Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah

Sidoarjo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo meninta polisi untuk bertindak tegas kepada siapa saja yang menebar kebencian, berita hoax serta menyebarkan berita bohong. Pasalnya, yang menjadi korban bukan mahasiswa atau masyarakat awam, namun pejabat bisa juga menjadi korban berita tersebut.

"Kami berharap polisi bertindak tegas kepada siapa saja yang menyebarkan berita bohong, penebar kebencian dan hoax. Bayangkan, selevel pak Mahfud MD saja menjadi korban hoax, apalagi mahasiswa dan kita masyarakat awam," kata Rizza, Selasa (7/3).

GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah

Menurut Ketua GP Ansor Sidoarjo H Rizza Ali Faizin, jika seseorang membaca berita tanpa mengetahui duduk persoalan dan fakta yang ada, bisa saja orang tersebut akan menjadi korban berita hoax. Salah satunya Mahfud MD.

Riza mengungkapkan, pernyataan mantan Ketua MK Mahfud MD yang menyayangkan sikap GP Ansor dan Banser Sidoarjo saat menolak dai penceramah Khalid Basalamah di masjid Salahuddin Perumahan Puri Surya jaya Gedangan pada Sabtu (4/3) lalu, mungkin hanya mendengar atau membaca beberapa berita dari media online.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pada berita online tersebut memberitakan kalau Ansor melakukan pembubaran. Padahal, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Muh Anwar Nasir sudah menegaskan, Ansor dan Banser Sidoarjo tidak melakukan pembubaran pengajian. Karena, saat Khalid Basalamah turun, pengajian terus berlangsung dan digantikan ustadz lain hingga selesai.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Kami sangat menyayangkan peenyataan Pak Mahfud MD yang menyayangkan perjuangan kita sebelum ia mengetahui duduk persoalan dan fakta di lapangan. Seharusnya, sebelum berkomentar melakukan klarifikasi dan memastikan terlebih dahulu kejadian yang sebenarnya. Karena pernyataan Pak Mahfud MD melalui Twitter pribadinya tersebut dijadikan rujukan beberapa media massa, online yang selama ini mendiskreditkan Ansor, serta menyudutkan Ansor telah berlaku anarkhi dan tidak manusia kepada sesama Muslim," ujarnya.

Budaya literasi, membaca, menyaring dan memastikan terlebih dahulu kebenaran serta validitas kabar baik di media online, situs media massa sebelum ditanggapi atau menyebarkannya sangat perlu untuk diterapkan.

Mantan Sekretaris Ansor Sidoarjo itu berharap, ke depan masyarakat terutama para tokoh yang menjadi rujukan publik lebih berhati-hati dalam berkomentar, terutama di media sosial. Pasalnya, ada kemungkinan pernyataan tersebut dapat dijadikan alat untuk mendiskriditkan kelompok lain dan lebih parahnya kalau dijadikan alat untuk mengadu domba serta memecah persatuan.

"Kenapa kita harus menolak dan mewaspadai penceramah provokatif, karena hal ini akan mengganggu kondusifitas serta mengancam kerukunan umat beragama," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Mahfud MD mengomentari atas tindakan GP Ansor yang menolak isi ceramah Khalid Basalamah di Sidoarjo akhir pekan lalu. GP Ansor tidak melakukan pembubaran pengajian karena mana mungkin melakukan yang biasanya mereka lakukan juga.

Mahfud ngetwitt sebagai berikut: "Sy kira perlu dijerninhkan oleh NU atau GP Ansor. Jgn2 disusupi pemecahbelah. Mengapa membubarkan pengajian ttg akhlaq berkeluarga?" (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75901/gp-ansor-sidoarjo-bukan-membubarkan-pengajian-tapi-menolak-isi-ceramah-

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 25 Maret 2016

Isi Ceramah di Korsel, KH Anwar Zahid Paparkan 4 Rukun Taubat

Gumi, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ada yang berbeda di tahun baru 2017 bagi WNI di Korea Selatan khususnya bagi warga Nahdliyin Korsel. Pasalnya, mereka kedatangan sosok kiai fenomenal dari Indonesia yang terkenal dengan gaya khasnya "Qulhu Ae Lek Kesuwen", KH Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur pada Ahad (1/1).

KH Anwar Zahid diundang untuk mengisi pengajian dalam rangka Harlah Mushola Al-Azhar ke-3 yang diselenggarakan di daerah Gumi, Provinsi Kyeongsambuk-do, Korea Selatan.

Isi Ceramah di Korsel, KH Anwar Zahid Paparkan 4 Rukun Taubat (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Ceramah di Korsel, KH Anwar Zahid Paparkan 4 Rukun Taubat (Sumber Gambar : Nu Online)


Isi Ceramah di Korsel, KH Anwar Zahid Paparkan 4 Rukun Taubat

Pengajian yang dihadiri lebih dari 5000 WNI ini berjalan ramai tapi tertib. Kegiatan tersebut juga dibuka stan-stan yang menjual berbagai macam produk khas Indonesia seperti makanan, pakaian, perlengkapan sholat, batik, peci, buku, dan jajanan ringan. Seperti yang tampak di stan PCINU Korsel yang menjual batik, peci, sarung, kaos-kaos khas NU.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dalam ceramahnya, KH Anwar Zahid mengajak hadirin untuk tetap berbuat baik kepada siapa saja terutama orang tua, bertaubat atas kesalahan yang pernh diperbuat.

Menurutnya, rukun taubat itu ada 4. Pertama, Algetuni (getun/menyesal), menyesal atas apa yang pernh diperbuat. Kedua, Almandegi (Mandek/berhenti) berhenti melakukan kesalahan itu lagi. Ketiga janji, janji untuk tidak mengulangi perbuatan. Keempat, minta maaf dan memaafkan.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jamaah yang hadir tampak antusias mendengarkan taushiyah KH Anwar Zahid yang sesekali diselingi dengan humor khasnya.

Diakhir acara pengajian juga diadakan penggalangan dana pembangunan Masjid Agung Daegu, masjid yang didirikan oleh WNI Korsel di wilayah Daegu. Penggalangan dana terkumpul sebesar 40.144.390 Won atau kurang lebih 450 juta rupiah. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/74319/isi-ceramah-di-korsel-kh-anwar-zahid-paparkan-4-rukun-taubat

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rabu, 08 Oktober 2014

Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi

PPQ Al-Amin Purwokerto - Ketika MUI Ditunggangi Irfan Helmi Wahabi

Kritik Ulah Wahabi

Grand Syeikh Unversitas Al-Azhar Cairo Mesir, Prof. Dr.

Ahmad Muhammad Ath-Thayyib, jadi rebutan legitimasi kalangan Islam garis keras

(harus dibedakan dengan garis lurus, red) ketika datang ke Indonesia untuk

mengisi ceramah umum di Kantor MUI Pusat pada Senin (22/2/2016).

Adalah Irfan Helmi, seorang pegawai MUI yang memanfaatkan

ceramah Prof. Ahmad Thayyib untuk membuat fitnah dan propaganda. Dari situs

pribadinya, ia menyebut ceramah Syeikh Al-Azhar tersebut sebagai tasykik (mengaburkan substansi

masalah) dan terkesan simplikasi (menyederhanakan masalah).

Pria kelahiran 1970 asli Jogjakarta tersebut dengan percaya diri

dan tanpa kikuk menyebut “Pimpinan MUI tidak sependapat jika dikatakan Syiah

dan Sunni adalah Bersaudara.” Irfan yang mengatasnamakan Pimpinan MUI itu

menyatakan tidak relevan lagi jika membedakan Syiah sebelah mana yang harus disebut

keluar dari Islam.

Akhirnya, pemuda lulusan PP. Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga

ini mengajak khalayak untuk tetap menyesatkan Syiah dengan lima ajarannya,

yakni mengutuk shahabat, terbebasnya imam dari dosa, tidak mengakui khulafa’ur

rasyidin, tahrif Al-Qur’an serta nikah mut’ah. Baginya, semua Syiah berkeyakinan seperti itu.

Padahal, Grand Syeikh Al-Azhar yang datang ke MUI itu mengatakan “Tidak bisa

semuanya dikafirkan. Karena memang tidak mudah kita mengafirkan orang.”

Prof. Dr. Ahmad Thayyib juga menyatakan jika ada yang mencela dan mencaci sahabat Rasul seperti Abu Bakar, Umar, dan lainnya, maka itu bukan

ajaran yang benar dan merupakan kebodohan. Ini yang hendak diserang oleh Irfan

Helmi yang namanya tidak tercantum pada jajaran Pengurus Hasil Munas 2015 di website

resmi MUI www.mui.or.id. Isi ceramah Grand

Syeikh bisa Anda lihat di Ceramah Grand Syeikh Al-Azhar di MUI.

Namanya saja tidak tercantum di website resmi, apalagi fatwa

provokatifnya itu. Jika saat ini (25 Februari 2016) Anda mengetik nama Irfan

Helmi di kotak search situs MUI, tentu kecewa. Tidak akan ketemu. Justru Anda

akan mendapatkan link klarifikasi atas broadcastnya yang “menyimpang.”

Dosa Fitnah Grand Syeikh Al azhar, Ahmad Thayyib Kalau saja pernyataan ustadz wahabi yang, konon, penasehat acara

Khazanah TransTv itu tidak disebarkan, dia terbebas dari dosa fitnah dan hoax. Masalahnya, itu sudah menjadi viral di Facebook dan WhatsApp. Ini salah satu link di Facebook. Rangkuman Irfan.

Artinya, kebohongan dia sudah diulang-ulang hingga seakan berubah jadi kebenaran.

Kuantitas penyebaran pesan melalui media online sekarang ini sudah melebihi

virus komputer dan kanker otak. Yang benar bisa bisa jadi salah, begitu juga sebaliknya.

Hanya membuat konten tulisan provokatif, Irfan Helmi bisa

mempropaganda atas ribuan pikiran pengguna media sosial dalam waktu singkat tanpa biaya. Media-media berhaluan

radikal pun rebutan memuat berita yang mempertanyakan misi Grand Syeikh itu.

Selain Portal Piyungan (dulunya PksPiyungan), situs Ar-Rahma [dot] com juga tak terlewat memuat judul “Syeikh al-Azhar Datang ke

Indonesia Membawa Misi Islam atau Syiah”. Situs rujukan jihadis radikal itu mewawancarai narasumber bernama Irfan S

Awwas, dari Majelis Mujahidin, yang dalam komentarnya memberikan tugas kepada alumni Timur Tengah

untuk tetap mengafirkan Syiah tanpa takut berbeda pendapat dengan Syeikh-nya. Inikah

yang disebut dakwah? Inikah yang disebut adab? Mengajak murid menantang

gurunya?

Tentu banyak yang tersengat telinga atas ceramah Grand

Syeikh Ahmad Thayyib. Sebab, kedudukan Grand Syeikh di Mesir setara dengan

perdana menteri yang punya pengaruh besar di dunia. Lihat tulisan Kedudukan Grand Syeikh Al-Azhar Mesir.

Statemen kedua Irfan di atas (Majelis Ulama dan Mejelis

Mujahidin) sudah banyak direpost dan direblog ke Blog, Facebook dan media sosial

lainnya. Tujuannya hanya ingin menggelembungkan suara “Syiah Bukan Islam”. Jika masih terus ada di MUI, Irfan Helmi akan leluasa

memprogandakan Syiah sebagai musuh bersama.

Pada 7 Juni 2013, Fajr Muchtar, seorang Kompasaner pernah menulis ulah Irfan Helmi yang meresahkan. Dalam tulisan Menyoal Surat Dukungan ke MUI Tentang Syiah, Muchtar mempertanyakan pencatutan nama MUI karena terkesan memperkeruh kerukunan Sunni-Syiah di Indonesia.

Muchtar gelisah sejak wall Facebooknya mendapatkan link pesan berantai bahwa akan ada kelompok Syiah yang menggugat Fatwa Penyesatan MUI dengan tuntutan kerugian 1 milyar setiap hari sejak fatwa tersebut beredar.

Karena masalah peradilan itulah, MUI minta dukungan masyarakat dengan

megirimkan petisi ke email irfanh70@gmail.com.

Padahal, itu adalah hoax yang dibuat-buat Irfan Helmi. Penelusuran Muchtar berbuah kecewa karena di situs MUI

pun tidak ada permintaan dukungan kepada masyarakat.

Orang-orang seperti Irfan bukan hanya satu. Ada banyak. Dan tanpa

sungkan memutarbalikkan fakta. Bid’ah gagal digarap, Syiah tidak berhasil

meluas, fitnah lah yang digunakan. MUI giliran kena sasaran. Kerjaan khas muslim garis

keras Wahabi. Saya masih menyebutnya muslim.

Alhamdulillah, situs-situs pedukung MUI masih ada

semacam muslimedianews.com, arrahmah.co.id, salafynews.com, PPQ Al-Amin Purwokerto, elhooda.net,

voa-islamnews.com, dan lainnya yang tidak mudah mengafirkan golongan lain.

Hati-hati dengan nama dua Irfan di atas. Pemikiran Grand

Syeikh Al-Azhar saja diputarbalikkan, apalagi pemikiran anak kuliahan. Cek

saja kebohongan Irfan Helmi dengan mencari pernyataan asli target fitnah yang hendak ia gulirkan

kembali, esok hari, kalau dia masih ada di MUI. Pemikiran Prof. Dr. Ahmad

Thoyyib tentang Syiah bisa Anda lacak dengan mudah di Youtube. Silakan klik video di atas untuk mengetahui salah satu pemikiran beliau. PPQ Al-Amin Purwokerto

M Abdullah Badri, Pengurus PCNU LTN Jepara

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/ketika-mui-ditunggangi-wahabi.html

Senin, 16 Desember 2013

Refleksi Harlah ke-91: NU Tak Cukup Dioperasikan dari Meja Kantor

PPQ Al-Amin Purwokerto - Tidak terasa, usia Nahdlatul Ulama (NU) memasuki 91 tahun menurut hitungan kalender miladiyah. Usia yang bukan lagi remaja atau dewasa. NU sudah tua dan benar-benar tua. Oleh sebab itu, gerakannya sudah mengalami dinamika yang beragam.

Catatan 2017 menunjukkan bahwa prestasi NU sebagai organisasi kemasyarakatan sudah luar biasa. Ini dibuktikan dengan makin bertambahnya jumlah Pimpinan Cabang Istimewa di Timur Tengah, Afrika dan Eropa. Jejaring NU ke luar negeri juga sudah tertata secara rapi.

Dari catatan data organisasi NU yang sudah resmi berdiri: 34 Pengurus Wilayah (tingkat Provinsi), 27 Pimpinan Cabang Istimewa (berada di luar negeri), 500 lebih Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota) dan 32.000 lebih Majelis Wakil Cabang (tingkat Kecamatan).

Refleksi Harlah ke-91: NU Tak Cukup Dioperasikan dari Meja Kantor - PPQ Al-Amin Purwokerto
Refleksi Harlah ke-91: NU Tak Cukup Dioperasikan dari Meja Kantor - PPQ Al-Amin Purwokerto


Refleksi Harlah ke-91: NU Tak Cukup Dioperasikan dari Meja Kantor

Gerakan Islam Nusantara turut mengantarkan kekhasan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan ciri moderat. Diakui bahwa NU yang dulunya dikatakan tradisional dan konservatif, hari ini sudah tidak begitu saja dikatakan demikian.

Nyatanya NU mau dan terbuka mengejar ketertinggalan dengan melakukan moderasi dan modernisasi kelembagaan sesuai dengan visi ahlussunnah wal jama'ah annahdliyyah. Generasi muda NU dengan arahan para ulama pesantren sudah mulai menunjukkan arah gerakan pendidikan inklusif.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kebesaran NU sebagai organisasi Islam ini seiring dengan mandat pendiriannya, yakni NU sebagai garda depan organisasi dakwah dan pendidikan bagi umat Islam Indonesia. Maka mengusung tema Islam Nusantara dalam Muktamar NU 33 di Jombang menjadi sangat tepat.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Suasana Indonesia sekarang sudah makin jelas sekali. Arus radikalisme dan wahabisme sudah mulai makin nyata menjadi gerakan taqiyyah (terselubung) dan mudzaharah (demonstrasi). Dua model gerakan itu sudah bisa dilihat dengan pola masing-masing.

Sejak NU berdiri lewat Komite Hijaz sudah jelas, bagaimana negosiasi para Kyai kepada Raja Saudi agar memberikan lima hal: kebebasan bermadzhab, mempertahankan situs bersejarah, membuat biaya haji terjangkau, menulis hukum yang berlaku di Hijaz dan menerima utusan ulama Indonesia dengan jawaban resmi Raja Saudi.

Lewat perjuangan itulah, ulama Nusantara kemudian mendirikan organisasi NU pada 31 Januari 1926. Arah tujuan NU menjadi semakin jelas hingga usianya ke-91 yaitu sebagai penerus perjuangan ulama ahlussunnah wal jama'ah.

Tugas berat yang dipikul NU hari ini adalah pada penguatan ideologi keagamaan dan kebangsaan. Dua program penguatan ideologi ini menjadi sangat penting dalam mempertahankan predikat NU sebagai organisasi terbesar Islam Nusantara ini.

Oleh sebab itu, 91 tahun usia NU mengantarkan bagaimana dibutuhkan langkah-langkah nyata dalam penguatan ideologi dimaksud agar kekhasan NU tidak hilang. Hal ini penting sekali, mengingat perkembangan pemikiran jam'iyyah dan jama'ah NU sudah mulai cepat akibat arus globalisasi.

Modal utama penguatan ideologi ini bertumpu pada kekuatan nasehat para Kyai di Syuriyah dan Musytasyar dengan mengawal dasar-dasar keNUan. Sedangkan Tanfidziyah melaksanakan perintah Kyai dan menyatu dengan jama'ah NU yang berada di kampung-kampung.

Kesan NU struktural dan kultural yang selama ini didengungkan tidak akan ada lagi sepanjang pengurus NU mau dan benar-benar rajin turun ke basis. NU bukan organisasi yang cukup dioperasikan dari meja kantor, tapi NU harus dekat dengan jama'ahnya. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

M. Rikza Chamami, dosen UIN Walisongo dan Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang

Baca: NU Pasca Aksi 212

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/refleksi-harlah-ke-91-nu-tak-cukup-dioperasikan-dari-meja-kantor.html

Selasa, 20 Agustus 2013

Ini Yang Lebih Dikhawatirkan Nabi Daripada Syirik

PPQ Al-Amin Purwokerto - Tiba-tiba saya teringat dua buah Hadis Nabi Muhammad yang sayup-sayup mulai tak terdengar lagi lantaran tertutup oleh ulah (sejumlah) umat Islam yang hiruk-pikuk mengurusi "agama simbol" atau "agama gincu".

Hadis ini juga "nyaris lenyap" karena terhalangi oleh tingkah-polah sebagian kelompok Islam yang begitu heroik dan gegap-gempita menyerbu obyek-obyek mati yang dianggap sebagai "sumber syirik" (penyekutuan Tuhan) yang bisa mengotori kesucian serta menodai kemurnian dan keesaan Tuhan.

Oleh sejumlah kelompok Islam puritan-reformis ekstrim yang "kami tauhiden" (ketauhid-tauhidan atau "ketuhan-tuhanan"), obyek-obyek seperti kuburan, patung (patung orang atau binatang), batu nisan, dunia klenik, obyek-obyek yang dikeramatkan orang (seperti pohon, sungai, keris, binatang, gunung, batu, dlsb), atau bahkan gambar / foto / lukisan orang dan binatang itu semua bisa menyebabkan orang tersungkur ke dalam kekafiran dan kemusyrikan, dan karenanya wajib hukumnya untuk dimusnahkan dari muka bumi.

Karena itu, Anda jangan kaget kalau mereka di sejumlah tempat begitu bersemangat untuk merusak patung-patung (tentu saja tidak semua patung mereka obrak-abrik: misalnya patung polisi atau patung-patung di markas TNI ya mereka nggak berani he he).

Gambar-gambar atau foto orang atau binatang juga mereka musnahkan (tentu saja tidak semuanya: duit apa saja termasuk "duit Arab" yang ada foto dan gambarnya ya tetap saja mereka simpan he he). Bagi mereka, tidak ada "duit sekuler" atau "uang liberal". Semua uang bagi mereka adalah "religius" jadi tidak perlu dibakar dan dilenyapkan he he.

Eh sampai lupa belum menyebutkan bunyi Hadisnya. Hadisnya (yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim) kira-kira begini bunyinya: "Dan sesungguhnya demi Allah, saya tidak khawatir kalian akan berbuat syirik sepeninggalku. Akan tetapi saya justru takut kalian akan berebut dunia."

Dalam Hadis lain yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Sesungguhnya, saya tidak takut kalian berbuat syirik. Yang saya khawatirkan atas kalian adalah dunia. Kalian akan saling berlomba-lomba di dunia, dan saling bunuh. Maka kalian akan hancur sebagaimana hancurnya umat sebelum kalian."

Saya kira dua Hadis ini adalah "tamparan telak" buat sejumlah kaum Muslim yang begitu bergemuruh memburu obyek-obyek yang dianggap atau dituduh sebagai "biang kerok" syirik tetapi pada saat yang bersamaan, mereka justru tanpa sadar telah melakukan atau mempraktikkan tindakan syirik itu sendiri, yaitu "memberhalakan dunia".

Mereka benci setengah mati dengan kuburan tetapi cinta setengah mati dengan mall, hotel, supermarket, dlsb. Mereka hancurkan obyek-obyek spiritual yang dikeramatkan oleh umat tetapi pada saat yang sama mengeramatkan obyek-obyek modern. Mereka takut dengan "dunia klenik tradisional" tetapi mereka gandrung dengan "dunia klenik modern": teknologi.

Mereka mengaku anti-syirik dan pantang "menyekutukan Tuhan" tetapi mereka telah menuhankan obyek-obyek lain: pemimpin, raja, sultan, klerik, jabatan, kekuasaan, uang, harta, kekayaan, dlsb. Inilah yang saya maksud sebagai "syirik modern" sebagai lawan dari "syirik tradisional". "Cinta dunia" adalah "syirik modern".

Saya memandang "gerakan anti-syirik" (baca "syirik tradisional") yang dipropagandakan sejumlah kelompok Islam ekstrim-konservatif itu sebagai tindakan lebay, "genit", dan hipokrit untuk menutupi borok-borok mereka yang "gandrung" dengan duniawi. Betul kata Nabi di atas bahwa beliau tidak khawatir dengan perbuatan syirik, bahkan Tuhan pun tidak peduli orang mau berbuat syirik kek, kapir kek, karena memang Tuhan tidak butuh disembah dan tidak butuh sesembahan. Karena itu, jangan dikit-dikit bilang syirik, salah-salah kita sendiri yang justru terjerumus ke dalam kesyirikan. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/06/ini-yang-lebih-dikhawatirkan-nabi-daripada-syirik.html

Senin, 16 Juli 2012

NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren

Jakarta, PPQ Al-Amin PurwokertoMenyambut bulan Ramadhan yang kian dekat, NUTIZEN, media baru berbasis aplikasi yang berisi video, audio, dan news aggregator, sudah menyiapkan teknologi untuk live streaming (siaran langsung) ngaji bulan puasa di 30 pesantren di Indonesia.

Kami sudah berjejaring dengan teman-teman di pelbagai pondok. Beberapa sudah mulai uji coba livestreaming, berhasil. Tinggal ngaji posonan (Ramadhan-red) saja, tutur Savic Ali, Direktur aplikasi NUTIZEN, Jumat (27/05).

NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren

Pesantren yang sudah uji coba teknologi live streaming ini antara lain Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta; Pesantren Al Jihad Surabaya; Pesantren Sirajuth Thalibin Brabo, Grobogan; Pesantren Darul Ishlah Jakarta; Pesantren Asnawiyah Demak, dan lainnya. Bukan hanya itu, beberapa Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) juga sudah uji coba acara mereka, misalnya, PCINU Malaysia, PCINU Tunisia dan menyusul PCINU di negara lain.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ini adalah ikhtiar sederhana kami sebagai santri untuk berbakti kepada kiai-kiai dan pesantren. Melalui teknologi ini, insyaallah pesantren akan menjangkau lebih banyak jamaah, tambahnya.

Lalu, bagaimana cara supaya pesantren bisa juga live streaming kegiatan mereka?

PPQ Al-Amin Purwokerto

Langsung saja kontak redaksi, nanti akan langsung segera ditindaklanjuti atau bisa via media sosial NUTIZEN, tutupnya.

NUTIZEN sendiri adalah aplikasi yang digawangi oleh anak-anak muda NU dan bergerak di bidang video dan tv streaming. Ada banyak sekali video keislaman dan musik religi yang disajikan sebagai sarana belajar Islam melalui sumber terpercaya. Di aplikasi ini pula pengguna telepon pintar bisa ikut ngaji langsung dengan kiai-kiai sepuh seperti KH Maimoen Zubair, KH Mustofa Bisri, Habib Luthfi, KH Said Aqil Siradj dan lain-lain. Aplikasi ini bisa diunduh gratis di playstore dengan tautan ini. (Red: Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/68541/nutizen-akan-siarkan-langsung-ngaji-ramadhan-di-30-pesantren

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 10 Agustus 2010

Banser Tulungagung Latih CBP IPNU

Tulungagung, PPQ Al-Amin Purwokerto. Banser Tulungagung, Jawa Timur, memberikan pelatihan kepada Corp Brigade Pembangunan (CBP) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Tulungagung mulai 22 sampai 24 Desember 2015.

Pelatihan yang diikuti 100 peserta tersebut berlangsung di halaman MTs Wali Songo Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki, sekitar 30 km di selatan Kota Tulungagung.

Banser Tulungagung Latih CBP IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tulungagung Latih CBP IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Banser Tulungagung Latih CBP IPNU

Ketua IPNU Tulungagung A.Rofiq mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka pemantapan kaderisasi pelajar NU dalam menanamkan jiwa kedisiplinan berorganisasi, keaswajaan, berbangsa, dan bernegara.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Para peserta kegiatan tersebut mendapatkan pelatihan peraturan baris-berbaris, beladiri, ke-NU-an, dan kebangsaan. (Yoyok Mubarok/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/64498/banser-tulungagung-latih-cbp-ipnu

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock