Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2016

GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah

Sidoarjo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo meninta polisi untuk bertindak tegas kepada siapa saja yang menebar kebencian, berita hoax serta menyebarkan berita bohong. Pasalnya, yang menjadi korban bukan mahasiswa atau masyarakat awam, namun pejabat bisa juga menjadi korban berita tersebut.

"Kami berharap polisi bertindak tegas kepada siapa saja yang menyebarkan berita bohong, penebar kebencian dan hoax. Bayangkan, selevel pak Mahfud MD saja menjadi korban hoax, apalagi mahasiswa dan kita masyarakat awam," kata Rizza, Selasa (7/3).

GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)


GP Ansor Sidoarjo: Bukan Membubarkan Pengajian, Tapi Menolak Isi Ceramah

Menurut Ketua GP Ansor Sidoarjo H Rizza Ali Faizin, jika seseorang membaca berita tanpa mengetahui duduk persoalan dan fakta yang ada, bisa saja orang tersebut akan menjadi korban berita hoax. Salah satunya Mahfud MD.

Riza mengungkapkan, pernyataan mantan Ketua MK Mahfud MD yang menyayangkan sikap GP Ansor dan Banser Sidoarjo saat menolak dai penceramah Khalid Basalamah di masjid Salahuddin Perumahan Puri Surya jaya Gedangan pada Sabtu (4/3) lalu, mungkin hanya mendengar atau membaca beberapa berita dari media online.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pada berita online tersebut memberitakan kalau Ansor melakukan pembubaran. Padahal, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Muh Anwar Nasir sudah menegaskan, Ansor dan Banser Sidoarjo tidak melakukan pembubaran pengajian. Karena, saat Khalid Basalamah turun, pengajian terus berlangsung dan digantikan ustadz lain hingga selesai.

PPQ Al-Amin Purwokerto

"Kami sangat menyayangkan peenyataan Pak Mahfud MD yang menyayangkan perjuangan kita sebelum ia mengetahui duduk persoalan dan fakta di lapangan. Seharusnya, sebelum berkomentar melakukan klarifikasi dan memastikan terlebih dahulu kejadian yang sebenarnya. Karena pernyataan Pak Mahfud MD melalui Twitter pribadinya tersebut dijadikan rujukan beberapa media massa, online yang selama ini mendiskreditkan Ansor, serta menyudutkan Ansor telah berlaku anarkhi dan tidak manusia kepada sesama Muslim," ujarnya.

Budaya literasi, membaca, menyaring dan memastikan terlebih dahulu kebenaran serta validitas kabar baik di media online, situs media massa sebelum ditanggapi atau menyebarkannya sangat perlu untuk diterapkan.

Mantan Sekretaris Ansor Sidoarjo itu berharap, ke depan masyarakat terutama para tokoh yang menjadi rujukan publik lebih berhati-hati dalam berkomentar, terutama di media sosial. Pasalnya, ada kemungkinan pernyataan tersebut dapat dijadikan alat untuk mendiskriditkan kelompok lain dan lebih parahnya kalau dijadikan alat untuk mengadu domba serta memecah persatuan.

"Kenapa kita harus menolak dan mewaspadai penceramah provokatif, karena hal ini akan mengganggu kondusifitas serta mengancam kerukunan umat beragama," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Mahfud MD mengomentari atas tindakan GP Ansor yang menolak isi ceramah Khalid Basalamah di Sidoarjo akhir pekan lalu. GP Ansor tidak melakukan pembubaran pengajian karena mana mungkin melakukan yang biasanya mereka lakukan juga.

Mahfud ngetwitt sebagai berikut: "Sy kira perlu dijerninhkan oleh NU atau GP Ansor. Jgn2 disusupi pemecahbelah. Mengapa membubarkan pengajian ttg akhlaq berkeluarga?" (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75901/gp-ansor-sidoarjo-bukan-membubarkan-pengajian-tapi-menolak-isi-ceramah-

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 01 November 2015

45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama, 45 cabang menyatakan siap hadir pada kegiatan yang akan berlangsung di Asrama Haji, Batam, Kepulauan Riau.

Ketua panitia kegiatan tersebut Eko Agus Priyono menjelaskan persiapan panitia sejauh ini sudah berjalan 50 persen. Panitia akan terus berusaha untuk mendatangkan cabang Lakpesdam di seluruh Indonesia yang terdiri dari 23 Pengurus Wilayah dan 70 Pengurus Cabang.

45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU (Sumber Gambar : Nu Online)


45 Cabang Siap Hadiri Rakernas Lakpesdam NU

Dalam Rakernas 14-16 April 2015 nanti, kata dia, kami mempunyai target untuk menghadirkan seluruh cabang Lakpesdam di Indonesia. Hasil rapat panitia terakhir, besar kemungkinan ada 65 cabang yang bakal hadir. Sekarang aja sudah 45 cabang yang sudah mengkonfirmasi, diantaranya, cabang Kalimantan Selatan, Wonosobo, Ngawi, Bandung, Banten, Gresik, KEPRI, dll, kata Eko di Jakarta, Kamis (12/3).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Di tempat terpisah, Ketua Lakpesdam NU, Yahya Maksum mengatakan, Rakernas ini akan menjadi ajang perekat bagi seluruh pengurus cabang Lakpesdam di Indonesia. Menurutnya, momentum seperti itu perlu dimaksimalkan secara baik untuk melakukan silaturrahmi dan membahas isu-isu strategis.

Sementara itu, Sekretaris Lakpesdam, Lilis Nurul Husna menambahkan, Lakpesdam sebagai lembaga NU yang bergerak di bidang pengembangan SDM akan terus bergerak dan mengawal perjalanan NU kearah yang lebih baik.

Dengan mengusung tema Memperkuat Kader, Khidmah, dan Gerakan NU untuk Indonesia Berdaulat tentu kita mencoba untuk mengajak seluruh warga NU ini merasa memiliki NU dan bisa turut andil dalam memperjuangkan cita-cita NU, harap Lilis. (Agus Bahaudin Anwar/Abdullah Alawi)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58149/45-cabang-siap-hadiri-rakernas-lakpesdam-nu

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 09 April 2015

KH Tholchah Hasan: Ada 3 Penyakit Umat Islam Menurut Hadratussyaikh

Malang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Tholchah Hasan menilai bahwa Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari adalah pemimpin umat yang populis dan moderat.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma) ini menambahkan, ada tiga penyakit yang menjangkiti umat Islam menurut KH Hasyim Asyari, yakni kebodohan, kemiskinan, dan perpecahan.

KH Tholchah Hasan: Ada 3 Penyakit Umat Islam Menurut Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Tholchah Hasan: Ada 3 Penyakit Umat Islam Menurut Hadratussyaikh (Sumber Gambar : Nu Online)


KH Tholchah Hasan: Ada 3 Penyakit Umat Islam Menurut Hadratussyaikh

Dan untuk menghadapinya, Hadratussyaikh mencanangkan tiga bidang perjuangan, yaitu pendidikan, kemandirian; dan persatuan bangsa dan anti penjajahan, katanya.

Kiai Tholchah menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada seminar nasional bertema Hadratussyaikh Hasyim Asyari, Pemikiran dan Metodologinya yang diselenggarakan Unisma bekerja sama dengan atase Kementerian Agama Saudi Arabia, Sabtu (30/5), di Malang, Jawa Timur.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Bidang pendidikan, ia tunjukkan dengan eksistensi Pesantren Tebuireng, kemandirian ia tunjukkan dengan membangun etos kerja para petani dan pedagang. Dan yang terakhir, kemerdekaan dari penjajahan ia tunjukkan dengan kegigihannya dalam perjuangan membela negara, tambahnya lagi.

Mbah Hasyim wafat pada sekitar jam tiga setelah mendengar berita bahwa Malang berhasil direbut oleh penjajah, pada saat itulah ia hanya bisa berbicara Masya Allah! dan akhirnya kesehatannya semakin memburuk dan tidak lama kemudian wafat, kisah mantan Menteri Agama era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Di hadapan sekitar 200 peserta seminar, Kiai Tolchah mengisi acara bersama 3 narasumber lainnya, yakni KH Ali Mustafa Yaqub, Imam Masjid Istiqlal Jakarta yang juga salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI); KH Syukron Makmun, ketua organisasi Ittihadul Muballighin dan Pengasuh Pesantren Darur Rohman, serta Syaikh Ibrahim Sulaiman An-Nughaimsyi mewakili atase keagamaan Saudi Arabia.

KH Tolchah Hasan mengharapkan keberhasilan Mbah Hasyim dalam hal kaderisasi pemimpin umat Islam diadopsi pula oleh Unisma, salah satu perguruan tinggi NU di Malang. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/59891/kh-tholchah-hasan-ada-3-penyakit-umat-islam-menurut-hadratussyaikh

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 17 Maret 2015

Membuat Ramuan Daun Pegagan

PPQ Al-Amin Purwokerto - Hampir semua bagian tanaman pegagan dapat digunakan sebagai obat ramuan tunggal ataupun dikombinasikan denga campuran ramuan tanaman herbal lainnya. Berikut diantaranya merupakan dua cara untuk membuat ramuan dari tanaman pegagan:

Membuat Ramuan Daun Pegagan - PPQ Al-Amin Purwokerto
Membuat Ramuan Daun Pegagan - PPQ Al-Amin Purwokerto


Membuat Ramuan Daun Pegagan

Cara Pertama (Konsumsi)

Bahan-bahan: 1 genggam daun pegagan 5 batang, batang tapak lima ½ genggam, daun jintan hitam 1 sendok makan, madu 1 gelas, air putih (200 ml)

Cara membuat: Cuci bersih semua bahan, lalu masukan dalam panci bersama satu gelas air. Setelah itu rebus sampai mendidih. Selanjutnya, saring airnya dan beri campuran madu, aduk sampai rata. Angkat dan minum air ramuan tersebut secara rutin sehari 2 kali, pagi dan sore.

Cara Kedua (Pengobatan Bagian Luar)

Bahan-bahan: 5 lembar, daun pegagan secukupnya dan bedak dingin.

Cara membuat: Cuci bersih daun pegagan dan hamcurkan sampai halus, kemudian campur ratakan dengan bedak dingin. Selanjutnya aplikasikan pada wajah sebagai masker secara merata, mejelang tidur. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/membuat-ramuan-daun-pegagan.html

Selasa, 23 Desember 2014

Empat Prinsip untuk Menghadapi Gelombang Kemajuan Zaman

Bandung, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung, KH Fuad Affandi mengatakan, umat Islam perlu menerapkan empat prinsip guna menghadapi gelombang kemajuan zaman. Keempat prinsip tersebut, yaitu disiplin yang tinggi, kerjakeras, menonjolkan etos kerja, menghargai teknologi.

"Keempat hal ini penting mengingat kemajuan zaman semakin cepat dan jika tidak diterapkan pada diri manusia, bisa mengakibatkan manusia berubah menjadi objek perubahan zaman. Sementara kebutuhan menjadi manusia yang memiliki jati diri harus tetap menjadi subjek," katanya kepada PPQ Al-Amin Purwokerto, Ahad (4/10).

Empat Prinsip untuk Menghadapi Gelombang Kemajuan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip untuk Menghadapi Gelombang Kemajuan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)


Empat Prinsip untuk Menghadapi Gelombang Kemajuan Zaman

Kiai Fuad melanjutkan, masing-masing prinsip itu harus ditanamkan pada saat usia belajar. Sebisa mungkin orang tua dan guru di sekolah sejak usia dini mampu mengajarkan keempat pilar tersebut. Dan paling menentukan adalah pendidikan pada masa usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

"Kalau sekarang muncul istilah pendidikan karakter, maka hal itu harus diperjelas ke arah empat prinsip tersebut," sambungnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Khusus pada prinsip keempat, yakni teknologi, masyarakat Indonesia cukup ketinggalan. Sekolah-sekolah tidak dirangsang menerapkan teknologi aplikasi. Banyak yang memahami teknologi identik dengan perangkat mahal, sulit dilakukan, dan seakan-akan hanya orang asing atau pabrik-pabrik besar yang melakukan. Sementara dalam pandangan KH Fuad Affandi, teknologi yang dibutuhkan masyarakat harus aplikatif, sesuai kebutuhan masyarakat lokal setempat.

"Misalnya teknologi mesin air yang kami kembangkan di sini. Sebelum ada mesin, air hanya untuk wudlu dan mandi. Untuk jadi air minum membutuhkan proses lama dengan menyedot bahan bakar. Sekarang cukup dengan mesin, murah prosesnya dan manfaatnya bisa untuk air minum," katanya sambil memperlihatkan teknologi terapan air minum yang diterapkan di Al-Ittifaq.

Menurut KH Fuad Affandi, pesantren perlu mengembangkan inovasi teknologi seperti itu. Masing-masing daerah memiliki problem sekaligus potensi sumberdaya alam. Banyak yang sulit harus dipermudah karena mempermudah kehidupan itu merupakan bagian dari tradisi yang baik dalam agama.

"Yassir wala tuassir. Permudahlah segala urusan dan janganlah dipersulit. Karena itu negara wajib mengajari teknologi tepat guna kepada masyarakat. Jangan hanya mengurus pajak jual beli teknologi sementara masyarakatnya dibiarkan jadi konsumen. Bawalah bangsa ini sebagai produsen. Manufaktur harus merakyat agar umat memiliki posisi yang baik dalam kehidupan, tidak terpuruk," pungkasnya. (Yus Makmun/Fathoni)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62605/empat-prinsip-untuk-menghadapi-gelombang-kemajuan-zaman

PPQ Al-Amin Purwokerto

Senin, 27 Januari 2014

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

PPQ Al-Amin Purwokerto - Melihat referensi yang ada, sistem khilafah saat ini muttafaq alaih sudah selesai, tidak ada, alias bid'ah. Buktinya adalah, pertama, hadits shahih berikut ini:

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُمْهَانَ قَالَ حدثني سَفِينَةُ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الْخِلاَفَةُ فِي أُمَّتِي ثَلاَثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ لِي سَفِينَةُ أَمْسِكْ خِلاَفَةَ أَبِي بَكْرٍ ثُمَّ قَالَ وَخِلاَفَةَ عُمَرَ وَخِلاَفَةَ عُثْمَانَ ثُمَّ قَالَ لِي أَمْسِكْ خِلاَفَةَ عَلِيٍّ قَالَ فَوَجَدْنَاهَا ثَلاَثِينَ سَنَةً قَالَ سَعِيدٌ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّ بَنِي أُمَيَّةَ يَزْعُمُونَ أَنَّ الْخِلاَفَةَ فِيهِمْ قَالَ كَذَبُوا بَنُو الزَّرْقَاءِ بَلْ هُمْ مُلُوكٌ مِنْ شَرِّ الْمُلُوكِ.

Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - PPQ Al-Amin Purwokerto
Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai - PPQ Al-Amin Purwokerto


Hadits-Hadits Menyatakan Bahwa Khilafah Sudah Selesai

Artinya: Sa’id bin Jumhan berkata “Safinah menyampaikan hadits kepadaku, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pemerintahan Khilafah pada umatku selama tiga puluh tahun, kemudian setelah itu dipimpin oleh pemerintahan kerajaan.” Lalu Safinah berkata kepadaku: “Hitunglah masa kekhilafahan Abu Bakar (2 tahun), Umar (10 tahun) dan Utsman (12 tahun).” Safinah berkata lagi kepadaku: “Tambahkan dengan masa khilafahnya Ali (6 tahun). Ternyata semuanya tiga puluh tahun.” Sa’id berkata: “Aku berkata kepada Safinah: “Sesungguhnya Bani Umayah berasumsi bahwa khilafah ada pada mereka.” Safinah menjawab: “Mereka (Bani Umayah) telah berbohong. Justru mereka adalah para raja, yang tergolong seburuk-buruk para raja”. (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi).

Hadits di atas menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa kepemimpinan khilafah yang mengatur roda pemerintahan umat sesuai dengan ajaran kenabian (khilafah al-nubuwwah) dan menerapkan syariat Islam secara sempurna, hanya berjalan selama tiga puluh tahun, yaitu masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali -radhiyallahu ‘anhum. Sebagian ulama ada yang memasukkan masa pemerintahasan Sayidina Hasan bin Ali -radhiyallahu ‘anhuma-, ke dalam khilafah al-nubuwwah ini, karena masa kekuasaan beliau melengkapi masa tiga puluh tahun tersebut. Kedua, hadits lain yang menjelaskan tentang khilafah al-nubuwwah, adalah hadits shahih berikut ini:

PPQ Al-Amin Purwokerto

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِذَا شَاءَ، ثُمَّ تَكُوْنُ الْخِلاَفَةُ عَلىَ مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًّا فَتَكُوْنُ مُلْكًا مَا شَاءَ اللهُ، ثُمَّ يَرْفَعُهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهُ ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ. قَالَ حَبِيبٌ فَلَمَّا قَامَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَكَانَ يَزِيدُ بْنُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ فِي صَحَابَتِهِ فَكَتَبْتُ إِلَيْهِ بِهَذَا الْحَدِيثِ أُذَكِّرُهُ إِيَّاهُ فَقُلْتُ لَهُ إِنِّي أَرْجُو أَنْ يَكُونَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ يَعْنِي عُمَرَ بَعْدَ الْمُلْكِ الْعَاضِّ وَالْجَبْرِيَّةِ فَأُدْخِلَ كِتَابِي عَلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَسُرَّ بِهِ وَأَعْجَبَهُ.“

Dari Hudzaifah bin al-Yaman radhyalahu ‘anhu, berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW bersabda: “Kenabian akan menyertai kalian selama Allah menghendakinya, kemudian Allah mengangkat kenabian itu bila menghendakinya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian dalam waktu Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya. Kemudian akan datang kerajaan yang menggigit dalam waktu yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila menghendakinya dan diganti dengan kerajaan yang memaksakan kehendaknya. Kemudian akan datang khilafah sesuai dengan jalan kenabian. Lalu Nabi SAW diam”.

PPQ Al-Amin Purwokerto

“Habib bin Salim berkata: “Setelah Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, sedangkan Yazid bin al-Nu’man bin Basyir menjadi sahabatnya, maka aku menulis hadits ini kepada Yazid. Aku ingin mengingatkannya tentang hadits ini [yang aku riwayatkan dari ayahnya]. Lalu aku berkata kepada Yazid dalam surat itu: “Sesungguhnya aku berharap, bahwa Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang mengikuti minhaj al-nubuwwah sesudah kerajaan yang menggigit dan memaksakan kehendak.” Kemudian suratku mengenai hadits ini disampaikan kepada Umar bin Abdul Aziz, dan ternyata beliau merasa senang dan kagum dengan hadits ini.” (HR. Ahmad, al-Bazzar, Abu Dawud, al-Baihaqi dan lain-lain).

Hadits pertama membatasi khilafah selama tiga puluh tahun, yaitu masa khilafahnya Khulafaur Rasyidin. Sedangkan hadits Hudzaifah bin al-Yaman, menjanjikan adanya khilafah lagi, pasca kerajaan yang diktator dan otoriter. Akan tetapi semua ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan khilafah al-nubuwwah dalam hadits Hudzaifah tersebut adalah khilafahnya Umar bin Abdul Aziz.

Oleh karena itu, al-Imam al-Syafi’i:

اَلْخُلَفَاءُ خَمْسَةٌ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ.

“Khalifah itu ada lima orang, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz radhiyallahu ‘anhum.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 189).

Al-Imam Sufyan al-Tsauri, juga berkata:

اَلْخُلَفَاءُ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَعُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيْزِ وَمَنْ سِوَاهُمْ فَهُوَ مُبْتَزٌّ.

“Para Khalifah itu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz. Sedangkan selain mereka, itu adalah perampas atau pemeras.” (Ibnu Abi Hatim al-Razi, Adab al-Syafi’i wa Manaqibuhu, hal. 191).

Dua hadits di atas menyatakan bahwa khalifah itu hanya tiga puluh tahun, ditambah dengan seorang khalifah setelah penguasa yang diktator. Kemudian para ulama seperti al-Imam al-Syafi’i dan al-Imam Sufyan al-Tsauri menyatakan, bahwa khalifah itu hanya lima orang, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz, sedangkan selain lima orang tersebut hanyalah penguasa yang merampas kekuasaan dengan tidak benar.

Dengan demikian, berarti obsesi Hizbut Tahrir dalam memperjuangkan khilafah, pasti menemukan kegagalan, karena apa yang akan mereka raih –seandainya berhasil-, itu bukan khilafah, tetapi kekuasaan diktator dan perampas. Wallahu a’lam. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/hadist-hadits-yang-menyatakan-khilafah-islam-telah-rampung.html

Minggu, 22 Desember 2013

LDNU Rembang Katakan Tidak Terhadap Narkoba

Rembang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Rembang mendeklarasikan gerakan antinarkoba di aula Pesantren Raudlatut Tholibien, Leteh, Rembang, Jumat (22/4). Bersamaan dengan Harlah Ke-93 NU pengurus LDNU Rembang mengajak segenap unsure masyarakat untuk menangkal jaringan peredaran narkoba.

Ketua LDNU Rembang KH Chatib Mabrur menyampaikan, sejauh ini lembaga yang dipimpinnya sudah menyiasati bahaya narkoba dengan dakwah yang dilakukan oleh para dai di tengah masyarakat melalui pengajian, baik di pesantrin maupun pengajian di plosok pedesaan.

LDNU Rembang Katakan Tidak Terhadap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Rembang Katakan Tidak Terhadap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)


LDNU Rembang Katakan Tidak Terhadap Narkoba

"Kami sudah melakukan beberapa dakwah yang sering disampaikan ke masyarakat melalui pengajian-pengajian itu. Sering, dengan juru dakwah dai-dai kita tentu saja dengan menyuarakan bahaya narkoba, kata Kiai Chatib.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kegiatan yang dihadiri oleh pengurus NU Jateng ini diwarnai dengan penandatanganan petisi antinarkoba sebagai simbol komitmen untuk memerangi bahaya narkoba yang dilakukan sejumlah pihak.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kiai Chatib berpesan agar masyarakat menjauhi narkoba. Ia menilai para santri sudah banyak dibekali pengetahuan mengenai bahaya narkoba.

Acara ini dihadiri pengurus NU Jateng Kiai Abu Hapsin Umar, Pengurus NU Rembang KH Ahmad Sunarto, Kapolsek Rembang Kota AKP Sutarmin, dan perwakilan MWCNU yang diwakili oleh Camat Pamotan. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67545/ldnu-rembang-katakan-tidak-terhadap-narkoba

PPQ Al-Amin Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock