Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2015

Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air

Makkah, PPQ Al-Amin Purwokerto. Kejadian jatuhnya alat berat proyek (crane) di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (11/9) hendaknya menjadi spirit untuk terus pasrah dan hanya beribadah. Pada saat yang sama, doa dari tanah air juga sangat penting demi keselamatan seluruh jamaah.

Harapan ini disampaikan H Farmadi Hasyim saat dihubungi media ini, Sabtu (12/9) waktu setempat. "Saat itu saya dan rombongan masih berada di hotel," katanya. Namun demikian, meskipun dari kamar, dapat dilihat dengan jelas kedahsyatan badai pasir, disusul hujan deras serta kilat yang terus menyambar.

Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)


Pasca Musibah Jamaah Haji Harapkan Dukungan Doa dari Tanah Air

"Meski dari kamar hotel, mendengar cerita jamaah yang melihat langsung kejadian di Masjidil Haram, kami jadi merinding," kata Kasi Haji Kemenag Kota Surabaya ini.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Apalagi setelah kejadian, masih terlihat sisa-sisa kejadian yang memilukan tersebut. Banyaknya korban berjatuhan, baik yang wafat, terluka parah dan ada juga yang tersesat karena berhamburan lari menyelamatkan diri. "Belum lagi sirine ambulans dan mobil polisi yang hilir mudik di jalan menuju Masjidil Haram untuk mengevakuasi korban wafat maupun luka," ungkapnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Kejadian ini menyadarkan kita bahwa pasrah sebagai jalan terbaik," kata Wakil Ketua 1 PW Lembaga Dakwah NU Jatim ini. Bagi korban yang sedang dalam perawatan semoga bisa segera sembuh sehingga bisa mengikuti seluruh rangkaian haji maupun umrah, lanjutnya.

"Dan kepada para korban meninggal, semoga husnul khatimah dan tercatat sebagai syuhada karena meninggal saat beribadah di Masjidil Haram," harapnya.

Ustadz Farmadi, sapaan akrabnya juga mendoakan agar keluarga korban di tanah nair diberikan ketabahan menerima kenyataan ini. "Rasanya tidak akan ada yang menginginkan kejadian seperti ini menimpa jamaah," ungkapnya. Namun inilah takdir dan ketentuan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak zaman ajali, lanjutnya.

"Peristiwa ini kian menebalkan kepasrahan kita kepada Allah SWT untuk mengembalikan dan tawakkal kepada-Nya," katanya. Karenanya, Ustadz Farmadi berharap agar keluarga di tanah air berkenan terus mendoakan jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji dan umrah agar bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.

Seperti diberitakan sejumlah media, peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 17.30 waktu Makkah jelas. Dua jamaah haji Indonesia dikabarkan wafat dalam kecelakaan jatuhnya crane di Masjidil Haram. Sementara korban luka dari Indonesia berjumlah puluhan orang. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62153/pasca-musibah-jamaah-haji-harapkan-dukungan-doa-dari-tanah-air

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rabu, 12 Agustus 2015

Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai

Jombang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Cabang Baitul Mal Wattamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang sudah mulai digagas. Hal itu dapat dilihat dari pembangunan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Peterongan di lantai dua yang hendak dijadikan operasional cabang BMTNU setempat.

Pembangunan ini merupakan komitmen bersama yang dibangun segenap Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang yang memang mempunyai misi setiap MWCNU memiliki cabang BMTNU. Di samping itu, juga dorongan dari Pengelola BMTNU pusat, dan salah satu partai di Jombang.

Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)


Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai

"Ini terkait rencana pembangunan gedung MWCNU-MWCNU di Jombang. Bahwa setiap gedung MWCNU akan menyediakan satu ruang sebagai tempat atau kantor BMTNU," kata Sekretaris Umum BMTNU Muhammad Muchlis Irawan kepada PPQ Al-Amin Purwokerto, Sabtu (1/10).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Muchlis menambahkan, upaya mendirikan BMT di setiap MWCNU itu disambut positif oleh masing-masing Pengurus MWCNU di Jombang, misalnya pada awal pendirian cabang BMTNU di Kecamatan Bareng, Kesamben hingga di Peterongan ini.

"Kesimpulannya, dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama sampai MWCNU mendukung sepenuhnya berdirinya BMT," imbuhnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sedangkan M Subaidi Mukhtar, orang yang juga berkontribusi besar dalam setiap pendirian BMTNU di kota santri itu mengatakan, pembangunan lantai dua gedung yang berada di Desa Senden Kecamatan Peterongan itu merupakan hasil dari sinegitas antara MWCNU Peterongan, BMTNU Pusat dan cabang salah satu partai politik di Jombang.

"Ini adalah buah dari kerja sama yang sinergis dalam upaya peningkatan ekonomi warga nahdhiyin," kata M Subaidi Mukhtar. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71663/pembangunan-gedung-bmtnu-peterongan-sudah-dimulai

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 13 Desember 2014

Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr Maskuri Abdillah meminta agar umat Islam khususnya di Indonesia bersikap arif menerima pernyataan maaf Paus Benediktus XVI atas pidatonya, 12 September lalu, sehingga tidak memunculkan rekasi yang mengarah pada tindakan anarkis.

Sebagai umat Islam, kita patut menerima pernyataan maaf Paus (Benediktus XVI) tersebut. Apalagi umat katolik di Inodonesia juga sudah menyatakan permintaan maaf yang tulus atas pernyataan Paus, ungkap Maskuri Abdillah kepada PPQ Al-Amin Purwokerto di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, 164 Jakarta, Rabu (20/9).

Pembantu Rektor UIN Jakarta itu juga merasa optimis dengan sikap yang ditunjukkan NU dan Muhammadiyah. menurutnya, sikap kedua ormas keagamaan terbesar di Indonesia itu akan diiukti oleh sejumlah kelompok yang tidak puas atas permintaan maaf tulus Paus.Saya kira dengan adanya sikap yang ditunjukkan NU dan Muhammadiyah untuk menerima permintaan maaf Paus, maka itu sudah cukup mewakili sehingga tidak perlu bagi sejumlah pihak (kelompok yang tidak puas) misalnya untuk melakukan tindakan anarkis yang akhirnya merugikan kita semua, terangnya.

Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)


Umat Islam Perlu Bersikap Arif atas Pernyataan Maaf Paus

Kontroversi dan reaksi atas Paus Benediktus XVI muncul menyusul pernyataannya dalam kuliah umum di Universitas Regensburg, Bavaria, Jerman, 12 September lalu, saat Paus menelaah perbedaan Islam dan Kristen secara historis dan filosofis, dan hubungan kekerasan dengan agama.

Paus Benediktus XVI kemudian secara implisit menyebutkan keterkaitan Islam dengan kekerasan, khususnya dengan jihad atau perang suci.

Paus juga mengutip pernyataan Kaisar Bizantium, Manuel II Palaeologos ((1341-1391) saat berdialog dengan seorang Persia terpelajar yang menyatakan bahwa inovasi yang diperkenalkan oleh Nabi Muhammad adalah kejahatan dan tidak berperikemanusiaan (evil and inhuman). (dar)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5305/umat-islam-perlu-bersikap-arif-atas-pernyataan-maaf-paus

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 11 Desember 2014

Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan

Solo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Banyaknya dai yang memberikan kultum dan ceramah, khususnya di bulan Ramadhan ini, mestinya membuat umat Islam semakin paham akan ajaran Islam. Namun, terkadang yang terjadi justru sebaliknya. Banyaknya kalimat nasihat yang disampaikan, tidak berbanding lurus dengan banyaknya masyarakat yang mengamalkannya.

Hal tersebut, menurut keterangan yang terdapat dalam kitab al-Hikmah karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, disebabkan karena kurangnya keikhlasan para dai dalam menyampaikan nasihatnya.

Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan

Kata-kata nasihat orang yang ikhlas, meski sederhana akan mengena. Sebaliknya, ahli riya, kalimat nasihatnya akan dibuat-dibuat, justru menjadikan para pendengarnya gelap hati, terang Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf pada kajian yang diselenggarakan menjelang sahur di Gedung Bustanul Asyiqin Solo, Ahad (12/7) lalu.

Lebih lanjut dijelaskan Mustasyar PWNU Jateng itu, keikhlasan kalam dari para orang shaleh dan ulama menjadikan kalam mereka selama ribuan tahun sampai sekarang tetap diperhatikan dan dipelajari umat Islam.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Bahasa nasihat itu bahasa ikhlas, bukan sekedar pintar bicara atau indahnya bahasa. Kita lihat Nabi saw, kalau menyampaikan sederhana tapi maknanya dalam. Misal ketika ditanya apa itu iman? Dijawab Nabi, iman itu menjaga Islam, papar Habib Syech.

Kajian menjelang sahur ini diselenggarakan tiap dini hari Selama bulan Ramadhan di Gedung Bustanul Asyiqin Solo. Pada kegiatan tersebut menghadirkan beberapa ustadz antara lain Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, Kiai Anshori (LBM PCNU Solo), dan lainnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60915/habib-syech-nasihat-mengena-karena-faktor-keikhlasan

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 15 Mei 2014

For pesantren, 1945 Constitution is a mitsaqan ghalidhan

Jombang, PPQ Al-Amin Purwokerto. In dealing with the national cureent conditions, Tebuireng Islamic boarding school (pesantren) and the Hasyim Asyari University (Unhasy) called for the so-called National Messages of Pesantren Tebuireng as part of the ulema concern over the conditions facing the nation.

The purposeful messages were read by the younger brother of the late KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) on the sidelines of a meeting held in Pesantren Tebuireng on Sunday (5/2).

For pesantren, 1945 Constitution is a mitsaqan ghalidhan (Sumber Gambar : Nu Online)
For pesantren, 1945 Constitution is a mitsaqan ghalidhan (Sumber Gambar : Nu Online)


For pesantren, 1945 Constitution is a mitsaqan ghalidhan

At the scholarly event aimed at inaugurating the Center for KHM Hasyim Asyari Thought, the leader of Pesantren Tebuireng, Gus Sholah, said that Indonesia was such a very ideal masterpiece of the nations founding fathers. However, the nations 71 years journey is not sufficient to realize the ideals of independence.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"We still face many fundamental problems that must be solved," said Gus Sholah who is also one of the grandchildren of the founder of Nahdlatul Ulama (NU).

For pesantren, the Preamble of the 1945 Constitution is the mitsaqan ghalidhan (solid agreement) of the founding fathers being the basis of building the state as the embodiment of the ideals of the Indonesian nation. It underlines the basic goal of establishing the state and Pancasila.

"Therefore, the 1945 Constitution is a necessity that could no longer be changed," he said.

PPQ Al-Amin Purwokerto

According to Gus Sholah, the Indonesian and Islamic spirit initially contested, could successfully be integrated by the founding fathers.

"The combination that is a major factor of the nations unity and could be the potential to become a model for the world has to be upheld and preserved," he said, adding that there should be firm measures in dealing with any possible threat posed by those willing to undermine the national and Islamic spirit.

Present also at the occasion were former Minister of Religious Affairs Prof. Dr. M. Tholhah Hasan and Director of the Graduate School of UIN Jakarta Prof. Dr. Masykuri Abdillah, Vice Rector of Unhasy Haris Supratno, Deputy Leader of Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz. (Ibn Nawawi / Masdar)

Dari (National) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75220/for-pesantren-1945-constitution-is-a-mitsaqan-ghalidhan

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 20 Agustus 2013

Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik

PPQ Al-Amin Purwokerto - Tiba-tiba saya teringat dua buah Hadis Nabi Muhammad yang sayup-sayup mulai tak terdengar lagi lantaran tertutup oleh ulah (sejumlah) umat Islam yang hiruk-pikuk mengurusi "agama simbol" atau "agama gincu".

Hadis ini juga "nyaris lenyap" karena terhalangi oleh tingkah-polah sebagian kelompok Islam yang begitu heroik dan gegap-gempita menyerbu obyek-obyek mati yang dianggap sebagai "sumber syirik" (penyekutuan Tuhan) yang bisa mengotori kesucian serta menodai kemurnian dan keesaan Tuhan.

Oleh sejumlah kelompok Islam puritan-reformis ekstrim yang "kami tauhiden" (ketauhid-tauhidan atau "ketuhan-tuhanan"), obyek-obyek seperti kuburan, patung (patung orang atau binatang), batu nisan, dunia klenik, obyek-obyek yang dikeramatkan orang (seperti pohon, sungai, keris, binatang, gunung, batu, dlsb), atau bahkan gambar / foto / lukisan orang dan binatang itu semua bisa menyebabkan orang tersungkur ke dalam kekafiran dan kemusyrikan, dan karenanya wajib hukumnya untuk dimusnahkan dari muka bumi.

Karena itu, Anda jangan kaget kalau mereka di sejumlah tempat begitu bersemangat untuk merusak patung-patung (tentu saja tidak semua patung mereka obrak-abrik: misalnya patung polisi atau patung-patung di markas TNI ya mereka nggak berani he he).

Gambar-gambar atau foto orang atau binatang juga mereka musnahkan (tentu saja tidak semuanya: duit apa saja termasuk "duit Arab" yang ada foto dan gambarnya ya tetap saja mereka simpan he he). Bagi mereka, tidak ada "duit sekuler" atau "uang liberal". Semua uang bagi mereka adalah "religius" jadi tidak perlu dibakar dan dilenyapkan he he.

Eh sampai lupa belum menyebutkan bunyi Hadisnya. Hadisnya (yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim) kira-kira begini bunyinya: "Dan sesungguhnya demi Allah, saya tidak khawatir kalian akan berbuat syirik sepeninggalku. Akan tetapi saya justru takut kalian akan berebut dunia."

Dalam Hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya, saya tidak takut kalian berbuat syirik. Yang saya khawatirkan atas kalian adalah dunia. Kalian akan saling berlomba-lomba di dunia, dan saling bunuh. Maka kalian akan hancur sebagaimana hancurnya umat sebelum kalian."

Saya kira dua Hadis ini adalah "tamparan telak" buat sejumlah kaum Muslim yang begitu bergemuruh memburu obyek-obyek yang dianggap atau dituduh sebagai "biang kerok" syirik tetapi pada saat yang bersamaan, mereka justru tanpa sadar telah melakukan atau mempraktikkan tindakan syirik itu sendiri, yaitu "memberhalakan dunia".

Mereka benci setengah mati dengan kuburan tetapi cinta setengah mati dengan mall, hotel, supermarket, dlsb. Mereka hancurkan obyek-obyek spiritual yang dikeramatkan oleh umat tetapi pada saat yang sama mengeramatkan obyek-obyek modern. Mereka takut dengan "dunia klenik tradisional" tetapi mereka gandrung dengan "dunia klenik modern": teknologi.

Mereka mengaku anti-syirik dan pantang "menyekutukan Tuhan" tetapi mereka telah menuhankan obyek-obyek lain: pemimpin, raja, sultan, klerik, jabatan, kekuasaan, uang, harta, kekayaan, dlsb. Inilah yang saya maksud sebagai "syirik modern" sebagai lawan dari "syirik tradisional". "Cinta dunia" adalah "syirik modern".

Saya memandang "gerakan anti-syirik" (baca "syirik tradisional") yang dipropagandakan sejumlah kelompok Islam ekstrim-konservatif itu sebagai tindakan lebay, "genit", dan hipokrit untuk menutupi borok-borok mereka yang "gandrung" dengan duniawi. Betul kata Nabi di atas bahwa beliau tidak khawatir dengan perbuatan syirik, bahkan Tuhan pun tidak peduli orang mau berbuat syirik kek, kapir kek, karena memang Tuhan tidak butuh disembah dan tidak butuh sesembahan. Karena itu, jangan dikit-dikit bilang syirik, salah-salah kita sendiri yang justru terjerumus ke dalam kesyirikan. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/ini-yang-lebih-dikhawatirkan-nabi-daripada-syirik.html

Senin, 27 Mei 2013

Tidur Setelah Sahur Bisa Mengakibatkan Kanker

PPQ Al-Amin Purwokerto - Habis sahur memang ngantuk, tapi jangan langsung tidur, sebab ketika tidur semua organ dalam tubuh akan melambat metabolismenya, seperti usus dan lambung akan lambat dalam mencerna makanan. Akibatnya, makanan tidak tercerna dengan sempurna.

Makanan yang tidak tercerna dengan sempurna akan di "makan" oleh bakteri buruk. Di sinilah jumlah bakteri buruk di lambung dan usus menjadi lebih dominan, dimana sifat bakteri ini selalu anaerob (miskin oksigen) karena hasil metabolisme bakteri bersifat asam.

Tidur Setelah Sahur Bisa Mengakibatkan Kanker - PPQ Al-Amin Purwokerto
Tidur Setelah Sahur Bisa Mengakibatkan Kanker - PPQ Al-Amin Purwokerto


Tidur Setelah Sahur Bisa Mengakibatkan Kanker

Bakteri akan menghasilkan zat asam nitrit yang bersifat sangat asam. Asam nitrit akan meningkatkan derajat keasaman tubuh. Ketika derajat keasaman tubuh meningkat drastis, maka ia akan membebani sistem metabolisme tubuh.

Asam nitrit sangat beracun untuk liver Anda. Liver akan bekerja keras melawan racun. Sel darah putih akan gencar diproduksi untuk melawan bakteri jahat tadi. Tubuh kita akhirnya akan bekerja lebih keras hanya untuk menghilangkan racun. Terjadilah penumpukan gas racun amonia dalam tubuh akibat makanan yang tidak tercerna menjadi busuk dalam usus dan lambung.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kesimpulan

Tidur setelah sahur akan berkontra-indikasi terhadap tujuan puasa: yaitu ingin sehat, karena dapat merusak liver akibat dominanasi bakteri jahat dalam tubuh. Tidur setelah sahur akan menambah derajat PH keasaman sehingga tubuh menjadi an-aerob (miskin oksigen). Ingat, jika PH tubuh Anda

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rasulullah SAW tidak pernah tidur setelah sahur. Usahakan lawan kantuk dengan bertadarus, mengaji, membaca buku dan lainnya. Sekalian ibadah dan tambah pahala bukan? [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/tidur-setelah-sahur-bisa-mengakibatkan-kanker.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock