Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2016

IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab

Kudus, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kudus dalam rapat pimpinan cabang di lantai dua Gedung PCNU Kudus jalan Pramuka nomor 20 Kudus, Selasa (20/5), membahas sejumlah persiapan konferensi cabang di kompleks Madrasah Nahdlatul Muslimin kecamatan Undaan pada Selasa-Kamis (17-19/6) mendatang.

Mereka menentukan persyaratan bagi sembilan anak cabang IPNU dan IPPNU yang menjadi peserta konfercab. Setiap anak cabang berhak mengirimkann tiga utusannya. Persyaratan ini berlaku unuk pimpinan ranting dan komisariat yang ada di Kudus.

IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab

Peserta berasal dari pimpinan anak cabang, ranting dan komisariat IPNU dan IPPNU dengan Surat Pengesahan yang masa tenggangnya maksimal 3 bulan dari konferensi cabang mendatang.

Selain sosialisasi konfercab, forum rapat ini digunakan pimpinan anak cabang dan ranting untuk melaporkan kegiatan di wilayah kerja masing-masing.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ketua IPNU Kudus Dwi Saifullah menyampaikan, Konferensi bukan sekadar mengganti kepengurusan cabang tetapi juga upaya saling mengenal antarjenjang kepengurusan mulai dari pimpinan ranting, anak cabang, dan pimpinan komisariat.

Dalam konfercab bulan mendatang, kita juga akan mengadakan peringatan Isra dan Miraj yang rencananya menghadirkan Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri sebagai penyampai taushiyah, tandas Dwi. (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52159/ipnu-dan-ippnu-kudus-agendakan-konfercab

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 05 Mei 2016

Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris

PPQ Al-Amin Purwokerto - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan, upaya penanggulangan terorisme tidak akan berhasil jika hanya dilakukan melalui ranah penegakan hukum.

Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris
Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris


Menurut Tito, saat ini diperlukan adanya ideologi tandingan yang bersifat moderat untuk meredam maraknya penyebaran pemahaman radikalisme di masyarakat.

"Terorisme tidak bisa ditangkal hanya dengan menangkap dan menembak pelaku. Counter ideologi dilakukan dengan memoderasi narasi radikal mereka," ujar Tito dalam acara diskusi 'Simposium Deradikalisasi' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

Tito menuturkan, peran para ahli agama sangat diperlukan untuk membantu pemerintah memberantas terorisme. Pasalnya, penyebaran paham radilkal kerap dilakukan oleh kelompok teroris melalui narasi ideologi dengan mengutip ayat-ayat kitab suci yang multitafsir.

Dia mencontohkan konsep Islam Nusantara di kalangan Nahdlatul Ulama merupakan salah satu contoh ideologi tandingan. Jika dilakukan secara intensif, kata Tito, maka konsep Islam Nusantara mencegah upaya radikalisasi kelompok teroris.

"Bisa juga dengan penyebaran ideologi tandingan contoh Islam Nusantara. Ini yang harus intens karena Islam Nusantara itu kan moderat dan berlandaskan kearifan lokal," tutur Tito.

Namun, Tito menyayangkan penyebaran ideologi tandingan tersebut terkendala dengan adanya fenomena silent majority. Meski kelompok moderat jumlahnya banyak, tetapi mereka cenderung diam ketika menemukan paham radikalisme menyebar di masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, program deradikalisasi yang penting dilakukan adalah kontra wacana. Cara tersebut pernah dilakukan oleh pemerintah Spanyol untuk meredam kelompok radikal yang menggunakan ayat-ayat kitab suci.

"Ini sama seperti di Indonesia. Wacana yang diturunkan membutuhkan interpretasi dan monolitik. Tapi di sini tidak ada yang melawan. Maka NU dan Muhammdiyah yang paling berpotensi karena umatnya banyak," ujar dia. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kapolri-tito-karnavian-islam-nusantara-bisa-mencegah-radikalisasi-kelompok-teroris.html

Minggu, 11 Januari 2015

What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?

PPQ Al-Amin Purwokerto - Pada Senin (2 Mei 2016), saya mendapat undangan untuk menghadiri Seminar Internasional atas kerjasama Atase Agama Kedubes Saudi Arabia dan STAIN Pamekasan yang menghadirkan tiga nara sumber. 1). Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia). 2). Prof. Dr. KH Ahsin Sakho Muahammad (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). 3). KH. Syukran Makmun (Pengasuh Pesantren Darur Rahman Jakarta).

What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?
What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?


Seminar ini dibuka oleh Ketua STAIN Pamekasan Dr. Taufiqurrahman, M.Pd. Kemudian dilanjutkan pemateri pertama, Prof. Dr. Akhsin Sakha yang menjelaskan tentang pemikiran Hadratus Syekh Hasyim Asyari dalam mempertahankan NKRI yang lalu dikenal dengan Resolusi Jihad.

Kemudian, pemateri kedua, KH. Syukran Makmun mencoba menyinggungg konflik di Timur Tengah akibat kesalahpahaman umat antara berbagai kelompok (firqah islamiyah). Beliau juga menekankan agar konflik di Timur Tengah jangan sampai terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, toleransi inter dan antar umat beragama harus lebih ditingkatkan.

Pemateri ketiga adalah Dr. Ibrahim Sulaiman, beliau menyampaikan beberapa poin penting bahwa wahabi dan NU tidak ada perbedaan. Menurut klaim Dr. Ibrahim, bahwa beliau adalah orang yang pertama kalinya mengkaji Hadratus Syekh Hasyim Asyari pada tahun kemarin di salah satu Universitas Islam di Malang. Bahkan beliau berpendapat Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi. Karena menurut beliau, Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari menolak Syiah Zaidiyah, sedangkan wahabi masih mentolerir Syiah Zaidiyah.

Pada sesi tanya jawab, sebenarnya penulis ingin bertanya dan memberi tanggapan terhadap para nara sumber. Namun, karena penulis tidak diberi kesempatan oleh moderator dengan alasan waktu terbatas, maka penulis menyampaikannya melalui catatan-catatan sebagai berikut:

Pertama, penulis sangat setuju dengan pernyataan Prof. Dr. Ahsin Sakho bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari memandang NKRI dari segi maqashid syariah dengan Resolusi Jihadnya.

Kedua, Konflik di Timur Tengah bukan disebabkan terpecahnya umat Islam karena faktor kelompok agama (firqah Islamiyah), akan tetapi perpecahan di Timur Tengah yang disebut Revolusi Timur Tengah disebabkan Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik). Berdasarkan fakta yang terjadi di Syiria, Sunni-Syiah selama bertahun-tahun hidup damai berdampingan. Begitu juga di Yaman, Tunisia, Lebanon, dan lainnya. Sehingga yang harus diwaspadai di Indonesia adalah Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik) yang akan memecah belah NKRI.

Ketiga, Klaim Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia) bahwa beliau adalah yang pertama kali mengkaji pemikiran Hadratus Syekh adalah tidak benar. Karena para kader NU sejak sekitar 2007-an sudah intens mengkaji pemikiran beliau, sehingga lahirlah beberapa buku spektakuler dan film Sang Kiai.

Keempat, penulis sangat tidak setuju dengan pernyataan Dr. Ibrahim bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi. Karena ada perbedaan mendasar antara wahabi dan pemikiran Hadratus Syekh, bahwa wahabi adalah firqah mujassimah, yakni merupakan kelompok yang menganggap Tuhan memimiliki jism/jasad.

Wahabi adalah pergerakan politik, sedangkan Pemikiran Hadratus Syekh dengan NU-nya adalah murni pergerakan sosial keagamaan. Wahabi sering membawa masalah furu’iyah kepada aqidah, sedangkan Hadratus Syekh tidak demikian.

Bahkan dalam kitab karya Hadratus Syekh berjudul “Risalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (hal 9)”, beliau menyatakan dengan tegas menolak pemikiran Syekh Muhammad ibn Abdul Wahab sebagai pendiri wahabi. Sehingga tuduhan bahwa Hadratus Syekh Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi adalah tidak benar.

Kelima, Dr. Ibrahim telah melakukan tahrif terhadap kitab Irsyadu al-Syari (Kumpulan Kitab Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari) dalam Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah halaman. 10. Menurutnya, Hadratus Syekh menolak Syiah Zaidiyah, padahal dalam kitabnya tersebut Hadratus Syekh menolak Syiah Rafidah karena mereka secara jelas telah mencela sahabat.

Ala kulli hal, semoga catatan ini bisa memberi pencerahan untuk masyarakat Pamekasan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Muhammad Taufiq, kader NU dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pamekasan.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/what-kh-hasyim-asyari-paling-wahabinya-wahabi.html

Kamis, 11 Desember 2014

Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan

Solo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Banyaknya dai yang memberikan kultum dan ceramah, khususnya di bulan Ramadhan ini, mestinya membuat umat Islam semakin paham akan ajaran Islam. Namun, terkadang yang terjadi justru sebaliknya. Banyaknya kalimat nasihat yang disampaikan, tidak berbanding lurus dengan banyaknya masyarakat yang mengamalkannya.

Hal tersebut, menurut keterangan yang terdapat dalam kitab al-Hikmah karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, disebabkan karena kurangnya keikhlasan para dai dalam menyampaikan nasihatnya.

Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan

Kata-kata nasihat orang yang ikhlas, meski sederhana akan mengena. Sebaliknya, ahli riya, kalimat nasihatnya akan dibuat-dibuat, justru menjadikan para pendengarnya gelap hati, terang Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf pada kajian yang diselenggarakan menjelang sahur di Gedung Bustanul Asyiqin Solo, Ahad (12/7) lalu.

Lebih lanjut dijelaskan Mustasyar PWNU Jateng itu, keikhlasan kalam dari para orang shaleh dan ulama menjadikan kalam mereka selama ribuan tahun sampai sekarang tetap diperhatikan dan dipelajari umat Islam.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Bahasa nasihat itu bahasa ikhlas, bukan sekedar pintar bicara atau indahnya bahasa. Kita lihat Nabi saw, kalau menyampaikan sederhana tapi maknanya dalam. Misal ketika ditanya apa itu iman? Dijawab Nabi, iman itu menjaga Islam, papar Habib Syech.

Kajian menjelang sahur ini diselenggarakan tiap dini hari Selama bulan Ramadhan di Gedung Bustanul Asyiqin Solo. Pada kegiatan tersebut menghadirkan beberapa ustadz antara lain Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, Kiai Anshori (LBM PCNU Solo), dan lainnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60915/habib-syech-nasihat-mengena-karena-faktor-keikhlasan

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 04 Oktober 2014

Hukum Memakai Behel Kawat Gigi

SAAT ini, kawat gigi atau behel seperti menjadi trend mode, khususnya di kalangan remaja. Alasannya beragam, mulai dari gaya, merapikan gigi serta alasan kesehatan. Pertanyaannya, bagaimana hukum pemasangan behel tersebut dalam Islam?

Jawaban :

Perihal pemasangan behel di gigi untuk sebuah kepentingan tertentu seperti alasan publik pada lazimnya merapikan posisi gigi, sangat baik. Behel sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kawat. Sampai di sini, para ulama tidak berbeda pendapat. Asy-Syaukani menyebutkan sebagai berikut.



أقول: الأصل الحل كما يفيده قوله عزوجل: {هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ} [البقرة: 29] ، وقوله: {قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ} [الأعراف: 32] ، فلا ينقل عن هذا الأصل المدلول عليه بعموم الكتاب العزيز إلا ما خصه دليل ولم يخص الدليل إلا الأكل والشرب في آنية الذهب والتحلي بالذهب للرجال فالواجب الاقتصار على هذا الناقل وعدم القول بما لا دليل عليه بما هو خلاف الدليل ولم يرد غير هذا فتحريم الاستعمال على العموم قول بلا دليل وما كان ربك نسيا.

Pada prinsipnya semua itu boleh seperti dikatakan firman Allah “Dia yang menciptakan segala apa yang di bumi untuk kalian,” (Al-Baqarah ayat 29) dan “Katakan, siapakah orang yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik,” (Al-A’raf ayat 32).

Belum ada nukilan makna umumnya lafal ayat Al-Quran di atas dari prinsip ini kecuali dalil lain yang membatasinya. Sementara ini tidak ada yang membatasi dalil di atas kecuali hadits yang melarang untuk makan dan minum di wadah terbuat dari emas maupun perak, dan perhiasan emas bagi pria. Karenanya, kita harus membatasi diri pada nukilan di atas; dan tidak perlu berpendapat tanpa dalil yang justru bertentangan dengan dalil yang sudah ada. Sedangkan dalam masalah ini, belum ada dalil lain selain dalil di atas. Karenanya, pengharaman terhadap penggunaan perhiasan itu berdasarkan umumnya dalil di atas, merupakan pendapat tanpa dasar. Tuhan sendiri bukan pelupa. (Lihat Asy-Syaukani, As-Sailul Jarrar Al-Mutadaffiq ‘ala Hada’iqil Azhar, Daru Ibnu Hazm).

Adapun hadits larangan makan dan minum pakai wadah emas dan perak yang dimaksud Asy-Syaukani ialah sebagai berikut.



Hukum Memakai Behel Kawat Gigi
Hukum Memakai Behel Kawat Gigi


قَوْله صلى الله عليه وسلم: “لَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ اَلذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِها، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدنيا، ولكم في الآخرة”. متفق عليه

Jangan kamu minum di wadah emas dan perak. Jangan juga makan di piring yang terbuat daripadanya. Semua itu (emas dan perak) untuk mereka (orang musyrik) di dunia dan untuk kamu di akhirat. (HR Bukhari dan Muslim).

Lalu bagaimana hukumnya menggunakan emas atau perak sebagai perhiasan? Sampai di sini, para ulama berbeda pendapat. Asy-Syaukani mengambil posisi sebagai berikut.



وأما قوله: “والتجمل بها” فوجهه أن ذلك مما أحله الله ولم يحرمه كما لم يحرم استعمال الذهب والفضة في غير الأكل والشرب والتحلي بالذهب فالكل حلال طلق أباحه الذي خلقه لعباده لا يسأل عما يفعل وهم يسألون.

Adapun “berhias dengan emas” mesti dilihat bahwa itu termasuk yang dibolehkan oleh Allah dan tidak diharamkan. Persis seperti Allah tidak mengharamkan penggunaan emas dan perak untuk selain makan dan minum. Dia tidak mengharamkan berhias dengan emas (untuk kalangan wanita). Semua itu halal dan bebas yang Allah izinkan hamba-Nya untuk menikmati ciptaan-Nya. Dia tidak ditanya atas apa yang diperbuat-Nya. Sementara merekalah yang akan dimintakan pertanggungjawaban. (Lihat Asy-Syaukani, As-Sailul Jarrar Al-Mutadaffiq ‘ala Hada’iqil Azhar, Daru Ibnu Hazm).

Berikut ini pandangan madzhab Hanbali dan Syafi’i perihal emas atau perak yang sudah disepuh.



وقال الحنابلة مثل الشافعية: يحرم المضبب بضبة كثيرة من الذهب أو الفضة، لحاجة أو غيرها. ولا يباح اليسير من الذهب إلا للضرورة كأنف الذهب وما ربط به الأسنان، ويباح اليسير من الفضة؛ لحاجة الناس إليه.

Seperti kalangan Syafi’iyah, madzhab Hanbali berpendapat, haram menggunakan logam campuran emas dan perak di mana keduanya lebih dominan daripada logam jenis lainnya baik untuk suatu hajat dan lainnya. Meskipun sedikit, haram menggunakan emas kecuali karena darurat seperti membuat hidung dari emas dan untuk mengikat gigi. Sedangkan penggunaan sedikit perak diperbolehkan untuk suatu kepentingan. (Lihat Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, Juz 10). Sementara untuk kepentingan perhiasan dari emas, Madzhab Hanbali memberikan rukhshah (keringanan).



وَذَهَبَ الْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ يَجُوزُ لِلذَّكَرِ أَنْ يَتَّخِذَ قَبِيعَةَ سَيْفِهِ مِنَ الذَّهَبِ؛ لأَِنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَانَ لَهُ سَيْفٌ فِيهِ سَبَائِكُ مِنْ ذَهَبٍ، وَأَيْضًا فَإِنَّ عُثْمَانَ بْنَ حُنَيْفٍ كَانَ فِي سَيْفِهِ مِسْمَارٌ مِنْ ذَهَبٍ، ذَكَرَهُمَا أَحْمَدُ لِذَا رَخَّصَ فِي ذَلِكَ، وَإِنْ كَانَ لَهُ رِوَايَةٌ أُخْرَى بِتَحْرِيمِ ذَلِكَ مِثْل الْجُمْهُورِ.

Madzhab Hanbali berpendapat, boleh bagi kalangan pria untuk membuat gagang pedang dari emas karena Sayyidina Umar bin Khattab memiliki pedang dengan leburan logam emas. Ustman bin Hunaif juga memiliki pedang yang pakunya terbuat dari emas.Riwayat ini disebutkan Imam Ahmad. Karenanya ia memberikan rukhshah pada masalah ini kendati ada sebuah riwayat yang mengharamkannya seperti yang disebutkan jumhur ulama. (Lihat Kementerian Waqaf dan Agama Kuwait, Mausu’atu Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, juz 45, cetakan kementerian agama setempat).

Sementara salah seorang pemuka Madzhab Hanbali Ibnu Qudamah mengutip riwayat sejumlah salafus saleh yang memakai emas dan jenis logam lainnya untuk kepentingan gigi mereka.

وروى الأثرم عن أبي جمرة الضبعي وموسى بن طلحة وأبي رافع وثابت البناني واسماعيل بن زيد بن ثابت والمغيرة بن عبد الله أنهم شدوا أسنانهم بالذهب وما عدا ذلك من الذهب

Al-Atsram meriwayatkan dari Abu Jamroh, Musa bin Thalhah, Abu Rofi’, Tsabit Al-Banani, Ismail bin Zaid bin Tsabit, dan Mughiroh bin Abdullah bahwa mereka menguatkan gigi mereka dengan emas dan logam jenis selain emas. (Lihat Ibnu Qudamah, Asy-Syarhul Kabir alal matnil Muqni’, Darul Kitab Al-Arabi).

Adapun sebagian orang mengharamkan pengubahan ciptaan Allah berdasarkan surat ar-Rum ayat 30 berikut.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Tegakkan wajahmu pada agama yang lurus, sebuah fithrah Allah yang ditetapkannya. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah itu. Itulah agama lurus. Tetapi kebanyakan orang tidak tahu. (Ar-Rum ayat 30).

Pertama penggunaan dalil ini untuk mengharamkan pasang behel, cangkok jantung, menambal (maaf) sumbing, atau cukur rambut misalnya, tidak mengena. Pasalnya “fithrah Allah” yang dimaksud oleh para ulama tafsir, bukan tampilan fisik manusia, tetapi Islam. Allah tidak mengubah Islam setiap anak yang lahir ke dunia. Tetapi orang tua yang mengubah Islam setiap anak menjadi yahudi, Nashrani, atau Majusi.

Kedua, pemakaian “La tabdila li khalqillah” (Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah itu) sebagai dalil pengharaman, mengandung problematik. Karena dalil ini tidak bicara secara spesifik sehingga bisa menyasar apa saja. Semacam pasal “karet” yang liar. Dengan dalil ini segala sesuatu bisa jadi haram seperti membuat lemari dari kayu pohon, menambal (maaf) bibir sumbing sejak lahir, dan atau memotong tali pusat bayi.

Walhasil, perihal pasang behel/kawat di gigi sejauh ini tidak ada dalil yang mengharamkan. Terlebih lagi kawat yang dipasang di gigi terbuat dari bukan logam emas atau pun perak. Pemasangannya pun berada di bawah pantauan dokter ahli. Sejauh tidak menimbulkan mudharat, pemasangan kawat di gigi untuk kepentingan kerapian gigi misalnya, tidak masalah. Wallahua`lam. 

(Ust.Mahfudz, Sekretaris LBM NU Lampung)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/hukum-memakai-behel-kawat-gigi.html

Selasa, 05 Agustus 2014

Assad Pernah Peringatkan Perancis

Karma. Anda tahu apa itu karma? Karma itu apa yang terjadi di Perancis kemarin. Insiden terorisme di sebuah Hall konser di Timur Paris, ratusan tewas. Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan setidaknya 127 warga sipil tewas dan puluhan disandera.

Apa belum pernah ada yang memperingatkan kalian soal ini? Dialah Bashar al Assad, Presiden Suriah yang hendak kalian gulingkan itu. Ia sudah berkali-kali memperingatkan agar dunia tidak mensponsori para teroris asing yang "berjihad" di negaranya.

Eropa tidak menggubrisnya ketika pada 28 November 2014 ia berkata: "Prosentase terbesar dari para teroris Eropa yang datang ke negeri kami berasal dari Perancis. Dan kalian punya beberapa insiden terorisme di Perancis. Terorisme di Eropa tidak lagi tertidur, mereka telah dibangkitkan (oleh pemerintahnya sendiri)." Assad sudah berkali-kali memperingatkan bahwa ribuan teroris asal Eropa yang "berjihad" di Suriah dan mendapat sokongan dari Rezim-rezim NATO itu suatu saat akan pulang dan membuat ulah di negaranya masing-masing. Masih ingat kan pada 20 Januari 2014 Assad berkata: "Negara-negara Barat telah kehilangan kredibilitasnya.

Mereka telah menjual prinsip-prinsip mereka demi kepentingan semata. Saya tidak mempercayai Eropa, khususnya Perancis, kecuali ia mengubah kebijakan luar negerinya." Masih ingat kan saat Assad mengatakan ini? "Kami telah menyeru Barat agar mereka tidak menyokong Terorisme (di negeri kami) dan memberikannya perlindungan politik. Karena ini pasti akan berdampak pada negara kalian dan rakyat kalian sendiri. Mereka tidak mendengarkan kami." Eropa mengetahui industri Takfirisme dan Radikalisme itu sangat potensial. Demi menggulingkan Rezim Assad, NATO bersama USA dan Rezim-rezim Teluk menyirami bibit itu, menghabiskan Milyaran dollar untuk membesarkannya, menyokongnya, mempersenjatainya dan menyediakan kamp-kamp pelatihan untuknya di Jordania, Turki, Qatar dll lalu melepasnya di Suriah guna menggulingkan Rezim.

Tapi mereka lupa satu hal! Resiko Beternak anjing gila sang majikan pun bisa kena gigitannya. Karena hakikatnya anjing gila hanya tahu mengamuk. Para monster ini menganggap kafir, thoghut dan layak mati semua orang yang tak sejalan, meski terhadap tangan yang selama ini memberinya makan sekalipun. Siapa yang menyuruh kalian memelihara teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian dengan kalimat berikut: "Terorisme bukanlah sebuah kartu yang bisa anda mainkan dan masukan kembali ke dalam kantong. Seperti kalajengking, ia akan menyengat setiap saat." Masih ingat saat Assad mengatakan ini. "Barat telah menghabiskan 10 tahun untuk memerangi Terorisme. Mereka telah membunuh jutaan manusia dengan dalih ini. Dan kini mereka menyokong para teroris yang sama di Suriah. Dan kini aku yang jadi penjahatnya?" Siapa yang menyuruh kalian beternak teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian! Assad juga pernah berkata: "Barat telah bersepakat dengan para teroris dengan cara yang paling munafik. Mereka menyebutnya Terorisme jika aksi tersebut menghantam mereka, namun menyebutnya Revolusi, pembebasan, Demokrasi dan HAM jika itu menghantam kami (Suriah)." Apa yang ingin kalian katakan sekarang wahai Hipokrit? Dengarkan! sekali lagi dengarkan wahai Rezim-rezim yang menghabiskan uangnya di jalan setan, apa yang lagi-lagi pernah dikatakan Pemimpin Syam ini. "Para teroris hanya memiliki satu pesan.

Yang mana dari ideologi gelap yang mereka bawa, bagi mereka semua siapapun yang tidak berpikir seperti mereka tidak layak untuk hidup." Jangan menangis! Terlambat untuk menangis. Assad sudah 4,5 tahun menghadapi puluhan ribu teroris bersenjata binaan kalian dan sampai hari ini ia tetap tegar. Sedangkan kalian baru menghadapi beberapa teroris yang kalian biayai sendiri sudah kelabakan. Jangan sampai setelah ini kalian kembali menyalahkan Rusia (seperti yang biasanya NATO lakukan) dengan berkata "Gara-gara Rusia mengamuk di Suriah, akhirnya para teroris binaan kami kabur pulang kampung ke Eropa dan membuat ulah." Siapa suruh ternak anjing gila?

Assad Pernah Peringatkan Perancis
Assad Pernah Peringatkan Perancis


Para monster itu akan kembali ke negara masing2 dan pastinya akan berbuat ulah. Siap2 saja.

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/assad-pernah-peringatkan-perancis.html

Jumat, 16 Agustus 2013

Kapolri Sebut Ada Agenda Khilafah di Demo Rusuh 4 November 2016

PPQ Al-Amin Purwokerto - Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian mengungkapkan bahwa demo 4 November 2016 ditumpangi oleh beberapa kepentingan. Termasuk kelompok yang sudah lama mempunyai agenda mendirikan khilafah.

Kapolri Sebut Ada Agenda Khilafah di Demo Rusuh 4 November 2016
Kapolri Sebut Ada Agenda Khilafah di Demo Rusuh 4 November 2016


Hal ini dijelaskan oleh Kapolri karena isu penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah berkembang ke arah yang lebih dari sekadar melakukan demo menuntut Ahok. Padahal Kepolisian saat ini sedang memproses kasus Ahok tersebut.

“Kalau saya lihat, demo ini terpicu oleh beberapa hal, pertama kelompok yang memang dari awal tidak suka terhadap gaya bicara Basuki Tjahaja Purnama; kedua, kelompok yang terprovokasi atas nama penistaan agama; dan ketiga, agenda dari kelompok yang memang sudah cukup lama ingin mendirikan khilafah,” ungkap Kapolri, Rabu (2/11).

Pernyataan tersebut diungkapkan Jenderal Tito ketika menjadi salah satu narasumber di Program Live Mata Najwa di Metro TV bertema Menjaga Kebhinnekaan, Rabu (2/11) malam.

Penjelasan mantan Kepala BNPT tersebut bukan isapan jempol belaka. Karena saat demo pertama pada Jumat, 14 Oktober 2016 lalu, bendera yang menjadi simbol khilafah bahkan bendera ISIS bebas berkibar di tengah kerumunan ribuan pendemo.

Senada dengan Kapolri, Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid yang hadir sebagai narasumber di Mata Najwa juga memaparkan bahwa sebagai hak konstitusional, masyarakat berhak melakukan aspirasi lewat demo. Hal itu dipersilakan asal dilakukan dengan tertib, masih dalam koridor hukum, tidak radikal dan tidak anarkis.

“Namun, kita harus mewaspadai dan mengantisipasi karena yang kita khawatirkan adalah penunggangan-penunggangan dan penyusupan-penyusupan. Jadi memang ada orang-orang yang dari awal agendanya adalah mengganggu stabilitas negara menggunakan momentum ini,” ujar Putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Lebih jauh menurut Yenny, jika memang kepentingan politik juga ada dalam agenda terselubung demo tersebut, jangan membawa-bawa sentimen agama ke dalam politik. Hal ini berlaku untuk siapapun karena kedua entitas tersebut jika dicampuradukkan bisa memunculkan tragedi dan konflik.

“Soal SARA jangan dibawa-bawa ke dalam urusan Pilkada. Kita sudah mengalami banyak konflik yang berujung tragedi, di Ambon, di Poso, dan lain sebagainya gara-gara soal SARA dipakai untuk urusan politik. Sudah cukup bangsa ini, sudah cukup negara ini mengalami konflik,” tegas Yenny disambut tepuk tangan audiens.

Dalam program Mata Najwa tersebut, hadir pula sebagai narasumber Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ancaman dari Suriah

Sebelumnya, pada Diskusi Publik bertema Ancaman Radikalisme dan Terorisme di Pligub DKI? pada Selasa, (1/11) di Kantor The Wahid Institute Jakarta, Pengamat Terorisme Sydney Jones mengatakan bahwa gerakan 4 November nanti memang berpotensi ditumpangi kelompok-kelompok garis keras.

Hal ini terbukti dari beredarnya foto kelompok Jaisy Al-Fath di Suriah yang bertuliskan 'Tangkap Ahok atau Peti Mati Ahok' menunjukkan memang gerakan anti Ahok di Indonesia telah ditunggangi oleh kelompok radikal. [PPQ Al-Amin Purwokerto/ fathoni]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/kapolri-sebut-ada-agenda-khilafah-di-demo-rusuh-4-november-2016.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock