Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 September 2016

Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi

Kota Tangerang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Panitia pelaksana konferensi PCNU Kota Tangerang menyampaikan informasi perihal rencana Konfercab Ke-IV kepada Walikota Tangerang H Arief R Wismansyah, Ahad (19/4). Panitia pelaksana kini tengah mempersiapkan Konfercab PCNU Kota Tangerang yang rencananya digelar di pesantren Nurul Huda kelurahan Neroktog kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Rabu 22 Mei 2015.

Rombongan panitia pelaksana yang dipimpin H Rojali di kediaman Walikota menyampaikan bahwa pengurus MWCNU di Kota Tangerang pada konferensi nanti akan menentukan pengurus PCNU untuk periode 2015-2020.

Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)


Persiapan PCNU Kota Tangerang Jelang Konferensi

PCNU Kota Tangerang semoga bisa lebih baik lagi dan bersama-sama Pemkot Tangerang bisa memajukan Kota Tangerang. Semoga NU diberi kekuatan menegakkan Islam Rahmatan Lil Alamin yang tanpa kekerasan, yang bisa menerima setiap perbedaan yang ada di Kota Tangerang, kata H Rojali menyampaikan harapan nahdliyin Tangerang.

Kita menginginkan kehadiran rahmat, bukan radikalisme yang mengatasnamakan agama seperti yang sedang marak saat ini.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pada kesempatan ini, Walikota Tangerang H Arief berharap PCNU Kota Tangerang bekerja mengabdi pada umat lebih baik lagi.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Arief berharap, Semoga PCNU Tangerang bisa bersinergi dengan aparatur pemerintah dalam membangun Kota Tangerang dan terus mendukung Kota Tangerang sebagai Kota Akhlakul Karimah serta bersama-sama memerangi segala bentuk radikalisme. (Atho Al-Farhan/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58965/persiapan-pcnu-kota-tangerang-jelang-konferensi

PPQ Al-Amin Purwokerto

Senin, 02 Februari 2015

Toleransi di Indonesia Tak Lepas dari Peran NU

Jember, PPQ Al-Amin Purwokerto

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch. Eksan mengatakan, sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia mengemban amanah untuk mewujudkan demkokrasi yang rahmatal lilalamin. Sukses tidaknya Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar juga menjadi pertaruhan NU.

Sebab, kata dia, warga NU merupakan penghuni mayoritas di negeri ini. Kalau bicara Indonesia, maka bicara umat Islam. Kalau bicara umat Islam, otomaris bersinggungan dengan NU, jelasnya saat memberikan taushiyah pada malam tasayakuran Kemerdekaan RI di Balai Desa Baban, Kecamaan Silo, Jember, Jawa Timur, Senin (26/9).

Toleransi di Indonesia Tak Lepas dari Peran NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi di Indonesia Tak Lepas dari Peran NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Toleransi di Indonesia Tak Lepas dari Peran NU

Oleh karena itu, penulis buku Kiai Muchit, Kiai Kelana itu berharap agar NU ikut mendorong Indonesia agar menjadi negara demokrasi yang menghargai pluralisme dan menjunjung tinggi toleransi sehingga semua warga negara yang berbeda latar belakang suku dan agamanya, merasa terpayungi sebagaimana yang selama ini terjadi. Dengan demikian, maka nama NU pasti harum di mata dunia.

Demokrasi Indonesia, pluralisme dan toleransi yang tinggi, tak bisa lepas dari peran NU, ucapnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Menurutnya, banyak negara yang salut dengan kerukunan yang terjadi di Indonesia. Padahal, latar belakang penduduk Indonesia sangat majemuk, dan potensial menimbulkan gesekan. Bayangkan, di negara-negara Timur Tengah yang warganya hanya terdiri dari sekian suku, namun ternyata tak pernah aman. Perang saudara terus menghantui. Tak ada keamanan, apalagi kedamaian.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari sisi kerukunan dan kekompakan, kita bangga menjadi warga Indonesia. Karena yang mendirikan bangsa ini juga banyak tokoh NU seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Wahid Hasyim dan sebagainya, yang mereka telah menanam pondasi kerukunan dan toleransi dan sampai sekarang buahnya masih kita rasakan, urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71533/toleransi-di-indonesia-tak-lepas-dari-peran-nu

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 15 April 2014

Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU

Bangkalan, PPQ Al-Amin Purwokerto. Seperti biasa, dalam setiap perhelatan pelantikan kepengurusan MWC NU di wilayah kerja cabang Bangkalan, PCNU selalu mengagendakan acara pemantapan peran dan tugas pengurus serta ajaran Aswaja bagi kepengurusan MWC NU terpilih.

Gelaran acara pemantapan kembali dilakukan oleh panitia pelantikan bersama pengurus MWC NU Arosbaya, Geger dan Klampis dengan menghadirkan KH Abdullah Syamsul Arifin dari Jember Jawa Timur.

Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU

Mengawali ceramahnya ketua PCNU Jember yang terkenal sebagai pegiat pembela ahlussunnah wal jamaah ini memaparkan pentingnya modal kerja.

Sangat istimewa Bangkalan ini, karena embrio lahirnya NU adalah Bangkalan melalui Mbah Cholil. Semoga kita kelak di akhirat dijadikan satu rombongan bersama beliau, paparnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ditambahkannya NU dilahirkan oleh 3 aspek pokok yang kelak harus kita (pengurus NU) terjemahkan dalam bentuk kerja nyata. Hilangkan stigma bahwa NU adalah bagian dari partai politik atau hanya berurusan dengan tahlil, qunut dan maulid dibaiyyah semata.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dikatakannya menjadi pengurus NU harus mapan secara ekonomi, sehingga nantinya all out dalam berfikir dan bekerja untuk NU. Kemapanan ekonomi ini diwujudkan melalui Nahdlatut Tujjar untuk bidang ekonomi, jika sudah mapan maka gerakan akan bergeser kepada kemampuan politik (Nahdlatul Waton). Pengurus NU harus paham dan mulai berfikir, apalagi jelang Pilkada dan pemilu jangan mudah memberikan dukungan kepada orang yang berteriak Kita akan all out memperjuangkan suara Nahdliyin, maka dukunglah saya.

Lihat dahulu mapan enggak ekonomi mereka, papar mantan Cabup Jember ini. Jangan-jangan hanya cari pekerjaan. Tanpa kemapanan ekonomi sulit berbicara kebijakan politik, kalau secara ekonomi mapan lihat ambisi politiknya, baru kita lihat kepentingan aqidahnya.

Ia menegaskan, NU harus bangun dan bangkit, pengurus NU jangan sekali-kali menggadaikan NU untuk kepentingan sesaat.

Selain terkait latar belakang kenapa NU didirikan dosen STAIN Jember yang juga wakil katib PWNU Jatim ini juga mengurai akan pentingnya nilai-nilai leadership. Kemampuan manajerial sudah harus dimasukkan dalam setiap proses pemilihan kepemimpinan di NU, tapi harus nyambung dengan karakter ulama, karena NU bukan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.

Ia mengatakan NU menjunjung tinggi sikap toleransi bukan menjustifikasi kebenaran ajaran agama lain. NU akan menghargai pilihan masyarakat terkait pilihan agama, kepercayaan dan amaliahnya, itulah yang namanya toleransi, tetapi NU tidak akan pernah membenarkan segala bentuk kegiatan yang menyimpang dari Islam dan ahlussunnah wal jamaah.

Kalau ini dilakukan (justifikasi) kenapa tidak sekalian saja kita pindah agama, seloroh Gus Aab, panggilan akrabnya yang disambut aplaus undangan pelantikan.

Kepada pengurus yang dilantik, Ketua MUI Jember ini berpesan agar filosofi sholat jamaah juga dijadikan kerangka berfikir dalam menjalankan amanat jamiyyah.

Satu tujuan (niat yang sama) kepatuhan pada pimpinan (imam), jangan sekali-kali melakukan pergantian di tengah jalan, dan mengetahui karakter jamaah (umat) ini harus. Tanpa memahami karakter jamaah akan sulit dijamin program kerjanya bisa maksimal dan optimal,

Selain terkait 3 hal pokok yang harus dipahami pengurus Gus Aab juga berpesan agar kepengurusan di bawah mampu merawat umat secara maksimal, biar tidak diambil orang, menyerang jamiyyah (NU secara organisasi) hanya merupakan kebodohan bagi pihak luar.

Ingatlah juga tentang pendidikan dan masjid yang selama ini lepas dari pembinaan kita, kalau ini dimaksimalkan, insyaallah NU akan menjadi pelayan dan akan dilayani umat, tegasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/44432/tiga-pedoman-bagi-pengurus-nu

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 17 November 2013

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

PPQ Al-Amin Purwokerto - Dikisahkan, belasan tahun lalu seorang santri jenius yang mondok di Rubath Tarim yang saat itu diasuh Habib Abdullah bin Umar Assyathiri. Di sana, ia dikenal sebagai santri yang sangat alim hingga mampu menghafal kitab Tuhfatul Muhtaj 4 jilid. Siapa tak kenal dia? Semua pun tahu bahwa ia sangat alim, bahkan diprediksi kelak akan menjadi ulama besar.

Nah, suatu hari di saat Habib Abdullah mengisi pengajian rutin di pondok, tiba tiba Sang Habib pengasuh pondok tersebut bertanya tentang santri yang sangat terkenal alim itu, "kemana si Fulan?", semua santri bingung tak bisa menjawab pertanyaan sang guru.

Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - PPQ Al-Amin Purwokerto
Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji - PPQ Al-Amin Purwokerto


Akibat Durhaka Kepada Kiai, Santri Ini Tak Punya Taji

Ternyata santri yang alim tadi tidak ada di pondok. Ia keluar berniat mengisi pengajian di sebuah kota yang bernama Mukalla. Tapi ia keluar tanpa izin. Akhirnya, Habib Abdullah Asysyathiri yang kondang allamah (sangat alim) dan kewaliannya itu berkata, "baiklah, orangnya boleh keluar tanpa izin, tapi ilmunya tetap di sini!".

Di kota Mukalla, santri yang alim tersebut sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta ilmu untuk mengisi pengajian di Masjid Omar Mukalla. Singkat cerita, si santri ini pun maju ke depan dan mulai membuka ceramahnya dengan salam dan muqaddimah pendek.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Subhanallah, ternyata setelah membaca amma ba'du, si alim ini tak mampu berkata sama sekali, bahkan untuk menerangkan kitab paling tipis sekelas Safinah sedikit pun tak mampu ia ingat. Sontak dia tertunduk dan menangis. Para hadirin pun heran, "ada apa ini?" Akhirnya Salah satu ulama kota Mukalla menghapirinya dan bertanya, "saudara mengapa begini? Apa yang saudara lakukan sebelumnya?"

Dia menjawab, "aku keluar tanpa izin guruku di pesantren." Dia terus menangis, dan beberapa orang menyarankan agar ia meminta maaf kepada Habib Abdullah Asysyathiri. Namun dengan sombongnya ia tidak mau meminta maaf.

Kesombongannya ini membuat semua orang menjauhinya, dan tidak ada satupun yang peduli padanya, bahkan setelah itu hidupnya sangat miskin dan terlunta lunta. Sehingga ia bisa bekerja apapun kecuali hanya dengan menjual daging ikan kering.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dan di saat ia meninggal, dia mati dalam keadaan miskin bahkan kain kafannya pun tak mampu dibeli dan akhirnya diberi oleh seseorang. ***

"Santri yang ilmunya berkah bukanlah yang paling banyak hafalannya, yang paling bagus dalam membaca kitabnya, yang selalu juara kelas. Tapi santri yang berkah dan bermanfaat adalah yang paling hormat dan taat kepada gurunya. Dan menganggap dirinya bukan siapa-siapa di hadapan Gurunya."

Di Hari Santri ini, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita kembali akan pentingnya mendapatkan ilmu yang berkah, bukan sekadar pintar. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/akibat-durhaka-kepada-kiai-santri-ini-tak-punya-taji.html

Senin, 30 September 2013

Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren

PPQ Al-Amin Purwokerto - Di bawah ini adalah judul dari kitab kuning yang biasa dipakai oleh pondok pesantren di nusantara. Ada yang bertema hadits, tafsir, politik, fiqih, adab, tibb, hukmah, tauhid, tajwid, nahwu, qowaid fiqih, tasawwuf, thariqah, wasiyat, tarikh nubuwwah, rumah tangga, dan lainnya. Berikut nama-nama kitab tersebut.

Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren
Nama-Nama Kitab Kuning yang Banyak Dikaji di Pesantren


1. Abi Jamroh 13.500

2. Adabud-dunia 66.500

3. Adzkar Nawawi 46.500

4. Afdholu Sholawat 42.000

5. Ahkam Sulthoniyya 69.500

6. Al-Qur'an 75.500

7. Anwarul Masalik 71.000

8. Arba'in Nawawi 13.500

9. Asybah Wannadhoir 75.500

10. Asymawi 13.500

11. At-tadzhib 53.00

12. At-targhib 19.000

13. Aufaq 13.500

14. Bahjatul Wasa'il 13.000

15. Bajuri 181.500

16. Barzanji 28.500

17. Bidayah Hidayah 21.000

18. Bidayatul Mujtahid 121.000

19. Bughyah 75.500

20. Bulugul Marom 41.000

21. Busyrol Karim 57.500

22. Da`watut Tammah 17.000

23. Dahlan Al-fiyah 55.000

24. Dairobi 20.000

25. Dala'il Khoirot 20.000

26. Daqo'iqul Akbar 13.000

27. Dardiri Mi'roj 12.000

28. Dasuqi 58.000

29. Durotun Nasihin 46.000

30. Fathul Jawad 17.000

31. Fathul Majid 15.000

32. Fathul Mu'in 26.500

33. Fathul Qorib 8.500

34. Fathul Wahab 107.000

35. Ghoyatul Wusul 46.000

36. Hidayatul Mustafid 9.500

37. Hikam 52.500

38. Hikmatut Tasyre` 86.000

39. Husunul Hamidiyah 20.000

40. I'anatut Tholibin 458.000

41. Ibanatul Ahkam 217.500

42. Ibnu Aqil 52.500

43. Ibnu Hamdun 121.000

44. Idhotun Nasi`in 21.000

45. Ihya' Ulummuddin 424.500

46. Imriti (Fathurobbil Bariyah) 14.500

47. Inarotud Duja 55.000

48. Iqna' 113.500

49. Irsyadul Ibad 21.000

50. Is'adur-rofiq 55.000

51. Itmamu Diroyah (Ilmu tafsir) 9.500

52. Jami'us-shoghir79.000

53. Jawahirul Bukhori 99.500

54. Jawahirul Kalamiyah 9.500

55. Kaba’ir 45.000

56. Kafrowi 24.000

57. Kailani 11.500

58. Kasyifatus-saja21.000

59. Kawakibu Duriyah 69.500

60. Kholasoh Nurul Yakin 25.000

61. Khozinatul Asror 52.500

62. Kifayatul Ahyar 75.500

63. Kifayatul Ashab 14.500

64. Kifayatul Awam 16.000

65. Kifayatul Atqiyak 20.000

66. Lato'iful Isyaroh 13.500

67. Mabadi Fiqh 16.000

68. Madarijus-su'ud15.500

69. Mahally 87.500

70. Majalisus Saniyah 37.500

71. Majmu'Ma'na (Nadoman) 17.500

72. Majmu' Tebal (Nadoman) 17.500

73. Makudi 11.500

74. Mamba' usululul Hikmah 65.000

75. Manaqib 9.500

76. Maqsud 18.000

77. Mauidhotul Mu'minin 72.500

78. Mawahibusshomad/Zubad 70.500

79. Minahus Saniyah 9.500

80. Minhajul Abidin 16.000

81. Minhajul Qowim 31.500

82. Minhatul Mughits 12.500

83. Mizan Kubro 100.000

84. Mughni Labib 114.500

85. Muhadzab 169.500

86. Muhtarul Ahadits 31.500

87. Muhtasor jidan 7.500

88. Mutamimah 23.000

89. Muwatho` 139.500

90. Naso'ihul Ibad 14.500

91. Naso'ihud-diniyah 24.000

92. Nihayatut zain 83.000

93. Nurud-dholam 12.500

94. Qomi'ut thugyan 9.500

95. Qurtubi 38.000

96. Risalatul Mu'awanah 7.500

97. Risalatul Qusairiyah 102.000

98. Riyadul Badi'ah 20.000

99. Riyadus-sholihin 102.000

100. Sab`atu Kutub Mufidah 63.000

101. Shohih Bukhori 475.000

102. Shohih Muslim 170.000

103. Sirojut Tholibin 182.000

104. Sirul Jalil 12.500

105. Sitina Mas'alah 19.000106. Sulam Taufiq 11.500

107. Sulam Munajah 6.500

108. Sunan Abi Dawud 217.500

109. Sunan Ibnu Majah 260.000

110. Sunan Turmudzi 369.000

111. Syamsul Ma`arif 112.000

112. Tafsir Baidhowi 220.000

113. Tafsir Ibnu Abas 86.000

114. Tafsir Jalalain 66.500

115. Tafsir Munir 207.000

116. Tafsir Showi 440.000

117. Tafsir Yasin 7.500

118. Tahrir 24.000

119. Tahliyah 11.500

120. Taisirul Kholaq 6.500

121. Tajridus Shorih 75.000

122. Talhisul Asas 13.500

123. Ta'limul Mutalim 7.500

124. Tambihul Ghofilin 63.000

125. Tambihul Mughtarin 26.000

126. Tanwirul Qulub 87.500

127. Tanqihul Qoul 16.000

128. Tarekh Tasyre’ 59.000

129. Targhibul Musytaqin 11.500

130. Tashilul Amani 12.500

131. Taswiqul Khilan 63.000

132. Tausyeh 75.000

133. Tibun-Nabawi 75.000

134. Tibyan 42.500

135. Tijan Durori 9.500

136. Umdatus Shalik 13.500

137. Uqudilijain 6.500

138. Uqudul Juman 39.000

139. Usfuriyah 11.500

140. Wajis 110.000

141. Waroqot 7.500

142. Washoya 6.000

Jika kitab kuning yang Anda cari tidak ada dalam daftar kitab kuning di atas, silakan cari di daftar yang disediakan Duta Islam di bawah ini. Ada ribuan judul kitab kuning yang disediakan, baik yang diterbitkan di dalam maupun luar negeri.

Jaringan kitab dalam daftar di bawah ini sifatnya internasional, utamanya yang tersebar di Timur Tengah. Kitab kuning yang sulit didapatkan di Indonesia, insyaallah ada. Bahkan kitab madzhab selain madzhab populer di Indonesia juga ada. Tidak percaya, silakan discroll sampai ketemu judul kitabnya.

Jika Anda ingin memilikinya, caranya mudah. Cari judulnya, lalu kirim format order dalam bentuk SMS ke nomor 085-868-862-862 (Ustadz Akhid). Ini format pemesanan kitab yang Anda cari:

PPQ Al-Amin Purwokerto # Judul Kitab # Nama Pengarang # Jumlah pesanan # Nama Lengkap # Alamat Lengkap # Nomor Hp # Keterangan atau pertanyaan jika ada.

Contoh:

PPQ Al-Amin Purwokerto # Ushul fit Tafsir # Ibnu Taimiyah # 3 eks # Abu Ma'la # Jl. Jend Sudirman No. 106, Kel. Rangga, Kec. Cinta, Kab. Garut, Jawa Barat 16577 # 0818867*** # Jika ada kitab Masa'il Ilmiyah karya Shan'any, sekalian dikirim juga boleh. Mohon info stok dan ongkirnya ke alamat. Terimakasih.

Anda akan segera menerima balasan berupa stok kitab tersedia, harga (jika belum terdata), beserta ongkos kirim ke alamat sesuai berat barang yang dipesan. Bisa dikirim pakai pos Indonesia maupun JNE. Jika dikirim ke luar negenri, kami kirim pakai EMS. [PPQ Al-Amin Purwokerto]


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/nama-nama-kitab-kuning-yang-banyak-dikaji-di-pesantren.html

Senin, 19 Agustus 2013

Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris

PPQ Al-Amin Purwokerto - Beberapa hari lalu, saya mendapat screenshoot berisi pesan KH. Maimoen Zubair, kiai kharismatik dari Sarangm Rembang, Jateng. Pesan tertulis itu dibacakan pada acara peringatan Maulid Nabi oleh Pengurus Pusat GP Anshor di hadapan Presiden Jokowi. Isinya ya tentang pandangan beliau terhadap kegaduhan yg terjadi akhir2 ini.

Setelah membaca pesan yang ditulis dalam bahasa Arab itu, saya mendapat beberapa kesan. Pertama, Mbah Moen itu ulama nasionalis, cinta bangsa dan negaranya. Beliau berharap agar bangsanya terus maju (irtiqa) dan jauh dari perpecahan.

Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris - PPQ Al-Amin Purwokerto
Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris - PPQ Al-Amin Purwokerto


Mbah Moen: Mereka Mengaku Membela Islam, Tapi Kolaborasi dengan Teroris

Kedua, Mbah Moen adalah ulama yang alim, arif, dan senantiasa menghendaki yang terbaik untuk umat. Pesan beliau tulis dalam bahasa Arab, tidak ditulis menggunakan bahasa Indonesia, kemungkinan agar tidak gampang dipahami oleh orang awam, yang latah dan gampang percaya pada berita hoax, lalu memviralkannya sedemikian rupa. Hanya orang-orang tertentu saja yang paham.

Beliau menjelaskan tentang perkara-prinsipil dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan tujuan Islam. Hanya orang yang pernah belajar ilmu ushul fikih secara mendalam saja yang dapat mengerti falsafah syariah Islam ini.

Ketiga, beliau mengkontekstualisasikan falsafah syariah Islam (maqasid syariah) ke dalam kehidupan bernegara kita. Ini menunjukkan sifat kenegarawanan beliau. Beliau bukan saja kiai, tapi juga negarawan (statesman), seorang pemikir tradisional yang progresif.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Keempat, beliau mewanti-wanti agar waspada terhadap gerakan yang mengajak kepada pendirian negara khilafah dengan berupaya menciptakan kekacauan dan teror. Beliau menyebut mereka sebagai orang-orang yang tidak mengerti ideologi perjuangan para sahabat (ma'rifat tamassuk ma alaih al-awwalun minal muhajirin wal anshar wa man ittaba'uhum). Berikut ini beberapa point yang bisa dirangkum dr tulisan beliau

Menurut beliau, umat manusia selalu dipenuhi dinamika perubahan. Beliau percaya bahwa kehidupan selalu menuju arah yang lebih maju dan berperadaban. Ini ditunjukkan oleh perang dunia kedua, tragedi kemanusiaan global, yang berbuah kemerdekaan bangsa Indonesia yang tentunya patut disyukuri.

Bangsa Indonesia lalu membentuk negara yang tidak melupakan Tuhan (hablum minallah), seraya mengakui keragaman realitas sosial (hablum minan nas). Mempraktikkan prinsip hablum minallah tidak dapat dilepaskan dari praktik hablum minan nas. Bahkan menjadi ketentuan yang tak terpisahkan.

Salah satu bentuk implementasi hablum minan nas adalah mewujudkan keadilan. Mbah Moen menghubungkan keadilan dengan maqasid syariah atau lima unsur penting dalam kehidupan yang menjadi pertimbangan dalam semua (perumusan) hukum syariah, yaitu (1) keselamatan jiwa, (2) penghargaan terhadap akal pikiran, (3) penghargaan terhadap kehendak manusia untuk diakui dan bersosialisasi, (4) kebutuhan materil, dan (5) meneruskan keturunan.

Mbah Moen memuji Allah karena menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa pertama yang berhasil memerdekakan diri dari penjajahan. Dan mendirikan negara di atas mabadi' khamsah dalam kehidupan bernegara.

Mabadi khamsah berarti lima prinsip atau lebih dikenal dengan Pancasila, yakni ketuhanan (al-uluhiyyah), kemanusiaan (al-insaniyyah), persatuan bangsa Indonesia (wahdah sha'b indunisi), demokrasi kebangsaan (al dimuqrathiyyah al-sha'biyyah), keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia (al-adalah al-ijtima'iyyah lil ummah al-indunsiah bi asriha).

Mbah Moen juga bersyukur kepada Allah karena bangsa Indonesia masih diberi konsistensi menegakkan prinsip-prinsip kebangsaan di atas, sampai hari ini. Namun beliau menyampaikan keprihatinan melihat kondisi sosial belakangan. Beliau menyebut kondisi saat ini sebagai al-huznus syadid (keprihatinan yang mendalam), yaitu munculnya perbedaan pendapat sesama anak bangsa.

Beliau menyesalkan ada sebagian orang yang sedang berupaya menciptakan kegaduhan (thawa'if tubashir bi ihdath al-fitan). Mereka adalah orang-orang yang mengaku membela Islam dan umat Islam. Lebih disesalkan lagi karena mereka berkolaborasi dengan kaum teroris-ekstrimis (al-irhabiyyun al-mutatharrif). Beliau mengakhiri keprihatinannya dgn membaca istirja', inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Dalam pengamatan Mbah Moen, ternyata mereka punya agenda yang lebih luas, yaitu mendirikan khilafah islamiyyah, padahal mereka adalah orang-orang yang tdk mengenal apa yang menjadi pegangan generasi muslim pertama, kaum muhajirin dan anshor.

Mbah Moen mengakhiri pesannya dengan memuji Allah Swt yang telah menunjukkan kebenaran, bahwa yang benar adalah yang sesuai dengan tuntunan bapak para nabi, Nabi Ibrahim as., seperti disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw:

على العاقل ان يكون عارفا بزمانه مستقبلا في شأنه عارفا بربه

Artinya: orang pintar harus paham kondisi zaman. Melakukan yang terbaik untuknya, seraya mengingat Tuhan. (Al-Hadits)

Lalu, Mbah Moen menutup pesannya dengan mendokan bangsa Indonesia. Semoga beliau senantiasa dijaga Allah, dipanjangkan umurnya, dan memberi kita suluh untuk mnjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. [PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/mbah-moen-mereka-mengaku-membela-islam-tapi-kolaborasi-dengan-teroris.html

Senin, 18 Juni 2012

Kiai Hamid Pasuruan Menangis Karena Malu Kelebihannya Diketahui

PPQ Al-Amin Purwokerto - Suatu ketika, Mbah Hamid memondokkan putranya (Gus Nu'man) di Pesantren Darul Hadis Malang yang diasuh oleh ulama besar pakar Hadis Prof. Dr. Habib Abdulloh Bilfaqih.

Namanya juga anak muda, pasti ada nakalnya. Begitu juga dengan Nu'man, Nampaknya kenakalannya terdengar sampai ke telinga Habib. Lalu Nu'man dipanggil oleh sang pengasuh. Dia diberi pengarahan dan nasehat-nasehat agar tidak nakal lagi. Ia dinasehati, tapi tidak sampai di ta'zir.

Satu dua kali, dia dipanggil, namun tetap saja belum ada perubahan. Akhirnya untuk yang ketiga kali panggilan, dia dihukum langsung oleh pengasuh. Nu'man dipukul berkali-kali dengan penjalin (bambu kuning yang masih muda).

Hingga pada suatu malam al Habib Abdullah ditegur abahnya, Al Qutb al Habib Abdul Qodir Bilfaqih, lewat sebuah mimpi. Abahnya berkata, "nak koen ndak wero tah, ana'e sopo seng koen tandangi iku? Iku putrone Kiai Hamid, kyai seng dadi wali abdal, opo koen gak wedi kualat/ Nak, kamu tidak tahu, anak siapa yang kamu pukuli itu? Itu adalah anak Kiai Hamid, kiai yang menjadi wali abdal, apa kamu tidak takut kualat?".

Beberapa hari kemudian, Habib Abdullah juga mimpi bertemu Kiai Hamid sedang menuju pintu surga, dan sang Habib tersebut berusaha menggapai kiai Hamid, tapi tidak bisa. Mimpi yang sama terulang beberapa hari.

Setelah mendapat teguran dari sang ayahanda, dan bermimpi bertemu Kiai Hamid, beliau merasa sangat bersalah kepada Kiai Hamid. Lalu beliau mendatangi kediaman Kiai Hamid untuk meminta maaf atas perilakunya terhadap sang anak, Gus Nukman.

Kebetulan waktu itu bertepatan hari Ahad, dimana pengajian umum rutinan di ndalem Kiai Hamid sedang diadakan. Begitu Kiai Hamid melihat kedatangan Al Habib, beliau menyongsong dan mempersilakan Habib Abdullah untuk memimpin pengajian rutin tersebut.

Tak dinyana, dalam pengajiannya, Sang Habib justru menceritakan apa yang beliau perbuat kepada Gus Nu'man dan mimpi-mimpinya itu kepada para jamaah pengajian yang jumlahnya puluhan ribu.

Mendengar apa yang dituturkan oleh Sang Habib, tanpa terasa air mata Mbah Hamid mengalir deras, Menurut sumber, Kiai Hamid tidak pernah menangis sampai parah seperti itu sebelumnya. Beliau malu kalau kelebihannya diceritakan di muka umum. Ya Allah kariim. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kiai-hamid-pasuruan-menangis-karena-kelebihannya-diketahui.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock