Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi

Kota Tangerang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Panitia pelaksana konferensi PCNU Kota Tangerang menyampaikan informasi perihal rencana Konfercab Ke-IV kepada Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah, Ahad (19/4). Panitia pelaksana kini tengah mempersiapkan Konfercab PCNU Kota Tangerang yang rencananya digelar di pesantren Nurul Huda kelurahan Neroktog kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Rabu 22 Mei 2015.

Rombongan panitia pelaksana yang dipimpin H Rojali di kediaman Walikota menyampaikan bahwa pengurus MWCNU di Kota Tangerang pada konferensi nanti akan menentukan pengurus PCNU untuk periode 2015-2020.

Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)


Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi

PCNU Kota Tangerang semoga bisa lebih baik lagi dan bersama-sama Pemkot Tangerang bisa memajukan Kota Tangerang. Semoga NU diberi kekuatan menegakkan Islam Rahmatan Lil Alamin yang tanpa kekerasan, yang bisa menerima setiap perbedaan yang ada di Kota Tangerang, kata H Rojali menyampaikan harapan nahdliyin Tangerang.

Kita menginginkan kehadiran rahmat, bukan radikalisme yang mengatasnamakan agama seperti yang sedang marak saat ini.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pada kesempatan ini, Walikota Tangerang H Arief berharap PCNU Kota Tangerang bekerja mengabdi pada umat lebih baik lagi.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Arief berharap, Semoga PCNU Tangerang bisa bersinergi dengan aparatur pemerintah dalam membangun Kota Tangerang dan terus mendukung Kota Tangerang sebagai Kota Akhlakul Karimah serta bersama-sama memerangi segala bentuk radikalisme. (Atho Al-Farhan/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58965/persiapan-pcnu-kota-tangerang-jelang-konferensi

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 14 Agustus 2016

25 Ribu Orang Tonton Jalan Dakwah Pesantren

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Film dokumenter Jalan Dakwah Pesantren sampai saat ini telah ditonton sekitar 25 ribu orang. Menurut sutradara film tersebut, Yuda Kurniawan, jumlah sebanyak itu setelah diputar 42 kali di tempat berbeda mulai pesantren dan kampus.

Ini merupakan pemutaran yang ke-42 sejak diputar perdana tanggal 10 Agustus 2016 menjelang Hari Santri. Hingga kini telah ditonton sekitar 25 ribu orang, katanya selepas pemutaran film itu di peringatan Hari Lahir (harlah) NU ke-91 di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (31/1). Film tersebut memungkasi pemutaran dua film pemenang Kompetisi Film Pendek Dokumenter dalam rangka Hari Santri tahun lalu.

25 Ribu Orang Tonton Jalan Dakwah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Orang Tonton Jalan Dakwah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


25 Ribu Orang Tonton Jalan Dakwah Pesantren

Menurut Yuda, film berdurasi 37 menit itu telah diputar di 15 kampus dan 26 pesantren di seluruh pulau Jawa. Ke depan, ia ingin memutar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Bagi komunitas, pesantren atau kampus di daerah tersebut yang ingin memutarnya, bisa menghubungi email yudakurniawan@yahoo.com.

Film ini, sambungnya, belum dapat dipublish di media sosial seperti YouTube karena lebih mengutamakan pemutaran dan diskusi.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Di antara apresiasi dikemukakan Rektor IAI Ibrahimy KH Cholilur Rahman. Menurut dia, film itu bisa memunculkan romantisme tersendiri bagi para alumni pesantren. Jujur, saya meneteskan air mata saat melihat bagian awal ketika lalaran Alfiyah. Ini benar-benar menumbuhkan kebanggaan bagi santri dengan pesantrennya, ungkapnya selepas menontonnya di auditorium Institute Agama Islam Ibrahimy, Genteng, Selasa (25/10/2016).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Film tersebut, lanjutnya, dibikin selama setahun dengan menyambangi sekitar 15 pesantren di pulau Jawa. Beberapa tokoh yang ada dalam film tersebut adalah KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Ketua Rabithah Maahid Islamiyah NU KH Abdul Gaffar Rozin, pengasuh Pesantren Kaliopak KH Jadul Maula, pengasuh Pesantren Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, dan pengasuh Pesantren Kauman Lassem KH Zaim Ahmad Syakir. (Abdullah Alawi)

Official trailer itu diunggah di YouTube dengan penjelasan berikut:

Negeri ini memiliki lembaga pendidikan dengan sejarah panjang. Berabad telah dilewati, banyak peristiwa dihadapi, dari perubahan ke perubahan-pun telah dijalani. Lembaga pendidikan itu berciri khas keagamaan, tapi di sisi lain juga lekat dengan lokalitas dengan beragam tradisi dan budaya. Ia selalu berdialog dengan keadaan dan telah menjadi bagian dari peradaban dunia. Ia adalah Pondok Pesantren nama popular lembaga pendidikan yang dimaksud. Pondok Pesantren menjadikan adagium Melestarikan tradisi yang baik dan mengambil kebaruan yang lebih baik, sebagai metode untuk terus hidup, berkembang dan bermanfaat. Maka tidak aneh, jika dalam perjalanannya, pesantren, dari satu sisi kuat dengan tradisi, tapi di sisi lain terus berinovasi. Tak aneh pula, jika pesantren tampak terlihat melingkupi banyak lini kehidupan, dari keagamaaan hingga kesenian, dari kemasyarakatan hingga berbangsa.

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75065/25-ribu-orang-tonton-jalan-dakwah-pesantren-

Jumat, 18 Desember 2015

Muslimat NU Expo Banjir Pengunjung

Jakarta, PPQ Al-Amin PurwokertoMuslimat NU Expo yang turut memeriahkan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, 23-27 November 2016, menyedot antusiasme ribuan pengunjung dari berbagai daerah, baik peserta resmi Kongres maupun sebatas simpatisan NU.

Muslimat Expo yang buka mulai pukul 09.00 WIB dan tutup sekitar pukul 21.00 WIB diisi puluhan stan yang menjajakan berbagai produk unggulan, mulai dari asesoris, busana muslim, batik, makanan dan minuman, jasa travel, jasa asuransi, tas, sepatu, hingga kosmetik.

Muslimat NU Expo Banjir Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Expo Banjir Pengunjung (Sumber Gambar : Nu Online)


Muslimat NU Expo Banjir Pengunjung

Produk tersebut berasal antara lain dari cabang Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) milik Muslimat NU, Koperasi Yasmin Fatayat NU, serta bisnis wirausaha dari berbagai kalangan. Mayoritas barang dagangan bernuansa NU atau yang secara khusus berkenaan dengan Kongres Ke-17 Muslimat NU. Ada juga stan NU Care LAZISNU serta NU Digital Wordl milik Lakpesdam NU.

Qiroah Mahfudhah, penjaga stan Pimpinan Cabang Muslimat NU Lampung Timur mengatakan pihaknya menjajakan barang-barang seperti pakaian, tas, jam dinding, makanan khas daerah, serta pernak-pernik ke-NU-an.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ia mengaku tiba di Jakarta sejak Rabu (23) shubuh bersama rombongan dua mobil melalui jalur darat dan laut. Alhamdulillah sebagian besar merupakan hasil kerajinan tangan kader Muslimat Lampung Timur, kata pengurus PC Muslimat NU yang mengaku mengelola cabang Pesantren Lirboyo di Lampung Timur ini.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Salah satu pengunjung pameran, Chamdiyatun Mukorinah, mengaku senang dengan hadirnya Muslimat NU Expo. Ia yang datang dari Purbalingga merasa terbantu dengan berbagai koleksi barang yang dijajakan di sini. Semoga barang-barangnya ke depan bisa ditambah, ujarnya yang mengaku sedang berbelanja oleh-oleh untuk keluarganya di Purbalingga.

Muslimat NU Expo dibuka Khofifah Indar Paranwansa, Rabu (23/11) lalu. Menurutnya, acara ini merupakan wujud dari upaya peningkatan kemandirian ekonomi kreatif di lingkungan Muslimat. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73248/muslimat-nu-expo-banjir-pengunjung

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 21 Agustus 2015

Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi

PPQ Al-Amin Purwokerto - Ketika pertama kali mendengarkan madah Al-Burdah indah yang didendangkan Gus Dur (Allahu yarhamuh) di sebuah channel tivi, tak terasa tetes air mata menetes pelan dari kedua mata saya. Lama sekali saya tercenung dan termenung. Entah mengapa, mendengarkan madah nabawiyyah indah menyayat hati yang disenandungkan Gus Dur dengan sepenuh hati itu , yang terbayangkan oleh saya seakan Gus Dur sedang bersimpuh dan berdoa dengan sepenuh hati kepada Allah Swt. dengan tetes mata meleleh deras.

Huwa al-habibu al-ladzi, turja syafa‘atuhu

Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi - PPQ Al-Amin Purwokerto
Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi - PPQ Al-Amin Purwokerto


Gus Dur dan Imam Bushiri yang Mencari Kanjeng Nabi

Min kulli haulin min al-ahwali muqtahimi

---

Ya Rabbi bi al-Musthafa, balligh maqashidana

Waghfir lana ma madha, ya wasi‘ al-karami

---

Maulaya shalli wa sallim da’iman abada

‘Ala habibika khairi al-khalqi kullihimi --- Dialah sang kekasih yang syafaatnya dinanti senantiasa

(Dalam menghadapi) segala derita dan petaka yang menerpa

---

Wahai Tuhan, demi Al-Musthafa (Muhammad Saw.)

Antarkanlah kami dalam menggapai cita-cita

Juga, ampunilah kami dari segala dosa

Wahai Yang Mahaluas dalam menganugerahkan karunia

--- Tuhan kami, shalawat dan salam kiranya tercurahkan senantiasa

Kepada kekasih-Mu yang tiada manusia mana pun kuasa menyetarainya

Madah indah yang disenandungkan Gus Dur di atas sejatinya adalah penggalan dari madah Al-Burdah yang digubah Abu ‘Abdullah Syarafuddin Muhammad bin Sa‘id Al-Shanhaji Ad-Dalashi Al-Bushiri, seorang penyair yang wafat pada 681 H/1279 M di Mesir.

Nah, madah dengan judul Al-Kawakib Al-Duriyah fi Madh Khair Al-Bariyyah itu sendiri sejatinya merupakan kasidah yang berisi pujian, kisah kelahiran, mi‘raj, perjuangan, dan doa bagi Nabi Muhammad Saw.

Karya yang terdiri dari 162 bait dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, antara lain ke dalam bahasa Latin (1175 H/1761 M), Inggris oleh J.W. Redhouse (1299 H/1881 M), Perancis oleh de Sacy (1238 H/1822), Italia oleh Giuseppe Gabrieli (1319 H/1901 M), dan Jerman oleh Vincenz von Rosenzweig-Schawanau (1240 H/1824 M), di samping berbagai bahasa di dunia Islam, lahir selepas melintasi proses yang menarik. (Baca juga: Perjalanan Mencari Ijazah Burdah Habib Qodir)

Suatu saat Al-Bushiri berhasrat sekali menggubah madah panjang untuk Rasul Saw. Ketika ia mulai menggubah karyanya itu, ia jatuh sakit dan kemudian kelumpuhan menimpa dirinya. Tapi, hal itu tidak menghalanginya untuk melanjutkan upayanya itu, seraya berdoa kiranya Allah Swt. menyembuhkan kelumpuhan yang menimpa dirinya.

Kemudian, suatu peristiwa aneh menimpa dirinya. Selama berbulan-bulan ia merasakan bahwa sesuatu akan terjadi pada dirinya. Manakala makan, ia lebih suka menyendiri, untuk menantikan sesuatu yang bakal terjadi. Manakala tidur, ia suka mencari kamar yang terpencil dan kemudian menantikan sesuatu yang menggelitik perasaannya.

Tapi, bukan kematian yang ia nanti-nantikan. Perasaannya mengatakan, seorang tamu agung bakal mengunjunginya. Tamu agung berasal dari sebuah negeri nun jauh dan membawa pesan khusus kepadanya. Kondisi ini membuat karyanya tidak kunjung rampung.

Dari manakah datangnya perasaan serupa itu? Al-Bushiri sendiri tidak mengetahuinya. Tapi, ia senantiasa merasa, ia harus menanti dalam keadaan bersih dan suci. Lahir dan batin. Lantas, pada suatu malam, dalam mimpi, datanglah sang tamu yang ia nanti-nantikan.

Tutur Al-Bushiri tentang peristiwa itu, “Dalam mimpi itu aku bertemu dengan Nabi Saw. Beliau kemudian mengusap-usapkan tangan beliau di pinggangku dan menyerahkan sepotong baju (burdah) kepadaku. Dalam pertemuan itu, tiba-tiba aku berhasil merampungkan gubahanku. Aku pun mendendangkannya di hadapan beliau. Kemudian aku terbangun. Tiba-tiba aku berdiri dan mampu berjalan lagi. Gubahanku itu kemudian kunamakan dengan Al-Burdah.”

Mengapa hati saya sangat tergetar, sehingga tetes air mata pelan membasahi kedua pipi saya, ketika mendengarkan pertama kali Gus Dur menyenandungkan madah yang indah itu? Hal itu mengingatkan pertemuan pertama saya dengan Gus Dur ketika saya kembali ke tanah air selepas menimba ilmu di Mesir, dini hari pada 23 Februari 1984.

Selepas dua hari berada di Jakarta, saya pun menemui Gus Dur di Ciganjur (dekat Gudang Peluru, Cilandak, bukan di Jl. Warung Sila). Gus Dur adalah tokoh pertama yang saya temui di Indonesia. Dalam pertemuan itu, saya membawakan sebuah buku menarik, karya Dr. Muhammad Jabir Al-Anshari, Tahawwulat Al-Fikr wa Al-Siyasah fi Al-Syarq Al-‘Arabi, 1930-1970 (diterbitkan oleh Al-Majlis Al-Wathani li Al-Tsaqafah wa Al-Funun wa Al-Adab pada 1980) yang telah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (satu kopi terjemahan karya itu saya serahkan kepada Gus Dur, satu kopi saya pinjamkan kepada Cak Dr. Amal Fathullah Zarkasyi yang kini menjadi seorang kiai yang memimpin Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur).

Begitu menerima buku dan terjemahan karya itu, lama Gus Dur membolak-balik “oleh-oleh” saya dari Mesir itu. Lantas, Gus Dur bertanya kepada saya, “Anda tentu telah membaca dan menelaaah karya ini. Apa kelebihan karya ini dibandingkan dengan karya Albert Hourani, Arabic Thought in the Liberal Age 1789-1939? Saya ingin pandangan Anda yang paling obyektif?”

“Gus,” jawab saya agak kebingungan, karena menerima pertanyaan yang tak terduga itu. “Dua karya itu memang merupakan dua karya menarik tentang cikal bakal pembaharuan Islam di Timur Tengah dan perkembangannya serta dan para tokoh-tokohnya. Tapi, menurut saya, dalam karya Dr. Muhammad Jabir Al-Anshari ada suatu tesis menarik yang tidak saya temukan dalam karya Albert Hourani maupun karya-karya lain tentang gerakan pembaharuan Islam di Timur Tengah…”

“Apa itu?” tanya Gus Dur penuh perhatian.

“Begini, Gus,” jawab saya, "semua pembaharu Muslim terkemuka di Timur Tengah, seperti halnya Thaha Husain, Muhammad Husain Haikal, dan Al-‘Aqqad, akhirnya mengakhiri “pengembaraan” mereka, sebelum mereka berpulang, pada suatu titik yang mirip: mereka akhirnya kembali ke pemikiran moderat yang berada di tengah-tengah pelbagai arus pemikiran Islam yang sedang berkembang di kawasan itu. Menariknya, kembalinya mereka ke pemikiran moderat itu senantiasa mereka tandai dengan penulisan karya mereka tentang Rasulullah Saw. Hal itu seakan memberikan isyarat bahwa mereka kembali ke ‘lingkungan Rasul Saw.’"

Mendengar jawaban saya demikian, Gus Dur termangu lama. Dan, kemudian Gus Dur berucap pelan, “Saya pun akan demikian. Suatu ketika, sebelum berpulang, saya pun akan ‘mencari Kanjeng Nabi Saw.’ dahulu….”

Kemudian, kami pun terlibat dalam perbincangan panjang hingga menjelang jam delapan pagi. Karena itu, tiga hari yang lalu, ketika mendengarkan madah nabawiyyah menyayat hati yang didendangkan Gus Dur tersebut, saya teringat pertemuan saya dengannya pada 1984 itu, seraya bergumam pelan, “Gus, kiranya Kanjeng Nabi Saw. memberikan syafaatnya kepadamu…” [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Ditulis pada 2 Januari 2010 pukul 10:27. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/12/gus-dur-albushuri-dan-mencari-kanjeng.html

Rabu, 18 Desember 2013

Cara Tepat Konsumsi Vitamin untuk Ibu Hamil

Sidoarjo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Kebutuhan gizi ibu hamil meningkat berkali lipat. Untuk mencukupinya diperlukan makanan yang bergizi dan bernutrisi. Karena kehamilan yang sehat tak lepas dari pola konsumsi makanan bernutrisi serta suplemen vitamin tambahan.

Meskipun begitu, bukan berarti vitamin bisa dikonsumsi sesuka hati, semua ada aturan pakainya. "Vitamin yang dikonsumsi untuk ibu hamil adalah pondasi yang kuat untuk mendukung tumbuh kembang janin selama dalam kandungannya, kata dr Raz Fides Umi, Selasa (26/1).

Cara Tepat Konsumsi Vitamin untuk Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Tepat Konsumsi Vitamin untuk Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)


Cara Tepat Konsumsi Vitamin untuk Ibu Hamil

Sebaiknya, kata dia, vitamin serta makanan sarat gizi sudah dimulai sejak awal kehamilan bahkan sudah dipersiapkan sebelum kehamilan. Mengabaikan asupan vitamin akan berpengaruh pada proses tumbuh kembang janin. Akibatnya bisa jadi pencetus anemia dan cacat congenital pada janin.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur itu menjelaskan, kebutuhan nutrisi ibu hamil terbagi dua yaitu macronutrient dan mikronutrient. Elemen macronutrient terdari karbohidrat, protein, dan lemak. Itu dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar untuk menghasilkan energi dan mendukung metabolism. Sementara micronutrient terdiri dari berbagai jenis vitamin, asam amino, mineral, dan enzim.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selama hamil, lanjut dr Umi, tubuh mengalami perubahan hormonal. Salah satu dampaknya adalah mual dan muntah. Hal itu sering terjadi di tri semester pertama. "Pemicunya beragam, bisa karena kenaikan hormon progesterone atau akibat pola konsumsi vitamin yang kurang tepat," terangnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Umi menambahkan, di awal kehamilan lebih mudah mengalami muntah dan mual, maka sebaiknya asam folat dan kalsium dikonsumsi terlebih dahulu. Sementara suplemen zat besi diberikan saat tri semester kedua dan ketiga. Sekalipun sifatnya hanya suplemen, konsumsi vitamin tetap tidak boleh berlebihan karena ada beberapa vitamin yang tidak dapat larut dalam air. Dikhawatirkan jika dikonsumsi berlebihan akan tertimbun di dalam tubuh, dan berdampak tidak baik.

"Secara fisiologis, terjadi peningkatan hormone progesteron. Fungsinya untuk melindungi dan mempertahankan janin selama di dalam kandungan. Dalam hal ini, tubuh mengambil peran plasenta sementara waktu. Karena di awal kehamilan, plasenta belum mampu menghasilkan hormone progesteron. Peningkatan hormone itu berdampak ke bagian pencernaan akibatnya jadi lebih mudah kembung atau muntah," tuturnya.

Menurut dia, yang baik adalah mengonsumsi vitamin A bersamaan dengan zat besi, berpaduan keduanya dapat mengatasi anemia. Selain itu mengonsumsi kalsium juga sebaiknya pada saat perut dalam keadaan kosong. Karena untuk mencerna kalsium diperlukan asam lambung agar penyerapan kalsium lebih optimal. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65299/cara-tepat-konsumsi-vitamin-untuk-ibu-hamil

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 16 November 2013

Pelajar NU Padangpariaman Dilibatkan dalam Tradisi Tulak Bala

Padangpariaman, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pelajar sejak dini perlu dilibatkan dalam berbagai tradisi yang tumbuh dan berkembang di lingkungannya. Seperti tradisi tulak bala yang dilakukan untuk memohon pertolongan kepada Allah agar dijauhkan dari musibah atau ancaman serangan hama terhadap tanaman.

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Padangpariaman Fauzan Ahmad Ad-Dalwi mengungkapkan hal itu ketika memimpin pelaksanaan tulak bala yang dipusatkan di masjid Jamiatul Mukminin, Korong Kabun, Nagari Sungai Buluah Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat, Jumat (29/7/2016).

Pelajar NU Padangpariaman Dilibatkan dalam Tradisi Tulak Bala (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Padangpariaman Dilibatkan dalam Tradisi Tulak Bala (Sumber Gambar : Nu Online)


Pelajar NU Padangpariaman Dilibatkan dalam Tradisi Tulak Bala

Tulak Bala diikuti anak-anak, pelajar, tokoh masyarakat, jamaah yang usai melaksanakan shalat jumat dan masyarakat setempat, diawali dengan pembacaan Alfatihan yang dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batang Anai Zamzami.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Menurut Fauzan, rangkaian tulak bala dengan ratib al-haddad, tahlilan, ratik keliling kampung sepanjang 2 kilometer. Kegiatan tulak bala ini sudah dilakukan sebelum puasa, usai lebaran, dan terakhir hari ini. Pada pelaksaan yang ketiga ini, diakhiri dengan penyembelihan seekor kambing.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Informasi dari masyarakat, tradisi tulak bala ini sudah berlangsung lebih dari 100 tahun silam. Alhamdullillah, setelah dilaksankan tulak bala ini hasil panen padi petani meningkat. Jika sebelumnya serangan hama tikus sangat meresahkan petani, yang menyebabkan tanaman padi tidak bisa dipanen, setelah tulak bala serangan hama tikus berhenti," kata Fauzan.

Melalui Pimpinan TPA/TPSA Masjid Jamiatul Mukminin Rosnam, kita minta pelajar dilibatkan dalam tulak bala ini. Sehingga sejak dini pelajar memiliki kepedulian untuk menjaga tradisi.

"Apalagi sekarang dengan banyaknya serangan dari budaya luar menyebabkan pelajar asing dengan tradisinya. Pelajar kini asyik dengan facebook, game, internet dan WA. Suatu saat mereka menganggap tradisi tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Padahal mereka sendiri tidak pernah terlibat dan memahami bagaimana sesungguhnya tradisi tersebut ada di lingkungannya," kata Fauzan alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten.

"Kondisi ini diperparah dengan tidak pernah melibatkan pelajar dalam tradisi tersebut. Untuk itu, kita menghimbau masyarakat Padangpariaman yang menyelenggarakan berbagai tradisi di daerah ini untuk selalu melibatkan pelajar," kata Fauzan menambahkan. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70116/pelajar-nu-padangpariaman-dilibatkan-dalam-tradisi-tulak-bala

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 08 Januari 2013

Tangkal Radikalisme, Fatayat NU Semarang Satukan Visi

PPQ Al-Amin Purwokerto - Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang sangat tepat menjadi garda depan organisasi pemudi NU yang fokus pada kaderisasi dan deradikalisasi. Pengawal dan penggerak ini, di masyarakat, diharapkan mampu berjalan dengan bagus dengan fungsi dan peran yang dikerjakan sesuai dengan basis organisasi.

"Pengkaderan bagi Fatayat sangat penting dalam mencetak pemudi NU yang loyal terhadap perjuangan ulama." tegas Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang Lulu Idzaratun saat rapat kerja cabang (Rakercab) I di Madrasah Aliyah Al Asror, Gunungpati, Semarang (12/02/2017).

Tangkal Radikalisme, Fatayat NU Semarang Satukan Visi - PPQ Al-Amin Purwokerto
Tangkal Radikalisme, Fatayat NU Semarang Satukan Visi - PPQ Al-Amin Purwokerto


Tangkal Radikalisme, Fatayat NU Semarang Satukan Visi

Rakercab ini, lanjutnya, bertujuan untuk merumuskan program kerja Fatayat masa hidmat 2016 - 2021. Semua Pengurus Cabang, Pengurus Anak Cabang dan Pengurus Ranting hadir untuk menyatukan visi organisasi.

Hadir dalam forum itu Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, Hj Tazkiyatul Muthmainnah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Luluk berharap, PC Fatayat Kota Semarang bisa bersinergi dengan pemerintah dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Dengan upaya itu, Fatayat akan mampu melibatkan diri dalam program deradikalisasi.

"Fatayat akan fokus pada kaderisasi dan derakilasasi agar perempuan NU selamat dari bahaya radikalisme dan terorisme," papar Luluk.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PW Fatayat NU Jawa Tengah juga menginginkan agar Fatayat NU Kota Semarang bisa lebih berkembang, terutama dalam hal pengkaderan di beberapa kecamatan yang belum terbentuk dan bisa menjadi contoh salah satu Ormas NU untuk menangkal radikalisme. [PPQ Al-Amin Purwokerto/ zulfa]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/tangkal-radikalisme-fatayat-nu-semarang-satukan-visi.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock