Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Duta Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah

Sidoarjo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo meninta polisi untuk bertindak tegas kepada siapa saja yang menebar kebencian, berita hoax serta menyebarkan berita bohong. Pasalnya, yang menjadi korban bukan mahasiswa atau masyarakat awam, namun pejabat bisa juga menjadi korban berita tersebut.

"Kami berharap polisi bertindak tegas kepada siapa saja yang menyebarkan berita bohong, penebar kebencian dan hoax. Bayangkan, selevel pak Mahfud MD saja menjadi korban hoax, apalagi mahasiswa dan kita masyarakat awam," kata Rizza, Selasa (7/3).

GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah

Menurut Ketua GP Ansor Sidoarjo H Rizza Ali Faizin, jika seseorang membaca berita tanpa mengetahui duduk persoalan dan fakta yang ada, bisa saja orang tersebut akan menjadi korban berita hoax. Salah satunya Mahfud MD.

Riza mengungkapkan, pernyataan mantan Ketua MK Mahfud MD yang menyayangkan sikap GP Ansor dan Banser Sidoarjo saat menolak dai penceramah Khalid Basalamah di masjid Salahuddin Perumahan Puri Surya jaya Gedangan pada Sabtu (4/3) lalu, mungkin hanya mendengar atau membaca beberapa berita dari media online.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pada berita online tersebut memberitakan kalau Ansor melakukan pembubaran. Padahal, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Muh Anwar Nasir sudah menegaskan, Ansor dan Banser Sidoarjo tidak melakukan pembubaran pengajian. Karena, saat Khalid Basalamah turun, pengajian terus berlangsung dan digantikan ustadz lain hingga selesai.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Kami sangat menyayangkan peenyataan Pak Mahfud MD yang menyayangkan perjuangan kita sebelum ia mengetahui duduk persoalan dan fakta di lapangan. Seharusnya, sebelum berkomentar melakukan klarifikasi dan memastikan terlebih dahulu kejadian yang sebenarnya. Karena pernyataan Pak Mahfud MD melalui Twitter pribadinya tersebut dijadikan rujukan beberapa media massa, online yang selama ini mendiskreditkan Ansor, serta menyudutkan Ansor telah berlaku anarkhi dan tidak manusia kepada sesama Muslim," ujarnya.

Budaya literasi, membaca, menyaring dan memastikan terlebih dahulu kebenaran serta validitas kabar baik di media online, situs media massa sebelum ditanggapi atau menyebarkannya sangat perlu untuk diterapkan.

Mantan Sekretaris Ansor Sidoarjo itu berharap, ke depan masyarakat terutama para tokoh yang menjadi rujukan publik lebih berhati-hati dalam berkomentar, terutama di media sosial. Pasalnya, ada kemungkinan pernyataan tersebut dapat dijadikan alat untuk mendiskriditkan kelompok lain dan lebih parahnya kalau dijadikan alat untuk mengadu domba serta memecah persatuan.

"Kenapa kita harus menolak dan mewaspadai penceramah provokatif, karena hal ini akan mengganggu kondusifitas serta mengancam kerukunan umat beragama," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Mahfud MD mengomentari atas tindakan GP Ansor yang menolak isi ceramah Khalid Basalamah di Sidoarjo akhir pekan lalu. GP Ansor tidak melakukan pembubaran pengajian karena mana mungkin melakukan yang biasanya mereka lakukan juga.

Mahfud ngetwitt sebagai berikut: "Sy kira perlu dijerninhkan oleh NU atau GP Ansor. Jgn2 disusupi pemecahbelah. Mengapa membubarkan pengajian ttg akhlaq berkeluarga?" (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75901/gp-ansor-sidoarjo-bukan-membubarkan-pengajian-tapi-menolak-isi-ceramah-

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 13 Mei 2016

Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendesak agar koruptor yang berasal dari penegak hukum, mendapat hukuman dua kali lipat dibandingkan dengan yang lain.

Karena mereka ngerti hukum, katanya di gedung PBNU, Kamis.

Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Koruptor Perlu Divonis Dua Kali Lipat dan Dimiskinkan

Publik kembali dikejutkan dengan tertangkapnya ketua Mahkamah Konstitusi (MK), lembaga yang selama ini sangat dihormati. Meskipun demikian, Kiai Said tidak secara khusus merujuk pada figur ketua MK, melainkan semua pelaku koruptor karena Indonesia sudah dalam keadaan darurat korupsi.

PBNU dalam munas tahun 2003, memutuskan koruptor tidak layak disholati oleh para kiai dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi ini kembali ditegaskan dalam munas NU di Cirebon 2012 lalu.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kita mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam memberantas korupsi, tegasnya. (mukafi niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47421/koruptor-perlu-divonis-dua-kali-lipat-dan-dimiskinkan

PPQ Al-Amin Purwokerto

Senin, 02 November 2015

Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis

Suatu ketika, KH Ali Maksum (Allah yarham), pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta tengah menyampaikan ceramah pada sebuah acara peringatan haul.

Di tengah ia ceramah, tiba-tiba muncul orang yang membawa sesuatu yang dibungkus kain surban berwarna putih, naik ke atas panggung. Secara cepat pula, orang tersebut memukulkan benda yang ternyata linggis itu ke Mbah Ali dengan membabi buta. Kurang jelas, apa motif orang tersebut sehingga berani memukul tokoh yang dihormati tersebut, di depan publik.

Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis (Sumber Gambar : Nu Online)


Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis

Yang terjadi setelah peristiwa pukulan linggis tadi, membuat Mbah Ali jatuh tersungkur dan mengalami luka yang parah. Bahkan, Ketika itu, kiai yang pernah menjadi Rais Aam PBNU itu mesti opname hampir dua bulan karena luka parah.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Namun, justru di sinilah letak kekuatan Simbah Kiai Ali, usai menerima serangan pukulan linggis. Ketika dirawat di rumah sakit, salah satu santrinya yang kala itu ikut menunggu, KH Abdul Karim, masih ingat pesan yang disampaikan oleh Kiai Ali.

Beliau berkata : kabeh anak-anak ku lan santriku ora keno dendam lan ora keno anyel (semua anakku dan para santriku, tidak boleh dendam dan benci), kenang kiai yang akrab disapa Gus Karim itu, menirukan ucapan dari sang guru.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kekuatan yang diperlihatkan KH Ali Maksum, bukanlah kekuatan kebal menerima pukulan linggis, melainkan kekuatan meredam amarah dan kebencian kepada sang pelaku. Kekuatan memaafkan inilah yang lebih "ampuh", daripada sekedar kekuatan fisik.

Teladan sikap memaafkan KH Ali Maksum ini pula, barangkali yang kemudian ikut mengalir dan mengilhami kepada para santrinya, yang termasuk di antaranya yakni KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).(Ajie Najmuddin, kisah ini bersumber dari penuturan KH Abdul Karim Ahmad, Pengasuh Pesantren Alquraniyy Solo, 25/11/2016)

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73391/kekuatan-mbah-ali-maksum-usai-dipukul-linggis

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 28 Januari 2014

Apa Sebab KH Zainul Arifin Kurang Dikenal di Tanah Kelahirannya?

Medan, PPQ Al-Amin Purwokerto. Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Phil lchwan Azhari MS mengatakan, sekalipun Zainul Arifin atau lengkapnya Kiai Haji Zainul Arifin Pohan sudah ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara (Sumut) sejak tahun 1963, dan namanya sudah diabadikan menjadi nama jalan di Kampung Madras (Kampung Keling) Medan, dan kota-kota lainnya, tapi sosok tokoh NU ini kurang dikenal oleh sebagian besar orang terdidik di Sumut termasuk warga NU.

"Pembelajaran sejarah yang terlalu Jakartasentris telah menyebabkan tokoh seperti Zainul Arifin kurang dikenal di tanah kelahirannya sendiri. Karenanya, perlawanan dan koreksi terhadap memori nasional perlu dilakukan," kata Ichwan saat menjadi narasumber pada seminar Peringatan 70 Tahun Resolusi Jihad yang digelar di aula kantor PWNU, Jl Sei Batanghari 52 Medan, Sumut, Kamis (22/10).

Apa Sebab KH Zainul Arifin Kurang Dikenal di Tanah Kelahirannya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Sebab KH Zainul Arifin Kurang Dikenal di Tanah Kelahirannya? (Sumber Gambar : Nu Online)


Apa Sebab KH Zainul Arifin Kurang Dikenal di Tanah Kelahirannya?

Dalam seminar yang digelar dalam rangkaian Hari Santri Nasional ini, juga berbicara Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR RI Drs H Marwan Dasopang. Seminar dipandu Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Medan Prof Dr Ir Ahmad Rafiqi Tantawi MS.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Hadir dalam seminar itu, Ketua PWNU Sumut Drs H Afifuddin Lubis MSi, Wakil Rais Syuriah PWNU KH Drs Imron Hasibuan, tokoh senior NU HM Kamaluddin Lubis, para pengurus NU Sumut, PCNU se-Sumut, pengurus badan otonom NU dan civitas akademika UNUSU.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Padahal, kata Ichwan Azhari, sebelum menjadi Panglima Lasykar Hizbullah di Pulau Jawa, kemudian menjadi wakil perdana menteri Indonesia, ketua DPR-GR, dan politisi Nahdlatul Ulama (NU), Zainul justru lahir di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 2 September 1909 dan menghabiskan masa kecilnya di Sumut.

"Zainul Airfin menempuh pendidikan di Pesantren Musthafawiyah Purbabaru, Mandailing. Kendati dia sekolah agama, tapi ia piawai berbahasa Belanda dan Jepang. Dia tokoh inspiratif, karena mampu menepis imej bahwa santri hanya bisa berbahasa Arab dan pakai kain sarung serta tidak bisa bersaing dengan dunia modern," ungkap Ketua Pusat Studi Sejarah dan llmu-ilmu Sosial (Pussis) Unimed ini.

Perjuangan komandan Hizbullah

Peraih doktor sejarah budaya Universitas Hamburg, Jerman ini mengatakan, Zainul justru mendapat pelatihan pertama oleh tentara Jepang. Karena kemenonjolan dan ketangkasannya, membuat dia diangkat sebagai komandan batalion dan kemudian menjadi Panglima Hizbullah, suatu wadah perjuangan pemuda Islam 1942-1945.

Anggotanya yang ribuan orang sebagian besar mengikuti pendidikan militer gaya Jepang di Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, membuat Zainul Arifin sangat disegani baik oleh tentara Belanda maupun Jepang. Apalagi dia punya pasukan yang terlatih dan militan.

"Zainul kerap kerap melakukan inspeksi pasukan terutama di basis-basis perjuangan umat Islam, yaitu di pondok-pondok pesantren. Konsolidasi yang terus-menerus dengan peningkatan keterampilan bertempur membuat Hizbullah menjadi lasykar rakyat yang disegani dan berwibawa," tutur Wakil Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Sumatera Utara ini.

Dikatakan, Zainul Arifin adalah seorang ahli strategi militer yang luar biasa. Karenanya, ketika TNI menjadi tentara profesional, Zainul Arifin dipercayakan melakukan restrukturisasi ABRI di era Presiden Soekarno.

"Kalau Bung Tomo yang memimpin peristiwa 10 November 1945 di Surabaya adalah orator di radio dan mimbar. Sedangkan Zainul Arifin langsung memimpin pertempuran melawan penjajah. Karenanya, Zainul Arifin merupakan aset penting bangsa Indonesia dan NU. Dia ahli strategi militer yang luar biasa," ucap Ichwan Azhari.

Ichwan kemudian meminta Anggota DPR Marwan Dasopang agar menggaungkan pelurusan sejarah tentang Zainul Arifin di DPR. "Jangan lagi pembalajaran sejarah terlalu Jakartasentris sehingga menyebabkan tokoh seperti Zainul Arifin tidak dikenal di tanah kelahirannya sendiri," tandasnya.

Anggota DPR RI H Marwan Dasopang mengatakan, paparan dari sejarawan Ichwan Azhari telah menggelitik dan membuka mata kita, bahwa peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober tidak main-main. Artinya, ada tokoh NU dari Sumut, yakni Zainul Arifin yang menjadi motor pertempuran melawan kolonialisme. Pasukan tempur yang dipakai Bung Tomo melawan penjajah di Jawa Timur ternyata pasukan Hizbullah yang dipimpin tokoh NU asal Sumut Zainul Arifin.

"Karenanya, saya akan membawa sejarah ini ke DPR agar dimasukkan dalam buku sejarah nasional. Saya akan mendorong Komisi X agar kiprah Zainul Arifin dimasukkan dalam sejarah nasional sehingga menjadi bagian dari penggalan-penggalan sejarah yang utuh dalam mempertahankan kemerdekaan RI," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB ini.

Sedangkan Ketua PWNU Sumut H Afifuddin Lubis kepada wartawan mengatakan, seminar ini digelar untuk mengungkap benang merah yang kuat antara Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 dengan peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya.

"Resolusi Jihad yang difatwakan Hadratus Syekh KH Hasyim Asyaari menjadi motivasi kuat bagi masyarakat Jawa Timur untuk melaksanakan perang melawan kolonialisme yang mencoba bercokol kembali di Republik Indonesia," tutur Afifuddin yang didampingi Ketua Panitia Seminar Ir Baharuddin Berutu dan Wakil Sekretaris PWNU Sumut Drs H Khairuddin Hutasuhut.

Dia menyampaikan terimakasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. "Ini menegaskan kembali, bahwa santri dan ulama berjasa besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI," tandasnya. (Hamdani Nasution/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63049/apa-sebab-kh-zainul-arifin-kurang-dikenal-di-tanah-kelahirannya

Senin, 21 Oktober 2013

Kejujuran Anak Kepada Bunda

PPQ Al-Amin Purwokerto - Surat Publik Sebentar lagi bunda akan diundang ke sekolah untuk mengambil raportku, Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku tidak jadi juara dan bahkan masuk ranking pun tidak karena aku adalah anak yang biasa-biasa saja di kelas, tapi tahukah bunda bahwa aku adalah anak yang selalu jujur mengerjakan setiap soal-soal ujian.

Kejujuran Anak Kepada Bunda - PPQ Al-Amin Purwokerto
Kejujuran Anak Kepada Bunda - PPQ Al-Amin Purwokerto


Kejujuran Anak Kepada Bunda

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku belum lancar membaca, menulis dan berhitung, tapi tahukah bunda bahwa aku terus berusaha keras dan kelak satu ketika aku akan bisa seperti anak lainnya.

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku tidak pandai matematika, tapi tahukah bunda bahwa aku pandai berdoa dan selalu berdoa untuk bunda setiap aku beribadah.

Bunda, mungkin bunda kecewa karena aku lambat belajar di sekolah, tapi tahukah bunda bahwa aku adalah anak yang cepat sekali jika diminta untuk membantu bunda dirumah.

Bunda, mungkin engkau kecewa karena nilai-nilai raportku tidak sebaik nilai teman-temanku, tapi tahukah bunda bahwa menurut mereka aku adalah teman yang sangat baik bagi mereka.

Bunda, mungkin engkau kecewa dan malu memiliki anak seperti aku, tapi aku tidak pernah merasa kecewa dan malu memiliki bunda seperti bunda, dan bahkan aku begitu sayang sama bunda.

Bunda, mungkin engkau marah melihat ada satu nilai merah di raport ku, tapi tahukah bunda bahwa aku mengerjakannya dengan jujur tanpa pernah mau ikut-ikutan teman-temanku yang tidak jujur.

Bunda, engkau mungkin kecewa jika membandingkan diriku dengan teman-teman sekelasku yang hebat-hebat, tapi tahukah bunda bahwa aku tidak akan pernah mau membandingkan bundaku dengan bunda-bundanya teman-temanku betapapun hebatnya bunda-bunda mereka.

Sungguh tak pernah terlintas sedikitpun di benakku untuk membandingkan bundaku dengan bundanya teman-temanku meskipun menurut mereka bundaku adalah bunda yang biasa-biasa saja, karena aku selalu berusaha menerima bundaku apa adanya, aku selalu berusaha mencintai bundaku apa adanya, dan aku merasa sudah sangat bahagia seandainya bunda juga mau menerima dan mencintaiku apa adanya meskipun aku hanyalah anak yang biasa-biasa saja disekolah.

Terimakasih bunda telah mau membaca suratku, dan aku sungguh bersyukur engkau telah menjadi bundaku dan aku telah menjadi anakmu.

Terimakasih juga bunda sudah mau datang ke sekolah untuk mengambil raportku. [ed]

- dari anakmu -

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/kejujuran-anak-kepada-bunda.html

Sabtu, 12 Oktober 2013

Benarkah Pakaian Dibawah Mata Kaki Hukumnya Haram?

Pertanyaan: Benarkah Isbal Haram? Dan benarkah pula ancamannya adalah neraka?

Amir Hamdi, Surabaya.

Jawaban: Berdasarkan pengertian dari Hadisi, Isbal adalah memanjangkan pakaian (sarung/celana) di bawah mata kaki hingga menyentuh tanah. Hadist-hadistnya sangat banyak sekali, diantaranya:

Benarkah Pakaian Dibawah Mata Kaki Hukumnya Haram? - PPQ Al-Amin Purwokerto
Benarkah Pakaian Dibawah Mata Kaki Hukumnya Haram? - PPQ Al-Amin Purwokerto


Benarkah Pakaian Dibawah Mata Kaki Hukumnya Haram?

ثَلاَثٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ الْمُسْبِلُ إِزَارَهُ وَالْمَنَّانُ الَّذِى لاَ يُعْطِى شَيْئًا إِلاَّ مِنَّةً وَالْمُنْفِقُ سِلْعَتَهُ باِلْحَلَفِ الْكَاذِبِ(رواه مسلم رقم 106)

PPQ Al-Amin Purwokerto

“Ada 3 orang yang tidak akan dilihat oleh Allah di hari kiamat dan tidak dibersihkan oleh Allah, serta mereka mendapat adzab yang pedih yaitu orang yang melakukan Isbal (memanjangkan pakaiannya), orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya dan orang yang bersumpah palsu atas dagangannya”(HR Muslim No 106). Dan hadis:

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ (رواه البخاري رقم 5787)

“Pakaian yang di bawah mata kaki maka ada di neraka” (HR Bukhari No 5787)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Namun hadist-hadist di atas masih umum, dan terdapat sekian banyak hadis yang mentakhsis (membatasi) keumumannya. Diantaranya:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا (رواه البخاري رقم 5451 ) لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلاَءَ (رواه مسلم رقم 2085)

“Allah tidak akan melihat seseorang di hari kiamat yang memanjangkan pakaiannya (Isbal) secara sombong”(HR Bukhari No 5451 dan Muslim No 2085).

Ketika Rasulullah bersabda demikian, kemudian Abu Bakar bertanya:

فَقَالَ أَبُوْ بَكْرٍ إِنَّ أَحَدَ شِقَّيْ ثَوْبِي يَسْتَرْخِي إِلاَّ أَنْ أَتَعَاهَدَ ذَلِكَ مِنْهُ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ gإِنَّكَ لَنْ تَصْنَعَ ذَلِكَ خُيَلاَءَ (رواه البخاري رقم 3465)

“Sesungguhnya salah satu sisi pakaian saya memanjang ke bawah kecuali kalau saya menjaganya? Rasulullah saw menjawab: “Kamu melakukan itu tidak karena sombong” (HR Bukhari No 3465).

Artinya Rasulullah memberi keringanan bahwa jika Isbal dilakukan tidak bertujuan sombong adalah diperbolehkan. Dengan demikian hukumnya Isbal tidak haram dan faktor keharamannya adalah “Sombong”. Maka mengangkat pakaian diatas mata kaki adalah sunah, bukan wajib. Penjelasan ini diulas oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muslim 1/128. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Oleh Ma'ruf Khozin

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/benarkah-isbal-hukumnya-haram.html

Selasa, 16 April 2013

Nginjak Kaki Saat Shalat, Laki-Laki Ini Dipolisikan Karena Balas Nempeleng

DIPERIKSA PETUGAS: Berkaitan dengan laporan Agung, terlapor Iin Sugiyanto (kiri) diperiksa petugas Polsek Jatisrono. Kasus ini, dipicu perlilaku Sugiyanto yang menginjak kaki Agung saat salat Mahgrib berjamaah. (Foto: suaramerdeka.com/Bambang Purnomo) PPQ Al-Amin Purwokerto - Agung Cahyono (23), penduduk Desa Pelem, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, melapor ke Polsek setelah ditempeleng oleh rekan sesama jamaah salat Mahgrib. Kejadian ini berlangsung di Masjid Al Hidayah, Desa Pelem, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri.

Sebagai terlapor adalah Iin Sugiyanto (35), yang terhitung masih tetangga satu desa dengan pelapor namun beda RT. Menurut pelapor, kejadiannya berlangsung Ahad (4/12) petang. Saat korban akan melaksanakan shalat Maghrib di Masjid Al Hidayah, imam salat menyerukan agar para jamaah meluruskan shafnya dan merapatkan barisannya.

Mendadak Sugiyanto yang berada di sampingnya menginjakkan kakinya ke kaki Agung. Usai shalat, Agung bertanya kepada Sugiyanto: "Ada masalah apa, kok kakiku tadi kamu injak ?." Pertanyaan ini berlanjut dengan menempeleng pipi Agung dan menantangnya agar masalah bisa dibawa ke tanah lapang saja.

Nginjak Kaki Saat Shalat, Laki-Laki Ini Dipolisikan Karena Balas Nempeleng - PPQ Al-Amin Purwokerto
Nginjak Kaki Saat Shalat, Laki-Laki Ini Dipolisikan Karena Balas Nempeleng - PPQ Al-Amin Purwokerto


Nginjak Kaki Saat Shalat, Laki-Laki Ini Dipolisikan Karena Balas Nempeleng

Mendapatkan perlakuan seperti itu, Agung, mengadukan ke Polsek Jatisrono. Kapolres Wonogiri AKBP Ronald R Rumondor melalui Kapolsek Jatisrono AKP Sali dan Kasubag Humas Polres AKP Gunawan, Senin (5/12), menyatakan, kasus ini tengah dalam penanganan. Korban maupun terlapor masih diperiksa.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Polisi juga meminta keterangan dari para saksi. Kasus ini, masuk dalam ranah pasal 351 KUHP, yang ancaman hukumannya maksimal dua tahun delapan bulan penjara. Sugiyanto, saat diperiksa petugas, menyatakan, dirinya merasa gemes. Sebab, ketika imam memerintahkan merapatkan barisan shaf untuk memulai shalat, Agung tidak mau.

Karena gemes, Sugiyanto menginjak kaki pelapor. Agung menyatakan, dirinya merasa risih ketika kaki terlapor harus menempel ke kakinya. "Kowe ki nek salat kok ndadak nempelke sikil ki ana apa? Risih aku ya? (Kamu itu kalau salat kok harus menempelkan kaki itu ada apa)" tegur korban. "Lha kowe ki nek dijak ngluruske shaf kok yo ra gelem?” (Lha kamu itu kalau diajak meluruskan shaf kok ya tidak mau?).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Padahal, imam salah memerintahkan untuk meluruskan dan merapatkan shaf. ”Lha tapi kan ora usah dadak ngidak sikilku?” (Lha tapi kan tidak usah menginjak kakiku?). ”Lha wong sikilmu nek ketempel sitik wae enda, kuwi gawe gemes (Lha wong kakimu kalau ditempel sedikit saja menghindar, itu membuat gemes),” jawa terlapor. [PPQ Al-Amin Purwokerto/ bambang purnomo/ab]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/nginjak-kaki-saat-shalat-laki-laki-ini-dipolisikan.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock