketika Perbedaan Jadi Proyek Hoax Adu Domba di Medsos - PPQ Al-Amin Purwokerto


Ketika Perbedaan Jadi Proyek Hoax Adu Domba di Medsos

Contoh adu domba yang lain. Pernyataan KH Ahmad Musta'in Syafi'ie (Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur) yang berjudul "Dahsyatnya Energi Al-Maidah 51". Pernyataan itu diluruskan asisten KHA Musta'in Syafi'ie, yakni Masrukhin.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Katanya, Kiai Musta'in tidak pernah membuat surat itu. Anehnya, surat adu domba antara ulama dengan PBNU yang dibuat atas nama Kiai Mustain itu bukan hanya sekali ini beredar di medsos. Tapi beberapa orang terprovokasi untuk yakin. Itulah adu domba.

Baca: Bongkar Hoax "Energi Al Maidah 51" yang Dibuat Atas Nama KH Mustain Syafii Jombang.

Sejatinya, perbedaan pendapat itu merupakan hal biasa yang terjadi sejak para pendahulu negeri ini. Bung Karno sudah biasa berbeda pendapat dengan Bung Hatta, namun saat Bung Hatta menikah pun, Bung Karno datang.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sebaliknya, saat Bung Karno sakit, Bung Hatta juga menjenguk, meski dicegah sejumlah orang. Pendiri NU KH Hasyim Asy'ari juga biasa berbeda pendapat dengan tokoh NU lainnya, KH Wahab Chasbullah. Bahkan perbedaan soal beduk cukup melegenda. .

Tokoh Muhammadiyah Hamka juga biasa berbeda pendapat dengan Bung Karno. Dan, banyak lagi. Sebuah beda pendapat yang minus dosa. Baca juga: Buya Hamka Tinggalkan Qunut Untuk Keharmonisan

Baca juga: Bung Hatta Kutuk Cara Orde Baru Perlakukan Soekarno Saat Sakit.

Dulu, beda pendapat itu digunakan untuk memahami orang lain, karena beda pendapat dianggap sunnatullah dan bahkan kemajemukan juga dianggap takdir-Nya. Sekarang, beda pendapat justru digunakan untuk menyalahkan, mencurigai, mengkafirkan, membid'ahkan, membenci, dan sejenis itu.

Gawatnya lagi, beda pendapat itu kini menemukan "sarana" berbentuk media sosial yang akhirnya beda pendapat itu untuk "adu domba" seperti dialami Nusron, Kiai Mustain, Prof Syafii Maarif, Gus Mustofa Bisri, dan sebagainya. Ya, hoax tapi targetnya untuk provokasi.

Jika dicermati "proyek" adu domba dalam medsos itu agaknya ada unsur kesengajaan dan ada target tertentu, karena bahasa yang digunakan mirip, pelakunya juga sepertinya punya target orang atau lembaga yang sama, karena pihak yang menjadi sasaran "proyek" itu juga selalu itu-itu saja.

Momentum yang dipakai adalah penistaan Al-Quran (sebenarnya juga kitab suci Kristiani) yang menghasilkan dua cara penyikapan yakni cara hukum (persuasif) dan cara massa (411 dan 212). Masalahnya, cara massa menyikapi dengan menyalahkan pihak dengan cara lain yang seolah salah total. Jadi, beda itu biasa, kok diadu domba?

Boleh jadi, cara hukum (persuasif) tidak sepopuler cara massa. Tapi, keduanya sama-sama bisa untuk mendorong hasil yang sama (seperti anti penistaan Al-Quran, penetapan tersangka, membuat rakyat tidak memilih pemimpin tertentu, dan sebagainya).

Kalau hasilnya sama, kenapa bisa menyalahkan pihak lain? Apa cara massa itu tidak justru membuat orang mudah pakai massa untuk menghalalkan kepentingannya dan main klaim? Bukankah Tuhan mementingkan keihlasan, substansi, niat dan hati?

Hati-hati, ada "proyek" yang sengaja dilakukan untuk memberangus orang atau lembaga tertentu dalam waktu 10-15 tahunan. [PPQ Al-Amin Purwokerto/ emy]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ketika-perbedaan-jadi-proyek-hoax-adu-domba-di-medsos.html

Minggu, 06 Februari 2011

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Lombok Utara, PPQ Al-Amin Purwokerto. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menyebutkan, orang NU tidak mungkin menjadi pemberontak. Meskipun pernah ditekan rezim, NU justru menjadi satu-satunya ormas yang tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Asad menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci pada saat pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pandanan, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (20/5).

Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)


Asad Ali: Meski Ditekan, NU Tetap Pertahankan Pancasila

Menurut penulis buku Negara Pancasila ini, NU menjunjung tinggi kebersamaan dan lestarinya kebhinekaan di Tanah Air sebagaimana nilai yang terkandung dalam Pancasila. "Pada dasarnya kita diciptakan majemuk tidak melihat warna kulit dan tidak membeda-bedakan, tuturnya.

Seperti diketahui dalam sejarah, forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama tahun 1983 sepakat menerima Pancasila sebagai asas tunggal lantaran dinilai selaras dengan nilai-nilai Islam yang dijunjung tinggi NU. Padahal, saat itu NU sedang digembosi perannya secara politk oleh pemerintahan Orde Baru.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pada kesempatan itu, Asad banyak mengulas gerakan radikalisme dan pentingnya penguatan Ahlusunah wal Jamaah sebagai pilar membangun negeri.

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu yang membuka acara PKL tersebut, mengatakan, radikalisme menjadi peringatan bagi kerukunan di Indonesia. Ia menilai, peran pesantren sebagai solusi.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Pesantren pada umumnya sangat moderat, ponpes sangat strategis dalam rangka menangkal radikalisme keagamaan. Kami sangat mendukung apa yang dilaksanakan GP Ansor. Kami mengimbau kepada para tuan guru dan ustadz untuk mengintensifkan pembinaan kepada ummat terutama para tokoh-tokoh agama," harapnya.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung hingga 23 Mei 2015. Dalam acara pembukaan, hadir pula Ketua PWNU NTB TGH Ahmad Taqiudin Mansyur, Kepala Kanwil BPN NTB H Budi Suryanto, Bupati Kabupaten Lombok Utara H Djohan Sjamsu, Ketua PCNU Kabupaten Lombok Utara H Sai, H Muallif dari Kemenag Kabupaten Lombok Utara, dan sejumlah tokoh lain dari polres, DPRD KLU. (Hadi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59687/as039ad-ali-meski-ditekan-nu-tetap-pertahankan-pancasila

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 28 September 2010

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

Surabaya, PPQ Al-Amin Purwokerto. Sejumlah alim ulama se-Surabaya mengadakan halaqoh membangun gerakan pesantren anti korupsi, Ahad (30/8). Kegiatan dipungkasi dengan deklarasi sebagai komitmen mereka mengawal perbaikan di negeri ini lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dalam pandangan Wuryono Prakoso, Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Bahkan dalam pandangan devisi pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, banyak hal yang membuat Indonesia sebenarnya bisa lebih unggul dari negara manapun di dunia.

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)


Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

"Tapi mengapa kita tertinggal? Tidak lain karena korupsi telah menggerogoti negeri ini," katanya.

Namun demikian, ada potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali korupsi di negeri ini yakni dengan tersebarnya ribuan pesantren. "Ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia," katanya. Kalau setiap pesantren memiliki 300 santri saja, maka akan tersedia 8 juta lebih elemen yang bisa digerakkan untuk tujuan pemberantasan korupsi tersebut.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pandangan lain disampaikan Laode M Syarif dari Partnership. Tahun 1961, Mohammad Hatta telah mengingatkan korupsi jangan sampai dibiarkan menjadi budaya di Indonesia. Karena itu sejumlah ikhtiar harus dilakukan agar kejahatan ini tidak merusak pembangunan dan capaian yang harus diraih bangsa.

"Kita masih memiliki harapan karena dalam pandangan masyarakat, ada beberapa elemen yang dipercaya masih bersih dari tidakan korupsi," kata salah seorang kandidat komisioner KPK ini. Secara rinci, ia menyebutkan masjid, gereja, pura, kantor pos, media dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pihak yang bersih.

Kondisi ini sangat berbalik dengan keberadaan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor imigrasi, kantor pajak, dan partai politik yang sudah dianggap sebagai sarang tindakan korupsi.

Baginya, keberadaan pesantren masih dipercaya masyarakat untuk bisa melakukan perbaikan di negeri ini dari tindakan korupsi. "Karena itu, pesantren harus berani mempertanyakan sejumlah bantuan yang akan diterima dari berbagai kalangan," terangnya.

Narasumber lain yakni Kiai Maruf Khozin mengemukakan hasil keputusan pertemuan sejumlah kiai dan ulama di Yogyakarta serta Muktamar Ke-33 NU yang memberikan perhatian kepada tindakan korupsi. "Bahkan NU telah menyepakati, dalam kondisi negeri yang sedang genting, maka para koruptor dan pelaku pencucian uang layak mendapat hukuman mati," kata aktivis bahtsul masail ini.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama gerakan pesantren anti-korupsi. Tampak bergabung Ahmad Suaedy dari Gusdurian, sejumlah pengasuh pesantren serta alim ulama dari Sidoarjo dan Surabaya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61920/optimalkan-jaringan-pesantren-untuk-gerakan-anti-korupsi

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 14 September 2010

Ajib, Nasi Kebuli Maulid Habib Luthfi Penuh Daging Tapi Bebas Lalat, Kenapa?

Nasi kebuli dan daging kambing di Maulid Akbar Kanzus Sholawat, Ahad (08/01/2017) PPQ Al-Amin Purwokerto - Sudah jadi tradisi, para tamu Maulana Habib Luthfi bin Yahya, tuan rumah Maulid Akbar di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan, selalu dijamu dengan nasi kebuli. Disantap setelah acara maulid rampung. Ribuan nampan disiapkan panitia untuk menyediakan konsumsi khas tersebut.

Namun ajibnya, pada Maulid 8 Januari 2017 kemarin, yang sempat dihadiri Presiden Jokowi itu, nasi-nasi yang ditumpuk dengan loyang nampan itu tidak ada lalat yang mengerubungi. Padahal, sejak pagi hingga siang terik, bau daging kambing sangat menyengat jamaah, "iya mas, saya perhatikan tidak ada lalat sama sekali," kata Johanes, tamu maulid dari Jepara kepada PPQ Al-Amin Purwokerto, Ahad (08/01/2017) siang.

Jamaah lain yang berada di dekat nampan-nampan itu juga mengaku heran atas apa yang dilihatnya. PPQ Al-Amin Purwokerto akhirnya menemui salah satu panitia menanyakan rahasia nasi kebuli tersebut bisa bebas dari lalat. Yang berhasil ditemui adalah Habib Hasyim bin Yahya, keponakan Abah Luthfi.

Ajib, Nasi Kebuli Maulid Habib Luthfi Penuh Daging Tapi Bebas Lalat, Kenapa? - PPQ Al-Amin Purwokerto
Ajib, Nasi Kebuli Maulid Habib Luthfi Penuh Daging Tapi Bebas Lalat, Kenapa? - PPQ Al-Amin Purwokerto


Ajib, Nasi Kebuli Maulid Habib Luthfi Penuh Daging Tapi Bebas Lalat, Kenapa?

PPQ Al-Amin Purwokerto

Menurut Bib Hasyim, tidak ada resep khusus dalam memasak nasi kebuli, namun semua itu, katanya, karena lalat dan nyamuk di Kanzus sudah diajak omong baik-baik agar menghormati setiap tamu dan jamuan tamu agung Kanjeng Nabi Muhammad yang hadir ke Pekalongan.

"Alhamdulillah, lalat di sini muslim semua dan menghormati acara maulid, jadi aman-aman saja," ujar Bib Hasyim. Percayakah Anda? Lalat saja menghormati maulid, manusia, ya sudah seharusnya. Sudah semestinya. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/nasi-kebuli-maulid-kanzus-penuh-daging-tapi-bebas-lalat-kenapa.html

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 11 Mei 2010

Meniru Para Penggila Nabi Muhammad

PPQ Al-Amin Purwokerto - Yang paling keren Sayidina Abdullah Bin Amr Bin Ash. Ketika ayahnya berperang dengan Sayidina Ali, ijtihadnya mengatakan bahwa dia harus bergabung dengan Ali, tapi Ali menegur begini: bukankah Rasul SAW pernah berkata padamu secara khusus “taatilah kedua orang tuamu”.

Akhirnya Abdullah megikuti saran imam Ali, tapi dia tidak mau angkat senjata, dia ikut pasukan ayahnya dibarisan paling belakang hanya untuk mengikuti kata-kata Nabi, yang walaupun secara konteks bukan disini tempatnya, tapi manusia level Abadillah Arbaah dan level Imam Sayyidina Ali tahu arti dari keberkahan kalam nabawiyah, butuh rasa untuk mencapai tahap ini, dan ini tidak berlaku untuk umum.

Sayyidina Ibnu Umar disebut si gila Muhammad karena mengikuti Nabi Muhammad dalam segalanya. Pakaiannya seperti pakaian Nabi, rumah seperti rumah Nabi, segala sisi baik lahir maupun batin beliau mengikuti Nabi. Bahkan ketika mengendarai kuda, ia berusaha melewati jalan yang dilalui Nabi, di tempat Nabi berhenti beliau berhenti. Tanpa sebab? Iya tanpa sebab! Hanya karena Nabi pernah berhenti di situ.

Meniru Para Penggila Nabi Muhammad - PPQ Al-Amin Purwokerto
Meniru Para Penggila Nabi Muhammad - PPQ Al-Amin Purwokerto


Meniru Para Penggila Nabi Muhammad

Pernah suatu kali beliau menunduk tanpa alasan kecuali karena Nabi pernah menunduk di situ, dan panah melewati kepalanya, beliau selamat. Ini masalah rasa, tidak semua orang bisa masuk ke mazhab rasa sepeerti ini.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Di zaman ini, banyak para penggila Nabi Muhammad yang aku jumpai, Habib Umar disebut Syeikh Albuty orang paling gila dengan Nabi Muhammad. Syeikh Albuthy mengungkapkan bahwa Habib Umar kemana-mana bawa tikar, bahkan jika tidur dihotel beliau tidur diatas lantai dengan tikar, hanya untuk mengikuti kekasihnya.

Pernah suatu hari Syeikh Buthy melihat Habib Umar menaiki bak mandi karena kerannya melawan arah kiblat, dan beliau ingin menghadap kiblat karena perintah Rasul. Sebagian mungkin mengatakan, "itu kan sunnah, lagian konteks perkataan Nabi bukan seperti itu," lagi-lagi aku mengatakan ini masalah rasa bung, masalah cinta. Yang belum punya rasa atau berkumpul dengan pecinta, jelas kurang memahami masalah ini.

Syeikh Syukri Luhafy, seorang Abdal Syam lebih keren lagi. Pernah ketika ada acara hadrah shalawat Syaziliyah, aku melihatnya sedang sakit berat, bahkan setengah sadar. Tapi beliau datang dengan selimut ke masjid karena di situ ada majelis shalawat. Beliau duduk di sudut masjid sambil menikmati majelis shalawat, terlalu maksa? Ini masalah rasa bung, beberapa orang di dunia ini akan mati bila sedetik tidak melihat muhammad SAW.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Syeikh Samir Annas, yang kharismatik dan pelit bicara, ada satu cara untuk memancingnya berbicara. Tanyakan saja tentang Nabi Muhammad, beliau akan berbicara, dan menjadi orang lain yang sangat ramah. Mereka itu adalah orang gila Muhammad. Tak perlu kita berbicara akhlak nubuwah pada orang-orang ini, luar dalam mereka sudah muhammad.

Jika aku tidak bisa mencintai seperti mereka, jangan jadikan aku penghalang cinta mereka, aku tahu ini masalah rasa. Beberapa orang di dunia akan mati jika satu detik tanpa Muhammad, ilal habib khuzuny. Selamat datang rabiul awal, semoga engkau menjadi rabi fi qulubina, shollu alan nabi! [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Fauzan Inzaghi, santri Universitas Syaikh Ahmad Kaftaro, Damaskus, Suriah

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/meniru-para-penggila-nabi-muhammad.html

Senin, 08 Februari 2010

Aksi Bela Ulama Itu Memalukan! Alumni 212 Harus Baca Alasan Ini

Banner ajakan aksi bela ulama PPQ Al-Amin Purwokerto - Aksi Bela Ulama itu memalukan. Ulama mana dulu yang akan di bela nih? Jangan lupa Bal'am itu juga Ulama Ahlul Kitab (Yahudi), dan bukan ulama sembarangan. Bahkan disebutkan dalam berbagai riwayat bahwa Bal'am menguasai Ismul A'dzom, yang apabila ia berdoa dengan Ismul A'dzom itu, maka Arsyi Allah pun bergetar. Tapi akhir dari seorang Bal'am adalah Laknat Allah dan Su'ul Khotimah.

Lebih jauh lagi merunut ke belakang, Iblis yang dahulu bernama Azazil adalah ulama dan guru dari para malaikat Muqarrabin. Tidak satu jengkal tanah pun di bumi ini yang tidak pernah digunakan Iblis untuk Sujud kepada Allah.

Aksi Bela Ulama Itu Memalukan! Alumni 212 Harus Baca Alasan Ini - PPQ Al-Amin Purwokerto
Aksi Bela Ulama Itu Memalukan! Alumni 212 Harus Baca Alasan Ini - PPQ Al-Amin Purwokerto


Aksi Bela Ulama Itu Memalukan! Alumni 212 Harus Baca Alasan Ini

Tapi yang terjadi adalah ternyata Azazil mendapatkan laknat Allah dan menjadi makhluk terkutuk abadi karena pembangkangannya kepada Allah.

Kalau ulama seperti KH Said Agil Siradj, Habib Luthfi bin Yahya, Habib Quraish Shihab, Buya Syafi'i Ma'arif, mereka inilah ulama yang wajib kita bela sampai tetes darah penghabisan. Umat harus cerdas memilah mana ulama dan mana Oeelaamaaa.

Di NKRI ini, pemimpin sekaligus panglima tertinggi kita adalah Presiden RI. Kalau ada ajakan-ajakan untuk bai'at kepada Imam Besar, tinggalkan!!

Ambisi dalam kadar terukur perlu ada pada setiap orang untuk memotivasi dan memacu diri meraih apa yang dicita-citakan. Kalau ambisi dibiarkan terlalu besar sampai tak terkontrol, maka akan menyakiti orang lain bahkan bisa meruntuhkan satu negara.

Jangan sampai teriak-teriak PKI, padahal yang berteriak lebih PKI dari yang diteriaki. #TolakImamBesar. [PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/aksi-bela-ulama-itu-memalukan.html

Minggu, 07 Juni 2009

Daftar Pondok Pesantren di Kota Semarang

PPQ Al-Amin Purwokerto - Nama-nama pondok pesantren di Kota Semarang sangat banyak. Namun, kalangan masyarakat umum banyak yang tidak mengenal karena ketidaktahuan atau akses informasi tentang pesantren di Kota Semarang minim.

Daftar Pondok Pesantren di Kota Semarang - PPQ Al-Amin Purwokerto
Daftar Pondok Pesantren di Kota Semarang - PPQ Al-Amin Purwokerto


Daftar Pondok Pesantren di Kota Semarang

Padahal, itu sangat dibutuhkan bagi masyarakat luas ketika mereka akan memasukkan putra putri ke pesantren di sekitar Semarang. Pesantren di Semarang kalah terkenal dengan nama-nama sekolah berbasis jurusan. Barangkali, itu terjadi karena Semarang memang dikenal sebagai kota paling sibuk di Jawa Tengah.

Setidaknya, daftar nama pesantren di Kota Semarang yang PPQ Al-Amin Purwokerto sajikan ini bisa memenuhi kebutuhan informasi tentang pesantren seputar Semarang yang selama ini sulit didapatkan bahkan oleh kalangan pesantren sendiri. Berikut adalah daftar nama pesantren yang ada di Semarang.

Jika ada yang ingin ditambahakn dalam daftar pesantren ini, bisa komentar di bawah postingan ini untuk kami tambahkan kemudian hari karena list pesantren yang ada di bawah ini baru 70 nama pesantren. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/daftar-pondok-pesantren-di-kota-semarang.html

Minggu, 03 Mei 2009

Ke Bojonegoro, Ketua MPR Sapa Warga NU dan Muhammadiyah

Bojonegoro, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ketua MPR Zulkifli Hasan bersilaturahim dengan warga Muhammadiyah dan Nahdliyin saat kunjungan kerja ke Bojonegoro, Jawa Timur.

"18 tahun reformasi, banyak yang sudah dicapai negara ini, banyak yang bagus, namun masih ada yang tertinggal, yakni soal mengenal cinta Tanah Air," kata Zulkifli di Bojonegoro, Rabu.

Ke Bojonegoro, Ketua MPR Sapa Warga NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Bojonegoro, Ketua MPR Sapa Warga NU dan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)


Ke Bojonegoro, Ketua MPR Sapa Warga NU dan Muhammadiyah

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi warga Muhammadiyah Bojonegoro di lingkungan Masjid At-Taqwa dan Nahdliyin di Pesantren Al Rosyid.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Menurut Zulkifli, longgarnya penerapan nilai-nilai moral dan Pancasila saat ini bisa dilihat dari beberapa peristiwa yang terjadi.

Misalnya, lanjut kelahiran Lampung 52 tahun lalu ini, para pemuda yang menginjak patung pahlawan sambil berswafoto, serta remaja yang memakai atribut dengan gambar palu arit.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Itu karena mereka tidak paham tentang menghargai pahlawan, tentang sejarah kelam bangsa ini. Sehingga mereka berbuat seperti itu," ujarnya.

Untuk itu, Zul meminta agar seluruh entitas bangsa berperan dalam mengembalikan pendidikan moral dan kecintaan terhadap Tanah Air kepada generasi penerus bangsa.

"Jika hanya MPR yang melakukannya, hal ini tidak mungkin. Untuk itu, dibutuhkan peran kita semua," pungkasnya.(Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68126/ke-bojonegoro-ketua-mpr-sapa-warga-nu-dan-muhammadiyah-

PPQ Al-Amin Purwokerto

Senin, 08 Oktober 2007

PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli

Probolinggo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Probolinggo, Ahad (10/4) malam secara resmi meluncurkan program Gerakan NU Peduli. Program ini merupakan salah satu ikhtiar PCNU setempat dalam mewujudkan visi dan misi NU terkait dengan kesejahteraan dan rasa keadilan bagi masyarakat.

Wakil Ketua PCNU Kota Probolinggo, H Ahmad Hudri mengatakan berbagai program yang dikembangkan oleh NU pada dasarnya juga akan memandirikan NU sebagai Jamiyah.

PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)


PCNU Probolinggo Luncurkan Program Gerakan NU Peduli

Potensi warga NU sangat besar dengan berbagai latar belakang profesi. Diantaranya pedagang, pengusaha, buruh di dalam maupun di luar negeri, pegawai, konsultan, guru, TNI/Polri, politisi, nelayan dan petani, katanya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Menurut Hudri, program Gerakan NU Peduli ini dimaksudkan menggalang kepedulian masyarakat dengan memberikan donasi berupa dana maupun barang baik melalui wakaf, infaq, shadaqah dan zakat. Dimana tujuannya, menggerakkan potensi warga NU dari berbagai bidang profesi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu menggalang dan menghimpun para donatur untuk menyalurkan wakaf, infaq, shadaqah dan zakat. Selanjutnya menyalurkan hasil pengumpulan wakaf, infaq, shadaqah dan zakatnya melalui program Gerakan NU Peduli kepada yang berhak, terangnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Hudri menegaskan ada beberapa jenis program dari Gerakan NU Peduli ini. Yakni, donasi dalam bentuk uang tunai atau barang. Serta, wakaf dan zakat, tambahnya.

Lebih lanjut Hudri mengungkapkan bahwa ada beberapa sasaran program yang akan dilakukan untuk mencapai program Gerakan NU Peduli. Yakni, beasiswa siswa kurang mampu dan berprestasi, beasiswa santri kurang mampu dan berprestasi, bantuan subsidi pendidikan siswa/santri kurang mampu serta bantuan operasional pendidikan (BOP) milik PCNU Kota Probolinggo.

Disamping itu, santunan kematian bagi keluarga miskin, bantuan barang, bantuan dan penanggulangan korban bencana alam/kemanusiaan, santunan fakir miskin dan yatim/ piatu, bantuan sertifikasi tanah wakaf serta bantuan subsidi kegiatan unggulan, tegasnya.

Hudri menambahkan ada mekanisme yang harus dilakukan donatur dalam menyerahkan donasinya. Dimana donasi dapat diserahkan secara langsung di kantor PCNU Kota Probolinggo di Jl. Bengawan Solo 01 Kota Probolinggo. Atau diambil oleh petugas Gerakan NU Peduli. Selain itu bisa juga ditransfer melalui Rekening Bank Jatim Probolinggo PCNU Kota Probolinggo Nomor Rekening 0122530361.(Syamsul Akbar/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67217/pcnu-probolinggo-luncurkan-program-gerakan-nu-peduli

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 02 Januari 2007

Jelang Hari Raya Qurban, Harga Sapi Mulai Naik

Boyolali, PPQ Al-Amin Purwokerto. Menjelang Hari Raya Qurban atau Idul Adha, harga jual sapi di beberapa daerah mulai naik. Hal ini juga terjadi di Boyolali, Jawa Tengah. Dari pantauan PPQ Al-Amin Purwokerto, di Pasar Hewan Sunggingan, Boyolali, harga mulai merangkak naik meskipun hari raya itu masih sekitar dua bulan lagi.

Salah seorang penjual sapi di Pasar Hewan Sunggingan, Aryanto, mengakui kenaikan harga sapi tersebut. Aryanto mengungkapkan, rata-rata harga jual sapi, khususnya sapi jantan lokal saat ini naik hingga sekitar Rp1 juta per ekor. Sedangkan untuk sapi betina, tambah dia, harganya tetap stabil.

Jelang Hari Raya Qurban, Harga Sapi Mulai Naik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Hari Raya Qurban, Harga Sapi Mulai Naik (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Hari Raya Qurban, Harga Sapi Mulai Naik

Ia menyebutkan harga sapi jantan yang biasanya untuk kurban saat Hari Raya Idul Adha, antara lain jenis sapi brenggolo, sapi meta, dan sapi brahma, berkisar antara Rp8 juta hingga Rp11 juta. Tergantung juga pada kualitas dan ukuran sapi, tuturnya, Jumat (22/8).

Sedangkan jenis sapi super, disebutkan dia, harganya minimal Rp20 juta. Dia memperkirakan, kenaikan harga sapi akan terus terjadi hingga Oktober mendatang, saat perayaan Hari Raya Kurban tiba.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sementara itu, anggota staf Kantor Pasar Hewan Sunggingan, Wiyono, menambahkan, meskipun harga jual sapi sudah mulai naik, jumlah transaksi sapi di pasar tersebut masih normal.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Biasanya saat bulan Kurban, jumlah transaksi bisa mencapai 500 sampai 800 transaksi, papar dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/54019/jelang-hari-raya-qurban-harga-sapi-mulai-naik

PPQ Al-Amin Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock