Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soheh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso

Bondowoso, PPQ Al-Amin PurwokertoPengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, melalui Pimpinan Cabang Muslimat NU setempat menggelar Lomba Nasi Tumpeng Mini di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Se-Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 tersebut berlangsung di area parkir depan Mushalla Kantor PCNU Belindungan, Jalan KH Agus Salim Belindungan, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Ahad (16/10) pagi. HSN jatuh pada 22 Oktober nanti.

Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso

Alhamdulillah pada pagi hari kita melihat sebuah acara lomba kreasi pembuatan menghiasi nasi tumpeng. Semoga kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan pada kesempatan ini menambah semangat kita untuk terus berhidmah kepada jamiyah Nahdlatul Ulama, berhidmah kepada maussis atau pendiri NU, kata Salah seorang pengurus PCNU Kabupaten Bondowoso, H Masud Ali.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ia juga menyampaikan, ada beberapa rangkaian kegiatan yang sengaja dibuat lebih semarak dari tahun sebelumnya. Kalau kemarin kita mengawali dengan lomba mewarnai dan alhamdullilah berjalan cukup meriah dan diikuti sekitar kurang lebih dua ribu peserta, ujarnya.

Selain itu ia juga menambahkan selain mewarnai, pihaknya juga mengadakan khitanan massal gratis di Rumah Sakit NU (RSNU). Masud berharap Muslimat NU ke depan dapat selalu berkerja sama dengan lembaga-lembaga, banom-banom di lingkungan PCNU Bondowoso, termasuk dengan yayasan rumah sakit NU.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kegiatan hasil Lomba Nasi Tumpeng Mini tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tenggarang sebagai juara pertama, disusul Kecamatan Maesan sebagai juara kedua dan Kecamatan Wringin sebagai juara ketiga. Untuk juara harapan satu diraih oleh Kecamatan Tamanan, harapan dua oleh Kecamatan Tapen, dan harapan tiga oleh Kecamatan Pakem. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72082/jelang-hari-santri-ada-lomba-nasi-tumpeng-di-bondowoso

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 09 Desember 2014

Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU

Bandung, PPQ Al-Amin Purwokerto. Proses pemilihan Presidium Nasional Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) yang berlangsung dalam acara munas ke-2 diawali dengan pengajuan bakal calon oleh masing-masing KMNU perguruan tinggi. Setiap KMNU PT diwajibkan mengajukan satu nama dari delegasinya untuk dicalonkan. Dari tahap tersebut, muncul 14 nama yang diajukan dan kemudian terkerucut menjadi 7 calon setelah melalui tahap musyawarah.

Ketujuh nama calon tersebut di antaranya M. Dliyauddin (KMNU UGM), Arief Rizqillah (KMNU UPI), Laila N. (IMAN STAN), Miftachul Mujib (KMNU UNY), Imam Syafii (KMNU ITB), Hasan Bisri (KMNU IPB), dan Fakhrul Nur Kholis (KMNU UII).

Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Inilah Jajaran Baru Presnas dan MPO KMNU

Musyawarah pemilihan Presidium Nasional sempat berlangsung cukup alot dalam menentukan siapa calon yang akan dipilih. Setelah diskusi dan adu argumentasi yang cukup panjang, akhirnya terpilihlah jajaran Presidium Nasional yang akan mengemban tugas dan amanah KMNU masa khidmah 2016/2017. Berikut adalah jajaran Presidium Nasional :

1. Hasan Bisri (IPB) sebagai Presnas 1

PPQ Al-Amin Purwokerto

2. M. Arif R (UPI) sebagai Presnas 2

3. Laila N (STAN) sebagai Presnas 3

4. Miftachul Mujib (UNY) sebagai Presnas 4

5. M. Dliyaudin (UGM) sebagai Presnas 5

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jajaran presnas yang terpilih diharapkan dapat mengemban amanah dengan baik dan menjadikan KMNU semakin bermanfaat untuk umat.

Dalam kesempatan kali ini pula, dipilih pula jajaran Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO). Sesuai dengan ketentuan yang ada, jajaran MPO KMNU terdiri atas 9 orang meliputi 5 orang presnas periode masa khidmah sebelumnya ditambah 4 orang yang dipilih berdasarkan musyawarah. Adapun kesembilan tersebut yaitu M. Zimamul Adli (KMNU IPB), Azkiya Maisari (KMNU Unila), Abdulloh Riqfi (IMAN STAN), Syamsuddin (KMNU UNY), Abdurrahman S. (KMNU UPI), Ahmad Nur Shobah (KMNU UII), M. Arifin (KMNU IPB), Eko Rusli (KMNU UPI), dan Aswin Arifin (KMNU UGM).(Dmitry/ el Naomiy/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65268/inilah-jajaran-baru-presnas-dan-mpo-kmnu

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 31 Juli 2014

1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016

Rembang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Rembang menyatakan siap menanggulangi bencana pada tahun 2016-2017 seiring telah datangnya musim penghujan. Mereka dengan giat melakukan simulasi dan pembekalan dalam menangani bencana.

Ketua GP Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil mengatakan, total 1.000 orang anggota Banser disiagakan untuk menghadapi potensi bencana tahun ini. Banser mulai dari satuan koordinasi kelompok di masing-masing ranting, rayon di tiap kecamatan, dan cabang di kabupaten kini telah siap tanggap bencana.

1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)


1000 Banser Rembang Siap Tanggap Bencana 2016

"Kami sudah perintahkan Banser melalui Kepala Satkorcab untuk secara intensif saling berkoordinasi mengenai potensi bencana dan kejadian bencana di daerah masing-masing," terangnya.

Ia menyebutkan, daerah seperti Kecamatan Gunem, Sedan, Pamotan, Kaliori, dan Sumber, merupakan lima dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang yang siaga bencana.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Melalui kegiatan pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser di Gunem pada hari ini Jumat, (12/11) sampai Ahad besok, kami telah tegaskan, Banser siap tanggap bencana," tandasnya.

Camat Gunem Teguh Gunawarman pada saat membuka Diklatsar Banser Angkatan V tahun 2016 di Desa Kulutan Kecamatan Gunem meminta Banser ikut serta tanggap bencana tanpa diminta.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Kami berharap kepada Banser agar tanggap jika terjadi bencana. Tanpa harus diminta. Selain bertugas sebagai pengamanan misalnya dalam kegiatan Pemilu, Banser perlu tanggap bencana," ujarnya.

Meskipun demikian, Banser tetap harus menjalin koordinasi secara berjenjang dengan pihak yang berwenang saat terjadi bencana dengan kerawanan tertentu. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72847/1000-banser-rembang-siap-tanggap-bencana-2016

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 09 November 2013

Indra J. Piliang: Hinaan Grafis Buya Syafii Maarif Serangan Kaum Tagut

PPQ Al-Amin Purwokerto - Ini adalah rangkuman dari rangkuman twit Indra J. Piliang yang membela Buya Syafi'i Maarif dari serangan-serangan orang yang membencinya, -bahkan kadernya sendiri,- hanya karena beda pendapat, sebagaimana telah ditulis Duta Islam pada laporan: Buya Syafi'i: Dalam Kondisi Ketidakwarasan Seperti ini, Saya Rindu Gus Dur.

Sedih saya melihat Buya Sjafii Maarif diberlakukan seperti ini. Beliau setahu saya orang yang tidak gila kuasa. Ditawari macam-macam, beliau tak mau. Keberpihakan Buya Syafii Maarif terhadap pluralisme adalah bagian dari sejarah hidupnya. Ia sejak kecil tinggal dengan ibunya, hidup bersama etek nya (bahasa Minang, artinya tante).

Sampai Buya Syafii Maarif jadi tokoh nasional, kampungnya pun belum dialiri listrik. Hampir sama dengan kampung masa kecil saya, listrik (baru) ada tahun 2002. Buya Syafii Maarif terlambat masuk bangku kuliah, terlambat jadi Sarjana Muda, dll, karena membanting tulang sebagai anak rantau. Ia (bekerja sebagai) mekanik juga.

Indra J. Piliang: Hinaan Grafis Buya Syafii Maarif Serangan Kaum Tagut - PPQ Al-Amin Purwokerto
Indra J. Piliang: Hinaan Grafis Buya Syafii Maarif Serangan Kaum Tagut - PPQ Al-Amin Purwokerto


Indra J. Piliang: Hinaan Grafis Buya Syafii Maarif Serangan Kaum Tagut

Riwayat hidup Buya Syafii Maarif tidak dibentuk lewat perkoncoan, perca 1oan, apalagi perbualan politik. Ia andalkan delapan kerat tulangnya. Buya Syafii Maarif tidak menghamba kepada konglomerat manapun. Ia lebih senang hidup sebagai seorang guru, seorang pendidik, seorang pecinta ilmu.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Apa setelah jadi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif lantas pindah jadi warga DKI Jakarta? Apa ter0mpahnya sering terlihat di pintu Istana?

Kesederhanaan Buya Syafii Maarif ini mirip dengan almarhum Ketua Umum DPP Partai Gerindra (Suhardi) yang rumahnya pun tiris itu. Kesederhanaan angkringan ala Yogya.

Apa Buya Sjafii Maarif punya rumah di area-area elit Jakarta? Apa Buya punya is3 simpanan? Apa Buya naik mobil-mobil mewah? Apa tubuhnya penuh lemak?

PPQ Al-Amin Purwokerto

M3me-m3me (hinaan gambar grafis) yang dibuat untuk Buya Syafii Maarif menurut saya sangat tidak pantas, tidak etis. Amoral! Gambar-gambar itu seperti serangan kaum thogut (makar) kepada orang-orang yang berprinsip.

Contoh hinaan thaghut Buya Syafii Maarif

Sudah berapa ratus anak-anak muda negeri ini yang dapat beasiswa atas tandatangan dan rekomendasi Buya Syafii Maarif? Apa ia sosok orang loba dan tamak?

Tabur-angsa-Ng (mudah marah) juga saya dengan cara-cara buruk dan jauh lebih busuk dari berjenis serangan terhadap Buya Sjafii Maarif. Mau saja diadu domba orang-orang tak berakalbudi! Buya Syafii Maarif hanya memberikan pendapatnya. Ia juga bukan tipikal saksi-saksi ahli yang dibayar ratusan juta di muka sidang-sidang sengketa pilkada!

Apa Buya Syafii Maarif pernah terlihat kongkow-kongkow di hotel-hotel mewah, dikawal orang-orang bersafari dan per empu an-per empu an berparfuuum menyengat hidung, bermewah-mewah?

Apa Buya Syafii Maarif pernah terbaca muncul dalam iklan-iklan untuk bepergian ke tanah suci; dengan biaya mahal, kursi eksekutif, hotel bintang lima?

Apa kaki Buya Syafii Maarif terlihat jarang menyentuh tanah, dikawal dari satu forum ke forum lain, naik helikopter, dengan manajemen eksekutif?

Apa Buya Syafii Maarif pernah terdengar menentukan tarifnya, ketika diundang ceramah agama atau ilmu pengetahuan, di suatu tempat?

Apa Buya Syafii Maarif dengan mudah menyimpan nomor-nomor telepon para pejabat pusat dan daerah, lalu dengan mudah juga memenuhi undangan-undangan yang bukan tabligh ilmu?

Sejak kapan berbeda pendapat adalah bagian dari upaya membunuh karakter seseorang, menyatakan kebencian, hingga mengh1na seseorang di negeri ini?

Tirulah sikap Buya HAMKA yang sengit berdebat dengan Mangaradja Onggang Parlindungan tentang Tuanku Rao. Walau keduanya perang opini, mereka satu shaf! Buya HAMKA dan Mangaradja Onggang Parlindungan yang 'perang' dengan menulis buku tentang Tuanku Rao itu, sering terlihat sholat berdua di Masjid Al Azhar.

Tirulah Buya M Natsir (Masyumi) dan IJ Kasimo (Partai Katolik) yang saling mengantar pulang, saling menggendong cucu, setelah debat di Konstituante.

Apa debat yang paling hebat pascakemerdekaan, selain soal azas negara Indonesia? Apa tokoh-tokohnya saling menghasut setelah debat seru di mimbar?

Singa-singa podium yang muncul dalam sidang-sidang Dewan Konstituante itu apa saling menebar isu insuniatif tentang lawan-lawan debat yang berbeda dengannya?

Jika almarhum Buya HAMKA masih hidup, saya yakin beliau akan sangat resah dengan cara-cara tidak beradab yang digerakkan untuk memusuhi Buya Syafii Maarif.

Buya Syafii Maarif tidak punya laskar, tidak punya pasukan berani mati, tidak punya pengawal bersenjata. Ia tak akan membalas caci4n orang-orang. Buya Syafii Maarif tidak akan tabur-ngs4-ng, reaktif, dengan langsung melaporkan pihak-pihak yang membuat hinaan2 yang disebarkan jadi viral di media sosial.

Berkacalah di cermin, lalu lihat wajah Anda sendiri, sebelum dengan mudah memberi sinyal ke publik betapa Anda lebih baik dari Buya Syafii Maarif. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/indra-j-piliang-hinaan-grafis-buya-syafii-maarif-serangan-kaum-tagut.html

Senin, 21 Oktober 2013

Kejujuran Anak Kepada Bunda

PPQ Al-Amin Purwokerto - Surat Publik Sebentar lagi bunda akan diundang ke sekolah untuk mengambil raportku, Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku tidak jadi juara dan bahkan masuk ranking pun tidak karena aku adalah anak yang biasa-biasa saja di kelas, tapi tahukah bunda bahwa aku adalah anak yang selalu jujur mengerjakan setiap soal-soal ujian.

Kejujuran Anak Kepada Bunda - PPQ Al-Amin Purwokerto
Kejujuran Anak Kepada Bunda - PPQ Al-Amin Purwokerto


Kejujuran Anak Kepada Bunda

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku belum lancar membaca, menulis dan berhitung, tapi tahukah bunda bahwa aku terus berusaha keras dan kelak satu ketika aku akan bisa seperti anak lainnya.

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku tidak pandai matematika, tapi tahukah bunda bahwa aku pandai berdoa dan selalu berdoa untuk bunda setiap aku beribadah.

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku lambat belajar di sekolah, tapi tahukah bunda bahwa aku adalah anak yang cepat sekali jika diminta untuk membantu bunda dirumah.

Bunda, mungkin engkau kecewa karena nilai-nilai raportku tidak sebaik nilai teman-temanku, tapi tahukah bunda bahwa menurut mereka aku adalah teman yang sangat baik bagi mereka.

Bunda, mungkin engkau kecewa dan malu memiliki anak seperti aku, tapi aku tidak pernah merasa kecewa dan malu memiliki bunda seperti bunda, dan bahkan aku begitu sayang sama bunda.

Bunda, mungkin engkau marah melihat ada satu nilai merah di raport ku, tapi tahukah bunda bahwa aku mengerjakannya dengan jujur tanpa pernah mau ikut-ikutan teman-temanku yang tidak jujur.

Bunda, engkau mungkin kecewa jika membandingkan diriku dengan teman-teman sekelasku yang hebat-hebat, tapi tahukah bunda bahwa aku tidak akan pernah mau membandingkan bundaku dengan bunda-bundanya teman-temanku betapapun hebatnya bunda-bunda mereka.

Sungguh tak pernah terlintas sedikitpun di benakku untuk membandingkan bundaku dengan bundanya teman-temanku meskipun menurut mereka bundaku adalah bunda yang biasa-biasa saja, karena aku selalu berusaha menerima bundaku apa adanya, aku selalu berusaha mencintai bundaku apa adanya, dan aku merasa sudah sangat bahagia seandainya bunda juga mau menerima dan mencintaiku apa adanya meskipun aku hanyalah anak yang biasa-biasa saja disekolah.

Terimakasih bunda telah mau membaca suratku, dan aku sungguh bersyukur engkau telah menjadi bundaku dan aku telah menjadi anakmu.

Terimakasih juga bunda sudah mau datang ke sekolah untuk mengambil raportku. [ed]

- dari anakmu -

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/kejujuran-anak-kepada-bunda.html

Rabu, 20 Februari 2013

Pembela Agama Atau Dibela oleh Agama (Refleksi Demo 4 Nov)

PPQ Al-Amin Purwokerto - Dengan sebegitu besarnya aksi yang digalang dan ajakan yang menggunakan istilah 'Jihad', maka wajarlah bagi seorang muslim untuk bertanya; apakah Islam telah dirugikan? Apakah Islam telah terhina?

Pembela Agama Atau Dibela oleh Agama (Refleksi Demo 4 Nov) - PPQ Al-Amin Purwokerto
Pembela Agama Atau Dibela oleh Agama (Refleksi Demo 4 Nov) - PPQ Al-Amin Purwokerto


Pembela Agama Atau Dibela oleh Agama (Refleksi Demo 4 Nov)

Suatu hakikat yang pasti, yaitu bahwa; Islam tidak berkurang kesuciannya sedikitpun oleh cemoohan siapapun selama sepanjang masa, semenjak hari Rasulullah dimusuhi dan ayat-ayat suci diperolok kaum kafir, Islam tetap jaya.

Islam tidak ternista saat Nabi dituduh penyair gila dan para sahabatnya dilempari batu. Islam tidak terhina saat Kaisar dan Kisra merobek surat yang berisi ayat suci dan pesan yang dikirim oleh sang Nabi.

Tetapi, Islam ternodai saat penganutnya membudayakan korupsi. Islam direndahkan kala penganutnya menjadi kasar dan kurang ajar hanya karena merasa benar. Islam sedih saat penganutnya saling tuduh dan saling memusuhi. Islam tersakiti saat namanya menjadi produk jual beli, sementara ajarannya hanya digunakan untuk tujuan materi.

Islam malu saat umatnya mengaku membela ayat suci, sementara Kitab-Nya berdebu dalam lemari. Al-Qur'an sedih bukan karena ejekan orang luar namun oleh kita-kita yang hanya membaca tetapi tak mempelajari, atau mempelajari tapi tak mau mengerti.

Saudara-saudaraku, ingatlah bahwa setiap ayat itu menjadi suci bukan saat lidahmu berteriak murka, tetapi saat ia menyerap dalam hati menjadi cahaya. Ayat menjadi suci bukan saat dadamu panas berdendam, tetapi saat kalbu damai karena tersiram makna yang dalam.

Ayat menjadi suci bukan hanya saat tubuhmu gusar berteriak 'Allahu Akbar' tetapi saat raga pasrah bersandar sementara jiwa gemetar memahami makna Allah Maha Besar.

Wahai Saudaraku, Agamalah yang akan membela jikalau kita memuliakan dengan mengamalkan ajaran-Nya.

Bersyukurlah saudaraku, bahwa Islam sedang dalam keadaan aman dan tentram beribadah dengan tenang di negeri ini. Kemanapun kita pergi ada masjid yang tak pernah sunyi. Tiada yang memerangi atau membantai satu kelompok terhadap yang lainnya.

Tetapi lihatlah keadaan di Timur Tengah saat ini. Takbir telah menjadi teriakan muslim membunuh muslim lainnya. Seruan suci jihad telah menjadi panggilan untuk membantai sesama manusia sebangsa dan setanah airnya. 5 tahun lebih Timteng terus dikacaukan.

Sadarkah kita bahwa selama ini upaya musuh-musuh agama yang sebenarnya tak bisa mengganggu kestabilan dan keamanan Indonesia padahal sudah lama negeri ini dijadikan target juga, demi meruntuhkan kesatuannya dan keislamannya dari dalam.

Coba renungkan dan tanyalah kembali ke dalam hati nurani, sebenarnya apa yang hendak diperjuangkan. Nama Islam? Pengikutnya? Ajarannya? Keutuhannya? Semuanya itu ada di tangan kalian sendiri.

Bukankah Islam adalah rahmat untuk semua dan setiap muslim bersaudara? Jika benar mau berjuang unjuk rasa demi agama, maka dimanakah semangat kalian saat ada unjuk rasa untuk Palestina yang mana Al-Quds suci terus dinista?

Dimanakah kesatuan kalian saat ayat-ayat suci diplesetkan menjadi ayat-ayat setan dan Nabi dihina oleh Salman Rushdi? Apakah ada ajakan jihad atau demo besar depan kedutaan yang melindungi si penista?

Dimanakah tuntutan kalian kemarin lalu saat pemuda pemudi Jakarta mengkonsumsi arak di depan toko-toko mini market dan di hadapan khalayak umum dan anak-anak? Dimanakah gerakan kalian saat sebagian pejabat terbukti korupsi besar-besaran memakan harta rakyat dan anak yatim?

Dimanakah aksi kalian saat Amerika menjajah Irak, Afghanistan dan Yaman? Dimanakah ghirah kalian saat suatu perusahaan membangun club bar berbentuk Ka'bah dan menamakan Mecca di New York?

Dimanakah aksi kalian saat perusahaan Nike menempatkan nama Allah di alas sepatu buatannya? Apakah kalian berdemo besar dan menuntut perusahaan itu ditutup di Indonesia?

Jika semua yang lebih menistakan agama itu tiada yang menggerakkan secara besar-besaran, lalu tidakkah kalian bertanya mengapa untuk yang 4 November 2016 ini menjadi sebegitu dibesarkan? Hanya karena salah kata yang mana maksud menista atau tidaknya pun masih diperdebatkan?

Saya bukanlah siapa-siapa, hanya seorang hamba muslim seperti kalian, tetapi ingatlah banyak sekali alim ulama dan ahli agama yang tidak mendukung Aksi demo ini bukan karena mereka kurang beriman atau tidak mau membela, tetapi karena mereka tahu bahwa umat dan amarahnya adalah gerakan yang ampuh untuk merubah catur kekuasaan.

Maka janganlah sebegitu mudah terprovokasi karena pada akhirnya yang akan menduduki jabatan tidak bekerja atas nama Islam dan juga bukan untuk menjaga agama.

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/pembela-agama-atau-yang-dibela-oleh-agama.html

Minggu, 27 Januari 2013

Ketika NU Diajak Gaduh Jadi Thoghut oleh Kelompok Makar

PPQ Al-Amin Purwokerto - Indonesia sepertinya memang butuh situasi seperti kegaduhan yang selama ini terjadi. Publik dibuat gusar dulu, baru dijelaskan. Butuh benturan opini tentang pro-kontra Ahok dan tuduhan kepada KH Ma'ruf Amin, biar ada ruang menjelaskan kepada publik, terutama tentang kebijakan NU yang selama ini dianggap lembut kepada kafirin kepet.

Jika sampai perang fisik terjadi, akan ada tata dunia baru. 91 tahun NU tidak pernah ikut gerakan thoghut, masak mau diajak menjadi thoghut oleh kelompok makar yang baru lahir belakangan. Padahal target kegaduhan ini adalah perebutan pengaruh antara elite negeri sono dengan elite negeri sana. Ya Allah.

NU lagi-lagi jadi alat mereka (yang saling berebut itu), biar tarikan isunya berbunyi nyaring di media. Kiai Said sudah ikhlash dibully karena tidak ikut dukung 212. Ia ingin NU dijauhkan dari kepentingan Pilkada. Eh, hanya karena Kiai Ma'ruf jadi saksi yang dihadirkan JPU, digorenglah jadi isu besar yang membenturkan antar sesama nahdliyyin.

Pendukung GNPF hilang. Mereka minta Ansor yang keluar melakukan aksi bela-belaan. Padahal selama ini mereka membully NU dan Ansor. Duh. Makin rumit saja ketika mereka mendadak jadi NU, tapi hanya mensoraki dari luar saja. Dukung NU, tapi masih menuduh bid'ah tahlilan, maulid dan amaliyah aswaja lainnya.

NU lebih besar daripada DKI gan. Urusan Ahok itu politik murahan Pilkada. Makanya Mbah Wali tidak ada yang mau terlibat langsung laiknya ketika Gus Dur akan diturunkan oleh pemilik hati-hati busuk itu. Urusan Pilkada DKI adalah remeh dan temeh, tapi bikin runyam anak negeri ini.

Pesan persatuan dari Gus Mus Insyaallah nanti akan kelihatan satu per satu kalau isu-isu fatwa jelas dipesan pihak sebelah yang ingin Indonesia gaduh, lalu ada The New Word Order for NKRI. Bisa lewat perang, bisa lewat perjanjian atau dominasi pengaruh dan jeratan politik plus ekonomi. Wait and see saja.

NU selalu dibenturkan biar isunya bunyi. Biar antara Kiai dan MUI saling berhadapan, biar antara NU dan Habib tukaran, biar antara NU dan NU lainnya saling curiga. Lalu, di dunia lain di negeri ini, sekelompok orang sedang memetakan masa depan Nusantara sesuai selera, merekalah elite global yang jumlahnya 1 persen penduduk dunia. Huff...

Deradikalisasi dunia maya itu bagian dari pencegahan perang fisik. Kalau masih bicara mayoritas minoritas, dikit-dikit bela-belaan, dikit-dikit isu Cina Kristen Syiah, ya sudah, perang akan lahir sendirinya.

Mudah kok untuk memantik perang di negeri kaya aneka ragam suku dan budaya dengan jumlah muslimin besar seperti Indonesia ini. Cara mudah, hinalah NU dan kiai-nya, provokasi pemudanya, terutama Ansor Banser, bukan tidak mungkin, jika hal itu berhasil, tragedi 65 akan terulang kembali.

Aksi bela-belaan dan baper sebelah Kalau memprovokasi FPI, tentu masih kurang kuat membikin gaduh, yang akhirnya melahirkan tragedi. Buktinya, sekali Ansor protes Ahok soal penghinaan kepada KH Ma'ruf Amin, langsung ketakutan dan mau minta maaf. Untung Gus Yaqut Ketua Umum GP Ansor tidak menginstruksikan Banser agar turun jalan atas nama "bela ulama". Jika itu terjadi, darah bakal mengalir. Sejarah akan terulang.

Saya jadi ingat zaman Gus Dur mau digulingkan dari kursi kepresidenan. Puluhan ribu Banser siap tempur, tapi dicegah oleh Gus Dur. Sejak itu, Habib Rizieq mengetahui kekuatan Gus Dur dan ia tidak pernah turun jalan seperti akhir-akhir ini terjadi. Semasa Gus Dur jadi presiden, dakwah FPI berjalan massif dari masjid-masjid hingga lumayan besar bisa bikin gaduh seperti sekarang ini kita rasakan bersama.

Dengan NU, Gus Dur kuat. Tapi NU tidak dimanfaatkan semena-mena untuk mempertahankan kekuasaan politik sesaat. Bill Clinton menghormati Gus Dur, tunduk sama Gus Dur ya karena menurut Presiden Amerika (zaman Gus Dur) NU adalah macan yang ada di kandang. Sekali terkam, wassalam.

Kini NU mau ditarik keluar kandang oleh kalangan peminat makar dan kegaduhan dengan pintu masuk Pilkada DKI. Entah apa yang mereka inginkan sebenarnya. Gregel ati melihat orang-orang dibalik gerakan aksi-aksi an yang mengajak "para buih" berdemo atas nama bela agama, bela ulama dan bela kemenangan sebelah.

Pada akhirnya, semua akan terkuak, lambat, sedikit, tapi terus-menerus hingga anak negeri ini waras atau memilih konflik ala Syuriah. Banjir informasi tanpa saringan mana yang provokasi dan mana yang simpati, akan mengakibatkan benturan. Apa Indonesia mesti butuh konflik agar lebih jelas siapa yang berkepentingan merusak persatuan? [PPQ Al-Amin Purwokerto]

M Abdullah Badri, pengurus LTN NU Jepara

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/ketika-nu-diajak-gaduh-jadi-thoghut-oleh-ahli-makar.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock