Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzikir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2016

IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab

Kudus, PPQ Al-Amin Purwokerto. Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kudus dalam rapat pimpinan cabang di lantai dua Gedung PCNU Kudus jalan Pramuka nomor 20 Kudus, Selasa (20/5), membahas sejumlah persiapan konferensi cabang di kompleks Madrasah Nahdlatul Muslimin kecamatan Undaan pada Selasa-Kamis (17-19/6) mendatang.

Mereka menentukan persyaratan bagi sembilan anak cabang IPNU dan IPPNU yang menjadi peserta konfercab. Setiap anak cabang berhak mengirimkann tiga utusannya. Persyaratan ini berlaku unuk pimpinan ranting dan komisariat yang ada di Kudus.

IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)


IPNU dan IPPNU Kudus Agendakan Konfercab

Peserta berasal dari pimpinan anak cabang, ranting dan komisariat IPNU dan IPPNU dengan Surat Pengesahan yang masa tenggangnya maksimal 3 bulan dari konferensi cabang mendatang.

Selain sosialisasi konfercab, forum rapat ini digunakan pimpinan anak cabang dan ranting untuk melaporkan kegiatan di wilayah kerja masing-masing.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Ketua IPNU Kudus Dwi Saifullah menyampaikan, Konferensi bukan sekadar mengganti kepengurusan cabang tetapi juga upaya saling mengenal antarjenjang kepengurusan mulai dari pimpinan ranting, anak cabang, dan pimpinan komisariat.

Dalam konfercab bulan mendatang, kita juga akan mengadakan peringatan Isra dan Miraj yang rencananya menghadirkan Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri sebagai penyampai taushiyah, tandas Dwi. (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52159/ipnu-dan-ippnu-kudus-agendakan-konfercab

PPQ Al-Amin Purwokerto

Kamis, 05 Mei 2016

Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris

PPQ Al-Amin Purwokerto - Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian mengatakan, upaya penanggulangan terorisme tidak akan berhasil jika hanya dilakukan melalui ranah penegakan hukum.

Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris
Kapolri Tito Karnavian: Islam Nusantara Bisa Mencegah Radikalisasi Kelompok Teroris


Menurut Tito, saat ini diperlukan adanya ideologi tandingan yang bersifat moderat untuk meredam maraknya penyebaran pemahaman radikalisme di masyarakat.

"Terorisme tidak bisa ditangkal hanya dengan menangkap dan menembak pelaku. Counter ideologi dilakukan dengan memoderasi narasi radikal mereka," ujar Tito dalam acara diskusi 'Simposium Deradikalisasi' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).

Tito menuturkan, peran para ahli agama sangat diperlukan untuk membantu pemerintah memberantas terorisme. Pasalnya, penyebaran paham radilkal kerap dilakukan oleh kelompok teroris melalui narasi ideologi dengan mengutip ayat-ayat kitab suci yang multitafsir.

Dia mencontohkan konsep Islam Nusantara di kalangan Nahdlatul Ulama merupakan salah satu contoh ideologi tandingan. Jika dilakukan secara intensif, kata Tito, maka konsep Islam Nusantara mencegah upaya radikalisasi kelompok teroris.

"Bisa juga dengan penyebaran ideologi tandingan contoh Islam Nusantara. Ini yang harus intens karena Islam Nusantara itu kan moderat dan berlandaskan kearifan lokal," tutur Tito.

Namun, Tito menyayangkan penyebaran ideologi tandingan tersebut terkendala dengan adanya fenomena silent majority. Meski kelompok moderat jumlahnya banyak, tetapi mereka cenderung diam ketika menemukan paham radikalisme menyebar di masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, program deradikalisasi yang penting dilakukan adalah kontra wacana. Cara tersebut pernah dilakukan oleh pemerintah Spanyol untuk meredam kelompok radikal yang menggunakan ayat-ayat kitab suci.

"Ini sama seperti di Indonesia. Wacana yang diturunkan membutuhkan interpretasi dan monolitik. Tapi di sini tidak ada yang melawan. Maka NU dan Muhammdiyah yang paling berpotensi karena umatnya banyak," ujar dia. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/kapolri-tito-karnavian-islam-nusantara-bisa-mencegah-radikalisasi-kelompok-teroris.html

Minggu, 11 Januari 2015

What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?

PPQ Al-Amin Purwokerto - Pada Senin (2 Mei 2016), saya mendapat undangan untuk menghadiri Seminar Internasional atas kerjasama Atase Agama Kedubes Saudi Arabia dan STAIN Pamekasan yang menghadirkan tiga nara sumber. 1). Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia). 2). Prof. Dr. KH Ahsin Sakho Muahammad (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). 3). KH. Syukran Makmun (Pengasuh Pesantren Darur Rahman Jakarta).

What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?
What? KH Hasyim Asyari Paling Wahabinya Wahabi?


Seminar ini dibuka oleh Ketua STAIN Pamekasan Dr. Taufiqurrahman, M.Pd. Kemudian dilanjutkan pemateri pertama, Prof. Dr. Akhsin Sakha yang menjelaskan tentang pemikiran Hadratus Syekh Hasyim Asyari dalam mempertahankan NKRI yang lalu dikenal dengan Resolusi Jihad.

Kemudian, pemateri kedua, KH. Syukran Makmun mencoba menyinggungg konflik di Timur Tengah akibat kesalahpahaman umat antara berbagai kelompok (firqah islamiyah). Beliau juga menekankan agar konflik di Timur Tengah jangan sampai terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, toleransi inter dan antar umat beragama harus lebih ditingkatkan.

Pemateri ketiga adalah Dr. Ibrahim Sulaiman, beliau menyampaikan beberapa poin penting bahwa wahabi dan NU tidak ada perbedaan. Menurut klaim Dr. Ibrahim, bahwa beliau adalah orang yang pertama kalinya mengkaji Hadratus Syekh Hasyim Asyari pada tahun kemarin di salah satu Universitas Islam di Malang. Bahkan beliau berpendapat Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi. Karena menurut beliau, Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari menolak Syiah Zaidiyah, sedangkan wahabi masih mentolerir Syiah Zaidiyah.

Pada sesi tanya jawab, sebenarnya penulis ingin bertanya dan memberi tanggapan terhadap para nara sumber. Namun, karena penulis tidak diberi kesempatan oleh moderator dengan alasan waktu terbatas, maka penulis menyampaikannya melalui catatan-catatan sebagai berikut:

Pertama, penulis sangat setuju dengan pernyataan Prof. Dr. Ahsin Sakho bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari memandang NKRI dari segi maqashid syariah dengan Resolusi Jihadnya.

Kedua, Konflik di Timur Tengah bukan disebabkan terpecahnya umat Islam karena faktor kelompok agama (firqah Islamiyah), akan tetapi perpecahan di Timur Tengah yang disebut Revolusi Timur Tengah disebabkan Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik). Berdasarkan fakta yang terjadi di Syiria, Sunni-Syiah selama bertahun-tahun hidup damai berdampingan. Begitu juga di Yaman, Tunisia, Lebanon, dan lainnya. Sehingga yang harus diwaspadai di Indonesia adalah Al-Harakah Al-Siyasiyah (Pergerakan Politik) yang akan memecah belah NKRI.

Ketiga, Klaim Dr. Ibrahim Sulaiman An Nughemsyi (Atase Agama Kedubes Saudi Arabia) bahwa beliau adalah yang pertama kali mengkaji pemikiran Hadratus Syekh adalah tidak benar. Karena para kader NU sejak sekitar 2007-an sudah intens mengkaji pemikiran beliau, sehingga lahirlah beberapa buku spektakuler dan film Sang Kiai.

Keempat, penulis sangat tidak setuju dengan pernyataan Dr. Ibrahim bahwa Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi. Karena ada perbedaan mendasar antara wahabi dan pemikiran Hadratus Syekh, bahwa wahabi adalah firqah mujassimah, yakni merupakan kelompok yang menganggap Tuhan memimiliki jism/jasad.

Wahabi adalah pergerakan politik, sedangkan Pemikiran Hadratus Syekh dengan NU-nya adalah murni pergerakan sosial keagamaan. Wahabi sering membawa masalah furu’iyah kepada aqidah, sedangkan Hadratus Syekh tidak demikian.

Bahkan dalam kitab karya Hadratus Syekh berjudul “Risalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (hal 9)”, beliau menyatakan dengan tegas menolak pemikiran Syekh Muhammad ibn Abdul Wahab sebagai pendiri wahabi. Sehingga tuduhan bahwa Hadratus Syekh Hasyim Asyari adalah paling wahabinya wahabi adalah tidak benar.

Kelima, Dr. Ibrahim telah melakukan tahrif terhadap kitab Irsyadu al-Syari (Kumpulan Kitab Hadratus Syekh Muhammad Hasyim Asyari) dalam Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah halaman. 10. Menurutnya, Hadratus Syekh menolak Syiah Zaidiyah, padahal dalam kitabnya tersebut Hadratus Syekh menolak Syiah Rafidah karena mereka secara jelas telah mencela sahabat.

Ala kulli hal, semoga catatan ini bisa memberi pencerahan untuk masyarakat Pamekasan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Muhammad Taufiq, kader NU dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pamekasan.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/what-kh-hasyim-asyari-paling-wahabinya-wahabi.html

Kamis, 11 Desember 2014

Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan

Solo, PPQ Al-Amin Purwokerto. Banyaknya dai yang memberikan kultum dan ceramah, khususnya di bulan Ramadhan ini, mestinya membuat umat Islam semakin paham akan ajaran Islam. Namun, terkadang yang terjadi justru sebaliknya. Banyaknya kalimat nasihat yang disampaikan, tidak berbanding lurus dengan banyaknya masyarakat yang mengamalkannya.

Hal tersebut, menurut keterangan yang terdapat dalam kitab al-Hikmah karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, disebabkan karena kurangnya keikhlasan para dai dalam menyampaikan nasihatnya.

Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Syech: Nasihat Mengena karena Faktor Keikhlasan

Kata-kata nasihat orang yang ikhlas, meski sederhana akan mengena. Sebaliknya, ahli riya, kalimat nasihatnya akan dibuat-dibuat, justru menjadikan para pendengarnya gelap hati, terang Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf pada kajian yang diselenggarakan menjelang sahur di Gedung Bustanul Asyiqin Solo, Ahad (12/7) lalu.

Lebih lanjut dijelaskan Mustasyar PWNU Jateng itu, keikhlasan kalam dari para orang shaleh dan ulama menjadikan kalam mereka selama ribuan tahun sampai sekarang tetap diperhatikan dan dipelajari umat Islam.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Bahasa nasihat itu bahasa ikhlas, bukan sekedar pintar bicara atau indahnya bahasa. Kita lihat Nabi saw, kalau menyampaikan sederhana tapi maknanya dalam. Misal ketika ditanya apa itu iman? Dijawab Nabi, iman itu menjaga Islam, papar Habib Syech.

Kajian menjelang sahur ini diselenggarakan tiap dini hari Selama bulan Ramadhan di Gedung Bustanul Asyiqin Solo. Pada kegiatan tersebut menghadirkan beberapa ustadz antara lain Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, Kiai Anshori (LBM PCNU Solo), dan lainnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/60915/habib-syech-nasihat-mengena-karena-faktor-keikhlasan

PPQ Al-Amin Purwokerto

Sabtu, 04 Oktober 2014

Hukum Memakai Behel Kawat Gigi

SAAT ini, kawat gigi atau behel seperti menjadi trend mode, khususnya di kalangan remaja. Alasannya beragam, mulai dari gaya, merapikan gigi serta alasan kesehatan. Pertanyaannya, bagaimana hukum pemasangan behel tersebut dalam Islam?

Jawaban :

Perihal pemasangan behel di gigi untuk sebuah kepentingan tertentu seperti alasan publik pada lazimnya merapikan posisi gigi, sangat baik. Behel sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kawat. Sampai di sini, para ulama tidak berbeda pendapat. Asy-Syaukani menyebutkan sebagai berikut.



أقول: الأصل الحل كما يفيده قوله عزوجل: {هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ} [البقرة: 29] ، وقوله: {قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ} [الأعراف: 32] ، فلا ينقل عن هذا الأصل المدلول عليه بعموم الكتاب العزيز إلا ما خصه دليل ولم يخص الدليل إلا الأكل والشرب في آنية الذهب والتحلي بالذهب للرجال فالواجب الاقتصار على هذا الناقل وعدم القول بما لا دليل عليه بما هو خلاف الدليل ولم يرد غير هذا فتحريم الاستعمال على العموم قول بلا دليل وما كان ربك نسيا.

Pada prinsipnya semua itu boleh seperti dikatakan firman Allah “Dia yang menciptakan segala apa yang di bumi untuk kalian,” (Al-Baqarah ayat 29) dan “Katakan, siapakah orang yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya, dan rezeki yang baik-baik,” (Al-A’raf ayat 32).

Belum ada nukilan makna umumnya lafal ayat Al-Quran di atas dari prinsip ini kecuali dalil lain yang membatasinya. Sementara ini tidak ada yang membatasi dalil di atas kecuali hadits yang melarang untuk makan dan minum di wadah terbuat dari emas maupun perak, dan perhiasan emas bagi pria. Karenanya, kita harus membatasi diri pada nukilan di atas; dan tidak perlu berpendapat tanpa dalil yang justru bertentangan dengan dalil yang sudah ada. Sedangkan dalam masalah ini, belum ada dalil lain selain dalil di atas. Karenanya, pengharaman terhadap penggunaan perhiasan itu berdasarkan umumnya dalil di atas, merupakan pendapat tanpa dasar. Tuhan sendiri bukan pelupa. (Lihat Asy-Syaukani, As-Sailul Jarrar Al-Mutadaffiq ‘ala Hada’iqil Azhar, Daru Ibnu Hazm).

Adapun hadits larangan makan dan minum pakai wadah emas dan perak yang dimaksud Asy-Syaukani ialah sebagai berikut.



Hukum Memakai Behel Kawat Gigi
Hukum Memakai Behel Kawat Gigi


قَوْله صلى الله عليه وسلم: “لَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ اَلذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِها، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدنيا، ولكم في الآخرة”. متفق عليه

Jangan kamu minum di wadah emas dan perak. Jangan juga makan di piring yang terbuat daripadanya. Semua itu (emas dan perak) untuk mereka (orang musyrik) di dunia dan untuk kamu di akhirat. (HR Bukhari dan Muslim).

Lalu bagaimana hukumnya menggunakan emas atau perak sebagai perhiasan? Sampai di sini, para ulama berbeda pendapat. Asy-Syaukani mengambil posisi sebagai berikut.



وأما قوله: “والتجمل بها” فوجهه أن ذلك مما أحله الله ولم يحرمه كما لم يحرم استعمال الذهب والفضة في غير الأكل والشرب والتحلي بالذهب فالكل حلال طلق أباحه الذي خلقه لعباده لا يسأل عما يفعل وهم يسألون.

Adapun “berhias dengan emas” mesti dilihat bahwa itu termasuk yang dibolehkan oleh Allah dan tidak diharamkan. Persis seperti Allah tidak mengharamkan penggunaan emas dan perak untuk selain makan dan minum. Dia tidak mengharamkan berhias dengan emas (untuk kalangan wanita). Semua itu halal dan bebas yang Allah izinkan hamba-Nya untuk menikmati ciptaan-Nya. Dia tidak ditanya atas apa yang diperbuat-Nya. Sementara merekalah yang akan dimintakan pertanggungjawaban. (Lihat Asy-Syaukani, As-Sailul Jarrar Al-Mutadaffiq ‘ala Hada’iqil Azhar, Daru Ibnu Hazm).

Berikut ini pandangan madzhab Hanbali dan Syafi’i perihal emas atau perak yang sudah disepuh.



وقال الحنابلة مثل الشافعية: يحرم المضبب بضبة كثيرة من الذهب أو الفضة، لحاجة أو غيرها. ولا يباح اليسير من الذهب إلا للضرورة كأنف الذهب وما ربط به الأسنان، ويباح اليسير من الفضة؛ لحاجة الناس إليه.

Seperti kalangan Syafi’iyah, madzhab Hanbali berpendapat, haram menggunakan logam campuran emas dan perak di mana keduanya lebih dominan daripada logam jenis lainnya baik untuk suatu hajat dan lainnya. Meskipun sedikit, haram menggunakan emas kecuali karena darurat seperti membuat hidung dari emas dan untuk mengikat gigi. Sedangkan penggunaan sedikit perak diperbolehkan untuk suatu kepentingan. (Lihat Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, Juz 10). Sementara untuk kepentingan perhiasan dari emas, Madzhab Hanbali memberikan rukhshah (keringanan).



وَذَهَبَ الْحَنَابِلَةُ إِلَى أَنَّهُ يَجُوزُ لِلذَّكَرِ أَنْ يَتَّخِذَ قَبِيعَةَ سَيْفِهِ مِنَ الذَّهَبِ؛ لأَِنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ كَانَ لَهُ سَيْفٌ فِيهِ سَبَائِكُ مِنْ ذَهَبٍ، وَأَيْضًا فَإِنَّ عُثْمَانَ بْنَ حُنَيْفٍ كَانَ فِي سَيْفِهِ مِسْمَارٌ مِنْ ذَهَبٍ، ذَكَرَهُمَا أَحْمَدُ لِذَا رَخَّصَ فِي ذَلِكَ، وَإِنْ كَانَ لَهُ رِوَايَةٌ أُخْرَى بِتَحْرِيمِ ذَلِكَ مِثْل الْجُمْهُورِ.

Madzhab Hanbali berpendapat, boleh bagi kalangan pria untuk membuat gagang pedang dari emas karena Sayyidina Umar bin Khattab memiliki pedang dengan leburan logam emas. Ustman bin Hunaif juga memiliki pedang yang pakunya terbuat dari emas.Riwayat ini disebutkan Imam Ahmad. Karenanya ia memberikan rukhshah pada masalah ini kendati ada sebuah riwayat yang mengharamkannya seperti yang disebutkan jumhur ulama. (Lihat Kementerian Waqaf dan Agama Kuwait, Mausu’atu Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, juz 45, cetakan kementerian agama setempat).

Sementara salah seorang pemuka Madzhab Hanbali Ibnu Qudamah mengutip riwayat sejumlah salafus saleh yang memakai emas dan jenis logam lainnya untuk kepentingan gigi mereka.

وروى الأثرم عن أبي جمرة الضبعي وموسى بن طلحة وأبي رافع وثابت البناني واسماعيل بن زيد بن ثابت والمغيرة بن عبد الله أنهم شدوا أسنانهم بالذهب وما عدا ذلك من الذهب

Al-Atsram meriwayatkan dari Abu Jamroh, Musa bin Thalhah, Abu Rofi’, Tsabit Al-Banani, Ismail bin Zaid bin Tsabit, dan Mughiroh bin Abdullah bahwa mereka menguatkan gigi mereka dengan emas dan logam jenis selain emas. (Lihat Ibnu Qudamah, Asy-Syarhul Kabir alal matnil Muqni’, Darul Kitab Al-Arabi).

Adapun sebagian orang mengharamkan pengubahan ciptaan Allah berdasarkan surat ar-Rum ayat 30 berikut.

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Tegakkan wajahmu pada agama yang lurus, sebuah fithrah Allah yang ditetapkannya. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah itu. Itulah agama lurus. Tetapi kebanyakan orang tidak tahu. (Ar-Rum ayat 30).

Pertama penggunaan dalil ini untuk mengharamkan pasang behel, cangkok jantung, menambal (maaf) sumbing, atau cukur rambut misalnya, tidak mengena. Pasalnya “fithrah Allah” yang dimaksud oleh para ulama tafsir, bukan tampilan fisik manusia, tetapi Islam. Allah tidak mengubah Islam setiap anak yang lahir ke dunia. Tetapi orang tua yang mengubah Islam setiap anak menjadi yahudi, Nashrani, atau Majusi.

Kedua, pemakaian “La tabdila li khalqillah” (Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah itu) sebagai dalil pengharaman, mengandung problematik. Karena dalil ini tidak bicara secara spesifik sehingga bisa menyasar apa saja. Semacam pasal “karet” yang liar. Dengan dalil ini segala sesuatu bisa jadi haram seperti membuat lemari dari kayu pohon, menambal (maaf) bibir sumbing sejak lahir, dan atau memotong tali pusat bayi.

Walhasil, perihal pasang behel/kawat di gigi sejauh ini tidak ada dalil yang mengharamkan. Terlebih lagi kawat yang dipasang di gigi terbuat dari bukan logam emas atau pun perak. Pemasangannya pun berada di bawah pantauan dokter ahli. Sejauh tidak menimbulkan mudharat, pemasangan kawat di gigi untuk kepentingan kerapian gigi misalnya, tidak masalah. Wallahua`lam. 

(Ust.Mahfudz, Sekretaris LBM NU Lampung)

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/02/hukum-memakai-behel-kawat-gigi.html

Selasa, 05 Agustus 2014

Assad Pernah Peringatkan Perancis

Karma. Anda tahu apa itu karma? Karma itu apa yang terjadi di Perancis kemarin. Insiden terorisme di sebuah Hall konser di Timur Paris, ratusan tewas. Presiden Perancis Francois Hollande menyatakan setidaknya 127 warga sipil tewas dan puluhan disandera.

Apa belum pernah ada yang memperingatkan kalian soal ini? Dialah Bashar al Assad, Presiden Suriah yang hendak kalian gulingkan itu. Ia sudah berkali-kali memperingatkan agar dunia tidak mensponsori para teroris asing yang "berjihad" di negaranya.

Eropa tidak menggubrisnya ketika pada 28 November 2014 ia berkata: "Prosentase terbesar dari para teroris Eropa yang datang ke negeri kami berasal dari Perancis. Dan kalian punya beberapa insiden terorisme di Perancis. Terorisme di Eropa tidak lagi tertidur, mereka telah dibangkitkan (oleh pemerintahnya sendiri)." Assad sudah berkali-kali memperingatkan bahwa ribuan teroris asal Eropa yang "berjihad" di Suriah dan mendapat sokongan dari Rezim-rezim NATO itu suatu saat akan pulang dan membuat ulah di negaranya masing-masing. Masih ingat kan pada 20 Januari 2014 Assad berkata: "Negara-negara Barat telah kehilangan kredibilitasnya.

Mereka telah menjual prinsip-prinsip mereka demi kepentingan semata. Saya tidak mempercayai Eropa, khususnya Perancis, kecuali ia mengubah kebijakan luar negerinya." Masih ingat kan saat Assad mengatakan ini? "Kami telah menyeru Barat agar mereka tidak menyokong Terorisme (di negeri kami) dan memberikannya perlindungan politik. Karena ini pasti akan berdampak pada negara kalian dan rakyat kalian sendiri. Mereka tidak mendengarkan kami." Eropa mengetahui industri Takfirisme dan Radikalisme itu sangat potensial. Demi menggulingkan Rezim Assad, NATO bersama USA dan Rezim-rezim Teluk menyirami bibit itu, menghabiskan Milyaran dollar untuk membesarkannya, menyokongnya, mempersenjatainya dan menyediakan kamp-kamp pelatihan untuknya di Jordania, Turki, Qatar dll lalu melepasnya di Suriah guna menggulingkan Rezim.

Tapi mereka lupa satu hal! Resiko Beternak anjing gila sang majikan pun bisa kena gigitannya. Karena hakikatnya anjing gila hanya tahu mengamuk. Para monster ini menganggap kafir, thoghut dan layak mati semua orang yang tak sejalan, meski terhadap tangan yang selama ini memberinya makan sekalipun. Siapa yang menyuruh kalian memelihara teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian dengan kalimat berikut: "Terorisme bukanlah sebuah kartu yang bisa anda mainkan dan masukan kembali ke dalam kantong. Seperti kalajengking, ia akan menyengat setiap saat." Masih ingat saat Assad mengatakan ini. "Barat telah menghabiskan 10 tahun untuk memerangi Terorisme. Mereka telah membunuh jutaan manusia dengan dalih ini. Dan kini mereka menyokong para teroris yang sama di Suriah. Dan kini aku yang jadi penjahatnya?" Siapa yang menyuruh kalian beternak teroris? Bukankah Assad sudah memperingatkan kalian! Assad juga pernah berkata: "Barat telah bersepakat dengan para teroris dengan cara yang paling munafik. Mereka menyebutnya Terorisme jika aksi tersebut menghantam mereka, namun menyebutnya Revolusi, pembebasan, Demokrasi dan HAM jika itu menghantam kami (Suriah)." Apa yang ingin kalian katakan sekarang wahai Hipokrit? Dengarkan! sekali lagi dengarkan wahai Rezim-rezim yang menghabiskan uangnya di jalan setan, apa yang lagi-lagi pernah dikatakan Pemimpin Syam ini. "Para teroris hanya memiliki satu pesan.

Yang mana dari ideologi gelap yang mereka bawa, bagi mereka semua siapapun yang tidak berpikir seperti mereka tidak layak untuk hidup." Jangan menangis! Terlambat untuk menangis. Assad sudah 4,5 tahun menghadapi puluhan ribu teroris bersenjata binaan kalian dan sampai hari ini ia tetap tegar. Sedangkan kalian baru menghadapi beberapa teroris yang kalian biayai sendiri sudah kelabakan. Jangan sampai setelah ini kalian kembali menyalahkan Rusia (seperti yang biasanya NATO lakukan) dengan berkata "Gara-gara Rusia mengamuk di Suriah, akhirnya para teroris binaan kami kabur pulang kampung ke Eropa dan membuat ulah." Siapa suruh ternak anjing gila?

Assad Pernah Peringatkan Perancis
Assad Pernah Peringatkan Perancis


Para monster itu akan kembali ke negara masing2 dan pastinya akan berbuat ulah. Siap2 saja.

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/assad-pernah-peringatkan-perancis.html

Jumat, 16 Agustus 2013

Kapolri Sebut Ada Agenda Khilafah di Demo Rusuh 4 November 2016

PPQ Al-Amin Purwokerto - Kapolri Jenderal Polisi M. Tito Karnavian mengungkapkan bahwa demo 4 November 2016 ditumpangi oleh beberapa kepentingan. Termasuk kelompok yang sudah lama mempunyai agenda mendirikan khilafah.

Kapolri Sebut Ada Agenda Khilafah di Demo Rusuh 4 November 2016
Kapolri Sebut Ada Agenda Khilafah di Demo Rusuh 4 November 2016


Hal ini dijelaskan oleh Kapolri karena isu penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah berkembang ke arah yang lebih dari sekadar melakukan demo menuntut Ahok. Padahal Kepolisian saat ini sedang memproses kasus Ahok tersebut.

“Kalau saya lihat, demo ini terpicu oleh beberapa hal, pertama kelompok yang memang dari awal tidak suka terhadap gaya bicara Basuki Tjahaja Purnama; kedua, kelompok yang terprovokasi atas nama penistaan agama; dan ketiga, agenda dari kelompok yang memang sudah cukup lama ingin mendirikan khilafah,” ungkap Kapolri, Rabu (2/11).

Pernyataan tersebut diungkapkan Jenderal Tito ketika menjadi salah satu narasumber di Program Live Mata Najwa di Metro TV bertema Menjaga Kebhinnekaan, Rabu (2/11) malam.

Penjelasan mantan Kepala BNPT tersebut bukan isapan jempol belaka. Karena saat demo pertama pada Jumat, 14 Oktober 2016 lalu, bendera yang menjadi simbol khilafah bahkan bendera ISIS bebas berkibar di tengah kerumunan ribuan pendemo.

Senada dengan Kapolri, Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid yang hadir sebagai narasumber di Mata Najwa juga memaparkan bahwa sebagai hak konstitusional, masyarakat berhak melakukan aspirasi lewat demo. Hal itu dipersilakan asal dilakukan dengan tertib, masih dalam koridor hukum, tidak radikal dan tidak anarkis.

“Namun, kita harus mewaspadai dan mengantisipasi karena yang kita khawatirkan adalah penunggangan-penunggangan dan penyusupan-penyusupan. Jadi memang ada orang-orang yang dari awal agendanya adalah mengganggu stabilitas negara menggunakan momentum ini,” ujar Putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini.

Lebih jauh menurut Yenny, jika memang kepentingan politik juga ada dalam agenda terselubung demo tersebut, jangan membawa-bawa sentimen agama ke dalam politik. Hal ini berlaku untuk siapapun karena kedua entitas tersebut jika dicampuradukkan bisa memunculkan tragedi dan konflik.

“Soal SARA jangan dibawa-bawa ke dalam urusan Pilkada. Kita sudah mengalami banyak konflik yang berujung tragedi, di Ambon, di Poso, dan lain sebagainya gara-gara soal SARA dipakai untuk urusan politik. Sudah cukup bangsa ini, sudah cukup negara ini mengalami konflik,” tegas Yenny disambut tepuk tangan audiens.

Dalam program Mata Najwa tersebut, hadir pula sebagai narasumber Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ancaman dari Suriah

Sebelumnya, pada Diskusi Publik bertema Ancaman Radikalisme dan Terorisme di Pligub DKI? pada Selasa, (1/11) di Kantor The Wahid Institute Jakarta, Pengamat Terorisme Sydney Jones mengatakan bahwa gerakan 4 November nanti memang berpotensi ditumpangi kelompok-kelompok garis keras.

Hal ini terbukti dari beredarnya foto kelompok Jaisy Al-Fath di Suriah yang bertuliskan 'Tangkap Ahok atau Peti Mati Ahok' menunjukkan memang gerakan anti Ahok di Indonesia telah ditunggangi oleh kelompok radikal. [PPQ Al-Amin Purwokerto/ fathoni]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/kapolri-sebut-ada-agenda-khilafah-di-demo-rusuh-4-november-2016.html

Rabu, 15 Mei 2013

Menghadapi Tuntutan KBC, Pertamina Ikuti Langkah Polri

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto. Setelah sempat berbeda langkah dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menghadapi tuntutan Karaha Bodas Company (KBC), Pertamina akhirnya mengikuti langkah lembaga penegak hukum tersebut dengan menolak tuntutan pembayaran klaim senilai 299 juta dollar AS bagi KBC.

Demikian siaran pers yang dikirim oleh bagian hubungan pemerintah dan masyarakat (Hupmas) PT Pertamina (Persero) kepada PPQ Al-Amin Purwokerto, Rabu (18/8).

Pertamina menolak klaim KBC dengan alasan, bahwa sampai saat ini pihak Polri masih menyatakan adanya indikasi tindak pidana korupsi yang melekat pada proyek pembangkit tenaga listrik Karaha Bodas oleh Karaha Bodas Company LLC (KBC).

Menghadapi Tuntutan KBC, Pertamina Ikuti Langkah Polri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menghadapi Tuntutan KBC, Pertamina Ikuti Langkah Polri (Sumber Gambar : Nu Online)


Menghadapi Tuntutan KBC, Pertamina Ikuti Langkah Polri

Dikatakan Pertamina, jika dalam penyelidikannya Polri menemukan bukti adanya tindak pidana korupsi pada proyek tersebut maka Pertamina akan menggunakannya sebagai bukti baru sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia maupun di Amerika Serikat. Ditambahkan Pertamina, bahwa investigasi Polri tersebut sama sekali terpisah dan tidak ada kaitannya dengan upaya pembelaan dari pihaknya atas pelaksanaan keputusan Arbitrase Internasional yang telah memenangkan KBC. Sebaliknya, investigasi pihak Polri dilakukan sebagai upaya penegakan hukum oleh negara yang berdaulat atas adanya indikasi korupsi dari suatu proyek.

Langkah yang diambil Pertamina ini bisa dibilang lambat, sebab pada empat tahun silam, saat keluar keputusan final di pengadilan Arbitrase yang memenangkan KBC yang sekaligus mewajibkan Pertamina membayar klaim 261 juta dollar (saat ini berikut bunganya membengkak menjadi US 299 juta dollar). Suara Pemerintah yang berarti juga suara Pertamina menegaskan akan mematuhi keputusan Arbitrase Internasional dengan terlebih dulu melakukan tawar menawar atas besarnya klaim yang harus dibayar Pertamina. Alasan Pertamina saat itu adalah karena khawatir Indonesia dikucilkan dalam pergaulan internasional.

Berbeda dengan Pertamina, sejak saat itu, pihak Polri justeru meminta kepada pihak pemerintah untuk tidak membayar klaim terlebih dulu hingga pengusutan tindak pidana korupsi kasus ini selesai. Karena sejak pertengahan bulan ini perundingan antara Pertamina dan KBC menemui jalan buntu. KBC tetap meminta Pertamina membayar klaim kerugian atas dihentikannya proyek Karaha Bodas sebesar keputusan sidang Arbitrase Internasional. Tidak ada jalan lain bagi pihak Pertamina untuk mencegah kerugian yang lebih besar, kecuali mengikuti langkah yang diambil Polri, yaitu menunggu penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi di balik proyek Karaha Bodas.

PPQ Al-Amin Purwokerto

.

Sadar akan sanksi atas langkah penolakannya, Pertamina mengaku akan mengantisipasi tuntutan KBC di dunia international. "Kami akan melakukan seluruh upaya hukum yang tersedia untuk mengamankan kepentingan-kepentingan kami,"ungkap pihak Pertamina.

Nilai tuntutan KBC saat ini mencapai 299 juta dollar AS yang terdiri dari tuntutan atas investasi proyek sebesar 111 juta dollar AS dan kehilangan keuntungan selama 30 tahun sebesar 150 juta dollar AS ditambah bunga selama sengketa ini diperkarakan.

Namun demikian, Pertamina mengaku telah menemukan beberapa bukti yang dapat memberatkan pihak KBC. Menurut pihak Pertamina, berdasarkan penilaian independence appraisal (perusahaan penilai independen) dari Italia, nilai proyek ini tidak lebih dari 50 juta dollar AS.

Bahkan, berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pihak KBC telah membuat pernyataan bohong di depan sidang Arbitrase Internasional ketika melaporkan investasi yang dilakukannya di Indonesia.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pihak Pertamina pun menjelaskan, bahwa laporan pengeluaran investasi KBC di depan Arbitrase Internasional jauh lebih besar dibanding laporan yang diberikan ke Pertamina dalam bentuk laporan realisasi WP & B (Work Planning & Budget), dan Laporan biaya dalam SPT PPh Badan ke Ditjen Pajak periode 1995-1998.

Dalam hal ini, menurut Pertamina, BPKP juga telah menemukan terjadinya penggelembungan WP & B sebesar 19,16 juta dollar AS, ditambah kekurangan bayar pajak PPh Pasal 21 sebesar Rp 5,97 miliar dan kekurangan pembayaran yang terdapat dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPN No.: 0060.287.99.053.00 tanggal 24 Januari 2000 sebesar Rp. 12,24 miliar.

Di samping itu, ternyata kemudian diketahui KBC telah menerima uang asuransi sebesar 75 juta dollar AS yang sebelumnya diingkarinya pada sidang Arbitrase di Swiss. Padahal berdasarkan kontrak, KBC seharusnya memberitahu pihak Pertamina jika mereka telah mengasuransikan proyek ini sebelumnya.

Selain bukti-bukti di atas, Pertamina sangat mengharapkan pihak Polri berhasil mengumpulkan bukti-bukti adanya tindak pi

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/1901/menghadapi-tuntutan-kbc-pertamina-ikuti-langkah-polri

PPQ Al-Amin Purwokerto

Selasa, 20 November 2012

LPSN Gandeng Al-Mizan Gelar Pelatihan Seni Nusantara

Majalengka, PPQ Al-Amin Purwokerto. Lembaga Pendidikan Seni Nusantara (LPSN) kembali menggandeng Pondok Pesantren Al-Mizan, Jatiwangi, Majalengka dalam mengenalkan Seni Nusantara kepada para santri dan pelajar Al-Mizan melalui pelatihan selama tiga hari, Senin-Rabu (26-28/09/11).

Sebaanyak 30 orang peserta mengikuti pelatihan ini yang terdiri dari pengurus LPSN, guru/ustadz dan peserta dari Tarutug, Tapanuli, Sumatera Utara sebanyak 12 orang.

LPSN Gandeng Al-Mizan Gelar Pelatihan Seni Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
LPSN Gandeng Al-Mizan Gelar Pelatihan Seni Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)


LPSN Gandeng Al-Mizan Gelar Pelatihan Seni Nusantara

Selama tiga hari mereka akan diajari materi tentang kearsipan digital atau Digitalisasi Arsip Audio Seni Budaya, bengkel instrumental, dan tari.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan KH Maman Imanulhaq mengatakan, hal ini dilakukan sebagai sebuah upaya untuk mengembangkan budaya Indonesia dengan memasukkan unsur budaya tradisional yang berfungsi memperkuat watak, kepribadian, kemandirian, sikap kritis, kreativitas, solidaritas, rasionalitas, dan kemanusiaan.

Sedangkan Endo Suanda sebagai Direktur LPSN mengatakan Lembaga Pendidikan Seni Nusantara atau LPSN adalah sebuah yayasan nir-laba, yang didirikan tahun 2002, oleh para seniman, peneliti dan pendidik seni.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Program utama LPSN menurut Endo adalah menyusun kurikulum dan bahan ajar kesenian untuk sekolah umum, yang berdasar dan mengarah pada pemahaman pluralitas kesenian, yang terdapat dalam kehidupan masyarakat di berbagai wilayah budaya Indonesia.

Sedangkan pendekatan yang dipakai LPSN adalah culture-specific yaitu pemahaman terhadap kemajemukan budaya. Apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal ini diharap dapat memberi bekal kreativitas yang mengakar pada para siswa yang berbakat, dengan itu kesinambungan daya atau vitalisasi lokal akan tertunjang, jelasnya.

Masih menurut Endo, dalam pelaksanaan, pendidikan seni yang dianjurkan LPSN berdasarkan satu modul yang disebut sebagai topik. Sebagai contoh topik: tekstil; topeng; alat musik dawai; gong; tari tontonan; tari komunal; pemukiman; sistem tulisan dan kaligrafi; dan lain-lain.

Semua topik jelas Endo diajarkan dengan beberapa cara: bacaan untuk anak, lengkap dengan gambar; uraian oleh guru; pengalaman praktek, sesuai dengan keahlian guru; dan contoh-contoh audiovisual (VCD), demonstrasi oleh seniman, dan kesempatan menonton pertunjukan atau pameran. Fokus atau tujuan pengajaran adalah memberikan pada anak didik suatu pengertian dan penghargaan non-teknis terhadap jenis-jenis kesenian yang dijadikan topik. Fokus non-teknis tersebut memungkinkan guru yang spesialis dalam salah satu bidang kesenian (tari, seni rupa, musik, teater) untuk mengajarkan juga materi dari bidang kesenian lain yang bukan spesialisasinya.

Selama 5 tahun ini, kata Endo, LPSN telah memproduksi bahan ajar sebanyak 10 (sepuluh) topik, yang terdiri dari buku-buku bersama paket audiovisualnya, dan telah menerapkannya (tryout) pada 906 sekolah di 12 provinsi. LPSN mengadakan pelatihan guru kesenian di wilayah tersebut setiap semester, sehingga guru yang pernah mengikuti pelatihan LPSN lebih dari 1.300 orang, dan menyertakan sekitar 100.000 siswa.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor : M Zaenal Muhyidin

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/34120/lpsn-gandeng-al-mizan-gelar-pelatihan-seni-nusantara

PPQ Al-Amin Purwokerto

Senin, 02 Januari 2012

Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah

PPQ Al-Amin Purwokerto - Bagaimana Sikap Kita Terhadap Sesama Muslim Yang Berbeda? Kewajiban kita tetap menghormati saudara sesama Muslim seperti firman Allah yang artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (Al-Ĥujurāt:10)

Dalam khutbah wada'nya pun Nabi berpesan:

Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah - PPQ Al-Amin Purwokerto
Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah - PPQ Al-Amin Purwokerto


Sikap Kepada Muslim yang Berbeda Amaliyah

المسلم اخ للمسلم وان المسلمين إخوة

"Seorang Muslim adalah saudara dengan Muslim lainnya. Dan semua umat Islam adalah bersaudara" (Kutub at-Tarikh wa Sirah)

PPQ Al-Amin Purwokerto

Bagaimana jika mereka masih bersikeras suka menyalahkan kita? Tetap kita balas dengan kebaikan, seperti dalam hadist:

ﻋﻦ ﺣﺬﻳﻔﺔ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: " ﻻ ﺗﻜﻮﻧﻮا ﺇﻣﻌﺔ، ﺗﻘﻮﻟﻮﻥ: ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﺃﺣﺴﻨﺎ، ﻭﺇﻥ ﻇﻠﻤﻮا ﻇﻠﻤﻨﺎ، ﻭﻟﻜﻦ ﻭﻃﻨﻮا ﺃﻧﻔﺴﻜﻢ، ﺇﻥ ﺃﺣﺴﻦ اﻟﻨﺎﺱ ﺃﻥ ﺗﺤﺴﻨﻮا، ﻭﺇﻥ ﺃﺳﺎءﻭا ﻓﻼ ﺗﻈﻠﻤﻮا " رواه الترمذي

PPQ Al-Amin Purwokerto

Dari Hudzaifah, Nabi bersabda: "Janganlah kalian menjadi setengah-setengah. Kalau mereka baik, maka kita berbuat baik. Kalau mereka berbuat dzalim, maka kita berbuat dzalim kepada mereka. Tapi teguhkan hatimu, jika mereka berbuat baik maka kalian membalas dengan kebaikan. Jika mereka berbuat buruk, maka kalian jangan berbuat dzalim" (HR Tirmidzi).

Dan apa yang kita lakukan terhadap banyak pertanyaan dan hujatan pada amaliah kita, hanyalah bentuk respons kepada mereka dengan memberi jawaban. Ketika amaliah kita dituduh macam-macam maka kita harus menjawabnya:

عن ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ، ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: «ﻣﻦ ﺳﺌﻞ ﻋﻦ ﻋﻠﻢ ﻓﻜﺘﻤﻪ ﺃﻟﺠﻢ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺑﻠﺠﺎﻡ ﻣﻦ ﻧﺎﺭ»

Dari Anas bin Malik bahwa Nabi bersabda: "Barangsiapa ditanya tentang ilmu lalu ia menyembunyikan, maka akan dicambuk di hari kiamat dengan cambuk dari neraka" (HR Ibnu Majah). [PPQ Al-Amin Purwokerto]

akhukum, Ma'ruf Khozin

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/sikap-kepada-muslim-yang-berbeda-amaliyah.html

Rabu, 20 Juli 2011

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

PPQ Al-Amin Purwokerto - Presiden Joko Widodo selalu berusaha meneladani sikap hidup dan laku perjuangan Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW, dalam menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - PPQ Al-Amin Purwokerto
Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur - PPQ Al-Amin Purwokerto


Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Haul Ke-7 K.H. Abdurrahman Wahid sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H yang digelar pada Jumat, 23 Desember 2016, di Komplek Al-Munawwaroh, Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Meneladani ketulusan beliau yang menjaga silaturahim, melampaui sekat-sekat primordial yang ada. Meneladani kesederhanaan beliau, meneladani kesukarelaan beliau dalam melayani masyarakat, dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya," ujar Presiden Joko Widodo.

Terlebih lagi Presiden teringat dengan peristiwa ketika Ibu Sinta Nuriyah, istri Gus Dur memberikan peci yang biasanya dipakai Gus Dur pada hari Kamis, 26 September 2013, di Wahid Institute. Tapi sayangnya peci itu disimpan Presiden di Solo. “Jadi tidak bisa saya pakai tahun ini. Insya Allah tahun depan," kata Presiden.

"Pada khaul 7 tahun wafatnya Gus Dur sekarang, pemberian peci itu menjadi pengingat-ingat buat saya, menjadi pengingat-ingat buat kita semua untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur,” ucap Presiden.

Menurut Presiden Joko Widodo, Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 lalu, dalam sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, milik bersama, bukan milik golongan dan bukan milik perseorangan.

“Saya percaya Gus Dur pasti gemes gregetan kalau melihat ada kelompok atau orang-orang yang meremehkan konstitusi, yang mengabaikan kemajemukan kita, yang memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, terorisme,” ujar Presiden.

Melihat situasi sekarang ini, lanjut Presiden, bangsa Indonesia seharusnya merasa bersyukur. Ketika banyak negara lain goyah mencari pedoman hidup, bangsa Indonesia memiliki Pancasila. “Ketika negara-negara lain kebingungan mencari panduan berbangsa dan bernegara, kita mempunyai Pancasila.

Seharusnya kita bisa membangun lebih cepat, bergerak lebih cepat, sehingga kita bisa menjadi negara pemenang, agar kita menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga mengagumi sikap optimisme Gus Dur dalam memandang bangsa Indonesia ke depan. “Gus Dur itu selalu optimis dalam memandang Indonesia ke depan. Tidak kagetan, tidak gumunan. Itu Gus Dur,” ucap Presiden.

Bahkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, Gus Dur selalu berpegang teguh pada sebuah kaidah fiqih 'Yassirru wala Tuasirru' yang memiliki makna permudahlah dan jangan dipersulit.

"Ketika mengambil keputusan yang rumit, saya suka teringat kata-kata beliau (Gus Dur), 'Gitu saja kok repot!?," ucap Presiden Joko Widodo.

Dalam Haul ke-7 kali ini Presiden Joko Widodo berkesempatan menyaksikan pembacaan dan penandatangan Ikrar Damai Ummat Beragama Indonesia oleh 9 Pemuka Agama, sebagai bentuk persatuan atas kemajemukan negara Indonesia.

Presiden Ingatkan Pesan Gus Dur pada Cagub DKI Jakarta Sebagai sosok yang dicintai berbagai kalangan masyarakat, peringatan Haul ke-7 Gus Dur dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh masyarakat, pemuka agama, para kyai, para ulama hingga para santri. Namun, tiga pasang calon Gubernur DKI Jakarta yang akan berkompetisi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang juga tampak hadir di tengah para undangan.

Atas permintaan para undangan, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengabsen kehadiran ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta tersebut. Ketiga cagub dan cawagub yang hadir adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, serta Anies Baswedan.

"Nih sekarang hadir disini tiga calon pasangan calon Gubernur DKI hadir semuanya. Diabsen dulu, katanya tadi yang di sana minta di absen. Silahkan berdiri semuanya," ujar Presiden Joko Widodo. Melihat keakraban ketiganya, Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi solidaritas dan kerukunan yang ditunjukkan oleh ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta.

"Lha mbok ya begitu yang rukun, wong kita ini kan saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Persaudaraan itu yang diajarkan oleh Gus Dur," ucap Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid serta Yenny Wahid selaku tuan rumah. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Keterangan:

Laporan diatas ditulis oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, 23 Desember 2016.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/cerita-jokowi-diberi-peci-mantan-presiden-gus-dur.html

Selasa, 13 April 2010

Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong

PPQ Al-Amin Purwokerto - Orang yang selalu ngapusi, namun jaminannya surga. Itulah simbok, ibu. Saban hari harus bekerja ketekuk-tekuk hanya demi anak. Badan capek tidak karuan, kalau ditanya, itu sudah biasa! Kalau masak banyak, ia mneyisihkan lauknya untuk anak.

Pas anak pulang, ia bilang, "cepat makan sana, itu ada lauk ikan, ibu tidak begitu suka ikan soalnya," katanya menutupi sayang anak. Kalau kebetulan yang dimasak hanya sedikit, ibu mengatakan beda lagi, "cepat dimakan, kamu saja, ibu tidak lapar".

Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong - PPQ Al-Amin Purwokerto
Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong - PPQ Al-Amin Purwokerto


Ibu Selama Hidupnya yang Selalu Berbohong

Begitu pula ketika anak sakit, ia sabar menunggu di samping anak hingga tidak tidur tengah malam. Ketika anak bangun, ibu hanya bilang, "sudah, bobok lagi sana, biar sehat, ibu belum ngantuk". Padahal, sangat lelah. Lagi-lagi menutupi karena sayang anak.

Ketika anak usai masa sekolah dan sudah berpenghasilan, simbok hanya bilang begini ketika mau dikirim duit oleh sang anak, "buat tabungan kamu saj, ibu masih nyimpan uang".

PPQ Al-Amin Purwokerto

Berbohong adalah laku harian ibu. Ia menganggap anak selalu sebagai seorang bocah. Ibu selalu ingat kondisi anak, dan tidak peduli apakah anak peduli dengan keadaannya.

Ibu berbohong dan ngapusi sebab punya rasa ikhlash kepada anak. Pengorbanannya sangat mulia. Duh gusti, ampunilah segala kesalahan dan kekhilafan ibuku. Terimalah semua jenis pengorbanannya. Berilah ibu tempat paling mulia di surgamu kelak.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Bersyukurlah bagi Anda yang masih punya simbok, ibu. Selamat Hari Ibu. [PPQ Al-Amin Purwokerto]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/di-hari-ibu-jadi-ingat-laku-hidupnya-yang-selalu-berbohong.html

Kamis, 12 Juli 2007

Pemerintah Sepakat Melanjutkan Tahapan Perjanjian Damai dengan GAM

Jakarta, PPQ Al-Amin Purwokerto, Pemerintah bersama DPR dalam rapat yang dilakukan di gedung DPR/MPR yang dihadiri pimpinan fraksi-fraksi di DPR maupun pimpinan komisi Pertahanan dan Komisi Hukum. sepakat melanjutkan tahapan perjanjian damai yang telah dibuat antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) lewat dewan bersama (joint council). Hasil ini merupakan point pertama dari empat butir yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Butir kedua yang disetujui adalah pemerintah dan DPR sepakat mengambil tindakan tegas pada GAM jika setelah duduk bersama dalam dewan bersama (joint council), tetap menginginkan pemisahan Nanggroe Aceh Darussalam dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, walaupun secara eksplisit tidak disebutkan adanya operasi militer.

Pemerintah Sepakat Melanjutkan Tahapan Perjanjian Damai dengan GAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Sepakat Melanjutkan Tahapan Perjanjian Damai dengan GAM (Sumber Gambar : Nu Online)


Pemerintah Sepakat Melanjutkan Tahapan Perjanjian Damai dengan GAM

Butir ketiga adalah pemerintah daerah NAD harus mengambil tindakan kongkret untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di daerah tersebut, yang juga meliputi upaya pemda untuk menetralisis pengaruh propaganda separatisme GAM. Pemda juga berkewajiban untuk meningkatkan kesejahtaraan warga Aceh secara signifikan. Ini merupakan usaha untuk menumbuhkan kembali rasa keadilan dari warga Aceh setelah sekian lama dieksploitasi.

Kesepakatan keempat adalah dibentuknya forum konsultasi sebagai media untuk mengevalusi mekanisme pelaksanaan kesepakatan penghentian permusuhan yang menurut jadwal berlangsung hingga 9 Juli 2003.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Menurut Yudhoyono dalam keterangan persnya pelaksanaan butir pertama masih dalam proses penentuan tanggal dan lokasinya. Pertemuan akan dilakukan di tempat yang netral. Dari berita yang beradar, Tokyo merupakan pilihan utama untuk melaksanakan pertemuan itu.

PPQ Al-Amin Purwokerto

Wakil Presiden Indonesia Hamzah Haz mengatakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) harus menghilangkan keinginannya untuk merdeka, terlepas dari bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Kalau dia (GAM) tetap ingin Aceh merdeka, kita tidak ada pilihan lain," di Bandara Halim Perdanakusuma semalam, usai mengantar Presiden Megawati Soekarnoputri menuju, Rumania, Rusia, dan Polandia seperti kami kutip dari KCM.

Senada dengan wakil presiden, Yudhoyono mengatakan cara tersebut akan digunakan jika GAM tetap berkeinginan untuk memisahkan NAD dari NKRI dan menolak sebagai daerah otonomi khusus. Ini dilakukan jika hingga 9 Juli GAM belum juga meletakkan senjata sesuai dengan kesepakatan yang diatur dalam kesepakatan penghentian perang (CoHA) Cessation of Hostilities Aggrement yang ditandatangani di Jenewa Swiss pada 9 Desember 2002.

Berkaitan dengan keefektifan HDC yang diragukan banyak pihak untuk menjembatani kepentingan GAM dan pemerintah RI, Yudhoyono mengatakan akan dilakukan evaluasi agar bisa ditingkatakan. (Mkf)

(diambil dari : Tempo Interaktif dan Kcm)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/35/pemerintah-sepakat-melanjutkan-tahapan-perjanjian-damai-dengan-gam

PPQ Al-Amin Purwokerto

Jumat, 22 September 2006

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

Jombang, PPQ Al-Amin Purwokerto. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Isrofil Amar merencanakan dalam waktu dekat ini pembentukan organisasi baru, yaitu Laskar Bela Negara. Organisasi ini dibentuk untuk memperkuat kelembagaan internal NU di Kota Santri ini.

Di samping itu kondisi kesatuan bangsa di tanah air dan ideologi Pancasila belakangan ini seringkali mendapat gangguan juga tak luput dari sorotan dibentuknya organisasi tersebut.

Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri (Sumber Gambar : Nu Online)


Laskar Bela Negara Bentukan NU Jombang Segera Berdiri

"Insya Allah sebentar lagi NU akan membentuk satu organisasi, yaitu Laskar Bela Negara," kata salah satu dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan Jombang itu, Kamis (9/2).

Kiai Isrofil menjelaskan, dalam struktur organisasi tersebut tersusun dari kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan warga nahdliyin di struktur lainnya. "Yang ini kepengurusannya kami susun beserta GP Ansor," jelasnya di Jombang.

PPQ Al-Amin Purwokerto

PPQ Al-Amin Purwokerto

Untuk lebih memperkuat dalam berdirinya organisasi ini, Kiai Isrofil juga akan meminta masukan kepada Bupati Jombang, pihak Polres juga Dandim. "Suatu ketika kami akan menghadap kepada bupati, dandim, dan bapak kapolres untuk mohon nasihat bagaimana sebaiknya, jadi NU itu sekali NU, tetap NU," katanya.

Namun demikian, hingga saat ini ia belum menentukan waktu tepatnya peluncuran organisasi tersebut. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75322/laskar-bela-negara-bentukan-nu-jombang-segera-berdiri

PPQ Al-Amin Purwokerto

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PPQ Al-Amin Purwokerto sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PPQ Al-Amin Purwokerto. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PPQ Al-Amin Purwokerto dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock