Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2017

Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Visa bagi jemaah umroh yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri Arab Saudi mengalami kenaikan 16 persen dari total jemaah umrah tahun lalu. Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besarnya di beberapa negara mencatat telah mengeluarkan 2,6 juta visa umrah kepada jemaah dari beberapa negara.

Hal itu disebutkan Deputi Menteri Luar Kerajaan Arab Saudi Ibrahim Al-Karashi, yang dikutip Arab News dan dikutip situs informasi haji, Jumat.Jumlah itu adalah visa yang dikeluarkan sejak bulan Safar 1425 Hijriyah hingga akhir Ramadhan tahun yang sama, yaitu antara bulan Februari hingga Oktober 2004.

Tahun ini visa umrah dibuka lebih awal yaitu bulan Safar, atau maju sebulan dibanding tahun lalu yang dibuka sejak bulan Rabiul Awwal (Maulid). Hal itu dilakukan untuk memberi kemudahan lebih kepada jemaah umrah.

Menurut Ibrahim, visa umrah telah berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Ia juga mengatakan, jemaah umrah harus segera meninggalkan wilayah Kerajaan Arab Saudi menuju negara asalnya jika visa tinggalnya sudah habis.

Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)


Visa Umroh Tahun Ini Naik 16 Persen

Dari kalangan PBNU banyak juga yang melaksanakan umrah selama Ramadhan ini. Beberapa diantara mereka tertunda keberangkatannya karena masalah umrah. Kali ini rombongan PBNU yang melaksanakan umroh dan berangkat hari ini adalah KH Said Aqil Siradj bersama isteri, HM Rozy Munir beserta isteri, H Mustofa Zuhad Mughni beserta isteri dan H. Ahmad Bagdja beserta isteri.

Sekjen PBNU H. Muhyiddin Arubusman juga merupakan pengurus yang sedang umroh. Bahkan ia merupakan orang yang memiliki tradisi umroh dan sangat sering pergi ke tanah suci Makkah.(mkf/an)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2326/visa-umroh-tahun-ini-naik-16-persen

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 25 November 2016

Maarif Harapkan Pendidikan NU Diseriusi

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ketua LP Maarif Nadjid Muhtar mengharap agar pendidikan dikalangan NU difikirkan secara serius. Selama ini masalah pendidikan selalu diomongkan, dalam setiap tausiah juga selalu dikemukakan, tetapi selama ini tidak pernah dipraktekkan secara serius, ungkapnya kepada PPQ Al-Amin Purwokerto (24/08).

Oleh karena itu, dalam muktamar NU ke 31 Solo mendatang, Nadjid mengharapkan agar permasalahan pendidikan ini dibicarakan bersama dan dijadikan salah satu program utama NU, bukan hanya diserahkan kepada LP Maarif karena masalah pendidikan saat ini sangat kompleks.

Saat ini sekolah yang bernaung dibawah Maarif berjumlah 12.000. ini merupakan jumlah yang sangat besar, namun sampai saat ini belum memperoleh penanganan yang serius.bahkan 70 persen dari sekolah-sekolah tersebut memprihatinkan.

Maarif Harapkan Pendidikan NU Diseriusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif Harapkan Pendidikan NU Diseriusi (Sumber Gambar : Nu Online)


Maarif Harapkan Pendidikan NU Diseriusi

Dijelaskannya bahwa terdapat tiga kriteria dari sekolah yang bergabung dengan Maarif. Pertama adalah sekolah yang memang didirikan oleh Maarif, kedua adalah sekolah yang didirikan oleh yayasan tetapi bernaung dibawah Maarif, dan ketiga adalah sekolah yang didirikan oleh para tokoh NU yang secara kultural memiliki kesamaan nilai.

Terdapat kesulitan untuk mengkoordinasikan sekolah-sekolah tersebut masuk dalam Maarif karena ada diantara mereka yang mempertanyakan apa manfaat yang diberikan jika masuk menjadi anggota Maarif. Bahkan ada yang menghindari penggunaan nama Maarif karena dianggap kurang keren.

Terdapat beberapa usulan dalam mengatasi hal tersebut. Salah satunya adalah penunjukan sekolah unggulan Maarif di masing-masing daerah sehingga dapat memicu yang lainnya untuk meningkatkan kualitasnya.

Sebenarnya kalau kualitasnya bagus, saat ini orang bersedia membayar biaya pendidikannya berapa saja. Namun demikian, untuk meningkatkan kualitas tersebut juga dibutuhkan biaya yang besar, jadi terdapat satu lingkaran setan ungkapnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Masalah lain yang mungkin perlu dibicarakan dalam muktamar adalah penegasan tentang pengelolaan TK. Muslimat NU saat ini banyak mengelola TK di berbagai daerah. Kami sebenarnya tidak mempermasalahkan hal ini. Namun alangkah baiknya jika kewenangan pengelolaan TK di NU secara formal diserahkan ke Muslimat dan Maarif hanya memberi pengarahan garis besarnya saja, tambahnya.

Status LP Maarif sendiri dalam NU adalah sebagai bagian dari NU yang mengurusi masalah pendidikan seperti Lembaga Dakwah NU yang mengurusi masalah dakwah dan Lembaga Perekonomian NU yang mengurusi masalah perekonomian. Setelah muktamar, akan diangkat pengurus baru oleh PBNU.(mkf)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/1933/maarif--harapkan-pendidikan-nu-diseriusi

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 13 Desember 2014

Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr Maskuri Abdillah meminta agar umat Islam khususnya di Indonesia bersikap arif menerima pernyataan maaf Paus Benediktus XVI atas pidatonya, 12 September lalu, sehingga tidak memunculkan rekasi yang mengarah pada tindakan anarkis.

Sebagai umat Islam, kita patut menerima pernyataan maaf Paus (Benediktus XVI) tersebut. Apalagi umat katolik di Inodonesia juga sudah menyatakan permintaan maaf yang tulus atas pernyataan Paus, ungkap Maskuri Abdillah kepada PPQ Al-Amin Purwokerto di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, 164 Jakarta, Rabu (20/9).

Pembantu Rektor UIN Jakarta itu juga merasa optimis dengan sikap yang ditunjukkan NU dan Muhammadiyah. menurutnya, sikap kedua ormas keagamaan terbesar di Indonesia itu akan diiukti oleh sejumlah kelompok yang tidak puas atas permintaan maaf tulus Paus.Saya kira dengan adanya sikap yang ditunjukkan NU dan Muhammadiyah untuk menerima permintaan maaf Paus, maka itu sudah cukup mewakili sehingga tidak perlu bagi sejumlah pihak (kelompok yang tidak puas) misalnya untuk melakukan tindakan anarkis yang akhirnya merugikan kita semua, terangnya.

Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)


Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus

Kontroversi dan reaksi atas Paus Benediktus XVI muncul menyusul pernyataannya dalam kuliah umum di Universitas Regensburg, Bavaria, Jerman, 12 September lalu, saat Paus menelaah perbedaan Islam dan Kristen secara historis dan filosofis, dan hubungan kekerasan dengan agama.

Paus Benediktus XVI kemudian secara implisit menyebutkan keterkaitan Islam dengan kekerasan, khususnya dengan jihad atau perang suci.

Paus juga mengutip pernyataan Kaisar Bizantium, Manuel II Palaeologos ((1341-1391) saat berdialog dengan seorang Persia terpelajar yang menyatakan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh Nabi Muhammad adalah kejahatan dan tidak berperikemanusiaan (evil and inhuman). (dar)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5305/umat-islam-perlu-bersikap-arif-atas-pernyataan-maaf-paus

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 09 Oktober 2014

Pesantren di Lingkungan NU Harus Dipertahankan dan Dikembangkan

Leeds, PPQ Al-Amin Purwokerto. Kunjungan para kyai muda NU ke Inggris juga mendapat sambutan luar biasa dari saudara seideologi di Inggris. Beberapa saat setelah sampai, rombongan dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCI NU UK) yang berjumlah sembilan orang melakukan kunjungan di hotel tempat rombongan menginap.

Hadir rombongan dari UK Muhammad Faqih (mustasyar), Eddyanto (ketua tanfidziyah) Sigit Suparjono, Lukman Musa Atmaja (wakil katib), Irwan Parasetyo (wakil ketua), Ali Mahmudi (wakil sekretaris), Mochammad Putrawidjaya, Rudi Herman. Sebagian besar dari pengurus ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil program doktor di berbagai universitas di Inggris.

Dalam pertemuan tersebut banyak hal yang didiskusikan tentang NU dilihat dari berbagai aspeknya, terutama tentang urgensi pengembangan pendidikan di kalangan Nahdlatul Ulama. Beberapa hal yang mengemuka pada saat diskusi tersebut terutama tentang eksistensi pesantren sebagai ciri khas warga nahdliyin.

Pesantren di Lingkungan NU Harus Dipertahankan dan Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Lingkungan NU Harus Dipertahankan dan Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)


Pesantren di Lingkungan NU Harus Dipertahankan dan Dikembangkan

Terdapat kesamaan pandangan bahwa pesantren merupakan penyangga utama kekuatan Nahdlatul Ulama sehingga haruslah selalu terpelihara dengan meningkatkan pengelolaan dan eksistensinya. Saat ini di Indonesia telah banyak tumbuh lembaga pendidikan bernama pesantren tetapi tidak beraliran NU. Hal ini menjadi tantangan bagi pengelolaan pendidikan pesantren di kalangan Nahdliyyin untuk selalu mampu bersaing, karena jika tidak, pada sepuluh atau dua puluh tahun mendatang NU diprediksi akan rapuh bahkan mungkin mendekati punah.

Pada dasarnya pesantren dalam lingkungan NU merupakan kekuatan dominan, sehingga jika NU meninggalkan Pesantren sama halnya dengan melepaskan lebih dari lima puluh persen dari kekuatannya, ungkap Eddyanto.

Pemikiran yang muncul pada saat diskusi adalah bagaimana pendidikan pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan sumberdaya yang dimiliki. Dalam upaya melakukan meningkatan kualitas pendidikan pesantren kiranya perlu menelaah kembali kurikulum pesantren. Kurikulum pesantren yang terpaku kepada orientasi ilmu agama klasik menjadi tantangan dengan kemajuan dunia pemikiran masa kini, maka perlu adanya pengajaran dalam lingkungan pesantren yang mampu menelaah kemajuan pemikiran dan isu pemikiran yang trend di dunia akademis.

Tantangan bagi dunia pesantren saat ini adalah majunya tehnologi dan informasi. Kemajuan tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa dielakkan dalam dunia pendidikan. Sikap yang sebaiknya dimiliki oleh pendidikan Nahdlatul Ulama adalah bagaimana bisa mamasyarakatkan tehnologi guna mempermudah pengelolaan pendidikan dan akses informasi, tambahnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Model pengiriman delegasi NU ke berbagai negara untuk memperluas cakrawala mereka harus terus dilanjutkan, bahkan semestinya bagi yang dianggap menjadi motor peningkatan pendidikan di kalangan pesantren perlu dilanjutkan dengan program pelatihan atau sekolah selama satu tahun. NU UK juga akan berusaha membantu menjembatani akses pendidikan di luar negeri dengan memanfaatkan PCI NU dan warga NU yang berada di luar negeri, seperti Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Malaysia, Arab Saudi dll.

Mereka juga sangat berharap dapat berinteraksi lebih aktif dengan pengelola pesantren guna memberi masukan, ide dan informasi tentang pengembangan pendidikan dan akses bagi peserta didik yang ingin melanjutkan ke luar negeri.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PCI NU UK didirikan dua tahun lalu ketika KH Hasyim Muzadi berkunjung ke Inggris. Saat itu mereka berhasil mengumpulkan anggota sebanyak 114 orang yang sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Inggris.

Saat didirikan yang aktif sebanyak 37 orang sedangkan yang menjadi pengurus 7 orang. Kegiatan yang aktif dilakukan adalah melakukan pengajian dan diskusi yang secara rutin dilakukan. Mereka juga sudah memiliki website sebagai sarana komunikasi antar anggota NU UK.

Terdapat keluhan bahwa sumberdaya yang dimiliki oleh para anggota PCI NU, bukan hanya di UK adalah keahlian yang mereka miliki tidak dimanfaatkan dan diberi ruang selama di Indonesia, padahal NU sangat membutuhkan tenaga mereka untuk mengembangkan potensi yang ada di NU.

Selama di Inggris, rombongan PBNU juga diminta untuk mengisi berbagai pengajian yang dilakukan oleh komunitas NU yang ada di Inggris seperti di Newscastle, London, Huddersfield, termasuk wawancara di Radio Haji Leeds dan BBC.(lil/mkf)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2632/pesantren-di-lingkungan-nu-harus-dipertahankan-dan-dikembangkan

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rabu, 02 Juli 2014

Sahal Mahfudz: Muktamar Akan Satukan Warga NU

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz menyatakan, muktamar ke-31 NU yang akan dilaksanakan di Solo pada 28 November-2 Desember mendatang akan menyatukan warga NU (nahdliyin) yang sebelumnya saling berbeda pandangan selama proses pemilihan presiden.

"Muktamar nanti akan menyatukan kembali warga NU. Nanti akan terjadi rekonsiliasi dengan sendirinya," kata Kiai Sahal kepada wartawan usai memimpin rapat gabungan Dewan Syuriah dan Tanfidziyah PBNU membahas persiapan muktamar di kantor PBNU, Jakarta, Rabu.

Pernyataan pemimpin tertinggi PBNU tersebut menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan muktamar NU yang akan digelar di Asrama Haji Donohudan, Solo nanti mengagendakan rekonsiliasi bagi warga NU yang sempat terpecah akibat pandangan dan pilihan yang berbeda terkait pemilihan presiden yang lalu.

Sahal Mahfudz: Muktamar Akan Satukan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sahal Mahfudz: Muktamar Akan Satukan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Sahal Mahfudz: Muktamar Akan Satukan Warga NU

Majunya Ketua Umum PBNU KH Achmad Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden dari PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sempat memunculkan pro-kontra di kalangan nahdliyin, termasuk para ulamanya, meski yang bersangkutan dinyatakan non aktif selama proses pilpres berlangsung.

Pro-kontra tersebut berdampak pada kalahnya perolehan suara pasangan Mega-Hasyim dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla pada sejumlah daerah yang selama ini justru dikenal sebagai kantung NU, terutama di wilayah "tapal kuda" Jawa Timur, seperti Pasuruan, Situbondo, Probolinggo dan Banyuwangi.

Oleh karena itu sejumlah kalangan di NU mengusulkan perlunya rekonsiliasi sehingga organisasi sosial keagamaan yang memiliki jumlah massa terbesar di Indonesia itu bisa kembali utuh dan muktamar mendatang dinilai sebagai ajang yang tepat untuk melaksanakan agenda rekonsiliasi tersebut.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Namun, Kiai Sahal yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut memiliki pandangan lain, yakni rekonsiliasi di antara warga NU tidak perlu diagendakan secara khusus dalam muktamar mendatang karena akan terjadi dengan sendirinya.

"Dalam muktamar nanti semua akan kumpul, jadi rekonsiliasi akan terjadi dengan sendirinya. Wong Pak Hasyim mantu (menikahkan anaknya) kemarin semua kumpul," kata pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen Margoyoso, Pati, Jawa Tengah tersebut.

Pada bagian lain, menjawab pertanyaan wartawan Kiai Sahal menyatakan muktamar tidak akan membahas lagi ketentuan menyangkut keterlibatan pengurus NU dalam politik praktis meski terbukti masih muncul masalah ketika hal itu terjadi dengan alasan aturan tersebut sudah ada dan cukup jelas. "Tidak ada (pembahasan lagi). Sudah ada patokannya, sudah tegas. Masalahnya pada manusianya bukan pada aturannya," kata Kiai Sahal.(an/mkf)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/2143/sahal-mahfudz-muktamar-akan-satukan-warga-nu

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 14 September 2013

PCI NU Sudan Adakan Bersilaturrahmi Lebaran

Khartoum, PPQ Al-Amin Purwokerto. Hari Raya Idul Fitri di Sudan jatuh pada hari Kamis 3 November 2005 setelah puasa Ramadlan genap 30 hari. Kesempatan lebaran ini tak disia-siakan untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Sudan. Sehabis melaksanakan sholat Idul Fitri dan silaturrahmi dengan Dubes RI di wisma duta, segenap warga PCI NU juga melaksanakan nyadran (silaturrahmi) ke beberapa home staf KBRI.

Pada lebaran kedua hari Jumat, giliran silaturrahmi ke Musytasar PCI NU Syeih Dr. Fatih Hasaain. Acara ini sudah dipersiapkan sebelumnya dengan menyembelih 2 ekor kambing yang dilakukan oleh Wakil Ketua Tanfidziyah H. Zulham Qudsi dan Ibnu Baequni, kepala rumahtangga PCI NU beserta 5 pengurus. Baru sehabis sholat Jumat segenap anggota PCI NU berangkat dan sampai di kediaman Dr. Fatih sekitar pukul 15.20 waktu setempat.

Acara diawali dengan makan masakan Indonesia Sudan dan dilanjutkan pembacaan solawat dan nasyid yang di pimpin H. Shohb Rifai, ketua Jamiyah Syifaul Qulub PCI yang juga bendahara.

Di sela sela nasyid, Syeih Fath yang didampingi Syeih Athiyah, seorang dai yang sering memberi ceramah di berbagai negara meminta untuk membacakan nasid berbahasa Indonesia, seketika langsung dibacakan lagu lir ilir yang diiringi dengan sholawat Badar. Dengan ringkas Kang Badrus Musytasyar PCI NU asli Brebes menjelaskan secara singkat tenteng arti syair tersebut yang merupakan karya dari Sunan Kalijaga dalam upayanya menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya. KH. Asyhar Kholil MA wakil Rois syuriyah dan Ust. H Nur Hasan Abd. Bari salah satu Awan juga turut memberikan penjelasan makna syair tersebut.

PCI NU Sudan Adakan Bersilaturrahmi Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Sudan Adakan Bersilaturrahmi Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)


PCI NU Sudan Adakan Bersilaturrahmi Lebaran

Hadir pada acara itu Wakil Katib Gus Moh Ali Zamroni Malik, Ketua Tanfidziyah Moh. Hilmi Assidiqi, Wakil Sekretaris Abd. Wahab Nafan, serta sekitar 35 pengurus badan otonom, lembaga, dan lajnah.

Sebelum acara ditutup, Syeih Fatih yang mengenakan pakaian jalabiyah ala Sudan dalam nasehatnya ia mengatakan Anda anda sekalian adalah anak-anakku semuanya, saya adalah bapak kamu sekalian, maka jangan khawatir, yang penting belajar dengan sungguh sungguh. datangkan 10 ribu warga Indonesia lagi, Sudan masih sangat lapang, tandasnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kontributor : PCI NU Sudan

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3751/pci-nu-sudan-adakan-bersilaturrahmi-lebaran

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 01 September 2013

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Hajatan besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), International Conference of Islamic Scholars (ICIS) II yang akan digelar di Jakarta pada 20-22 Juni mendatang, bertujuan ingin menciptakan keadilan dan perdamaian dunia.

Demikian ditegaskan Ketua Umum KH Hasyim Muzadi kepada PPQ Al-Amin Purwokerto ditemui di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Menurut Hasyim, dua hal (keadilan dan perdamaian) tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang harus dipenuhi. Perdamaian itu syaratnya adalah keadilan. Kalau tidak adil, tidak bisa ada perdamaian, terangnya.

Dukungan PBNU terhadap program nuklir Iran, kata Hasyim, merupakan bagian dari komitmen NU terhadap perwujudan keadilan dan perdamaian. (program nuklir red) Iran kita sokong. Kita harus bisa bersikap adil, karena nuklirnya itu merupakan hak dari bangsa Iran., jelasnya.

Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)


Hasyim: ICIS II Ingin Ciptakan Keadilan dan Perdamaian Dunia

Demikian juga dengan konflik umat Islam di Timur Tengah serta ketegangan antara dunia Timur dan Barat. Persoalan itu, kata Hasyim, juga menjadi perhatian dalam ICIS II nanti.

Kita juga berupaya meredakan konflik yang terjadi di Timur Tengah, misalkan konflik (kelompok) Hamas dan Fatah di Palestina. Begitu juga ketegangan antara Timur dan Barat yang akhir-akhir ini kembali memanas, terang Hasyim.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Namun demikian, imbuh Hasyim, upaya peredaan ketegangan itu tidak berarti pemihakan terhadap salah satu pihak. Konferensi internasional yang digagas oleh PBNU ini berupaya mengambil jalan tengah, yakni jalan moderat.

Ditegaskan Hasyim, cara-cara ekstrim dalam menghadapi sebuah persoalan umat yang marak belakangan ini, justru merugikan Islam sendiri. Fundamentalisme dan terorisme benar-benar telah merugikan Islam. Dan juga tidak adil kalau fundamentalisme dan terorisme itu diidentikkan dengan Islam, padahal keduanya juga ada di agama atau sekte manapun, tegasnya.

Demikian juga sebaliknya. Liberalisme yang juga menjadi fenomena umum di kalangan Islam dewasa ini, justru tidak memperbaiki masalah. Liberalisme itu malah menggerogoti akidah Islam. Al Quran dan Nabi Muhammad dikritik lah, macam-macam, ungkapnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

NU, kata Hasyim, turut memerangi terorisme. Namun demikian, katanya, sikap tersebut bukan berarti membela Amerika Serikat (AS). Garis moderat yang diambil oleh NU, katannya, berusaha menyeimbangkan antara keyakinan dan sikap toleransi.

Garis moderat NU itu bukannya semua di-iyani (Jawa: dibenarkan, red). Tapi ada keseimbangan antara keyakinan dan sikap toleran. Kalau terlalu mengedepankan keyakinan tapi tidak toleran, jadinya ekstrim. Begitu juga kalau terlalu toleran, jadinya liberal, jelas Hasyim.

Melalui ICIS II ini, Hasyim berharap akan tercipta kekuatan-kekuatan Islam moderat di dunia. ICIS II ini kita berharap kekuatan-kekuatan Islam moderat di dunia bisa bergabung, ujarnya. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/4577/hasyim-icis-ii-ingin-ciptakan-keadilan-dan-perdamaian-dunia

PPQ Al-Amin Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock