Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Agustus 2015

Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai

Jombang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Cabang Baitul Mal Wattamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang sudah mulai digagas. Hal itu dapat dilihat dari pembangunan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Peterongan di lantai dua yang hendak dijadikan operasional cabang BMTNU setempat.

Pembangunan ini merupakan komitmen bersama yang dibangun segenap Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang yang memang mempunyai misi setiap MWCNU memiliki cabang BMTNU. Di samping itu, juga dorongan dari Pengelola BMTNU pusat, dan salah satu partai di Jombang.

Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)


Pembangunan Gedung BMTNU Peterongan Sudah Dimulai

"Ini terkait rencana pembangunan gedung MWCNU-MWCNU di Jombang. Bahwa setiap gedung MWCNU akan menyediakan satu ruang sebagai tempat atau kantor BMTNU," kata Sekretaris Umum BMTNU Muhammad Muchlis Irawan kepada PPQ Al-Amin Purwokerto, Sabtu (1/10).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Muchlis menambahkan, upaya mendirikan BMT di setiap MWCNU itu disambut positif oleh masing-masing Pengurus MWCNU di Jombang, misalnya pada awal pendirian cabang BMTNU di Kecamatan Bareng, Kesamben hingga di Peterongan ini.

"Kesimpulannya, dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama sampai MWCNU mendukung sepenuhnya berdirinya BMT," imbuhnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sedangkan M Subaidi Mukhtar, orang yang juga berkontribusi besar dalam setiap pendirian BMTNU di kota santri itu mengatakan, pembangunan lantai dua gedung yang berada di Desa Senden Kecamatan Peterongan itu merupakan hasil dari sinegitas antara MWCNU Peterongan, BMTNU Pusat dan cabang salah satu partai politik di Jombang.

"Ini adalah buah dari kerja sama yang sinergis dalam upaya peningkatan ekonomi warga nahdhiyin," kata M Subaidi Mukhtar. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/71663/pembangunan-gedung-bmtnu-peterongan-sudah-dimulai

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 22 Februari 2015

Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso

Bondowoso, PPQ Al-Amin PurwokertoPengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, melalui Pimpinan Cabang Muslimat NU setempat menggelar Lomba Nasi Tumpeng Mini di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Se-Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 tersebut berlangsung di area parkir depan Mushalla Kantor PCNU Belindungan, Jalan KH Agus Salim Belindungan, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Ahad (16/10) pagi. HSN jatuh pada 22 Oktober nanti.

Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso

Alhamdulillah pada pagi hari kita melihat sebuah acara lomba kreasi pembuatan menghiasi nasi tumpeng. Semoga kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan pada kesempatan ini menambah semangat kita untuk terus berhidmah kepada jamiyah Nahdlatul Ulama, berhidmah kepada maussis atau pendiri NU, kata Salah seorang pengurus PCNU Kabupaten Bondowoso, H Masud Ali.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ia juga menyampaikan, ada beberapa rangkaian kegiatan yang sengaja dibuat lebih semarak dari tahun sebelumnya. Kalau kemarin kita mengawali dengan lomba mewarnai dan alhamdullilah berjalan cukup meriah dan diikuti sekitar kurang lebih dua ribu peserta, ujarnya.

Selain itu ia juga menambahkan selain mewarnai, pihaknya juga mengadakan khitanan massal gratis di Rumah Sakit NU (RSNU). Masud berharap Muslimat NU ke depan dapat selalu berkerja sama dengan lembaga-lembaga, banom-banom di lingkungan PCNU Bondowoso, termasuk dengan yayasan rumah sakit NU.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kegiatan hasil Lomba Nasi Tumpeng Mini tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tenggarang sebagai juara pertama, disusul Kecamatan Maesan sebagai juara kedua dan Kecamatan Wringin sebagai juara ketiga. Untuk juara harapan satu diraih oleh Kecamatan Tamanan, harapan dua oleh Kecamatan Tapen, dan harapan tiga oleh Kecamatan Pakem. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72082/jelang-hari-santri-ada-lomba-nasi-tumpeng-di-bondowoso

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 11 Januari 2015

What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?

PPQ Al-Amin Purwokerto - Pada Senin (2 Mei 2016), saya mendapat undangan untuk menghadiri Seminar Internasional atas kerjasama Atase Agama Kedubes Saudi Arabia dan STAIN Pamekasan yang menghadirkan tiga nara sumber. 1). Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia). 2). Prof. Dr. KH Ahsin Sakho Muahammad (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). 3). KH. Syukran Makmun (Pengasuh Pesantren Darur Rahman Jakarta).

What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?
What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?


Seminar ini dibuka oleh Ketua STAIN Pamekasan Dr. Taufiqurrahman, M.Pd. Kemudian dilanjutkan pemateri pertama, Prof. Dr. Akhsin Sakha yang menjelaskan tentang pemikiran Hadratus Syekh Hasyim Asyari dalam mempertahankan NKRI yang lalu dikenal dengan Resolusi Jihad.

Kemudian, pemateri kedua, KH. Syukran Makmun mencoba menyinggungg konflik di Timur Tengah akibat kesalahpahaman umat antara berbagai kelompok (firqah islamiyah). Beliau juga menekankan agar konflik di Timur Tengah jangan sampai terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, toleransi inter dan antar umat beragama harus lebih ditingkatkan.

Pemateri ketiga adalah Dr. Ibrahim Sulaiman, beliau menyampaikan beberapa poin penting bahwa wahabi dan NU tidak ada perbedaan. Menurut klaim Dr. Ibrahim, bahwa beliau adalah orang yang pertama kalinya mengkaji Hadratus Syekh Hasyim Asyari pada tahun kemarin di salah satu Universitas Islam di Malang. Bahkan beliau berpendapat Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi. Karena menurut beliau, Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari menolak Syiah Zaidiyah, sedangkan wahabi masih mentolerir Syiah Zaidiyah.

Pada sesi tanya jawab, sebenarnya penulis ingin bertanya dan memberi tanggapan terhadap para nara sumber. Namun, karena penulis tidak diberi kesempatan oleh moderator dengan alasan waktu terbatas, maka penulis menyampaikannya melalui catatan-catatan sebagai berikut:

Pertama, penulis sangat setuju dengan pernyataan Prof. Dr. Ahsin Sakho bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari memandang NKRI dari segi maqashid syariah dengan Resolusi Jihadnya.

Kedua, Konflik di Timur Tengah bukan disebabkan terpecahnya umat Islam karena faktor kelompok agama (firqah Islamiyah), akan tetapi perpecahan di Timur Tengah yang disebut Revolusi Timur Tengah disebabkan Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik). Berdasarkan fakta yang terjadi di Syiria, Sunni-Syiah selama bertahun-tahun hidup damai berdampingan. Begitu juga di Yaman, Tunisia, Lebanon, dan lainnya. Sehingga yang harus diwaspadai di Indonesia adalah Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik) yang akan memecah belah NKRI.

Ketiga, Klaim Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia) bahwa beliau adalah yang pertama kali mengkaji pemikiran Hadratus Syekh adalah tidak benar. Karena para kader NU sejak sekitar 2007-an sudah intens mengkaji pemikiran beliau, sehingga lahirlah beberapa buku spektakuler dan film Sang Kiai.

Keempat, penulis sangat tidak setuju dengan pernyataan Dr. Ibrahim bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi. Karena ada perbedaan mendasar antara wahabi dan pemikiran Hadratus Syekh, bahwa wahabi adalah firqah mujassimah, yakni merupakan kelompok yang menganggap Tuhan memimiliki jism/jasad.

Wahabi adalah pergerakan politik, sedangkan Pemikiran Hadratus Syekh dengan NU-nya adalah murni pergerakan sosial keagamaan. Wahabi sering membawa masalah furu’iyah kepada aqidah, sedangkan Hadratus Syekh tidak demikian.

Bahkan dalam kitab karya Hadratus Syekh berjudul “Risalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (hal 9)”, beliau menyatakan dengan tegas menolak pemikiran Syekh Muhammad ibn Abdul Wahab sebagai pendiri wahabi. Sehingga tuduhan bahwa Hadratus Syekh Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi adalah tidak benar.

Kelima, Dr. Ibrahim telah melakukan tahrif terhadap kitab Irsyadu al-Syari (Kumpulan Kitab Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari) dalam Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah halaman. 10. Menurutnya, Hadratus Syekh menolak Syiah Zaidiyah, padahal dalam kitabnya tersebut Hadratus Syekh menolak Syiah Rafidah karena mereka secara jelas telah mencela sahabat.

Ala kulli hal, semoga catatan ini bisa memberi pencerahan untuk masyarakat Pamekasan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Muhammad Taufiq, kader NU dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pamekasan.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/what-kh-hasyim-asyari-paling-wahabinya-wahabi.html

Minggu, 23 Juni 2013

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

PPQ Al-Amin Purwokerto - Tata cara Sholat Dhuha hampir sama dengan sholat sunat lainnya. Syarat dan rukunnya pun sama. Harus bersih dari hadats kecil dengan melakukan wudlu. Yang menjadi perbedaan adalah batas waktu Sholat Dhuha, bacaan niat Sholat Dhuha, surat yang dibaca ketika berdiri dan bacaan doanya. Kita bahas satu-satu yah.

Niat Sholat Dhuha Niat dilakukan di dalam hati. Namun untuk memudahkan kita menata niat Sholat Duha itu, disunatkan untuk melafalkannya secara lisan. Ini artinya, ketika mengucapkan niat tersebut, harus terdengar oleh telinga kita, tidak harus dilisankan keras-keras hingga terdengar orang lain di samping atau di luar ruangan. Itu terlalu pamer, bukan syiar namanya.

Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - PPQ Al-Amin Purwokerto
Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya - PPQ Al-Amin Purwokerto


Cara Sholat Dhuha, Lengkap Dengan Niat dan Doanya

Berikut ini adalah niat Sholat Duha, sebagaimana kami kutip dari kitab-kitab salaf.

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Cara pengucapan: usholli sunnatad dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Artinya: "Aku niat melakukan shalat sunat dhuha dua rakaat, menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala."

Jika masih belum bisa, silakan download atau dengarkan pengucapan Sholat Dhuha di Souncloud Duta Islam. Klik di bawah ini!

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kalau ingin mengerjakan Sholat Dhuha lebih dari dua rakaat, maka, niat yang Anda lafalkan tetap sama seperti di atas. Mengapa, karena dalam Sholat Dhuha, Anda harus harus menutup dengan salam setiap dua rakaat selesai dikerjakan. Mau target 12 rakaat pun, tiap 2 rakaat, Anda harus salam, lalu mulai niat kembali seperti dilafalkan di atas.

Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Setelah niat Allahu Akbar (tangan diangkat ke atas seperti sholat fardhu), selanjutnya Anda membaca doa iftitah, al-Fatihah dan juga surat-surat pendek. Pada Sholat Dhuha, surat-surat pendek yang dibaca ada kekhususan tersendiri. Sebaiknya mengikuti yang sudah ada keterangan dari ulama salaf.

Menurut pendapat Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib, surat pendek yang dibaca setelah membaca surat al-Fatihah dalam Sholat Dhuha adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.

Jika tidak hafal, Anda bisa membaca surat pendek khusus Sholat Dhuha lainnya, yakni Al Kafirun (pada rakaat pertama) dan surat al-Ikhlash (rakaat kedua). Ini mengikuti pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli.

Jika Anda mengerjakan lebih dari dua rakaat, maka, para ulama menganjurkan untuk membaca surat Asy Syams dan Ad-Dhuha pada dua rakaat pertama, kemudian membaca al-Kafirun dan al-Ikhlash pada rakaat ke-3 dan ke-4 dan seterusnya hingga maksimal 12 rakaat.

Setelah Membaca Surat Pendek Khusus Sholat Dhuha Selanjutnya, lakukan gerakan Sholat Dhuha sebagaimana sholat fardhu (bukan sholat idul fitri dan sholat mayit lo yah...heheh) seperti ruku, i'tidal, sujud, duduk antara dua sujud dan seterusnya sampai membaca tasyahud dan salam.

Doa Setelah Sholat Dhuha Setelah selesai Sholat Dhuha, bacalah doa yang khusus untuk Sholat Dhuha. Hafalkan doanya, resapi maknanya, angan-angan artinya. Insyaallah itu bagian dari cara berdoa untuk melapangkan rizki.

Dalam doa Sholat Dhuha di bawah ini, ada adab yang mengajarkan kepada kita untuk bertawassul dengan Hakikat Waktu Dhuha Allah (bi haqqi dhuhaika), yang diriwayakan dari hadits shahih. Jadi, ketika berdoa usai Sholat Dhuha, artinya Anda sedang melakukan perintah Nabi untuk bertawassul kepada Allah melalui wasilah waktu Dhuha.

Bacalah Doa Sholat Dhuha di bawah ini.

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA A DHUHAAUKA, WAL BAHAA A BAHAA UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

Jika Anda masih kurang lancar membaca doa Sholat Dhuha di atas, silakan dengarkan pengucapan doa Sholat Dhuha di atas dengan klik audio di Souncloud Duta Islam.

Demikian Cara Sholat Dhuha yang disajikan oleh Redaksi Duta Islam untuk memenuhi beberapa permintaan pembaca tentang tata cara sholat dan bentuk ibadah lainnya. Semoga ini bagian dari amal jariyah kami yang dirodloi Allah. Amin [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/cara-sholat-dhuha-lengkap-dengan-niat-dan-doanya-bisa-download.html

Minggu, 09 Juni 2013

Naudzubillah, Gambar Hoax Boom Aleppo!

PPQ Al-Amin Purwokerto - "'FatwaAhad': Taqlid yg paling buta ialah membebek pertikaian orang di kawasan lain hingga ikut menyebar fitnah2 mereka di negeri sendiri."

Tweet akun Gus Mus (@gusmusgusmu) sungguh sindiran keras buat mereka yang ingin mengimpor kerusuhan dan perang saudara di Timur Tengah ke Indonesia. Tragedi Aleppo Turki salah satunya.

Naudzubillah, Gambar Hoax Boom Aleppo! - PPQ Al-Amin Purwokerto
Naudzubillah, Gambar Hoax Boom Aleppo! - PPQ Al-Amin Purwokerto


Naudzubillah, Gambar Hoax Boom Aleppo!

Untuk memperkeruh suasana, bukan hanya berita yang ditulis. Namun foto juga diedit untuk pembenaran yang entah berpihak kepada siapa.

Perhatikan dua gambar di atas. Itu ada yang asli dan juga palsu, alias hoax. Gambar bom sama, tapi tambahan pesawat di atasnya adalah tambahan. Shoot gambar lebih di sebelah kanan lebih dekat daripada yang sebelah kiri.

Gambar ini dipakai tahun 2014 oleh http://www.dostor.org/662491, dengan judul:

PPQ Al-Amin Purwokerto

سلسلة غارات إسرائيلية وقصف مدفعي على قطاع غزة

PPQ Al-Amin Purwokerto

Terjamah: Serangkaian Serangan Israel dan Pemboman Artileri di Jalur Gaza

Anda juga bisa cek foto aslinya di http://bit.ly/1QVKs75, http://bit.ly/1rH23uS dan http://bit.ly/1WThqfs.

Berita sebenarnya: Serangan Israel di Jalur Gaza. Tapi fitnah beritanya: Rezim Asad memboom Aleppo. Anda bisa cek gambar Hoax ini di Fanpage Aceh Chanel. Hati-hati dengan Fanpage ini. Mengajak rusuh pembacanya terus. Ini linknya jika belum dihapus: http://bit.ly/24DWKhu

Sekarang fitnah banyak bertebaran tinggal kita memilah. Jika ingin cek gambar asli sebuah foto, coba pakai laptop atau pc buka pakai browser chrome, klik kanan, pilih "telusuri google untuk gambar". Nanti akan ketemu hasilnya. [PPQ Al-Amin Purwokerto/ab] 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/05/naudzubillah-gambar-hoax-boom-aleppo.html

Minggu, 17 Maret 2013

LPBINU Tunjukkan Kreativitas Olahan Sampah di SMESCO Glow Ramadhan Festival 2016

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menggelar terbuka di tengah kegiatan SMESCO Glow Ramadhan Festival di Galeri Indonesia WOW, Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis-Sabtu (23-25/6). Dalam kesempatan ini LPBINU menunjukkan hasil kreativitas yang dikelola Bank Sampah Nusantara.

Fitri Aryani dari LPBI NU dalam Talkshow mengatakan kegiatan ini bisa menjadi ajang memasarkan dan menunjukkan kepada masyarakat beberapa hasil karya dan kreatifitas yang selama ini dikelola oleh Bank Sampah Nusantara.

LPBINU Tunjukkan Kreativitas Olahan Sampah di SMESCO Glow Ramadhan Festival 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Tunjukkan Kreativitas Olahan Sampah di SMESCO Glow Ramadhan Festival 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)


LPBINU Tunjukkan Kreativitas Olahan Sampah di SMESCO Glow Ramadhan Festival 2016

Masyarakat menjadi tahu bahwa dari barang-barang sederhana bisa diolah menjadi barang mewah dan layak jual. Terlebih lagi dengan memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai dapat mencegah dari dampak perubahan iklim, kata Fitri Aryani.

PPQ Al-Amin Purwokerto

LPBINU mendemonstrasikan karya-karya olahan sampah di tengah bazar yang difasilitasi Lembaga Layanan Pemasaran-Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM atau lebih dikenal dengan SMESCO Indonesia.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi pelaku koperasi dan UKM. Para pelaku koperasi dan UKM dapat menampilkan produk unggulan karya masing-masing.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Menurut Direktur Utama LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi, SMESCO Glow Ramadan Festival merupakan salah satu event tahunan yang diselenggarakan dalam rangka mempromosikan dan memasarkan produk KUKM.

Target pemasarannya masyarakat luas khususnya anak muda, perempuan, dan netizen," kata Zabadi. (Red Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/69258/lpbinu-tunjukkan-kreativitas-olahan-sampah-di-smesco-glow-ramadhan-festival-2016

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 27 Januari 2013

Ketika NU Diajak Gaduh Jadi Thoghut oleh Kelompok Makar

PPQ Al-Amin Purwokerto - Indonesia sepertinya memang butuh situasi seperti kegaduhan yang selama ini terjadi. Publik dibuat gusar dulu, baru dijelaskan. Butuh benturan opini tentang pro-kontra Ahok dan tuduhan kepada KH Ma'ruf Amin, biar ada ruang menjelaskan kepada publik, terutama tentang kebijakan NU yang selama ini dianggap lembut kepada kafirin kepet.

Jika sampai perang fisik terjadi, akan ada tata dunia baru. 91 tahun NU tidak pernah ikut gerakan thoghut, masak mau diajak menjadi thoghut oleh kelompok makar yang baru lahir belakangan. Padahal target kegaduhan ini adalah perebutan pengaruh antara elite negeri sono dengan elite negeri sana. Ya Allah.

NU lagi-lagi jadi alat mereka (yang saling berebut itu), biar tarikan isunya berbunyi nyaring di media. Kiai Said sudah ikhlash dibully karena tidak ikut dukung 212. Ia ingin NU dijauhkan dari kepentingan Pilkada. Eh, hanya karena Kiai Ma'ruf jadi saksi yang dihadirkan JPU, digorenglah jadi isu besar yang membenturkan antar sesama nahdliyyin.

Pendukung GNPF hilang. Mereka minta Ansor yang keluar melakukan aksi bela-belaan. Padahal selama ini mereka membully NU dan Ansor. Duh. Makin rumit saja ketika mereka mendadak jadi NU, tapi hanya mensoraki dari luar saja. Dukung NU, tapi masih menuduh bid'ah tahlilan, maulid dan amaliyah aswaja lainnya.

NU lebih besar daripada DKI gan. Urusan Ahok itu politik murahan Pilkada. Makanya Mbah Wali tidak ada yang mau terlibat langsung laiknya ketika Gus Dur akan diturunkan oleh pemilik hati-hati busuk itu. Urusan Pilkada DKI adalah remeh dan temeh, tapi bikin runyam anak negeri ini.

Pesan persatuan dari Gus Mus Insyaallah nanti akan kelihatan satu per satu kalau isu-isu fatwa jelas dipesan pihak sebelah yang ingin Indonesia gaduh, lalu ada The New Word Order for NKRI. Bisa lewat perang, bisa lewat perjanjian atau dominasi pengaruh dan jeratan politik plus ekonomi. Wait and see saja.

NU selalu dibenturkan biar isunya bunyi. Biar antara Kiai dan MUI saling berhadapan, biar antara NU dan Habib tukaran, biar antara NU dan NU lainnya saling curiga. Lalu, di dunia lain di negeri ini, sekelompok orang sedang memetakan masa depan Nusantara sesuai selera, merekalah elite global yang jumlahnya 1 persen penduduk dunia. Huff...

Deradikalisasi dunia maya itu bagian dari pencegahan perang fisik. Kalau masih bicara mayoritas minoritas, dikit-dikit bela-belaan, dikit-dikit isu Cina Kristen Syiah, ya sudah, perang akan lahir sendirinya.

Mudah kok untuk memantik perang di negeri kaya aneka ragam suku dan budaya dengan jumlah muslimin besar seperti Indonesia ini. Cara mudah, hinalah NU dan kiai-nya, provokasi pemudanya, terutama Ansor Banser, bukan tidak mungkin, jika hal itu berhasil, tragedi 65 akan terulang kembali.

Aksi bela-belaan dan baper sebelah Kalau memprovokasi FPI, tentu masih kurang kuat membikin gaduh, yang akhirnya melahirkan tragedi. Buktinya, sekali Ansor protes Ahok soal penghinaan kepada KH Ma'ruf Amin, langsung ketakutan dan mau minta maaf. Untung Gus Yaqut Ketua Umum GP Ansor tidak menginstruksikan Banser agar turun jalan atas nama "bela ulama". Jika itu terjadi, darah bakal mengalir. Sejarah akan terulang.

Saya jadi ingat zaman Gus Dur mau digulingkan dari kursi kepresidenan. Puluhan ribu Banser siap tempur, tapi dicegah oleh Gus Dur. Sejak itu, Habib Rizieq mengetahui kekuatan Gus Dur dan ia tidak pernah turun jalan seperti akhir-akhir ini terjadi. Semasa Gus Dur jadi presiden, dakwah FPI berjalan massif dari masjid-masjid hingga lumayan besar bisa bikin gaduh seperti sekarang ini kita rasakan bersama.

Dengan NU, Gus Dur kuat. Tapi NU tidak dimanfaatkan semena-mena untuk mempertahankan kekuasaan politik sesaat. Bill Clinton menghormati Gus Dur, tunduk sama Gus Dur ya karena menurut Presiden Amerika (zaman Gus Dur) NU adalah macan yang ada di kandang. Sekali terkam, wassalam.

Kini NU mau ditarik keluar kandang oleh kalangan peminat makar dan kegaduhan dengan pintu masuk Pilkada DKI. Entah apa yang mereka inginkan sebenarnya. Gregel ati melihat orang-orang dibalik gerakan aksi-aksi an yang mengajak "para buih" berdemo atas nama bela agama, bela ulama dan bela kemenangan sebelah.

Pada akhirnya, semua akan terkuak, lambat, sedikit, tapi terus-menerus hingga anak negeri ini waras atau memilih konflik ala Syuriah. Banjir informasi tanpa saringan mana yang provokasi dan mana yang simpati, akan mengakibatkan benturan. Apa Indonesia mesti butuh konflik agar lebih jelas siapa yang berkepentingan merusak persatuan? [PPQ Al-Amin Purwokerto]

M Abdullah Badri, pengurus LTN NU Jepara

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/02/ketika-nu-diajak-gaduh-jadi-thoghut-oleh-ahli-makar.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock