Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2017

Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Visa bagi jemaah umroh yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri Arab Saudi mengalami kenaikan 16 persen dari total jemaah umrah tahun lalu. Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besarnya di beberapa negara mencatat telah mengeluarkan 2,6 juta visa umrah kepada jemaah dari beberapa negara.

Hal itu disebutkan Deputi Menteri Luar Kerajaan Arab Saudi Ibrahim Al-Karashi, yang dikutip Arab News dan dikutip situs informasi haji, Jumat.Jumlah itu adalah visa yang dikeluarkan sejak bulan Safar 1425 Hijriyah hingga akhir Ramadhan tahun yang sama, yaitu antara bulan Februari hingga Oktober 2004.

Tahun ini visa umrah dibuka lebih awal yaitu bulan Safar, atau maju sebulan dibanding tahun lalu yang dibuka sejak bulan Rabiul Awwal (Maulid). Hal itu dilakukan untuk memberi kemudahan lebih kepada jemaah umrah.

Menurut Ibrahim, visa umrah telah berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Ia juga mengatakan, jemaah umrah harus segera meninggalkan wilayah Kerajaan Arab Saudi menuju negara asalnya jika visa tinggalnya sudah habis.

Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)


Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen

Dari kalangan PBNU banyak juga yang melaksanakan umrah selama Ramadhan ini. Beberapa diantara mereka tertunda keberangkatannya karena masalah umrah. Kali ini rombongan PBNU yang melaksanakan umroh dan berangkat hari ini adalah KH Said Aqil Siradj bersama isteri, HM Rozy Munir beserta isteri, H Mustofa Zuhad Mughni beserta isteri dan H. Ahmad Bagdja beserta isteri.

Sekjen PBNU H. Muhyiddin Arubusman juga merupakan pengurus yang sedang umroh. Bahkan ia merupakan orang yang memiliki tradisi umroh dan sangat sering pergi ke tanah suci Makkah.(mkf/an)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2326/visa-umroh-tahun-ini-naik-16-persen

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rabu, 22 Juni 2016

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan Bencana dan Sphere

Jepara, PPQ Al-Amin Purwokerto. Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) dengan dukungan dari Department of Foreign and Trade Australia (DFAT) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Kedaruratan Bencana dan Standar Minimum Kemanusiaan untuk Pengungsi (Sphere) untuk pemangku kepentingan dan stakeholder kunci di tingkat komunitas Kabupaten Jepara.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA).

LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan Bencana dan Sphere (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan Bencana dan Sphere (Sumber Gambar : Nu Online)


LPBINU Gelar Pelatihan Manajemen Kedaruratan Bencana dan Sphere

Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang peserta berasal dari lembaga pendidikan, penyuluh agama, LSM Perempuan, Dunia Usaha, media, karang taruna, PKK, KPM (Kader Pemberdayaan Masyarakat), UKM, dan tokoh masyarakat serta organisasi relawan yang ada di Jepara. Pelatihan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari, mulai 25-28 Oktober 2016 di Gedung LPWP UNDIP Jepara.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan SPHERE ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat komunitas tentang manajemen kedaruratan bencana dan Sphere agar mampu mengembangkan dan mengarusutamakan manajemen kedaruratan dan Sphere dalam penanganan kedaruratan di wilayahnya masing-masing menuju upaya tanggap darurat yang cepat dan efektif.

Beberapa persoalan yang seringkali terjadi dalam penanganan kedaruratan antara lain: kebutuhan tidak seimbang, keamanan dan perlindungan tidak terjamin, informasi yang simpang siur, keterbatasan waktu, kebutuhan yang luar biasa, dankendala koordinasi. Selain itu, sarana dan prasarana di lokasi pengungsian seringkali belum memenuhi standar minimum kebutuhan pengungsi. Terkait hal tersebut, diperlukan sistem dan kecakapan agar persoalan-persoalan yang seringkali muncul dalam penanganan kedaruratan dapat diantisipasi.

Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan Sphere ini dipandu oleh Ujang D. Lasmana dari Ready Indonesia, yang mengampu sedikitnya 7 (tujuh) rangkaian materi, meliputi: (1) Realitas Penanganan Kedaruratan Bencana di Indonesia; (2)Pendekatan dan Prinsip Penanggulangan Bencana Secara Holistik; (3) Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana; (4) Pemenuhan Perlindungan dan Kebutuhan Hidup Dasar Bagi Penyintas Bencana, gender, dan kelompok rentan; (5) Manajemen Kedaruratan: Manajemen Pusat Koordinasi (Posko), Manajemen Shelter (pengungsian), (6) Manajemen Pos Kesehatan Darurat, Manajemen Dapur Umum, dan Penanganan Psikososial Korban Bencana; dan (7) Standar Minimum Kemanusiaan untuk Pengungsi (Sphere).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Acara pembukaan Pelatihan Manajemen Kedaruratan dan Sphere, Pengurus Pusat LPBI NU, dan Kalak BPBD Kabupaten Jepara. Pelatihan tersebut dibuka oleh Lulus Suprayetno, Kalak BPBD Kabupaten Jepara. Dalam sambutannya, dia mengharapkan peserta belajar dengan sungguh-sungguh sehingga memiliki pemahaman dan keterampilan cara penanganan, manajemen dan aturan-aturan yang berlaku dalam penanganan kedaruratan dan Sphere sehingga dapat memanusiakan manusia .Juga hadir dalam pembukaan dari PCNU Kabupaten Jepara.

Peserta pelatihan Manajemen Kedaruratan bencana dan Sphere adalah alumni kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya, yaitu pelatihan PRB dan PDRA. Keterlibatan peserta yang sama ini merupakan upaya kaderisasi penanggulangan bencana agar memilki ketrampilan dalam me-manage upaya penanggulangan bencana. Semoga pelatihan ini bukan hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi masyarakat luas. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72411/lpbinu-gelar-pelatihan-manajemen-kedaruratan-bencana-dan-sphere

PPQ Al-Amin Purwokerto

Senin, 02 November 2015

Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis

Suatu ketika, KH Ali Maksum (Allah yarham), pengasuh Pesantren Krapyak Yogyakarta tengah menyampaikan ceramah pada sebuah acara peringatan haul.

Di tengah ia ceramah, tiba-tiba muncul orang yang membawa sesuatu yang dibungkus kain surban berwarna putih, naik ke atas panggung. Secara cepat pula, orang tersebut memukulkan benda yang ternyata linggis itu ke Mbah Ali dengan membabi buta. Kurang jelas, apa motif orang tersebut sehingga berani memukul tokoh yang dihormati tersebut, di depan publik.

Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis (Sumber Gambar : Nu Online)


Kekuatan Kiai Ali Maksum Seusai Dipukul Linggis

Yang terjadi setelah peristiwa pukulan linggis tadi, membuat Mbah Ali jatuh tersungkur dan mengalami luka yang parah. Bahkan, Ketika itu, kiai yang pernah menjadi Rais Aam PBNU itu mesti opname hampir dua bulan karena luka parah.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Namun, justru di sinilah letak kekuatan Simbah Kiai Ali, usai menerima serangan pukulan linggis. Ketika dirawat di rumah sakit, salah satu santrinya yang kala itu ikut menunggu, KH Abdul Karim, masih ingat pesan yang disampaikan oleh Kiai Ali.

Beliau berkata : kabeh anak-anak ku lan santriku ora keno dendam lan ora keno anyel (semua anakku dan para santriku, tidak boleh dendam dan benci), kenang kiai yang akrab disapa Gus Karim itu, menirukan ucapan dari sang guru.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kekuatan yang diperlihatkan KH Ali Maksum, bukanlah kekuatan kebal menerima pukulan linggis, melainkan kekuatan meredam amarah dan kebencian kepada sang pelaku. Kekuatan memaafkan inilah yang lebih "ampuh", daripada sekedar kekuatan fisik.

Teladan sikap memaafkan KH Ali Maksum ini pula, barangkali yang kemudian ikut mengalir dan mengilhami kepada para santrinya, yang termasuk di antaranya yakni KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).(Ajie Najmuddin, kisah ini bersumber dari penuturan KH Abdul Karim Ahmad, Pengasuh Pesantren Alquraniyy Solo, 25/11/2016)

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73391/kekuatan-mbah-ali-maksum-usai-dipukul-linggis

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 10 Juli 2015

Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Terkait isu SARA yang tengah berkembang saat ini, Majelis Alumni Muda Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MAM IPNU) mengimbau kepada pelajar NU dan seluruh pelajar di Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan aksi yang akan digelar pada 4 November 2016. Seluruh pelajar baik di Jakarta maupun di luar kota tidak perlu ikut turun ke jalan.

MAM IPNU juga dengan tegas menolak permintaan pentolan FPI Habib Rizieq yang meminta agar pemerintah meliburkan sekolah pada 4 November besok, agar para pelajar dapat bergabung dalam aksi yang bertajuk "Aksi Bela Islam" tersebut.

Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan (Sumber Gambar : Nu Online)


Permintaan 4 November Sekolah Diliburkan Tak Wajar dan Berlebihan

Menurut Sekretaris Presidium MAM IPNU, Muhammad Rijal, permintaan Habib Rizieq tersebut merupakan hal yang sangat berlebihan dan tidak wajar. Selain karena pelajar memiliki kewajiban utamanya untuk belajar, para pelajar juga tidak sepatutnya dilibatkan dalam aksi turun ke jalan menanggapi isu-isu SARA yang juga lekat dengan nuansa politik.

Akan lebih baik jika para pelajar diberikan pemahaman terlebih dahulu mengenai kehidupan beragama yang baik untuk diterapkan di Indonesia sebelum turun ke jalan mengikuti aksi, tegasnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rijal dengan tegas menyatakan bahwa permintaan Habib Rizieq yang meminta pemerintah meliburkan tanggal 4 November 2016 adalah sikap yang tidak wajar. Menurut kami, pelajar tidak perlu dibawa-bawa dalam aksi tersebut karena akan merugikan pelajar itu sendiri.

Pelajar tidak boleh dibawa-bawa dalam urusan yang menurut kami sangat berbau politis," ucap Rijal.

Lebih lanjut, Rijal menegaskan bahwa kasus penistaan agama haruslah diselesaikan secara hukum, mengingat Indonesia adalah negara hukum. Justru dengan hal ini akan mengajarkan kepada generasi muda Indonesia tentang kehidupan bernegara yang baik di Indonesia.

Meski demikian, ia juga menghargai kepada umat Islam yang akan menggelar aksi besok sebagai bagian dari kehidupan demokratis di Indonesia. Namun tentunya kebebasan berpendapat bukan berarti menentang kebebasan pendapat kelompok lain yang berbeda pandangan.

MAM IPNU juga menyesalkan munculnya spanduk-spanduk yang memberi pesan bahwa kadar keimanan seseorang terlihat dari ikut aksi atau tidak. Menurutnya, ini adalah provokasi yang bisa membodohi umat, karena kadar keimanan seseorang tidak bisa diukur dengan hal demikian. Sehingga tidak ada hubungannya kadar keimanan dengan aksi yang akan digelar besok.

Kalau ukuran kadar keimanan seseorang itu pada keikutsertaannya pada aksi besok, maka sama saja menghina para ulama yang tidak sependapat dengan FPI. Oleh karena itu, sekali lagi saya ingatkan kepada para pelajar NU khususnya dan seluruh pelajar pada umumnya, tidak perlu ikut aksi 4 November besok, harapnya.

Urusan hukum adalah kewajiban penegak hukum dan kewajiban pelajar adalah tetap belajar agar memiliki pandangan yang luas dan mampu memahami perbedaan. Jadi ikuti dan patuhi apa yang sudah difatwakan oleh PBNU," pungkas Rijal. (Red: Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72613/permintaan-4-november-sekolah-diliburkan-tak-wajar-dan-berlebihan

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 06 Maret 2014

Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel Gelar Simaan Quran dan Menre Bola

Makassar, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan dalam rangkaian kegiatan peresmian kantor baru NU Sulawesi Selatan. Kantor diresmikan pada Rabu, (20/8) oleh Ketua PBNU dan Gubernur Sulawesi Selatan.

Sebelumnya pada Selasa (19/8) PWNU dan Pengurus Jamiyyatul Qurra Wal Huffazh Sulsel melakukan simaan Quran dan pembacaan Kitab Al Barazanji sebagai bentuk kesyukuran di halaman kantor PWNU yang berada di jalan Perintis Kemerdekaan Makassar.

Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel Gelar Simaan Quran dan Menre Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel Gelar Simaan Quran dan Menre Bola (Sumber Gambar : Nu Online)


Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel Gelar Simaan Quran dan Menre Bola

Setidaknya ada 500 Hafidz yang berasal dari Pesantren Hafidz Zam-zam, MDIA Taqwa, Baruga Antang, AL Markaz, Alfikriyahh, dan Pesantren JQH membaca Al Quran yang terbagi beberapa kelompok. Mereka membaca AL-Quran mulai dari selepas Shalat Subuh sampai dhuhur. Kemudian dilanjutkan pada sesi ke 2 setelah Shalat Dhuhur sampai Ashar. Selanjutnya selepas Ashar sampai menjelang Magrib, kemudian dilanjutkan Pembacaan Kitab Al Barzanji sampai pukul 20.00.

Setelah solat Isya dilakukan tradisi Menre Bola, yakni menaiki rumah baru atau tempat baru yang tidak lama lagi akan ditempati. Di dalamnya ada pembacaan Kitab Barazanji dilanjutkan lantunan Adzan secara serentak di setiap sudut gedung berlantai 5.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pertemuan ini dihadiri seluruh pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Lembaga/Lajnah, Badan Otonom Sulsel. Selain itu tampak beberapa tokoh sepuh NU Sulsel dianataranya Anregurutta Kyai Sanusi Baco, Iskandar Idy, Kyai Ruslan, Abd Rahim Yunus, Arfin Hamid, Alwi Gani, Ridwan AR, Kyai Abdurrahman K, Abd Rahman Idrus, Kyai Abdurrahman, Salahuddin AK Pelu, H Anwar Kadir, H Hamzah, Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain, Mochtar Noer Jaya dan masih banyak tokok sepuh lainnya. (Andi M Idris/Alawi)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53959/syukuran-kantor-baru-pwnu-sulsel--gelar-simaan-qurrsquoan-dan-menrersquo-bola

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 16 Februari 2013

Bertemu Orang Mulia di Mana-mana

Anda dan saya, pasti sering melihat orang yang sangat dihormati karena memang manusia mulia. Derajatnya tinggi di mata Gusti Allah dan makhluknya. Dan karena rasa cinta kita, kita pun senang dan berusaha bisa dekat dengannya. Menciumi tanganya, meminta doanya, dan berharap mendapat hikmat atau berkat darinya.

Menjumpai orang saleh, alim macam itu, yang biasanya berpenampilan sesuai harkatnya; khas pakaian ulama, bahkan banyak yang secara simbolik menjadi imam, panutan masyarakat, mengasuh pesantren, menjadi guru, dan seterusnya. Itu jelas sudah biasa dan memang begitulah yang kita nikmati selama ini.

Bertemu Orang Mulia di Mana-mana (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Orang Mulia di Mana-mana (Sumber Gambar : Nu Online)


Bertemu Orang Mulia di Mana-mana

Saya sungguh bersyukur, dalam pengembaraan saya berburu kitab-kitab kuno, khususnya kitab-kitab peninggalan Simbah Kiai Sholeh Darat, saya beberapa kali mendapati orang-orang yang luar biasa tapi tersembunyi dari "kemuliaan permukaan".

Saya bertemu dengan orang yang sangat alim, sangat kuat spiritualnya, sangat khusyuk ibadahnya, tetapi sangat tawadhu sehingga sangat tidak kelihatan kalau beliau orang mulia di sisi Tuhannya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sebab penampilannya jauh dari kesan seorang kiai, kepala tak pernah ditutupi kopiah atau peci. Busananya selalu kaos oblong, celana panjang pun selalu jeans warna anak muda. Bahkan celana seragam SMA!

PPQ Al-Amin Purwokerto

Tinggal di rumah sempit di kawasan kumuh kota, berbaur dengan orang-orang pinggiran yang terhempas kerasnya kehidupan kapitalis metropolitan. Di gang sempit dan deretan kos-kosan sesak yang isinya berjejal manusia pengais rezeki karena tidak mau mati kelaparan.

Untuk bisa mencapai rumahnya, saya harus memarkir sepeda motor di mulut lorong, lalu berjalan di jalan sempit yang selokannya mampat berbau pesing. Tapi, Masya Allah, di balik tumpukan pakaian anak-anaknya, tersimpan rapi kitab-kitab mutiara hasil karya ulama nusantara. Dan rutin beliau baca secara diam-diam di malam hari, jangan sampai terlihat tetangga.

Subhanallah, beliau bisa menerangkan kepada saya, aneka ilmu dari kitab-kitab langka itu, yang tidak pernah saya dapatkan dari bangku madrasah maupun semasa mondok di pesantren. Beliau bisa "saya paksa " dengan ilmu plekathik saya, sehingga mau cerita tentang hal-hal luar biasa yang pernah dialaminya.

Takjub sekali saya, orang yang sama sekali tidak tampak sebagai panutan umat, ini kapan pun bisa ditemui Nabi Khidlir, Syeh Abdul Qodir Jailani, dalam keadaan terjaga maupun mimpi. Beberapa kali beliau mimpi ditemui Kanjeng Nabi Muhammad. Dan tentu saja, sangat biasa berjumpa dan muhadatsah dengan Mbah Sholeh Darat.

Salah satu kisah mimpinya ditemui Rasulullah, kala itu beliau usai ditinggal wafat putrinya yang berusia 7 tahun. Sedih kehilangan anak, beliau pun berdoa dengan mendawamkan dzikir entah apa, (beiau tidak mau memberitahu saya). Dalam tidur usai kantuknya karena lelah, di malam usai tahlilan untuk anak perempuannya itu, beliau bermimpi disapa Kanjeng Nabi.

"Assalamualaikum, Ya ....... (nama beliau).

Gelagapan, dalam mimpi itu, beliau bertanya kepada sosok yang memberi salam.

"Jenengan sinten?"

"Ana Rasulullah. Ini anakmu kuajak bersamaku".

Di mimpi itu, beliau melihat putrinya yang telah wafat, tampak tersenyum dan melambai sambil digandeng Kanjeng Nabi. Lambaian seperti mengajak ayahnya ikut serta bersama Kanjeng Nabi.

Subanallah. Saya dan Anda bertemu orang mulia di masjid atau musholla, itu pasti sudah biasa. Melihat orang mulia yang disanjung dan dihormati di keramaian, pasti sudah sering.

Tapi bertemu orang luar biasa yang tidak kelihatan sebagai "siapa-siapa", mungkin sangat jarang. bahkan tidak pernah. dan bersyukurlah jika Anda pernah diwejang guru atau orang tua, agar bersiap jumpa orang mulia dalam wujud yang sangat beda. Bahkan Nabi Khidir sering muncul dalam rupa penampilan orang yang tidak disukai, seperti gembel berbau tengik atau pria buruk rupa yang mengemis di depan pintu rumah Anda.

Mohammad Ichwan

Semarang

======

PPQ Al-Amin Purwokerto mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari (Hikmah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62258/bertemu-orang-mulia-di-mana-mana

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 29 Maret 2012

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas

Purworejo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Kader GP Ansor Purworejo diharapkan menjadi pelopor dalam melakukan perubahan sosial. Guna menyikapi arus globalisasi, Ansor juga diharapkan menjaga moral anak bangsa. mereka perlu berupaya lebih keras untuk mencegah peredaran narkoba dan pergaulan bebas yang mendera generasi muda saat ini.

Menurut Ketua GP Ansor Purworejo KH Muhamad Haekal pada pelantikan GP Ansor Pituruh di desa Megulungkidul, Purworejo, Kamis (19/2), persoalan yang perlu diwaspadai ialah maraknya pergaulan bebas yang belakangan menggejala di kalangan remaja.

Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)


Pemuda Ansor Purworejo Perangi Narkoba dan Pergaulan Bebas

Pergaulan itu diakibatkan salah satunya karena arus informasi yang bisa diakses dengan mudah dan cepat. "Karena itu, para orang tua harus selalu waspada menyikapi persoalan tersebut," kata Kiai Haekal.

Kader Ansor juga perlu giat melakukan kegiatan keagamaan yang melibatkan para pemuda. Kemasan kegiatan keagamaan itu perlu disesuaikan dengan minat pemuda agar mudah diterima.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Kader Ansor harus bisa merangkul semua elemen masyarakat guna menyukseskan dakwah Islam," jelasnya.

Pada kesempatan itu Kiai Haekal melantik pengurus baru PAC GP Ansor Pituruh masa bakti 2015-2018. Ahmad Ngafifudin beberapa tahun ke depan akan menggerakkan pemuda Ansor di Pituruh.

Ngafifudin menyatakan komitmennya untuk berjuang mengembangkan dakwah Aswaja NU di Purworejo. Pihaknya juga berjanji untuk meningkatkan kualitas SDM anggota GP Ansor Pituruh. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57746/pemuda-ansor-purworejo-perangi-narkoba-dan-pergaulan-bebas

PPQ Al-Amin Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock