Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khotbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2015

Kisah Marie Muhammad Tolak Duit 400 Juta

PPQ Al-Amin Purwokerto - Sebagai Menteri Keuangan di pertengahan 90-an, Mar'ie Muhammad berkunjung kerja ke sebuah BUMN kehutanan di Sumatera. Malam sebelum rapat, seorang staf perusahaan mengantarkan cek senilai Rp 400 juta ke hotel Mar'ie.

Kisah Marie Muhammad Tolak Duit 400 Juta - PPQ Al-Amin Purwokerto
Kisah Marie Muhammad Tolak Duit 400 Juta - PPQ Al-Amin Purwokerto


Kisah Marie Muhammad Tolak Duit 400 Juta

"Itu uang apa?" tanya Menkeu Mar'ie. "Itu bonus untuk Bapak (sebagai komisaris yang mewakili pemerintah). Sebab laba perusahaan tahun ini sangat baik." "Oh, taruh saja di meja itu."

Kisah Marie Muhammad Tolak Duit 400 Juta - PPQ Al-Amin Purwokerto
Kisah Marie Muhammad Tolak Duit 400 Juta - PPQ Al-Amin Purwokerto


Kisah Marie Muhammad Tolak Duit 400 Juta

Besok paginya, Komisaris Mar'ie hadir dalam rapat BUMN tersebut, mendengarkan paparan tentang kondisi keuangan perusahaan dengan terinci.

Sebagai akuntan tangguh, Mar'ie bertanya macam-macam detail kinerja finansial kepada direksi yang melaporkan dengan gembira tentang bagusnya kinerja bisnis perusahaan.

Pertanyaan tentang akuntansi dari Mar'ie sangat tajam dan gamblang hingga membuat direksi kewalahan, dan akhirnya sampai pada kesimpulan: perusahaan tahun ini sebetulnya rugi, bukan untung.

"Kalau rugi seperti ini, kenapa perusahaan bisa kasih saya duit 400 juta?", kata Mari'e Muhammad.

Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Mar'ie itu. Cek Rp 400 juta pun dikembalikannya dan diterima oleh pemberinya dengan sepenuh malu.

Cerita itu dituturkan kepada saya oleh Alm Nurcholish Madjid dengan wajah berseri-seri. Ia tidak mampu, dan memang tidak mau, menutupi kebanggaannya karena punya sahabat sejujur Mar'ie Muhammad, mantan sekjennya ketika Cak Nur menjabat Ketua Umum PB HMI.

Bang Mar'ie, izinkan saya menuliskan kisah-kisah kejujuran ini, ya, meski saya tahu Abang tidak terlalu suka hal-hal seperti ini disebarkan. Saya tahu, bagi Abang, kejujuran standar semacam itu biasa saja, bukan suatu heroisme yang patut dipuji.

Bang Mar'ie telah pergi. Tapi monumen kejujurannya tetap tinggal di sini. Biar kami bisa sesekali berkaca. Sebab kami tak jarang lupa tentang ahlaq azasi itu. [PPQ Al-Amin Purwokerto]


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/kisah-marie-muhammad-tolak-duit-400-juta.html

Kamis, 03 September 2015

Menkopolhukam: Kita Dapat Titipan dari KH Hasyim Asyari

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto memuji perjuangan para ulama dan kaum santri dalam merebut kembali kemerdekaan saat tentara Inggris (NICA) hendak menguasai Indonesia pada tahun 1945. Jasa tersebut terekam dalam seruan perang suci melawan penjajah oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari yang dikenal dengan Resolusi Jihad.

Ia mengatakan, Resolusi Jihad muncul setelah Presiden Soekarno berkonsultasi kepada KH Hasyim Asyari dan meminta bantuan terkait situasi genting Indonesia yang baru sebulan memproklamasikan kemerdekaannya. Melalui Resolusi Jihad, pecahlah pertempuran heroik pada tanggal 10 November yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Menkopolhukam: Kita Dapat Titipan dari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Menkopolhukam: Kita Dapat Titipan dari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)


Menkopolhukam: Kita Dapat Titipan dari KH Hasyim Asyari

Kita ketitipan warisan dari Kiai Hasyim Asyari, yakni warisan kemerdekaan, katanya di hadapan ribuan warga yang memadati Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (21/10) malam, dalam acara pembacaan shalawat Nariyah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.

Menurutnya, setelah kemerdekaan ini dinikmati perjuangan bangsa Indonesia masih belum selesai. Warisan kemerdekaan tersebut, katanya, mesti dijaga dan diisi bersama-sama dalam rangka mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, bukan untuk diri kita sekarang melainkan pula untuk generasi yang akan datang.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Turut hadir dalam kesempatan ini Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Mustasyar PWNU DKI Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf, pejabat daerah setempat, dan segenap pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

Acara pembacaan shalawat Nariyah tersebut menjadi bagian dari agenda Pembacaan 1 Miliar Shalawat yang digelar secara serentak di Indonesia. Selain di Jakarta, pembacaan shalawat Nariyah juga dipusatkan di Lamongan, Lirboyo, Pasuruan, Situbondo, Lampung Tengah, Balikpapan, dan Samarinda. (Mahbib)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72223/menkopolhukam-kita-dapat-titipan-dari-kh-hasyim-asyari

Rabu, 01 Juli 2015

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar pelatihan perdana Emotional and Spiritual Quotion di ruang serba guna Kedutaan Besar RI untuk Maroko, Rabat. Selama Senin-Selasa (13-14/4), peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pekerja, dan mahasiswa asal Indonesia ini mengikuti materi-materi yang mengantarkan mereka pada potensi diri.

Ketua PCINU Maroko Kusnadi mengatakan, pelatihan perdana ESQ ini sukses membimbing peserta menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari.

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)


PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

"Ketika membuka pelatihan, Dubes RI untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian memberikan kata kunci bagi peserta; be yourself," kata Kusnadi usai penutupan pelatihan di KBRI, Rabat, Selasa (14/4).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Tujuh dasar budi utama yang diperkenalkan di hadapan peserta mencakup sikap jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli. Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh orang, maka persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.

"Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri. Kalau kita berhasil menaklukannya, maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat," kata Kusnadi yang juga menjadi peserta ESQ.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa dan PCINU Maroko. Kegiatan ini mendapat dukungan dari KBRI untuk Kerajaan Maroko. (Red Alhafiz K)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58893/pcinu-maroko-kobarkan-jihad-lawan-diri-sendiri

PPQ Al-Amin Purwokerto

Minggu, 22 Februari 2015

Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso

Bondowoso, PPQ Al-Amin PurwokertoPengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, melalui Pimpinan Cabang Muslimat NU setempat menggelar Lomba Nasi Tumpeng Mini di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Se-Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 tersebut berlangsung di area parkir depan Mushalla Kantor PCNU Belindungan, Jalan KH Agus Salim Belindungan, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Ahad (16/10) pagi. HSN jatuh pada 22 Oktober nanti.

Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Hari Santri, Ada Lomba Nasi Tumpeng di Bondowoso

Alhamdulillah pada pagi hari kita melihat sebuah acara lomba kreasi pembuatan menghiasi nasi tumpeng. Semoga kegiatan-kegiatan yang kita laksanakan pada kesempatan ini menambah semangat kita untuk terus berhidmah kepada jamiyah Nahdlatul Ulama, berhidmah kepada maussis atau pendiri NU, kata Salah seorang pengurus PCNU Kabupaten Bondowoso, H Masud Ali.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ia juga menyampaikan, ada beberapa rangkaian kegiatan yang sengaja dibuat lebih semarak dari tahun sebelumnya. Kalau kemarin kita mengawali dengan lomba mewarnai dan alhamdullilah berjalan cukup meriah dan diikuti sekitar kurang lebih dua ribu peserta, ujarnya.

Selain itu ia juga menambahkan selain mewarnai, pihaknya juga mengadakan khitanan massal gratis di Rumah Sakit NU (RSNU). Masud berharap Muslimat NU ke depan dapat selalu berkerja sama dengan lembaga-lembaga, banom-banom di lingkungan PCNU Bondowoso, termasuk dengan yayasan rumah sakit NU.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kegiatan hasil Lomba Nasi Tumpeng Mini tersebut dimenangkan oleh Kecamatan Tenggarang sebagai juara pertama, disusul Kecamatan Maesan sebagai juara kedua dan Kecamatan Wringin sebagai juara ketiga. Untuk juara harapan satu diraih oleh Kecamatan Tamanan, harapan dua oleh Kecamatan Tapen, dan harapan tiga oleh Kecamatan Pakem. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/72082/jelang-hari-santri-ada-lomba-nasi-tumpeng-di-bondowoso

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rabu, 14 Mei 2014

Beri Motivasi, GP Ansor Sumenep Buka Puasa Bersama Napi

Sumenep, PPQ Al-Amin Purwokerto. Sebagai wujud kepedulian, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep menggelar acara buka puasa bersama narapidana di masjid rumah tahanan Kelas IIB, Jalan KH Mansur, Sumenep, Jawa Timur.

Ini merupakan wujud kometmen sosial Ansor untuk menata kehidupan masa depan (narapidana) yang lebih baik, kata Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri saat memberikan sambutan di samping Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep Moh. Kafi.

Beri Motivasi, GP Ansor Sumenep Buka Puasa Bersama Napi (Sumber Gambar : Nu Online)
Beri Motivasi, GP Ansor Sumenep Buka Puasa Bersama Napi (Sumber Gambar : Nu Online)


Beri Motivasi, GP Ansor Sumenep Buka Puasa Bersama Napi

Menurut mantan Ketua Umum PMII Sumenep ini, narapidana mesti didorong agar sanggup memperbaiki kehidupannya utamanya setelah bebas dari tahanan nanti.

Penghuni rutan (rumah tahanan) juga manusia yang butuh sentuhan psikologis dan sapaan akrab dari kita. Mereka butuh motivasi dan sapaan akrab dari kita agar mereka bisa melakukan yang lebih baik, katanya di hadapan narapidana di rumah tahanan Kelas IIB Sumenep, Ahad (13/7) petang.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep Moh. Kafi dalam sambutannya mengapresiasi bakti sosial Ansor tersebut. Menurutnya, buka bersama antara organisasi kemasyarakatan dengan narapidana merupakan yang pertama kali sejak dirinya bertugas di rutan Kota Sumekar.

Kami bangga dengan Ansor sebagai kader muda yang energik. Kami berharap agar ke depannya bisa bersinergi dan kerja sama dengan rutan yang bisa bermanfaat kepada warga binaan rutan, harapnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sebelum berbuka bersama, Ustad Susianto memberikan ceramah di hadapan narapidana. Dai asal Kecamatan Gapura itu menyampaikan hikmah Ramadhan. Saat adzan maghrib tiba, pengurus GP Ansor dan warga binaan rutan bersantab bersama. (M Kamil Akhyari/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53257/beri-motivasi-gp-ansor-sumenep-buka-puasa-bersama-napi

PPQ Al-Amin Purwokerto

Rabu, 02 April 2014

10 Jaminan Hidup Bagi Penggemar Shalawat Nabi Muhammad

PPQ Al-Amin Purwokerto - Al-Imam al-Quthub Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf dari Jeddah adalah salah satu guru Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan. Salah satu di antara mutiara hikmah dan nasihat Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf adalah:

10 Jaminan Hidup Bagi Penggemar Shalawat Nabi Muhammad
10 Jaminan Hidup Bagi Penggemar Shalawat Nabi Muhammad


من أكثر الصلاة والسلام على النبي صلى الله عليه وآله وسلم كانت له عشر ضمانات: ضمان بنجاح مطلبه. ضمان بالموت على لاإله إلا الله . ضمان برؤياء النبي ﷺ ضمان بالسعادة في الدنيا. ضمان بالبركة في اﻷولاد. ضمان بتيسير المعاش. ضمان بالحفظ من عناء الدنيا ونصبها. ضمان بالقرب منه صلى الله عليه وآله وسلم. ضمان بالرعاية الكبرى من المولى سبحانه وتعالى. ضمان بالرضا من المولى سبحانه وتعالى ومن النبي صلى الله عليه وآله وسلم.

Ada 10 jaminan bagi orang yang gemar membaca shalawat Nabi Muhammad Saw.:

1. Harapan dan keinginannya akan terwujud.

2. Matinya akan mendapatkan husnul khatimah.

3. Mempermudah baginya untuk mimpi bertemu Nabi Muhammad Saw.

4. Bahagia hidupnya.

5. Barokah anak-anaknya.

6. Lancar rizkinya.

7. Selamat dari himpitan dan kesusahan dunia.

8. Dekat dengan Nabi Muhammad Saw.

9. Mendapat perlindungan khusus dari Allah Swt.

10. Mendapat Ridha dari Allah Ta'ala dan Nabi Muhammad Saw.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Semoga kita digolongkan oleh Allah Swt. salah satu dari hamba-hambaNya yang gemar membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. Amin. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Foto: Al-Imam Al-Quthb Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf Jeddah bersama Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan. Sumber: Habib Muhdor bin Ahmad Assegaf Pemalang

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/10-jaminan-hidup-bagi-penggemar-shalawat-nabi-muhammad.html

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kafir-Mengafirkan, Bukan Ajaran Nabi

Solo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ribuan jamaah memadati kompleks Masjid Agung Solo pada pengajian akbar yang diadakan Pesantren Tamirul Islam Surakarta, Jawa Tengah bekerja sama dengan Masjid An-Nimah Joyotakan, Ahad (12/4) malam.

Usai dilaksanakan pembacaan dzikir dan sholawat, mereka mendengarkan ceramah dari Pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthofa, Karangpandan, Solo, Habib Sholeh al-Jufri. Dalam ceramahnya, Habib Sholeh mengajak kepada para jamaah yang hadir untuk senantiasa menjaga perdamaian dan ketentraman di lingkungan masyarakat.

Kafir-Mengafirkan, Bukan Ajaran Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kafir-Mengafirkan, Bukan Ajaran Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)


Kafir-Mengafirkan, Bukan Ajaran Nabi

Sudah bukan saatnya lagi kini saling menyalahkan dan mengklaim sebagai pihak yang paling benar, terang Habib Sholeh.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Lebih lanjut diterangkan, Nabi Muhammad saw mengajarkan perdamaian bagi seluruh umat. Rasulullah mengajarkan kedamaian, bahkan kepada para musuhnya. Lantas kita sesama di masjid masih antem-anteman, musuh-musuhan, kafir-mengafirkan. Semua itu, sama sekali bukan ajaran Nabi saw, terangnya.

Habib Sholeh mengatakan perpecahan dan bencana yang terjadi di penjuru negeri tak lain karena manusia masih sering sikut satu sama lain.

Sudah bukan waktunya lagi saling mencaplok antara muslim dan non-muslim, apalagi bertengkar sesama muslim. Ini tanggung jawab kita untuk ikut menjaga kedamaian, ketentraman dan keamanan dunia, kata dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/58840/kafir-mengafirkan-bukan-ajaran-nabi

Senin, 01 Juli 2013

IAIN Nurul Jadid, Lahirkan Intelektual Berjiwa Santri

Probolinggo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Berdirinya Institut Agama Islam Nurul Jadid (IAINJ), Paiton, Kabupaten Probolinggo, tidak terlepas dari ikhtiar para ulama Jawa Timur. Tujuannya, mempersiapkan kader dakwah yang dapat mengawal syiar Islam dengan metode dakwah yang lebih efektif.

Para ulama menyadari bahwa dunia global dengan kemajuan sains dan teknologi sangat mempengaruhi strategi dakwah sesuai tantangan zamannya. Dari pemikiran itu, IAINJ mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini. Bahkan lembaga yang berdiri sejak 1 September 1986 itu telah mencetak ribuan kader dakwah dan melahirkan intelektual yang telah berhasil terjun di masyarakat.

IAIN Nurul Jadid, Lahirkan Intelektual Berjiwa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
IAIN Nurul Jadid, Lahirkan Intelektual Berjiwa Santri (Sumber Gambar : Nu Online)


IAIN Nurul Jadid, Lahirkan Intelektual Berjiwa Santri

Ahad (24/11), lembaga yang awalnya bernama Akademi Dakwah dan Ilmu Pendidikan Nahdlatul Ulama (ADIPNU) itu kembali melahirkan kader terbaiknya. Sebanyak 307 mahasiswa dinyatakan lulus.

Diantaranya, 14 mahasiswa dari fakultas dakwah jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 27 mahasiswa dari fakultas syariah jurusan Ahwalus Syakhsiyah (AS) dan 17 mahasiswa dari fakultas tarbiyah jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Lalu 194 mahasiswa dari fakultas tarbiyah jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 55 mahasiswa dari pascasarjana (S-2) PAI.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Direktur Pascasarjana IAINJ HM. Hasyim Syamhudi mengingatkan ratusan wisudawan untuk selalu mengingat Trilogi Santri Nurul Jadid. Yakni, pertama, harus berpegang teguh pada kewajiban fardhu ain. Kedua, mawas diri dengan meninggalkan dosa-dosa besar dan terakhir, berbudi luhur pada Allah dan makhluk. Jangan sampai berbuat korupsi dan selingkuh, ujarnya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sedangkan Rektor IAINJ Drs. KH. A. Malthuf Siroj, M.Ag., menyampaikan pesan penting bagi para wisudawan. Pria berkacamata tersebut meminta para wisudawan menjaga eksistensinya saat terjun ke masyarakat.

Nama baik Nurul Jadid ada pada alumni. Jika alumninya menjadi orang besar, maka IAINJ juga ikut besar, ungkapnya.

Ia pun menegaskan bahwa tuntutan dan persaingan zaman makin ketat. Tapi dengan penerapan metode 11 kurikulum, dia yakin para lulusannya bisa menghadapinya. Yakni, 8 standart kurikulum dari pemerintah ditambah tiga kurikulum dari IAINJ. Meliputi pengabdian, penelitian dan kerjasama.

Sementara Pengasuh Pesantren Nurul Jadid KH. Zuhri Zaini menekankan pada peningkatan kualitas keilmuan mahasiswanya. Kepada ratusan mahasiswanya ia berpesan tiga hal. Pertama, meningkatkan pengetahuan agama, meningkatkan keterampilan salah satunya bidang IT dan peningkatan kualitas kepribadian.

Jika kualitas pribadi dan akhlaknya baik, maka akan bermanfaat pada orang lain, ujarnya. (Syamsul Akbar)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48428/iain-nurul-jadid-lahirkan-intelektual-berjiwa-santri

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 15 Juni 2013

Trending Topic 10 Jam, #MaulidNabi Tenggelamkan #SubuhBerjamaah

PPQ Al-Amin Purwokerto - Tagar #MaulidNabi menempati urutan pertama jagad dunia twitter Indonesia sejak Ahad (12/12/2016) pukul 12.12 WIB hingga pukul 22.16 WIB. Tag tersebut jauh mengalahkan tagar #SubuhBerjamaah yang juga dikampanyekan sebagai "aksi lanjutan bela Islam 212". Aksi cinta Nabi di jagad maya melenyapkan aksi politik tanpa ideologi itu. Ini screenshoot trending topic #MaulidNabi.

Trending Topic 10 Jam, #MaulidNabi Tenggelamkan #SubuhBerjamaah
Trending Topic 10 Jam, #MaulidNabi Tenggelamkan #SubuhBerjamaah


Maulid Nabi Trending Topic Tagar #MaulidNabi memberitakan acara-acara maulid di beberapa daerah di tanah air, hal yang tidak nampak dari mereka yang kampanye #SubuhBerjamaah. Memanfaatkan momentum maulid untuk gerakan politis, ternyata tidak jadi pilihan jagad tweetland dunia maya.

Semarak Maulid juga dikabarkan oleh akun Nudirsyah Hosen (https://twitter.com/na_dirs) dari Sydney. Jauh di negeri Kanguru sana, para syaikh berpaham ahlus sunnah wal jama'ah mengadakan maulid dengan mencium rambut Rasulullah.

"Tabarukan dengan mencium rambut Rasulullah SAW bersama para masyayikh dalam acara #MaulidNabi di Sydney," tulis Prof. Nadirsyah yang juga Rais Syuriah PCI NU Autralia tersebut, yang diretweet ratusan kali. Ini statusnya.

Tweet MaulidNabi Prof. Nadirsyah Hosen Kabar dan kisah perayaan Maulid Nabi, jika ditelusuri, memenuhi beranda twitter selama 10 jam. Setidaknya, ketika laporan ini ditulis, tagar besutan tim Cyber Aswaja itu sudah digunakan sebanyak 10 ribu kali, meskipun turun ke urutan ke-4 pada pukul 22.23 WIB.

#MaulidNabi sempat menduduki puncak trending topic lagi pukul 04.55 WIB, di mana pada sejam sebelumnya tagar #SubuhBerjamaah sempat naik di urutan ke 4 beberapa menit, lalu hilang tenggelam diganti serangan tagar #SubuhBerjamaah1212, tag yang tidak direkomendasikan oleh alumni Aksi Bela Islam 212.

Trending topic lagi pukul 04.55 WIB Maulid Nabi tahun ini memiliki keistimewaan. Tanggal 12 Robiul Awal (Maulud) 1438 H bertepatan sama dengan hari kelahiran Nabi, yakni Senin. Bahkan kesamaan tanggal Hijriyah dengan Miladiyah, 12 Maulud dan 12 Desember 2016, hanya akan terulang sekali dalam 22 tahun.

Bagaimana dengan gerakan #SubuhBerjamaah? Tentu akan tenggelam sendirinya dengan keistimewaan Maulid Nabi hari ini. Melawan Nabi Muhammad itu taruhannya malu dan kesaru-saru. Sekian, laporan redaksi PPQ Al-Amin Purwokerto. [PPQ Al-Amin Purwokerto]


Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/trending-topic-10-jam-maulid-nabi-tenggelamkan-subuh-berjamaah.html

Minggu, 24 Juni 2012

Ini Klarifikasi dan Alasan Kiai Said Aqil Masuk Pengurus Yayasan Kristen

Pernyataan KH Said Agil Siraj soal Yayasan Peduli Pesantren (YPP) PPQ Al-Amin Purwokerto - Reaksi berlebihan keluar dari kalangan Islam radikal ekstrim ketika KH Said Aqil Siraj dikabarkan jadi Ketua Pembina Yayasan Peduli Pesantren (YPP), yayasan yang bergerak ingin membantun banyak pesantren di Indonesia dalam bidang pembangunan fisik.

Kiai Said yang saat ini masih menjabat Ketum PBNU aktif makin dihujat ketika beredar sebuah surat dimana ia bertandatangan sebagai Pembina Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMK-JB).

Ini Klarifikasi dan Alasan Kiai Said Aqil Masuk Pengurus Yayasan Kristen - PPQ Al-Amin Purwokerto
Ini Klarifikasi dan Alasan Kiai Said Aqil Masuk Pengurus Yayasan Kristen - PPQ Al-Amin Purwokerto


Ini Klarifikasi dan Alasan Kiai Said Aqil Masuk Pengurus Yayasan Kristen

Kedua yayasan tersebut diprotes oleh mereka karena berbasis Kristen. YPP didirkan oleh Hari Tanoe Soedibyo (HT), yang kebetulan beragama kristen, sementara BPSMK-JB jelas dan terang milik umat yang beragama Kristen.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Hanya karena alasan Kristen itulah, kalangan Islam sumbu pendek menghasut umat Islam untuk tidak lagi mempercayai Kiai Said, yang artinya tidak usah lagi percaya NU dan kiai-kiai nya yang dianggap sudah dibeli oleh orang kafir. Naudzubillah.

Saking kerasnya reaksi, bahkan ada pula yang menghasut untuk mencopot Kiai Said dari jabatan Ketum PBNU. Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten yang konon mewakili 3496 pondok pesantren sempat membuat pengumuman menolak YPP.

Mereka tidak pernah bertanya kepada KH Said Aqil Siraj, tapi mudah menjustifikasi sebagai bolokurowo kafirin kepet. Padahal, Kiai Said bersedia menjadi pengurus kedua yayasan tersebut karena beliau hanya berharap kepada HT, pendiri YPP, agar mendapatkan hidayah dari Allah Swt. Yayasan tersebut adalah pintu masuk untuk dakwah. Bukankah ini hal yang mulia?

PPQ Al-Amin Purwokerto

Bahkan, Kiai Said melakukan adzan dan iqomah seolah-olah hanya ditujukan kepada HT agar mendapatkan hidayah. Bukankah ini dakwah sesungguhnya? Silakan baca lengkap keterangan yang didapatkan PPQ Al-Amin Purwokerto dari Isfah Abidal Aziz, ini:

Keterangan Kiai Said soal YPP Dalam sejarahnya, KH Said Agil Siraj sudah puluhan kali mensyahadatkan non muslim. Artinya, keterangan bahwa Kiai Said anti kepada Islam adalah bohong belaka. Itu hanya pernyataan yang dibuat untuk menghancurkan karakter NU dan para kiainya. Lihat saja, akhir-akhir ini, seiring terus menghangatnya Pilkada DKI Jakarta, hanya NU yang diserang oleh kalangan cingkrang jenggot kobong. Mereka mentarget NU bubar lebih cepat. Ya hayyu ya qoyyum, ya qohhar ya jabbar! [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ini-klarifikasi-dan-alasan-kiai-said-aqil-masuk-jadi-pembina-yayasan-kristen.html

Minggu, 22 Januari 2012

Tahlilan itu Bertauhid, Bukan Bidah dan Syirik

Tahlilan adalah sebuah tradisi yang berupa kumpul-kumpul antar warga untuk membaca do’a, yang biasa dilakukan pada saat ada anggota warga yang kesusahan karena ada keluarganya yang meninggal, atau untuk memperingati meninggalnya seseorang.

Tahlilan merupakan tradisi khas muslim Indonesia. Dalam acara kumpul-kumpul ini diisi dengan membaca ayat-ayat al-Qur’an dan kalimah thayyibah, mulai dengan bacaan surat al-ikhlash, al-muawwidzatain, ayat kursi, bacaan shlawat, tahlil, tasbih, dan istighfar.

Tahlilan itu Bertauhid, Bukan Bidah dan Syirik - PPQ Al-Amin Purwokerto
Tahlilan itu Bertauhid, Bukan Bidah dan Syirik - PPQ Al-Amin Purwokerto


Tahlilan itu Bertauhid, Bukan Bidah dan Syirik

Urutan bacaan telah disusun sedemikian rupa sehingga sudah sedemikian mentradisi. Jika ada varian bacaan di sana sini, perbedaan tersebut tidak terlalu jauh.

Mencermati fenomena tradisi tahlilan, kurang tepat jika hanya dilihat secara hitam putih apakah tradisi itu boleh atau tidak boleh. Lebih-lebih jika logikanya terlampau disederhanakan bahwa karena tradisi seperti ini tidak pernah ada di masa Nabi Muhammad Saw, lalu dihukumi sebagai praktik bid’ah yang sesat dan haram. Kemudian dijustifikasi dengan dalil-dalil yang dimaknai secara tekstual bahwa setiap yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan adalah neraka.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Lalu, untuk memantapkan argumen menolak tradisi tahlililan, maka dipaksa mengasosiasikannya dengan tradisi genduri dalam agama Hindu. Dengan agak melecehkan, tradisi tahlilan yang berisikan membaca ayat al-Qur’an dan kalimah thayyibah, disamakan dengan pujian terhadap dewa-dewa.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jika setiap praktik tradisi yang tidak ada di masa Nabi Muhammad Saw kesemuanya harus dihukumi sebagai bid’ah yang sesat yang harus ditinggalkan, niscaya Islam akan hanya berisi tradisi kuno karena setiap hal baru harus disingkirkan, padahal kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dengan tradisi. Tradisi akan terus berkembang dan mengalami modifikasi seiring dengan perkembangan sosial budaya masyarakat.

Pada kenyataannya, Islam bukanlah bolduser yang akan membrangus terhadap semua budaya dan tradisi yang berkembang di masyarakat. Hanya budaya dan tradisi yang salah saja yang akan dihilangkan oleh Islam. Dalam hal ini para ulama telah merumuskan kaidah fiqhiyyah “al-âdat al-muhakkamah mâ lam tukhâlif al-syar’a”.

Banyak contoh tradisi yang lahir kemudian, yang sebelumnya tidak pernah ada, baik yang muncul murni dari tradisi masyarakat Islam, atau berasal dari tradisi di luar Islam, tetapi telah diislamkan (mengalami Islamisasi). Contohnya, Musabaqah Tilawat al- Qur’an (MTQ) yang terus mengalami perkembangan dan inovasi, adalah sebuah fenomena yang sekarang ini sudah menjadi tradisi di negara-negara Muslim. Fenomena MTQ ini jelas tidak ada di masa nabi Muhammad Saw.

Contoh lain, di berbagai wilayah negara-negara Muslim telah berkembang berbagai macam tradisi yang berbeda-beda yang telah menjadi bagian hazanah tradisi Islam, seperti tradisi menyambut Ramadhan, tradisi silaturrahim idul fitri (tradisi unjung-unjung), tradisi i’tikaf di masjid-masijid bersejarah ketika sepuluh hari terakhir di bulam Ramadhan yang masing-masing daerah mempunyai variasi cara melakukannya, tradisi semaan al-Qur’an, tradisi aqiqah yang dilakukan dengan berkumpul membaca maulid, dan lain sebagainya.

Islam mengandung seperangkat nilai dan norma yang disebut syari’at Islam, yang merupakan tolok ukur untuk menilai sesuatu apakah baik atau tidak baik, boleh atau tidak boleh. Dengan adanya syari’at sebagai tolok ukurnya, Islam berkembang ke berbagai penjuru dan berinteraksi dengan berbagai peradaban lain di luar Islam.

Islam telah telah berartikulasi dengan berbagai kondisi di berbagai wilayah dengan karakter yang berbeda-beda. Dengan kemampuan artikulasinya itu Islam telah mampu mensintesis budaya baru yang khas di masing-masing daerah sehingga menjadi bagian dari budaya masyarakat Islam setempat. Budaya itu diterima oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari kehidupannya tanpa adanya perlawanan.

Budaya baru inilah yang melahirkan tradisi yang bisa saja tradisi itu memang baru sama sekali atau tradisi itu sudah ada tapi diperbaharui. Dalam sejarah, Islam telah berhasil membangun peradaban yang besar dan mencapai kejayaannya selama berabad-abad yang sampai saat ini masih meninggalkan bekas-bekas kejayaan itu.

Dalam proses kelahiran peradaban itu tidak lepas dari adanya asimilasi dan sintesis budaya. Proses asimilasi dan sintesis budaya baru inilah kalau meminjam bahasa Prof. Naquib al-Attas disebut sebagai Islamisasi.

Beberapa ajaran Islam pun dari aspek tradisinya dalam beberapa hal ada kemiripan dengan tradisi pra Islam. Ibadah haji misalnya mempunyai kemiripan dengan tradisi ziarah ke Baitullah yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Arab pra Islam.

Masyarakat Arab pra Islam di jaman jahiliah telah mewarisi tradisi berhaji ke Baitullah dari Nabi Ibrahim as. Namun kemudian, ibadah haji yang berasal dari ajaran Nabi Ibrahim as ini mengalami pergeseran yang pada akhirnya tercampur dengan tradisi berbau syirik.

Ketika Islam datang, tradisi ziarah tidak dilenyapkan, tetapi aspek kesyirikan dalam tradisi jahiliyah dihilangkan sama sekali. Dengan syari’at ibadah haji, masyarakat Arab masih tetap mengamalkan tradisi ziarah ke baitullah, namun isi kegiatannya berbeda sama sekali. Maka tidak bisa dikatakan bahwa ibadah haji adalah mewarisi tradisi Arab jahiliyah.

Ajaran menghormati bulan-bulan haram pun telah menjadi tradisi bagi masyarakat Arab pra Islam. Mereka telah mengenal adanya keempat bulan yang diharamkan perbuatan zalim tersebut.

Bulan Dzulqa’dah adalah bulan ketika orang-orang mulai bersiap untuk berangkat ziarah ke baitullah. Bulan Dzulhijjah adalah waktu pelaksanaan ziarah itu sendiri. Bulan Muharram merupakan bulan para peziarah kembali kekampung dan komunitas mereka masing-masing. Sedangkan bulan Rajab adalah pertengahan tahun waktu orang berkesempatan ziarah atau umrah.

Atas dasar inilah, pada empat bulan itu tidak pantas terjadi kezaliman ataupun huru-hara. Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw tidak melenyapkan tradisi ini, bahkan menegaskan kembali tradisi yang telah berjalan ini. Dalam surat al-Baqarah [2] ayat 217 Allah Swt berfirman:

"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan (haram) adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

Bagaimana dengan tradisi kumpul-kumpul yang disebut dengan tahlilan? Masyarakat Nusantara pra kedatangan Islam telah mengenal tradisi kumpul-kumpul untuk berbela sungkawa para tetangga mereka yang sedang kesusahan karena ditinggal mati keluarganya. Mungkin ketika berkumpul mereka juga membaca mantra-mantra sebagai do’a. Para da’i yang menjadi juru da’wah ketika itu diantaranya para wali, tidak serta merta melenyapkan atau mebrangus tradisi seperti ini. Di dalam ajaran Islam sendiri tradisi ini ada kemiripan dengan ajaran untuk ta’ziyah (berbele sungkawa terhadap yang kesusahan).

Maka tradisi kumpul-kumpulnya tetap dipelihara, namun isinya diubah. Bacaan-bacaan mantra dan persembahan untuk para leluhur dan dewa-dewa dihilangkan sama sekali diganti dengan bacaan ayat al-Qur’an dan kalimah thayyibah. Lalu dipilihnya nama yang pas untuk tradisi ini yaitu tahlilan. Penyebutan nama tahlilan untuk acara ini bukan tanpa sengaja. Acara ini tidak dinama fatihaah (patikahan) padalah di dalamnya dibaca surat al-Fatihah, atau ayat kursian karena di dalamnya juga dibacakan ayat kursi, atau istighfaran karena dibaca pula istighfar, atau shalawatan (slawatan), padalah di dalanya juga dibaca shalawat.

Sejarah Tahlilan Kata tahlilan diambil dari kata tahlil yakni bacaan kalimah tauhid “Laa ilaaha illa Allah”. Bacaan ini merupakan salah satu saja dari sekian bacaan yang dibaca pada tradisi tahlilan. Tapi kemudian nama bacaan ini yang dipilih sebagai nama dari tradisi ini sehingga menjadi tahlilan. Hal ini menunjukkan bahwa tauhid menjadi ruh dari tradisi ini. Kalimah tauhid yang dalam al-Qur’an disebut dengan kalimah sawa’ menjadi intisari dari tradisi tahlilan.

Para da’i yang menyebarkan Islam di Nusantara ini memang sangat bijak dalam menyikapi tradisi yang berkembang di masyarakat. Tidak semua tradisi yang berkembang di masyarakat dihapuskan. Bahkan beberapa tradisi telah diubah sedemikian rupa untuk selanjutnya digunakan sebagai media da’wah. Contoh yang paling sering disampaikan adalah wayang.

Masyarakat Nusantara pra kedatangan Islam telah mengenal kisah-kisah dalam pewayangan karena kisah-kisah ini awalnya bersumber dari buku Mahabarata yang konon ditulis oleh resi Byasa dan buku Ramayana yang ditulis oleh resi Walmiki. Masyarakat yang bercorak Hindu sangat menyukai kisah-kisah ini dan kisah-kisah ini mereka gunakan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral seperti kejujuran, kesetiakawanan, menepati janji, dan sebagainya.

Dalam sejarah perkembangan agama Hindu di Indonesia, kisah ini disadur kembali oleh pujangga Hindu Nusantara seperti Empu Sedah yang menulis buku Baratayuda dan Empu Kanwa yang menulis buku Arjunawiwaha. Para wali yang menjadi da’i di Nusantara sangat memahami karakter masyarakat ini sehingga mereka tidak melenyapkan semua kisah yang ada dalam Mahabarata. Tokoh-tokoh dalam kisah Mahabarata seperti Pandawa serta keluarganya dan juga Kurawa tetap dipertahankan, namun kisahnya dimodifikasi. Aspek kepahlwanan dari tokoh-tokohnya tetap dipertahankan, namun nuansa Hindunya yang dihilangkan dan kemudian ditampilkan tokoh baru.

Sebagai contoh Gatut Kaca putra Bima atau Wrekudara ditampilkan menjadi tokoh sakti yang mempunyai mantra yang disebut Kalimasada yakni kalimah tauhid atau kalimah syahadat. Kembelai lagi tauhid menjadi inti dari da’wah mereka.

Inilah yang menyebabkan Islam di Indonesia tidak mudah dilenyapkan meskipun negeri ini pernah dikuasai penjajah yang beragama Nasrani selama 350 tahun lebih, karena tradisi Islam telah menyatu dengan tradisi masyarakat Nusantara. Hal ini sangat berbeda dengan kasus yang terjadi di Spanyol misalnya yang pernah dikuasai oleh Bani Umayyah, atau yang lebih dekat pagi Pilipina yang sebenarnya juga pernah dikuasai oleh pemerintah Islam, namun sekarang bekas-bekas tradisi itu hampir tidak ada.

Pertanyaan yang sering disodorkan adalah apakah tradisi seperti tahlilan tidak termasuk perbuatan menciptakan syari’at baru. Tidak ada perbedaan di kalangan para ulama bahwa merubah tata cara ibadah yang telah diajarkan tata caranya oleh Rasulullah Saw secara rinci, merupakan perbuatan bid’ah yang terlarang dan termasuk perbuatan yang tertolak. Sebagai contoh, ibadah shalat harus dikerjakan apa adanya sebagaimana Nabi Saw mengajari tata cara shalat. Maka menciptakan tata cara shalat sendiri seperti shalat dengan dua bahasa adalah perbuatan yang tercela.

Di sisi lain terdapat banyak aktivitas yang termasuk ibadah, namun tidak ditunjukkan kaifiyah (tata cara) nya secara rinci kecuali hanya kriteria umum saja. Ta’ziah kepada tetangga yang kesusahan adalah perbuatan yang diajarkan oleh syari’at, menjalankannya termasuk ibadah. Bagaimana tata caranya tidak disampaikan secara rinci kecuali hanya bersifat umum saja.

Demikian pula membaca al-Qur’an, berdo’a, membaca shalawat, dan membaca kalima thayyibah adalah termasuk ibadah yang tidak dijelaskan tata caranya secara rinci. Mentradisikan kegiatan yang berkaitan dengan hal ini, misalnya tradisi seman al-Qur’an berkeliling, tradisi perayaan hari besar Islam dan juga tahlilan, tidaklah termasuk sebagai tradisi yang tercela yang dilarang, sekalipun tidak dilakukan di masa Nabi Saw dan para sahabatnya dan tidak bisa disebut bertentangan dengan ajaran Nabi Saw.

Seni budaya dan tradisi lokal yang bernafaskan Islam sangat banyak dan memiliki manfaat terhadap penyebaran agama Islam. Untuk itulah sebagai generasi Islam, maka kamu harus mampu mengapresiasikan diri terhadap permasalahan tersebut. Bentuk dari apresiasi terhadap seni budaya dan tradisi tersebut adalah dengan merawat, melestarikan, mengembangkan, simpati dan menghargai secara tulus atas hasil karya para pendahulu.

Pada zaman sekarang, ada sebagian kelompok umat Islam yang mengharamkan dan yang membolehkan seni budaya dan tradisi yang ada. Mereka mengharamkan karena pada zaman Rasulullah saw tidak pernah diajarkan seni dan tradisi tersebut. Yang membolehkan dengan dasar bahwa semua tersebut adalah sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam. Sebagai generasi Islam, kamu harus mampu mensikapi secara bijaksana dan penuh toleransi.

Para ulama’ dan wali pada zaman dahulu bukanlah manusia yang bodoh dan tidak tahu hukum agama. Mereka mampu menerjemahkan pesan Islam ke dalam seni budaya dan tradisi yang ada pada masyarakat Indonesia. Sehingga dengan mudah praktek keagamaan umat Islam dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Untuk itulah perlu adanya pemahaman secara bersama, bahwa seni budaya dan tradisi tidak harus diharamkan secara total karena memang mengandung nilai-nilai keislaman.

Umat Islam adalah umat yang tidak hanya memikirkan urusan akherat, tetapi juga memikirkan kehidupan dunia. Kehidupan di dunia tidak hanya kebutuhan yang bersifat fisik. Manusia juga membutuhkan sentuhan-sentuhan rohani dan kebutuhan tersebut bisa melalui musik atau seni. Karena seni yang baik mengandung keindahan. [PPQ Al-Amin Purwokerto-dari pelbagai sumber]

Tahlilan bersama

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/tahlilan-itu-bertauhid-bukan-bidah-dan.html

Jumat, 28 Oktober 2011

Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja

PPQ Al-Amin Purwokerto - Sebutlah Anda seorang koruptor atau pelaku kejahatan keuangan yang masih tradisional. Anda tak tahu apa bagaimana cara mencuci uang lewat perusahaan cangkang di Panama, atau mencucinya lewat crypto currency. Uang Anda ini bisa berasal dari berbagai sumber: korupsi, penjualan narkoba atau senjata, penggelapan, atau menghindari pajak. Istilahnya 'black money' atau 'uang gelap'.

Anda tak bisa menyetorkan uang ke bank, karena pasti akan ketahuan aparat dan petugas pajak. Selain itu Anda perlu mendistribusikan uang tersebut ke pihak lain secara sederhana, sedikit demi sedikit tanpa menimbulkan kecurigaan. Maka yang paling mungkin adalah anda tumpuk dan timbun uang itu, di satu tempat atau tempat terpisah. Jumlahnya sudah tak karuan lagi.

Pada suatu hari, kepala negara dan otoritas bank sentral negara anda mengumumkan: menarik semua mata uang pecahan lama, dan menggantinya dengan pecahan baru. Anda hanya diberikan waktu 50 hari untuk menukar. Lebih dari itu, uang lama tidak akan berlaku lagi.

Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja - PPQ Al-Amin Purwokerto
Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja - PPQ Al-Amin Purwokerto


Uang Palu Arit Ditarik, Uang Hasil Korupsi Ditimbun Saja

Pastilah Anda panik. Bagaimana pula cara menukarkan uang tunai sebanyak itu dalam waktu singkat dan tidak terdeteksi otoritas? Kalau Anda bawa uang tunai Rp 1 miliar ke bank untuk ditukarkan ke mata uang baru, pastilah dimintai identitas minimal KTP. Sukur-sukur bukan NPWP.

Kalau timbunan uang anda hanya Rp 1 miliar sih tidak masalah. Tapi kalau sudah puluhan atau ratusan miliar, atau bahkan triliunan, bila digabung dengan para sejawat Anda yang lain, Anda pasti frustasi. Apalagi makin hari makin canggih sistem dan teknologi pelacakan uang menggunakan nomor seri.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Itulah yang terjadi di India akhir tahun kemarin ketika PM India Narendra Modi hendak memberangus tindak pidana pencucian uang, penggelapan, korupsi, penggelapan pajak dan peredaran uang palsu. Pecahan 500 dan 1.000 rupee dinyatakan tidak berlaku lagi. Istilahnya demonetisasi.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Tentu menimbulkan gejolak dan protes, karena hanya diberi waktu 50 hari untuk penukaran. Orang-orang kaya mengakalinya lewat kerjasama dengan orang miskin agar bisa meminjam rekening sebagai perantara. Banyak juga yang bergegas ke toko perhiasan dan butik, memohon agar uang pecahan lama mereka bisa diterima.

Ada juga yang mengakali dengan cara membayar upah pekerja atau layanan jasa di depan secara sekaligus untuk satu tahun. Tak sedikit pula yang pasrah dan menerima uang mereka tak lebih berharga dibanding tisu toilet. Bahkan di Sungai Gangga ditemukan banyak uang 1.000 rupee mengambang.

Banyak orang marah dan melawan. Terutama mereka yang menimbun 'black money'. Bahkan langkah ini harus dibayar oleh India dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi 2016 dan diprediksikan masih akan turun lagi di 2017.

Di Indonesia belakangan juga banyak yang marah dan menuntut penarikan mata uang baru. Ada lambang palu arit, katanya. Tapi ini bukan kisah palu arit, melainkan black money. Di India, bukan Indonesia. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/uang-palu-arit-ditarik-uang-hasil-korupsi-ditimbun-saja.html

Sabtu, 25 September 2010

Dari Aceh-Papua Khatamkan Quran 300 Ribu Kali

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Koordinator Nasional Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid mengatakan, gerakan Nusantara Mengaji dengan menghatamkan 300.000 kali dilakukan secara serentak di setiap provinsi se-Indonesia pada Sabtu (7/5) hingga Ahad (8/5) dalam satu majelis.

"Tujuannya, mengajak umat Islam seantero Nusantara bermunajat dan berdoa untuk keselamatan, kesejahteraan dan keberkahan bangsa. Khataman sendiri memiliki arti menyelesaikan bacaan Al-Quran sebanyak 30 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Annas," kata Jazilul dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Dari Aceh-Papua Khatamkan Quran 300 Ribu Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Aceh-Papua Khatamkan Quran 300 Ribu Kali (Sumber Gambar : Nu Online)


Dari Aceh-Papua Khatamkan Quran 300 Ribu Kali

Menurut dia, gerakan Nusantara Mengaji bermaksud mewujudkan kebersamaan dalam persatuan melaui hubungan spiritualitas. Selain itu, gerakan ini dimaksudkan untuk mengajak masyakat agar senantiasa mengejawantahkan nilai-nilai moral agama.

"Majelis memiliki arti berkumpulnya satu orang sampai tiga puluh orang dalam satu tempat untuk menyelesaikan minimal satu khataman Al-Quran," katanya.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jazilul mengatakan, peserta Gerakan Nusantara Mengaji adalah setiap orang yang telah mendapatkan maqro dan bersedia secara sukarela membaca Al-Quran pada Sabtu(7/5) hingga Ahad (8/5).

Maqro, kata dia, adalah alat pembagian tugas pembacaan khataman Al-Quran. Maqro berbentuk kartu yang berisi keterangan data koordinator majelis.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Adapun pembagian kuota khataman Al-Quran tiap provinsi berbeda-beda, dilihat dari banyaknya penghapal dan pembaca Al-Quran di setiap provinsi. Untuk Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) kebagian 3.850 juz, Sumatera Utara 6.850 juz, Sumatera Barat 3.850 juz, Riau 7.700 juz, Kepulauan Riau 2.150 juz, Jambi 6.500 juz, Bengkulu 5.000 juz, Sumatera Selatan 10.900 juz, Bangka Belitung 1.300 juz, Lampung 1.300 juz, Banten 8.150 juz, Jawa Barat 21.500 juz, DKI Jakarta 1.500 juz, Jawa Tengah 42.450 juz, DI Yogyakarta 4.650 juz.

Selain itu, Jawa Timur 82.450 juz, Bali 400 juz, Nusa Tenggara Barat 6.400 juz, Nusa Tenggara Timur 1.000 juz, Kalimantan Barat 6.100 juz, Kalimantan Selatan 9.900 juz, Kalimantan Tengah 5.350 juz, Kalimantan Timur 3.000 juz, Kalimantan Utara 1.500 juz, Gorontalo 850 juz, Sulawesi Selatan 7.950 juz, Sulawesi Tenggara 6.450 juz, Sulawesi Tengah 6.550 juz, Sulawesi Utara 2.000 juz, Sulawesi Barat 2.650 juz, Maluku 4.350 juz, Maluku Utara 2.850 juz, Papua 2.000 juz, Papua Barat 1.700 juz dan Kornas 9.450 juz. Dengan total keseluruhan mencapai angka 300.000 khataman. (Antara/Mukafi Niam)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67211/dari-aceh-papua-khatamkan-quran-300-ribu-kali-

Selasa, 22 Desember 2009

BNPT: Peluru Tajam dan Penangkapan Tak Selesaikan Terorisme

Kendari, PPQ Al-Amin PurwokertoBadan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyadari persoalan terorisme tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keras atau hard approach. Masyarakat diharapkan terlibat secara aktif dalam pencegahan kejahatan luar biasa tersebut.

"Karena itu, peluru tajam, penangkapan, dan penegakan hukum semata dirasa bukan jalan tunggal yang dapat memutus aktivitas terorisme di Indonesia," kata Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Abdul Rahman Kadir, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah Tangkal Radikalisme dan Terorisme di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/3).

BNPT: Peluru Tajam dan Penangkapan Tak Selesaikan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
BNPT: Peluru Tajam dan Penangkapan Tak Selesaikan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)


BNPT: Peluru Tajam dan Penangkapan Tak Selesaikan Terorisme

Abdul menambahkan, terorisme bukan persoalan pelaku, jaringan, sasaran, dan aksi brutalnya saja. Terorisme adalah persoalan ideologi, keyakinan, dan pemahaman yang keliru tentang cita-cita yang tidak sesuai dengan pandangan hidup bangsa, Pancasila.

PPQ Al-Amin Purwokerto

BNPT yang dibentuk pada tahun 2010, masih kata Abdul, telah menetapkan 2 jenis pendekatan dalan penanggulangan terorisme, yaitu hard dan soft approach. Soft approach sendiri dalam pelaksanaannya terbagi dalam 2 program, yaitu deradikalisasi, pembinaan terhadap narapidana terorisme, mantan narapidana terorisme, keluarganya dan jaringannya, baik di dalam Lapas maupun di luar Lapas.

"Program kedua adalah kontra-rdikalisasi, yaitu pelibatan seluruh komponen bangsa dalam menangkal pengaruh paham radikal terorisme di tengah lingkungan masyarakat. FKPT adalah bagian dari strategi kontraradikalisasi, dengan melibatkan tokoh dari berbagai unsur, untuk bisa membentengi masyarakat dari paparan paham raadikal terorisme," urai Abdul.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sebagai mitra strategis BNPT, Abdul meminta FKPT bisa mengkoordinir keterlibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme. "Terorisme adalah kejahatan luar biasa yang menjadi musuh kita bersama. Oleh karena kebersamaan juga yang bisa menjadi sarana pencegahannya," pungkasnya.

Kegiatan Literasi Media sebagai Upaya Cegah Tangkal Radikalisme dan Terorisme, dilaksanakan BNPT dengan menggandeng 32 Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme di seluruh Indonesia. Selain diisi dengan kegiatan dialog, metode lain yang dijalankan adalah visit media dan menggelar lomba karya jurnalistik bertemakan kearifan lokal. (Red: Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75959/bnpt-peluru-tajam-dan-penangkapan-tak-selesaikan-terorisme

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 14 Agustus 2009

Ini Tiga Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Tangsel, PPQ Al-Amin Purwokerto. Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Soekro Tratmono mengatakan, tahun 2015 komposisi keuangan syariah global adalah sebesar 2 triliun dolar Amerika atau setara dengan dua puluh enam ribu triliun rupiah. Tahun 2021, aset syariah global akan mencapai 3,4 dolar Amerika.

Sementara itu, aset syariah Indonesia mencapai angka delapan ratus sembilan puluh tujuh triliun yang tersebar di perbankan syariah, pasar modal syariah, pembiayaan, asuransi, dan lainnya.

Ini Tiga Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Ini Tiga Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Per Februari tahun 2016 aset syariah Indonesia adalah 897 triliun, kata Soekro saat menyampaikan pidato pada seminar nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah dengan tema Tantangan dan Peluang Pasar Keuangan Syariah di Indonesia di Kampus II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ciputat, Rabu (17/5).

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ia menyampaikan, Indonesia masuk dalam jajaran sepuluh besar peringkat ekonomi Islam. Tahun 2015 dan 2016 Indonesia tetap menduduki peringkat sepuluh. Presentasenya jauh dengan Malaysia yang berada di urutan pertama, urainya.

Namun demikian, ia menyatakan, ada tiga tantangan yang dihadapi dan dapat menghambat laju perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Pertama, kapasitas kelembagaan yang belum efektif dan efisien.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kedua, keterbatasan akses dan produk ekonomi syariah ke tangan-tangan konsumen. Yang terakhir, pasar industri syariah di Indonesia yang masih kecil.

Menurutnya, para pelaku bidang ekonomi syariah seharusnya memberikan perhatian yang lebih terhadap tiga kendala tersebut di atas.

Secara statistik, industri keuangan syariah Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu 19,94% pada tahun 2015 dan meningkat menjadi 29,65% selama tahun 2016. Khusus perbankkan, tahun 2016 meningkat 20,3% sehingga share total aset perbankkan syariah terhadap perbankkan nasional mencapai 5,33%. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/78023/ini-tiga-tantangan-ekonomi-syariah-di-indonesia

Jumat, 18 Januari 2008

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016

Tangerang Selatan, PPQ Al-Amin PurwokertoDesember 2015 merupakan akhir tahun yang menantang bagi Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman) Politeknik Keuangan Negara STAN Tangerang Selatan, Banten. Pada bulan ini bidang Dana Usaha Iman tengah mengerjakan finalisasi buku Ujian Saringan Masuk (USM) Politeknik Keuangan Negara STAN.

Buku yang diberi nama Siap USM PKN-STAN 2016 ini merupakan buku edisi yang ke 15, lebih unggul dari 14 edisi sebelumnya. Dalam buku yang terbit sejak 18 Januari ini, telah ditambahkan 1 konten baru yakni Tabel Pengembangan Pembelajaran. Dengan adanya tabel tersebut pengguna akan lebih mudah dalam memantau hasil belajarnya.

Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)


Iman STAN Terbitkan 5.000 Eksemplar Buku USM 2016

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, serta dengan mempertimbangkan beberapa hal, manajemen akhirnya memutuskan mencetak dengan jumlah yang lebih banyak daripada tahun sebelumnya, yakni yang biasanya sebanyak 3.000 buku, sekarang kami mencetak sebanyak 5.000 buku, ujar Achmad Nofrizal selaku manajer buku beberapa waktu lalu.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pihaknya berharap penerbitan buku tersebut mampu memenuhi permintaan pasar untuk menyongsong USM PKN STAN tahun ini. Buku USM Siap STAN terbitan Iman, kata Achmad, memang selalu habis dan bahkan seringkali kewalahan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Hal inilah yang akhirnya membuat manajemen optimis menerbitkan 5.000 eksemplar buku.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Wujud Kemandirian

Achmad juga mengatakan, penerbitan buku ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan kemandirian finansial Iman PKN STAN. Hampir 70 persen kegiatan operasional Iman bersumber dari profit buku ini. Di sisi lain, penerbitan buku juga menjadi sarana belajar bagi anggota IMAN. Mulai dari pembuatan konten, pembahasan soal, sampai editing dilakukan langsung jamaah ngaji Iman yang juga merupakan masiswa aktif PKN STAN.

Iman Education, subidang Dana Usaha Iman yang menginisiasi penerbitan buku ini, juga memiliki program unggulan lain, yakni Bimbingan Belajar Jarak Jauh dan Bimbingan Belajar Reguler. Achmad menyayangkan bahwa dalam beberapa tahun belakangan Iman Education hanya melaksanakan Bimbel Jarak Jauh saja dan belum mampu melaksanakan Bimbel Reguler. Ia berharap dan terus mengupayakan, agar tahun depan Bimbel Reguler dapat berjalan lagi sesuai dengan yang telah direncanakan. (Arum R Ristanti/Mahbib)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/65599/iman-stan-terbitkan-5000-eksemplar-buku-usm-2016

PPQ Al-Amin Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock